Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Regita Putri
"Berberin hidroklorida merupakan salah satu senyawa aktif yang memiliki berbagai aktivitas famakologi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi solid lipid nanoparticles (SLN) sebagai sistem penghantaran berberin hidroklorida dan meningkatkan absorbsi dari berberin hidroklorida. Pada penelitian ini dibuat empat formula SLN menggunakan metode homogenisasi kecepatan tinggi dan ultrasonikasi menggunakan homogenizer bühler dengan kecepatan 15000 rpm selama 20 menit kemudian disonikasi selama 2 menit. Kemudian sampel tersebut diliofilisasi dengan cara dilakukan freeze drying pada suhu -106°C dan kemudian disimpan pada suhu 4°C. SLN berberin hidroklorida dikarakterisasi yang meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas dan potensial zeta, morfologi dengan Transmission Electron Microscopy (TEM), kadar lembab, penetapan kadar, efisiensi penjerapan, uji pelepasan berberin hidroklorida dari SLN, serta uji stabilitas.
Hasil liofilisasi menunjukkan SLN berberin hidroklorida berupa padatan lunak berwarna kuning. Hasil karakterisasi menunjukkan seluruh formula SLN yang diperoleh memiliki ukuran partikel 125-165 nm, indeks polidispersitas 0,271-0,321 dan nilai potensial zeta dengan rentang nilai -34,2 hingga -41,8 mV. Evaluasi dengan TEM menunjukkan morfologi SLN berberin hidroklorida memiliki ukuran 100 nm dan berbentuk sferis. Kadar lembab dari formula 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut 2,19%, 2,99%, 1,97%, 2,38%. Kadar SLN dari formula 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut 95,95% %, 95,37%, 96,44%, dan 96,09%. Efisiensi penjerapan formula 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut 84,71%, 81,66%, 87,18%, dan 85,59%. Hasil evaluasi pelepasan obat SLN secara berurutan adalah F1 74,64 ± 0,47%, F2 72,90 ± 0,53%, F3 73, 47 ± 0,37%, F4 70,77 ± 0,30%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, SLN berpotensi diaplikasikan untuk sistem penghantaran berberin hidroklorida secara oral karena memiliki karakteristik yang baik dengan efisiensi penjerapan yang tinggi.

Berberine hydrochloride is one of the active compounds that has various pharmacologic activities. This study aims to formulate solid lipid nanoparticles (SLN) as a delivery system for berberine hydrochloride and to increase the absorbtion of berberine hydrochloride. In this study, four SLN formulas were made using the high speed homogenization and ultrasonication method using a Bühler homogenizer at a speed of 15000 rpm for 20 minutes then sonicated for 2 minutes. Then the sample was lyophilized by freeze drying at -106°C and then stored at 4°C. SLN berberine hydrochloride was characterized including particle size, polydispersity index and zeta potential, morphology by Transmission Electron Microscopy (TEM), moisture content, drug content, entrapment efficiency, in vitro drug release of berberine hydrochloride from SLN, and stability test. The results of lyophilization showed that SLN with berberine hydrochloride was in the form of a yellow soft solid.
The characterization results showed that all of the SLN formulas obtained had a particle size of 125-165 nm, a polydispersity index of 0.271-0.321 and a zeta potential value with a value range of -34.2 to -41.8 mV. Evaluation by TEM showed morphology of SLN berberine hydrochloride has a size of 100 nm and spherical shape. The water content of formulas 1, 2, 3 and 4 were 2.19%, 2.99%, 1.97%, 2.38%, respectively. The drug content for SLN from formulas 1, 2, 3 and 4 were 95.95% %, 95.37%, 96.44%, and 96.09%, respectively. The entrapment efficiency of formulas 1, 2, 3, and 4 were 84.71%, 81.66%, 87.18%, and 85.59%, respectively. The results of the evaluation of SLN drug release sequentially were F1 74.64 ± 0.47%, F2 72.90 ± 0.53%, F3 73, 47 ± 0.37%, F4 70.77 ± 0.30%. Based on the results obtained, SLN has the potential to be applied to the oral delivery system of berberine hydrochloride because it has good characteristics with high entrapment efficiency.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azka Alfathi Madani
"Penuaan merupakan fenomena yang dapat terjadi secara alami maupun secara buatan. Induksi cekaman H2O2 menimbulkan penuaan dan cekaman oksidatif yang menurunkan viabilitas sel, mengubah morfologi sel, dan meningkatkan mtDNA-CN. Berberin dan kardamonin memiliki potensi sebagai antioksidan karena dapat memicu respons antioksidan yang memungkinkan terjadinya potensi antipenuaan. Penelitian mengenai antipenuaan berberin dan kardamonin belum dilakukan menggunakan analisis mtDNA-CN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antipenuaan berberin dan kardamonin melalui uji viabilitas, uji proliferasi, dan kuantifikasi mtDNA-CN melalui qPCR pada sel fibroblas L929. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa berberin dan kardamonin dapat mempertahankan viabilitas sel pada 0,5–5μM. Berberin 5 μM dan kardamonin 0,5 – 1 μM dapat mengembalikan jumlah mtDNA-CN secara signifikan pada L929 yang tercekam H2O2. Hal tersebut mungkin terjadi dengan adanya kemampuan berberin dan kardamonin dalam mengaktivasi jalur nuclear factor (erythroid-derived 2)-related factor-2 (Nrf2) dan phosphatidylinositol 3-kinase (PI3K/Akt) yang mengekspresikan respons antioksidan antara lain superoksida dismutase (SOD) dan glutathionin (GSH) sehingga kadar ROS menurun.

Aging is a phenomenon that can occur naturally or artificially. Induction of H2O2 stress leads to aging due to oxidative stress that decreases cell viability, alters cell morphology, and increases mtDNA-CN. Berberine and cardamonine have potential as antioxidants because they can trigger antioxidant responses that allow for potential anti-aging. Research on berberine and cardamonine anti-aging has not been conducted using mtDNA-CN analysis. This study aims to determine the anti-aging potential of berberine and cardamonin through viability test, proliferation test, and mtDNA-CN quantification through qPCR on L929 fibroblast cells. The results obtained showed that berberine and cardamonine could maintain cell viability at 0.5-5μM. Berberine 5 μM and cardamonin 0.5 - 1 μM can restore the amount of mtDNA-CN significantly in H2O2-stressed L929. This may be due to the ability of berberine and cardamonin to activate nuclear factor (erythroid-derived 2)-related factor-2 (Nrf2) and phosphatidylinositol 3-kinase (PI3K/Akt) pathways that express antioxidant responses including superoxide dismutase (SOD) and glutathionin (GSH) so that ROS levels decrease."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library