Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 52 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Christantiowati
"Penyusunan skripsi ini menggunakan metode peneli_tian kepustakaan sehingga pengumpulan bahan dan penulisan dilakukan seiring sejalan selama Januari 1991 - Maret 1993, terutama di Perpustakaan Dinas Balai Pustaka, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan JIP-FSUI dan FSUI, serta Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Langkah pertama pengolahan data adalah penyusunan bibliografi bacaan anak secara kronologis untuk bacaan anak terbitan Landsdrukkerij dan swasta (sebelum tahun 1900 dan sekitar 1905-1941), serta menurut nomor penerbitan untuk bacaan anak dari Komisi Bacaan Rakyat, Balai Poestaka dan Kokumin Tosyokyoku (1908-1945). Bacaan anak dari penerbitan missionaris, Landsdrukkerij, penerbitan swasta Belanda, Cina peranakan dan pribumi dalam kurun waktu sebelum tahun 1900 dan sekitar 1905-1941 dibahas sekilas secara deskriptif. Kebanyakan bacaan anak dari penerbit ini disajikan dalam bahasa Melayu dan daerah, dengan tema cerita rakyat, fantasi dan fiksi realistis. Untuk Komisi Bacaan Rakyat (1908-1917) dan Balai Poestaka (1917-1942) dan Kokumin Tosyokyoku (1942-1945), sebagai pokok kajian utama, dibahas ragam bahasa, aksara dan tema bacaan anak serta bacaan anak yang menjadi favorit. Komisi Bacaan Rakyat tercatat menerbitkan bacaan anak dalam 5 bahasa (Melayu, Jawa, Sunda, Madura, Batak) dan 2 aksara (Latin, Jawa) dengan tema fiksi (sastra rakyat tradisional, fantasi, fiksi realistis) dan non_fiksi (informasi tentang kesehatan, teka-teki). Balai Poestaka tercatat menerbitkan bacaan anak dalam 6 bahasa (Melayu, Jawa, Sunda, Madura, Bali, Kaili) dan 3 aksara (Latin, Jawa, Bali). Kokumin Tosyokyoku hanya menerbitkan beberapa bacaan anak berbahasa Indonesia dengan tema yang mempropagandakan untuk bekerja keras dan membela tanah air. Bacaan anak yang menjadi favorit senantiasa yang bersifat menghibur seperti cerita rakyat, fantasi dan fiksi realistis. Bacaan anak tempo doeloe ternyata telah amat beragam dalam bahasa, aksara dan tema. Untuk pengkajian yang lebih menyeluruh dan mendalam, seperti tentang pengarang bacaan anak yang menonjol, perwajahan, dan bacaan anak dalam bentuk selain buku semacam majalah dan surat kabar, alangkah baiknya dibentuk suatu pusat dokumentasi bacaan anak."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S15215
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Kusumawati
"Penelitian ini bertujuan hendak menemukan ciri-ciri tokoh dan penokohan dalam bacaan anak bertema petualangan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, penulis mengunjungi Perpustakaan Anak dan Remaja Balai Pustaka untuk mendata bacaan anak berjenis fiksi realitas. Kedua, setelah melihat dan membaca secara keseluruhan, penulis memperoleh sepuluh buah bacaan anak bertema petualangan. Ketiga, penulis mengidentifikasi dan menganalisis tokoh dan penokohan. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter tokoh utama dalam bacaan-bacaan bertema petualangan tersebut memiliki beberapa persamaan. Semuanya mempunyai sifat berani, sedangkan sifat-sifat lainnya: tabah, pandai, rajin, cerdik, teliti, cermat, dan gigih, dimiliki secara bervariasi.
Secara keseluruhan sifat berani berjumlah dua puluh lima dari dua puluh lima tokofi utama; sifat teliti berjumlah dua puluh empat; sifat cermat berjumlah dua puluh; sifat cerdik berjumlah delapan belas; sifat gigih berjumlah. enam belas; sifat tabah berjumlah lima belas: sifat pandai dan rajin masing-masing berjumlah empat belas. Semua bacaan anak bertema petualangan tersebut menggunakan gabungan cara analitik dan cara dramatik dalam menyajikan watak tokoh utama. Namun, porsi cara dramatik lebih banyak. Penyajian tokoh secara jujur terdapat pada delapan bacaan, yaitu MBCK, MSP, BPK, BATT, MP, MHKP, PAK, dan PSK. Dalam dua bacaan lainnya: 1 K dan HD tidak terdapat penyajian secara jujur"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S11193
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Respati N.
"ABSTRAK
Pada tahun 90-an bacaan anak Belanda diwarnai dengan beragam buku yang bertema horor. Dari sekian banyak buku bertema tersebut, buku-buku karya Paul van Loon mendapat perhatian yang besar dari anak-anak. Sejumlah buku karya Paul van Loon memperoleh penghargaan dari dewan juri anak-anak (Kinderjury). Sementara itu juri dewasa yang menilai bacaan anak-anak (Griffels) berpendapat bahwa buku-buku yang memperoleh hadiah Kinderjury tersebut tak dapat dikategorikan ke dalam bacaan berkualitas baik.
Masalah yang demikian melandasi pemikiran penulis skripsi ini untuk menganalisis karya Paul van Loon. Sekuel De griezelbus dijadikan obyek penelitian berdasarkan popularitasnya di Belanda dan Belgia, dan juga kesuksesannya memperoleh beberapa anugerah Kinderjury. Berdasarkan analisis bentuk dan isi yang dilakukan atas sekuel De griezelbus ini, dapat ditarik simpulan bahwa sekuel ini memiliki kelebihan dalam tema horornya, teknik penceritaan, dan orisinalitas cerita. Analisis juga menunjukkan bahwa pengulangan konsep cerita dalam buku_-buku sekuel menyebabkan orisinalitas cerita dan elemen-elemen struktur lainnya diragukan kualitasnya.

"
1999
S15788
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endik S.
Jakarta: Pustaka Agung, 1992
808.83 END a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Djoesair
Djakarta: Balai Pustaka, 1965
899.22 DJO i (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
M.V. Wresti Budiaju A.P.
"Penelitian mengenai perkembangan bacaan fiksi ilmiah anak dan remaja karya pengarang Indonesia telah dilakukan dengan menginventarisasi terbitan fiksi ilmiah anak dan remaja karya pengarang Indonesia di berbagai penerbit, toko buku, pasar buku loak di kota Jakarta dan Bandung selama bulan Juni 1990 sampai dengan bulan Juli 1992. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan fiksi ilmiah anak dan remaja Indonesia yang dibuat oleh pengarang Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menginventarisasi dan mengevaluasi semua terbitan fiksi ilmiah anak dan remaja karya pengarang Indonesia. Selain itu dilakukan juga wawancara dengan para pengarang bacaan tersebut. Cara inventarisasi, evaluasi dan wawancara dijelaskan. Hasilnya menunjukkan bahwa yang disebut bacaan fiksi ilmiah anak dan remaja karya pengarang Indonesia belum semuanya layak disebut bacaan fiksi Ilmiah, karena bacaan-_bacaan itu lebih menekankan segi fiksinya daripada segi kefiksi-ilmiahannya. Namun beberapa sudah mulai memberi unsur-unsur ilmiah didalamnya. Temanya berkisar pada perjalanan ke ruang angkasa untuk membela keadilan dan pemanfaatan teknologi canggih. Perkembangan bacaan ini juga tidak begitu menggembirakan. Karena sejak buku bacaan jenis fiksi ilmiah anak dan remaja yang diperkirakan paling tua terbit, yaitu pada tahun 1966, dengan judul getaran karya Djokolelono, hingga saat ini hanya ditemukan sejumlah kecil (kurang dari lima puluh judul) bacaan yang sejenis dengan bacaan ini. Penulis bacaan jenis ini ternyata harus memiliki pengetahuan tentang ilmu eksakta agar dapat membuat suatu bacaan yang dapat diterima logika. Pengetahuan itu didapat dengan membaca berbagai buku atau artikel ilmiah dan juga membaca buku fiksi ilmiah karya pengarang lain. Bacaan fiksi ilmiah anak dan remaja Indonesia sebetulnya dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangkitkan minat anak terhadap ilmu dan teknologi. Untuk itu bacaan ini perlu untuk dikembangkan. Perkembangan bacaan ini dapat tercapai apabila ada kesadaran dari para penerbit, pengarang cerita dan ilmuwan untuk menghasilkan dan mempromosikan bacaan-bacaan jenis ini dengan pertimbangan kemajuan bangsa bukan pertimbangan ekonomi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
S15630
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Damayanti
"Permasalahan yang muncul berdasarkan pendapat Khomsi bahwa ciri kalimat pada bacaan anak adalah kalimat sederhana. Kalimat sederhana yang dimaksud menggunakan ujaran pendek, sedikit kalimat bawahan, kosa kata lebih terbatas dan tidak mengandung kata-kata yang abstrak. Berdasarkan pendapat tersebut, munculah tiga pokok bahasan yaitu apakah cerita anak menerapkan pola kalimat sederhana sesuai dengan pendapat Khomsi; berapakah jumlah kata pada kalimat yang sesuai dengan kriteria ujaran pendek; jenis kalimat mana yang sering muncul.
Untuk menjawab pokok bahasan tersebut maka dilakukan penelitian pada enam bacaan anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan studi pustaka dan melakukan pengujian. Melalui studi pustaka diperoleh data mengenai pola kalimat sederhana dan ujaran pendek. Pengumpulan data yang berhubungan dengan kalimat sederhana di dalam buku bacaan anak dilakukan dengan mengadakan pengujian di enam bacaan anak yang berbeda pada sasaran umur pembaca.
Pengujian dengan mengambil sampel yang dimulai pada tiap bab I dan diberi nomor satu hingga seratus. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh bacaan anak menerapkan pendapat Khomsi mengenai kalimat sederhana pada bacaan anak seperti ujaran pendek, banyak menggunakan kalimat tunggal. Jumlah kata yang sesuai dengan ujaran pendek adalah yang berskala kecil (1-5 kata) dan berskala sedang (6-10 kata). Dengan dua skala tersebut jurnlah kata secara keseluruhan bisa menjadi sedikit. Berdasarkan tabel yang telah dibuat, kalimat tunggal, kalimat langsung, kalimat aktif dan kalimat pernyataan merupakan yang terbanyak frekuensi pemunculannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S15908
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Liza Garnita
"Om te onderzoeken wat de Bommelstrips zowel voor' kinderen als literatuurliefhebbers interessant maakt, moeten we eerst de eigenschappen van de literaire vertel_lingen en van kinderve'rhalen kennen. Daarom begin ik met de bespreking van een aantal eigenschappen van literaire vertellingen. Daarna bespreek ik de eigenschappen van kinderverhalen. Vervolgens onderzoek ik welke van beide soorten eigenschappen we aantreffen in de Bommelstrips De kwade inblazingen, De tuttlewurm en De wisselschat. Het onderzoek laat zien dat alle drie de verhalen literaire eigenschappen hebben. We verwachten van een literair verhaal dat het ons confronteert met bepaalde thema's van algemeen of historischmaatschappelijke aard. Bij die algemene thema's kunnen we denken aan problemen die samenhangen met de grenzen van het menselijk kunnen. De drie Bommelverhalen confronteren ons met een aantal algemene thema's, zoals de vraag wat de oorzaken zijn van het goede en het kwade, en het probleem dat er tussen mensen voortdurend misverstanden zijn. Maatschappelijke thema's in de verhalen zijn het burocratische karakter van de welvaartsstaat, het autoritaire optreden van de overheid, en de rol en werkwijze. van de wetenschap. Een andere eigenschaap die de Bommelverhalen voor literatuur_liefhebbers interessant maakt, is de originaliteit van het taalgebruik, in het bijzonder het veelvuldig voorko_men van neologismen. Ook zijn de verhalen vaak humorisch en ironisch. Bommelsverhalen bezitten ook veel eigenschappen die hen voor kinderen interessant maken. De verhalen zijn relatief kart, niet meer dan 100 pagina's, en het taalge_bruik is eenvoudig. Er zitten veel dialogen in en er vinden spectaculaire gebeurtenissen plaats, zodat de verhalen heel levendig en spannend zijn. Er zijn relatief weinig beschouwingen en beschrijvingen. De acties worden door plaatjes gevisualiseerd en de conflictontwikkeling wordt eenvoudig weergegeven. Er zijn niet veel fokali-satiewisselingen, complicerende retroversies, antici_paties en open plekken. De verhalen beeindigen altijd met een 'happy end' die gevierd wordt met een gemeenschappe_lijke maaltijd. Bovennatuurlijke versehijnselen spelen bij het ontstaan en oplossen van de problemen een be_langrijk rol. In De kwade inblazingen veroorzaakt een vreemd apparaat een ramp. En in De tuttlewurm kunnen vreemde wormpjes het lot van beer Bommel beinvloeden. De setting van de gebeurtenissen is vaak misterieus, bij_voorbeeld een donker geheimzinnig bos. De personages zijn 'flat characters' die bepaalde eigenschappen representeren. Heer Bommel is meestal dom, Tom Poes is meestal slim en Super en Hyper zijn slecht. De algemene thema's zijn meestal ook vrij gemakkelijk voor kinderen om to begrijpen. Daarom zijn de verhalen ook voor hen leerzaam.;Om te onderzoeken wat de Bommelstrips zowel voor' kinderen als literatuurliefhebbers interessant maakt, moeten we eerst de eigenschappen van de literaire vertel_lingen en van kinderve'rhalen kennen. Daarom begin ik met de bespreking van een aantal eigenschappen van literaire vertellingen. Daarna bespreek ik de eigenschappen van kinderverhalen. Vervolgens onderzoek ik welke van beide soorten eigenschappen we aantreffen in de Bommelstrips De kwade inblazingen, De tuttlewurm en De wisselschat. Het onderzoek laat zien dat alle drie de verhalen literaire eigenschappen hebben. We verwachten van een literair verhaal dat het ons confronteert met bepaalde thema's van algemeen of historischmaatschappelijke aard. Bij die algemene thema's kunnen we denken aan problemen die samenhangen met de grenzen van het menselijk kunnen. De drie Bommelverhalen confronteren ons met een aantal algemene thema's, zoals de vraag wat de oorzaken zijn van het goede en het kwade, en het probleem dat er tussen mensen voortdurend misverstanden zijn. Maatschappelijke thema's in de verhalen zijn het burocratische karakter van de welvaartsstaat, het autoritaire optreden van de overheid, en de rol en werkwijze. van de wetenschap. Een andere eigenschaap die de Bommelverhalen voor literatuur_liefhebbers interessant maakt, is de originaliteit van het taalgebruik, in het bijzonder het veelvuldig voorko_men van neologismen. Ook zijn de verhalen vaak humorisch en ironisch. Bommelsverhalen bezitten ook veel eigenschappen die hen voor kinderen interessant maken. De verhalen zijn relatief kart, niet meer dan 100 pagina's, en het taalge_bruik is eenvoudig. Er zitten veel dialogen in en er vinden spectaculaire gebeurtenissen plaats, zodat de verhalen heel levendig en spannend zijn. Er zijn relatief weinig beschouwingen en beschrijvingen. De acties worden door plaatjes gevisualiseerd en de conflictontwikkeling wordt eenvoudig weergegeven. Er zijn niet veel fokali-satiewisselingen, complicerende retroversies, antici_paties en open plekken. De verhalen beeindigen altijd met een 'happy end' die gevierd wordt met een gemeenschappe_lijke maaltijd. Bovennatuurlijke versehijnselen spelen bij het ontstaan en oplossen van de problemen een be_langrijk rol. In De kwade inblazingen veroorzaakt een vreemd apparaat een ramp. En in De tuttlewurm kunnen vreemde wormpjes het lot van beer Bommel beinvloeden. De setting van de gebeurtenissen is vaak misterieus, bij_voorbeeld een donker geheimzinnig bos. De personages zijn 'flat characters' die bepaalde eigenschappen representeren. Heer Bommel is meestal dom, Tom Poes is meestal slim en Super en Hyper zijn slecht. De algemene thema's zijn meestal ook vrij gemakkelijk voor kinderen om to begrijpen. Daarom zijn de verhalen ook voor hen leerzaam."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
S5864
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Poppy Muryati
"ABSTRAK
Kadang orang tua menemui kesulitan dalam memilih buku bacaan yang baik bagi anak. Hal teisebut terjadi dikarenakan perbedaan pendapat dalam menilai sebuah buku. Penilaian buku yang baik berdasarkan orang dewasa adalahbuku yang sesuai dengan nilai dan teoii yang telah tertulis, namun tidak demilian halnya dengan anak. Dalam memilih buku anak Iebih banyak bersifat subyektif.
Di Belanda terdapat sekelompok juri anak-anak yang bertugas menilai buku-buku yang disodorkan pada mereka, kemudian buku yang dianggap baik oleh mereka akan mendapatkan pengltargaan. Namun karena penilaian tersebut lebili banyak bersifat subyektif, tidak dapat dipastikan bagaimana kriteria mereka sebenarnya. Buku-buku De Kleine Visser van Baiwla karya Wieteke van Dort, De Weg Terug kazya Peter Vervloed, dan Matabia kaiya Marion Bloem, adalah sedikit dan sekian banyak buku yang memperoleh penghargaan dari Kinderjury. Ketiga buku inilah yang akan menjadi acuan bagi penulis dalam menentukan kriteria yang dimiliki oleh Kinderjury.

"
2001
S15840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>