Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fathia Azzahra
"Indeks Massa Tubuh IMT dan total lemak tubuh metode impedansi merupakan salah satu cara untuk memprediksi lemak tubuh yang mudah dan tidak invasif. Korelasinya dengan profil lipid serum belum banyak diteliti, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi keduanya dengan profil lipid serum. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional pada 128 subjek yang memeriksakan profil lipidnya ke Laboratorium Departemen Patologi Klinik RSCM. Dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan total lemak tubuh dengan metode impedansi secara langsung. Data profil lipid didapatkan melalui Laboratory Information System Departemen Patologi Klinik. Kemudian, data diolah dengan menggunakan uji Pearson untuk mengetahui korelasi antara IMT dan total lemak tubuh metode impedansi dengan profil lipid serum. Pada penelitian ini, tidak didapatkan korelasi IMT dan total lemak tubuh dengan setiap parameter profil lipid, yang meliputi trigliserida, kolesterol total, kolesterol-HDL, dan kolestrol-LDL p>0,05 . Dengan demikian, disimpulkan bahwa kedua pemeriksaan tersebut tidak dapat menggantikan pemeriksaan profil lipid serum.

Body Mass Index BMI and bioelectric impedance analysis of total body fat are an easy and non invasive methods to predict fat level in the body. Since the correlation between BMI and bioelectric impedance analysis of total body fat with serum lipid profile is limitedly known, especially in Indonesia's population, the purpose of this study is to investigate the correlation of BMI and bioelectric impedance analysis of total body fat with serum lipid profile. This is an analytical cross sectional study on 128 patients from Cipto Mangunkusumo hospital laboratory. The subjects were examined to measure weight, height, and total body fat with impedance method, and serum lipid profile. The data were analyzed with Pearson test to find the correlation between variables. There were no correlation between BMI and TBF with serum lipid profile, including triglyceride, cholesterol total, HDL C, and LDL C p 0,05 . To conclude, serum lipid profile cannot be replaced by BMI and bioelectric impedance analysis of total body fat examination."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taufiq. author
"Latar Belakang : Bioelectric Impedance Analysis (BIA) mulai banyak digunakan dalam mengevaluasi status nutrisi. Belum ada data penelitian nutrisi di Indonesia yang menggunakan BIA.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan rerata hasil pemeriksaan BIA antara status nutrisi baik dan malnutrisi pada penderita penyakit gastrointestinal dan liver yang dirawat inap.
Metode : Penelitian potong lintang retrospektif terhadap penderita yang dirawat inap di ruang perawatan interna RSCM periode 1 Juni-31 Desember 2013, untuk mengetahui perbedaan rerata hasil pemeriksaan BIA penderita status nutrisi baik dan malnutrisi pada penyakit gastrointestinal dan liver yang dirawat inap.
Hasil : Dari 28 penderita dengan status nutrisi baik, 71,57% laki-laki, dan 21,47% wanita. Dari 28 penderita malnutrisi, 53,60% laki-laki, dan 46,40% wanita. Perbedaan rerata hasil pemeriksaan BIA antara penderita nutrisi baik dan malnutrisi adalah : lean body mass, 49,5±8,59 vs 39,68±6,28kg, p<0,001; body cell mass, 32,19(20,49-40,95) vs 25,23(17,83-31,64) kg, p=0,003; total body water, 35,69±1,17 vs 28,58±0,85kg, p<0,001; dan phase angle 6,18◦(3,73-10,11)◦ vs 3,46◦(0,40-6,51)◦; , p<0,001.
Kesimpulan : Pada penderita penyakit gastrointestinal dan liver yang dirawat inap dengan status nutrisi baik, memiliki nilai body mass, body cell mass,total body water dan phase angle hasil pemeriksaan BIA yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita malnutrisi.

Background : Recently, Bioelectric Impedance Analysis (BIA) has been used to evaluate nutritional status. There has not been any nutrition study using BIA in Indonesia.
Objective : The objective of this study was to identify the differences of BIA examination between well nourished and malnourished gastrointestinal and liver diseases hospital inpatients.
Methods : A retrospective cross-sectional study of Cipto Mangunkusumo hospital inpatients during the period of 1 June to 31 December 2013 was conducted to identify differences of BIA examination means between well nourished and malnourished gastrointestinal and liver diseases inpatients.
Results : Of the 28 well nourished patients, 71.57% were male, 21.47% were female. Of the 28 malnourished patients 53.60% were male, 46.40% were female. The differences of BIA examination results in well nourished and malnourished were: lean body mass, 49.5±8.59 vs 39.68±6.28 kg, p<0.001; body cell mass, 32.19 (20.49-40.95) vs 25.23(17.83-31.64) kg, p=0.003; total body water, 35.69±1.17 vs 28.58±0.85 kg, p<0.001;and phase angle, 6.18◦(3.73-10.11)◦ vs 3.46◦(0.40-6.51), p<0,001.
Conclusion : BIA examinations revealed well nourished gastrointestinal and liver diseases inpatients had higher results of lean body mass, body cell mass, total body water and phase angle than malnutrition inpatients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library