Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kelly Nagaruda
Abstrak :
Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program unggulan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan serta memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada peserta penderita penyakit kronis, misalnya stroke. Tugas khusus ini membahas mengenai pola penyakit stroke pada pasien PRB. Metode yang digunakan dalam penulisan tugas khusus ini adalah dengan melihat data pasien PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cengkareng periode Januari 2023. Hasil pengolahan data menunjukkan tipe stroke yang diderita oleh pasien peserta PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cengkareng periode Januari 2023 adalah stroke iskemik dengan pola penyakit di mana laki-laki lebih banyak stroke dengan penggunaan aspirin yang tinggi baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi dan pengobatan sudah sesuai dengan tatalaksana pengobatan stroke yang berlaku. ......Back referral program is a superior program to improve the quality of health services for BPJS Health participants and facilitate access to health services for participants with chronic diseases, such as strokes. This special task discusses the pattern of stroke in back referral program patients. The method used in writing this particular task is to look at the data of patients with BPJS Health at the Cengkareng District Health Center in January 2023. The results of data processing show the type of stroke suffered by patients participating in the BPJS Health PRB at the Cengkareng District Health Center for the January 2023 period is an ischemic stroke with the pattern diseases where men are most likely to get stroke with high use of aspirin in single form and combination. As concluded, the treatment are in accordance with the applicable stroke treatment.
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Abstrak :
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan korelasi antara neurotrofin Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF), dan mobilitas fungsional pada pasien stroke iskemik kronik dalam uji Timed Up and Go (TUG). Penelitian ini merupakan observasi potong lintang dengan kelompok observasi (n = 35) dan kontrol sehat (n = 40). Kriteria inklusi stroke adalah subjek stroke iskemik fase kronik (onset di atas 6 bulan), berusia 40-65 tahun dan ambulasi mandiri. Pemeriksaan BDNF dilakukan di laboratorium, sedangkan uji TUG dilakukan secara pemeriksaan fisik. Hasil utama adalah rerata konsentrasi BDNF secara signifikan lebih rendah pada stroke kronik dibandingkan dengan kontrol sehat (21,654,00±4,250,67 pg/ml vs 23,424,37±3,209,96 pg/ml; p=0,048). Median performa TUG secara signifikan lebih lambat pada subjek stroke [11,90(7,79-50,36) detik vs 9,94(7,79-25,34) detik; p<0,001]. Akan tetapi perbedaan antara BDNF dan TUG ini belum berkorelasi secara signifikan. Sebagai pembahasan, terdapat banyak faktor selain mobilitas yang berkorelasi dengan neuroplastisitas. Juga diketahui bahwa mobilitas berperan penting dalam merangsang neuroplastisitas. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan korelasi BDNF dengan mobilitas. Telah dianalisa bahwa uji TUG mungkin terlalu kompleks dalam menilai mobilitas sebagai sebuah parameter tunggal. Sehingga demikian, studi selanjutnya perlu mempertimbangkan penggunaan pemeriksaan yang lebih sederhana seperti kecepatan berjalan. ......This study is aimed to see the correlation between a neurotrophin called Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF), and physical mobility within chronic ischemic stroke through the timed up and go (TUG) test. This cross sectional observation had recruited 35 subjects of observation group and 40 healthy controls. Stroke inclusion criteria were those with chronic ischemic stroke (onset above 6 months), aged 40-65 years old and able to ambulate independently. BDNF was measured in laboratory, while TUG test were done through physical exam. Main study results were mean stroke BDNF concentration significantly lower as compared to healthy controls (21.654,00±4.250,67 pg/ml vs 23.424,37±3.209,96 pg/ml; p=0,048). Similarly, median TUG performance was significantly slower in stroke subjects [11,90(7,79-50,36) s vs 9,94(7,79-25,34) s; p<0,001]. However, these differences in BDNF and TUG had not been significantly correlated. It was then discussed that there are more than mobility that correlates with neuroplasticity, although prior studies mentioned that mobility has the most crucial role in stimulating it. There needs to be further investigation on correlation of BDNF with mobility. It was also thought that TUG itself may be too complex to examine mobility. Therefore future studies may consider the use of a simpler examination such as gait speed.
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T57610
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library