Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jedy Green Forest
"Tender merupakan proses penawaran yang bertujuan untuk menyeleksi, mendapatkan, menetapkan, serta menunjuk perusahaan yang layak untuk mengemban suatu proyek atau penyedia barang/jasa. Bagi perusahaan penyedia jasa khususnya di bidang konstruksi tentunya merupakan hal yang biasa untuk mengikuti proses tender sebagai upaya perusahaan untuk mendapatkan sebuah proyek. Salah satu hal yang tidak kalah penting bagi calon penyedia jasa konstruksi dalam mengikuti proses tender yaitu dalam menyediakan Rencana Keselamatan Konstruksi. Sebuah isian dokumen yang merupakan komitmen perusahaan calon penyedia jasa yang mencakup namun tidak terbatas pada aspek perencanaan, dukungan, operasional, serta evaluasi keselamatan konstruksi yang akan diterapkan apabila perusahaan calon penyedia jasa tersebut terpilih sebagai pemenang tender.

Tender is a bidding process that aims to select, obtain, determine, and appoint companies that are appropriate to carry out a project or provider/services. For service providers, especially in the construction sector, it is certainly a common thing to participate in the tender process as a company effort to obtain a project. One thing that is no less important for prospective construction service providers in participating in the tender process is providing a Construction Safety Plan. A document entry which is the commitment of the prospective service provider company which includes but is not limited to the aspects of planning, support, operation, and evaluation of construction safety which will be applied if the prospective service provider company is selected as the winner of the tender. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Laurentius Dimas Brahmantyo Satria
"The construction industry presents notable risk, especially in mechanical and electrical (M&E) work. This research will develop a construction safety plan with the aim of preventing and mitigating possible accidents caused by M&E work during the construction of residential flats in Indonesia. The quantitative research is carried out by conducting surveys in the form of questionnaires to various persons, such as professionals who are knowledgeable in the field of construction safety, in order to validate on the variables that the Author has chosen to focus on. A comprehensive safety plan that includes a thorough risk assessment, including appropriate safety target and program, will contribute to the development of effective construction safety plan for mechanical and electrical work in Indonesian residential flat constructions, ultimately improving the safety and well-being of the construction industry and the workers.

Industri konstruksi memiliki risiko yang cukup besar, terutama pada pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perencanaan keselamatan konstruksi dengan tujuan mencegah dan memitigasi kemungkinan kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan mekanikal dan elektrikal selama pembangunan rumah susun di Indonesia. Perencanaan keselamatan yang komprehensif yang mencakup penilaian risiko menyeluruh, termasuk sasaran dan program keselamatan yang tepat, akan berkontribusi pada pengembangan rencana keselamatan konstruksi yang efektif untuk pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada konstruksi rumah susun di Indonesia untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan industri konstruksi dan para pekerja."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pongtuluran, Ravael Eldad
"Pembangunan terowongan jalan merupakan hal baru di Indonesia dan menjadi proyek pertama di Pulau Kalimantan. Tantangan utama dalam proyek ini adalah karakteristik tanah podsolik/ultisol di perbukitan dan tanah gambut di dataran rendah, yang memiliki risiko tinggi terhadap stabilitas tanah dalam konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya serta risiko melalui perencanaan safety plan, serta mengevaluasi dan mengembangkan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan mencakup wawancara dan expert judgement, dengan pendekatan analisis kualitatif dan deskriptif berdasarkan regulasi terkait. Hasil penelitian mengidentifikasi 57 variabel bahaya dan risiko serta pengendaliannya dalam safety plan berdasarkan masukan dari para pakar yang disesuaikan dengan metode kerja proyek. Penelitian ini juga mengungkap perlunya pengembangan format tambahan dalam dokumen RKK guna memenuhi kebutuhan lapangan dan meningkatkan efektivitas keselamatan konstruksi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Rencana Keselamatan Konstruksi yang komprehensif dan sesuai regulasi mampu secara signifikan mengurangi risiko dan ketidakpastian pada proyek. Pendekatan ini mendukung pencapaian target zero accident dan berimplikasi pada penyediaan referensi yang relevan bagi penyedia jasa, secara khusus di wilayah dengan tantangan geoteknik seperti Kalimantan.

The construction of the road tunnel was new in Indonesia and the first project in Kalimantan Island. The main challenge in this project is the characteristics of podzolic/ultisol soil in the hills and peat soil in the lowlands, which has a high risk to soil stability in construction. This research aims to identify and control potential hazards and risks through safety plan planning, as well as evaluate and develop a Construction Safety Plan (CSP) that complies with the Minister of PUPR Regulation No. 10 of 2021. The research methods used include interview and expert judgment,with a qualitative and descriptive analysis approach based on relevant regulations. The results of the research identified 57 hazard and risk variables and their control in the safety plan based on input from experts adapted to project work methods. The research also revealed the need to develop additional formats in the CSP document to meet field needs and improve the effectiveness of construction safety. The research conclusion shows that a comprehensive and compliant Construction Safety Plan (CSP) is able to significantly reduce risks and uncertainties on the project. This approach supports the achievement of zero accident targets and has implications for providing relevant references for service providers, particularly in geotechnically challenged regions such as Kalimantan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zaidan Ferro Althaf Faried
"In Indonesia, there were 332 construction accidents between 2012 and 2014. In that period, construction projects had the highest accident rate (47%), followed by housing projects (42%) and other projects (11%). Based on data from 2015 to 2020, there have been twenty-five construction incidents. The construction industry in Indonesia has the highest accident rate compared to other industries, namely 32% of the total accidents in this country. Work-related deaths from accidents, slips and falls increased by 5.6 percent in 2021, from 805 deaths in 2020 to 850 in 2021. Falls, slips and ends caused 370 deaths on construction and extraction jobs in 2021, a an increase of 7.2% from 345 deaths in 2020. Despite the increase, this figure is still 9.3 percent lower than in 2019, when 408 construction and extraction workers died as a result of these events (BLS 2021). Flyovers are an important infrastructure component in modern transportation systems, especially in urban areas where space is limited and traffic congestion is a significant problem. In Indonesia, flyovers are becoming increasingly important due to rapid urbanization and the need to increase transport efficiency and reduce pollution. However, there are major concerns during the construction and operation stages of Elevated Railway construction in Indonesia. The complexity of Elevated Railway projects, with elevated structures, complex engineering, and heavy equipment, requires more safety protocols and procedures to protect workers, passengers, and the surrounding environment. Implementing safety planning on elevated routes can effectively mitigate the occurrence of accidents by identifying and dispersing potential hazards, as well as implementing appropriate mitigation to overcome them. This research has 5 objectives, namely: (1) Identifying what activities occur in the structure above the route laying; (2) Identifying hazards and risks from structural work activities on laying lines; (3) Analyze identified risks and hazards; (4) Develop targets and programs based on identified risks and dangers; (5) Submit a construction safety plan based on identified activities, risks and hazards, as well as targets and programs, to improve construction safety performance. The method used is validation from experts in the field of construction safety.

Di Indonesia, terdapat 332 kecelakaan konstruksi antara tahun 2012 dan 2014. Pada periode tersebut, proyek konstruksi memiliki tingkat kecelakaan tertinggi (47%), diikuti oleh proyek perumahan (42%) dan proyek lainnya (11%). Berdasarkan data tahun 2015 hingga 2020, telah terjadi lima puluh insiden konstruksi. Industri konstruksi di Indonesia memiliki tingkat kecelakaan tertinggi dibandingkan industri lainnya, yaitu sebesar 32% dari total kecelakaan di negara ini. Kematian terkait pekerjaan akibat kecelakaan, terpeleset, dan tersandung meningkat sebesar 5,6 persen pada tahun 2021, dari 805 kematian pada tahun 2020 menjadi 850 pada tahun 2021. Jatuh, terpeleset, dan tersandung menyebabkan 370 kematian pada pekerjaan konstruksi dan ekstraksi pada tahun 2021, sebuah meningkat sebesar 7,2% dari 345 kematian pada tahun 2020. Meskipun meningkat, angka ini masih lebih rendah 9,3 persen dibandingkan tahun 2019, ketika 408 pekerja konstruksi dan ekstraksi meninggal akibat peristiwa ini (BLS 2021). Jalur layang merupakan komponen infrastruktur penting dalam sistem transportasi modern, khususnya di wilayah perkotaan dimana ruang terbatas dan kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan yang signifikan. Di Indonesia, jalur layang menjadi semakin penting karena pesatnya urbanisasi dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan mengurangi polusi. Namun, terdapat kekhawatiran besar selama tahap konstruksi dan pengoperasian konstruksi jalur layang di Indonesia. Kompleksitas proyek jalur layang, dengan struktur layang, teknik rumit, dan alat berat, memerlukan lebih banyak protokol dan prosedur keselamatan untuk melindungi pekerja, penumpang, dan lingkungan sekitar. Penerapan perencanaan keselamatan di jalur layang dapat secara efektif memitigasi terjadinya kecelakaan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya, serta menerapkan mitigasi yang sesuai untuk mengatasinya.Pada penelitian ini memiliki 5 tujuan yaitu: (1) Mengidentifikasi kegiatan apa saja yang ada pada struktur atas jalur laying; (2) Mengidentifikasi bahaya dan risiko dari kegiatan pekerjaan struktur atas jalur laying; (3) Menganalisis risiko dan bahaya yang telah teridentifikasi; (4) Menyusun sasaran dan program berdasarkan risiko dan bahaya yang telah teridentifikasi; (5) Mengembangkan rencana keselamatan konstruksi berdasarkan aktivitas, risiko dan bahaya yang teridentifikasi, serta target dan program, untuk meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi. Metode yang digunakan adalah validasi dari ahli pada bidang keselamatan konstruksi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anrio Wira Putra Lim
"Tingkat kecelakaan kerja pada sektor konstruksi di Indonesia masih sangat tinggi. Salah satu penyebab tingginya tingkat kecelakaan kerja adalah dikarenakan dengan adanya aktivitas-aktivitas pekerjaan yang tidak terawasi sehingga menyebabkan pengendalian terhadap resiko aktivitas pekerjaan tersebut terabaikan. Oleh karena itu, perencanaan keselamatan kerja dapat direncanakan menggunakan WBS sehingga semua aktivitas pekerjaan dapat terawasi secara menyeluruh. Disamping itu, dengan kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, diharapkan mampu digunakan untuk meningkatkan kinerja safety pada proyek konstruksi secara efektif and efisien. Salah satu teknologi canggih yang banyak diterapkan di sektor konstruksi sekarang ini adalah sistem BIM (Building Information Modeling). Dimana dengan menggunakan sistem BIM pada proyek konstruksi, kualitas pekerjaan selama perencanaan maupun tahap konstruksi menjadi semakin meningkat. Oleh karena itu, pengembangan safety plan menggunakan WBS berbasis BIM untuk pekerjaan struktur bangunan gedung akan dilakukan pada penelitian ini. Metode yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif Hasil dari penelitian ini adalah resiko-resiko kecelakaan kerja menggunakan WBS pada pekerjaan struktur bangunan gedung tinggi. Studi kasus yang akan diteliti untuk pengembangan safety plan menggunakan WBS berbasis BIM yaitu pada struktur bangunan proyek rumah susun Mangkubumen. Penelitian ini dapat menghasilkan strategi manajemen keselamatan kerja yang baik serta meningkatkan kinerja safety pada proyek konstruksi bangunan gedung.

The rate of work accidents in the construction sector in Indonesia is still very high. One of the causes of the high rate of work accidents is due to the existence of unsupervised work activities which causes negligible control over risks of work activities. So that if the work safety plan is planned to use a WBS (Work Breakdown Structure), all work activities can be covered thoroughly. Besides that, with the rapid advances in technology, it is expected to be able to be used to improve safety performance on construction projects effectively and efficiently. One of the advanced technologies that is widely applied in the construction sector now is the BIM (Building Information Modeling). Where by using the BIM system on construction projects, the quality of work during the planning and construction phase will be increasing. Therefore, the development of a safety plan using BIM-based WBS for building structure work will be carried out in this study. The method that will be used in this research is a qualitative method .The results of this study are work accident risks that are using the WBS. A case study will be carried out on this research of the development of the safety plan using BIM-based WBS on Mangkubumen Structural Bulding Project. This research is to create a safety management strategy and improve the safety performance in building construction projects."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T53151
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library