Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
Zefanya Cellina Aurawicona
"Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model pengelolaan berkelanjutan ekowisata bahari pantai di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian akan dilakukan di lima lokasi pantai, yaitu Walakiri, Londa Lima, Tapil, Wanga, dan Puru Kambera. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Tujuh subkriteria digunakan dalam menilai aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, yang kemudian akan dilakukan pembobotan dan skoring untuk menentukan tingkat kesiapan pengelolaan untuk masing-masing pantai. Hasil analisis tersebut kemudian divisualisasikan dalam peta kesesuaian wilayah yang menjadi dasar untuk penyusunan skema bagan model pengelolaan. Dalam proses penyusunan model, digunakan pendekatan regionalisasi untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat kesiapan dan karakteristik pantai. Selain itu, Nested Sustainability digunakan sebagai kerangka keberlanjutan, dengan menempatkan lingkungan sebagai fondasi utama yang melingkupi aspek sosial dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pantai memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga model pengelolaan yang disusun bersifat kontekstual dan menyesuaikan dengan tingkat kesiapan wilayah. Model yang dihasilkan menekankan pentingnya dukungan kelembagaan, keterlibatan masyarakat lokal, serta perlindungan terhadap kondisi lingkungan pesisir sebagai fondasi utama.
This study aims to develop a model for sustainable coastal ecotourism management in East Sumba Regency. The research will be conducted at five coastal locations, namely Walakiri, Londa Lima, Tapil, Wanga, and Puru Kambera. The research employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as in-depth interviews, field observations, and document reviews. Seven sub-criteria are used to assess environmental, social, and economic aspects, which will then be weighted and scored to determine the level of management readiness for each beach. The results of the analysis are then visualized in a suitability map, which serves as the basis for developing a management model framework. In the model development process, a regionalization approach is used to group areas based on their readiness level and beach characteristics. Additionally, Nested Sustainability is employed as the sustainability framework, with the environment as the primary foundation encompassing social and economic aspects. The research results show that each beach has different characteristics, so the management model developed is contextual and adapts to the level of readiness of the area. The resulting model emphasizes the importance of institutional support, local community involvement, and protection of coastal environmental conditions as the main foundation. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library