Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yoshua Yosia
"Sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, obat antivirus banyak digunakan sebagai salah satu pengobatan COVID-19. Obat antivirus yang resmi digunakan di Indonesia, yaitu oseltamivir, avigan, dan remdesivir, tanpa adanya pertimbangan obat mana yang lebih efektif dalam menangani pasien COVID-19. Obat antivirus dapat dikatakan lebih efektif daripada obat antivirus lainnya jika dapat mengurangi infeksi virus pada pasien dan membuat kondisinya membaik lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari ketiga jenis obat antivirus tersebut secara umum dan berdasarkan ciri pasien, yang meliputi jenis kelamin, kelompok usia, dan penyakit penyerta, dalam menghasilkan perbaikan kondisi bagi pasien COVID-19. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 142 pasien COVID-19 di Rumah Sakit ABC Jakarta pada tanggal 4 Juni 2020 hingga 31 Januari 2021 yang mengonsumsi salah satu jenis obat antivirus. Model Cox proportional hazard digunakan untuk mengukur hazard ratio pasien COVID-19 berdasarkan jenis obat antivirus yang dikonsumsi dan ciri pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oseltamivir memberikan efektivitas terbesar dan remdesivir memberikan efektivitas terkecil terhadap perbaikan kondisi pasien COVID-19 secara umum. Oseltamivir memberikan efektivitas yang besar untuk hampir semua ciri pasien yang meliputi pria, wanita, lansia, memiliki penyakit penyerta, dan tidak memiliki penyakit penyerta. Avigan memberikan efektivitas yang besar untuk pasien pria dan bukan lansia, sedangkan obat remdesivir dapat dikatakan efektif pada pasien wanita.

As a disease caused by a virus, antiviral drug is widely used as a treatment for COVID-19. The allowed antiviral drugs used in Indonesia are oseltamivir, avigan, and remdesivir, without any consideration which drug is more effective in treating COVID-19 patients. An antiviral drug can be said to be more effective than other antiviral drugs if it can reduce the viral infection in patients and make their condition improves faster. This study aims to compare the effectiveness of the three types of antiviral drugs in general and based on patient characteristics, which include gender, age group, and comorbidity presence, in resulting condition improvement for COVID-19 patients. The data used consists of 142 COVID-19 patients from ABC Hospital in Jakarta, who took one of three types of antiviral drugs. Cox proportional hazard model was used to measure the hazard ratio of COVID-19 patients based on the antiviral drug consumed and characteristics. The results showed that oseltamivir provided the greatest and remdesivir gave the least effectiveness in improving the condition of COVID-19 patients in general. Oseltamivir provides great effectiveness for almost all patient characteristics, including male, female, elders, and patients with and without comorbidity. Avigan provides high effectiveness for male and non-elderly patients. Meanwhile remdesivir can be said to be effective in female patients."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Ayu Wayan Regita Iswari Puri
"Pandemi Covid-19 meningkatkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia. TPT menurut tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan pendidikan vokasi. Hal ini menjadi ironi di tengah tujuan pendidikan vokasi adalah untuk menjawab prasyarat pasar tenaga kerja akan tenaga kerja yang sangat terampil sehingga mampu terserap maksimal pada pasar tenaga kerja. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh modal manusia dalam hal ini jenis pendidikan dan pelatihan terhadap durasi menganggur individu. Sakernas Agustus 2021 adalah sumber data yang dianalisis dalam penelitian ini dimana mencakup angkatan kerja lulusan baru D-IV dan S1 pada level mikro serta 34 provinsi di Indonesia untuk level makro. Metode analisis yang digunakan adalah Multilevel Survival Analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lulusan D-IV memiliki durasi lebih panjang terhadap lama mencari kerja individu. Faktor kontekstual berupa Rasio Lulusan Diploma dan Upah Minimum Provinsi signifikan dan berpengaruh positif terhadap durasi menganggur individu.

The Covid-19 pandemic has increased the unemployment rate (TPT) in Indonesia. TPT by education level is dominated by vocational education graduates. This is an irony amid the aim of vocational education is to answer labor market requirements for a highly skilled workforce so that it can be maximally absorbed in the labor market. This study aims to examine the effect of human capital, in this case the type of education and training, on the duration of individual unemployment. August 2021 Sakernas is the source of the data analysed in this study which includes the work force of new D-IV and S1 graduates at the micro level as well as 34 provinces in Indonesia for the macro level. The analytical method used is Multilevel Survival Analysis. The results of the analysis show that D-IV graduates have a longer duration of looking for individual work. Contextual factors in the form of the Ratio of Diploma Graduates and the Provincial Minimum Wage are significant and have a positive effect on the duration of individual unemployment.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library