Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
A. Aziz Alimul Hidayat
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2004
649.1 AZI p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Speer, Kathleen Morgan
Pennsylvania: Springhouse, 1999
618.92 SPE p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia: WB. Saunders, 1969
618.92 TEX
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Behrman, Richard E.
Jakarta: EGC, 1994
618.920 023 1 BEH i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kiehne, Anne-Marie
St. Louis: Saunders Elseiver, 2007
618.920 023 1 KIE s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
St. Louis: Saunders, 2004
618.920 023 1 PED
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Purnamawati
"Pengasuhan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar anak dalam rangka 'membesarkan' mereka, sangat besar perannya terhadap tumbuh-kembang anak. Upaya ini meliputi upaya pemenuhan kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Di lain pihak, lingkungan merupakan faktor penentu proses tumbuh-kembang anak dan corak asuhnya. Secara garis besar lingkungan terdiri dari, faktor ibu sebagai tokoh utama ekosistem mikro, faktor sosial ekonomi, dan faktor pemukiman.
Di negara sedang berkembang, 45% dari populasi adalah anak berumur kurang dari 15 tahun dan di antaranya 20% adalah balita. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tumbuh-kembang anak sebagai sumber potensi bangsa, adalah dengan meningkatkan kualitas corak asuhnya. Untuk itu diperlukan data mengenai corak asuh khususnya pada golongan sosial ekonomi rendah, karena anakanak dari golongan ini merupakan kelompok rawan dengan risiko tinggi terhadap timbulnya gangguan tumbuh-kembang.
Melihat kenyataan tersebut, telah dilakukan penelitian mengenai corak asuh anak dengan tujuan mendapatkan gambaran tentang pengasuhan dan kaitannya terhadap tumbuh-kembang anak. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang corak asuh dan status tumbuh-kembang anak pada golongan sosial ekonomi rendah, serta gambaran mengenai faktor lingkungan yang berperan baik terhadap corak asuh maupun terhadap tumbuh-kembang anak.
Penelitian ini dilakukan selatna 8 bulan mulai Desember 1987 sampai Mei 1988, dengan mempergunakan disain cross sectional yang bersifat deskriptif. Populasi penelitian adalah bayi/anak berumur 6-24 bulan, berasal dari golongan sosial ekonomi rendah yang memanfaatkan sarana kesehatan RSCM. Selain pemeriksaan klinis telah dilakukan wawancara dan observasi langsung pada saat kunjungan rumah. Telah diteliti 111 sampel, di antaranya 61 anak laki-laki, dan 50 anak perempuan. Sejumlah 50 anak berumur 6-12 bulan, 41 anak berumur 13-18 bulan, dan 20 anak berumur 19-24 bulan.
Ketiga karakteristik lingkungan (ibu, sosial ekonomi, dan pemukiman), menggambarkan kondisi yang tidak baik. Ibu yang gambaran karakteristiknya baik sebanyak 29,7%-38,7%. Keadaan sosial ekonomi buruk karena yang baik hanya 6,3% - 11,7%, demikian pula halnya dengan pemukiman karena yang kondisinya baik hanya 7,9% - 13,8%.
Di lain pihak, kualitas corak asuh juga tidak baik. Dari ketiga komponen pengasuhan anak, komponen kasih sayang merupakan komponen yang terbaik Kualitas komponen pengasuhan kasih sayang yang baik berdasarkan tehnik inferens adalah, 54,1% - 72,1%. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi pengasuhan kasih sayang adalah corak reproduksi ibu, keadaan fisik rumah, dan pendidikan ayah.
Upaya pemberian makan sebagai bagian dari pengasuhan biomedis, kondisinya tidak baik karena yang baik hanya 14,7%-30,3%. Sedangkan upaya perlindungan kesehatan (imunisasi), sebagai bagian kedua dari pengasuhan biomedis, kondisinya lebih baik karena sebanyak 42,1% - 60,7% menunjukkan pola imunisasi yang baik. Tetapi secara keseluruhan, kualitas upaya biomedis yang baik hanya 4,7%-15,1%. Secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan dengan pengasuhan biomedis.
Komponen pengasuhan yang ketiga yaitu upaya stimulasi, yang gambarannya baik hanya 13,9% - 29,3%. Terdapat hubungan yang bermakna antara beberapa karakteristik lingkungan yaitu corak reproduksi, pendidikan ibu, dan kepadatan lingkungan, dengan upaya ini.
Pada penelitian ini, status pertumbuhan fisik yang baik sebanyak 41,2% - 59,8%. Status pertumbuhan dipengaruhi oleh pengasuhan biomedis (imunisasi) dan stimulasi. Status perkembangan yang baik sebanyak 67,7%-83,7%. Perkembangan anak secara bermakna dipengaruhi oleh kualitas ibu, pendidikan ayah, dan pengasuhan stimulasi verbal.
Pada penelitian ini ternyata teknik sederhana untuk mengamati perkembangan anak, mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik bila dibandingkan dengan DUST.
Berdasarkan penemuan yang diperoleh, terdapat 2 pemikiran yaitu,
1. Disamping faktor ibu sebagai tokoh utama pengasuhan anak, ayah yang lebih aktif berperan dalan pengasuhan anak, dapat meningkatkan kualitas perkembangan anak.
2. Penerapan teknik pengamatan sederhana dalam menilai perkembangan anak terutama yang berumur kurang dari 2 tahun oleh kadar masyarakat yang terlatih, akan menunjukkan tingkat kepekaan dan spesivisitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan penerapan DDST oleh tenaga ahli.
Akhirnya, untuk kelengkapan penelitian ini sebaiknya dilakukan penelitian yang serupa dalam jangka panjang, serta melakukan pengujian analitik hubungan peran ayah dalam proses tumbuh-kembang anak. Sementara itu, ayah perlu dilibatkan sebagai obyek sasaran dalam program penyuluhan kesehatan anak. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pemantauan tumbuh-kembang anak (terutama batita) di Posyandu, maka perlu dilakukan pengujian penggunaan metode pengamatan sederhana perkembangan anak. Dan mengingat rendahnya mutu pengasuhan anak, maka harus dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak terutama komponen biomedis dan stimulasi."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1990
T5402
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wong, Donna L., 1948-
St. Louis: Mosby , 1986
618.92 WON c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Wong, Donna L., 1948-
St. Louis: Mosby, 1995
618.92 WON w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Toelibere, Carmelita Katherina Lucia
"Penelitian ini menggambarkan penerapan program Intervensi Dini terhadap Kelompok Ibu Peduli yang mempunyai anak berusia 3 hingga 6 tahun dalam memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak sehingga anakanak siap untuk belajar dan siap untuk sekolah ketika mereka memasuki dunia sekolah dasar. Dunia sekolah bersifat formal dan sangat berbeda dengan lingkungan rumah yang selama ini dikenal oleh anak-anak.
Program Intervensi Sosial ini dilakukan di RT 04 Bawah, Desa Ciheuleut - Bogor yang rnerupakan salah satu pemukiman miskin di perkotaan. Pelaksanaan program intervensi sosial dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah membentuk Kelompok Ibu Peduli yang akan dijadikan sebagai agen pengubah dan diharapkan dapat menjadi contoh atau model bagi tetanggatetangga mereka. Tahap kedua adalah pemberian informasi, keterampilan dan mempraktekan keterampilan yang didapat kepada anak-anak mereka dengan memberikan stimulasi-stimulasi yang dibutuhkan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak usia 3 hingga 6 tahun. Adapun bentuk pelaksanaan program intervensi sosial berupa pelatihan. Setelah program inti intervensi dilakukan kelompok ibu mempraktekan apa yang telah didapat dalam pelatihan. Sehingga diharapkan anak-anak mereka akan siap untuk sekolah dan siap belajar ketika mereka akan memasuki dunia sekolah formal atau sekolah dasar.
Berdasarkan Teori Belajar Sosial dan Bandura maka materi yang diberikan sebagai strategi intervensi sosial adalah observational learning dan modeling serta 3 faktor yang menentukan manusia untuk berperilaku yaitu Cognitive Factors, Behavioral Factors dan Environmental Factors. Ketika pemberian materi selesai dilakukan maka digunakan metode feedback sebagai alat pengingat bagi para peserta untuk kembali berperilaku sesuai dengan informasi dan keterampilan yang telah diberikan pada saat pelatihan.
Dari hasil post test yang menggunakan Home Observation for Measurements of the Environments (HOME) Inventory for Families of Preschoolers (3 to 6 Years) menunjukkan perubahan. Kelompok Ibu Peduli sudah mampu memberikan beberapa rangsangan yang dibutuhkan oleh anak-anak usia dini (3 hingga 6 tahun) seperti mulai mengajarkan anak untuk mengenal warna, bentuk, huruf dan angka melalui permainan yang dibuat sendiri. Mereka juga sudah mulai untuk mengikutsertakan anak dalam rutinitas ibu seperti membantu mencuci piring, membersihkan rumah dan lain-lain. Mereka juga sudah mulai mengatur satu saat untuk anak dapat makan bersama ayah, ibu, kakak atau adik. Namun, untuk memenuhi segala item yang ada dalam inventori ini agak sulit. Kelompok Ibu Peduli memiliki keterbatasan dana untuk misalnya merenovasi rumah agar memenuhi kriteria rumah ideal untuk lingkungan anak bermain dengan aman dan nyaman. Mereka juga belum menganggap perlu berlangganan koran atau majalah setiap bulan.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan program intervensi menghasilkan terpilihnya 4 pemimpin kelompok dan satu bendahara. Selain itu para anggota Kelompok Ibu Peduli berkeinginan untuk tetap mengadakan kegiatan-kegiatan lanjutan berkenaan dengan anak dan keluarga."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
T18730
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>