Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Christhania Cornelius
"ABSTRAK
Resin komposit alkasit mampu melepaskan ion hidroksida sehingga dapat mempertahankan pH netral saliva. Ion yang dilepaskan lebih banyak pada suasana asam. Resin komposit alkasit dapat dipolimerisasi secara kimia dan/atau menggunakan sinar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan resin komposit alkasit polimerisasi kimia dan sinar dalam menetralkan saliva buatan. Jumlah spesimen 96 buah dibagi menjadi 16 kelompok perlakuan yang terdiri dari 2 kelompok saliva buatan (pH 4,5 dan 5,5), 2 kelompok metode polimerisasi (kimia dan sinar), dan 4 kelompok waktu perendaman (1, 3, 5, dan 7 hari). Spesimen berbentuk lempeng dengan diameter 15 mm dan tebal 1 mm yang direndam dalam 5 ml saliva buatan dan disimpan dalam inkubator bersuhu 37˚C. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pH saliva buatan pada seluruh kelompok perlakuan seiring dengan waktu perendaman. Berdasarkan uji statistik Independent T test dan Mann Whitney U, secara umum tidak terdapat perbedaan bermakna dalam meningkatkan pH saliva buatan antara kelompok metode polimerisasi kimia dan sinar. Sedangkan, terdapat perbedaan bermakna kenaikan pH saliva buatan pada kelompok yang direndam pada saliva buatan pH 4,5 dan 5,5. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan resin komposit alkasit polimerisasi kimia dan sinar sama baik dalam meningkatkan pH saliva buatan hingga hari ke 7, terutama dalam suasana yang lebih asam.

ABSTRACT
Alkasite composite resin is able to release hydroxide ions so it can maintain a neutral pH of saliva. More ions released in an acid condition. This composite resin can be polymerized chemically or using LED light. This study aimed to determine the ability of self-cured and light-cured alkasite composite resin to neutralize artificial saliva pH. Ninety-six specimens were immersed in 5 ml of artificial saliva, 15 mm in diameter and 1 mm thick were divided into 16 groups consist of 2 groups of artificial saliva (pH 4,5 and 5,5), 2 groups of polymerization method (self-cured and light-cured), and 4 groups of immersion time (1, 3, 5, and 7 days). The result showed that there was an increase in the pH of the artificial saliva in all treatment groups over the time of immersion. The statistical test using Independent T test and Mann Whitney U showed that in general there were no significant differences between the polymerization method. Meanwhile, there were significant differences between the groups that immersed in each artificial saliva pH. It was concluded that self cured and light cured composite resin alkasite have the same ability to increase the pH of artificial saliva until the 7th day, especially in an acid condition."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kiemas Muhammad Naufal Elsinaz
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak penyinaran terhadap kekuatan tarik diametral dari material restorasi resin komposit alkasit. Tigapuluh dua spesimen material restorasi resin komposit alkasit Cention-N, Ivoclar-Vivadent, Liechtenstein berbentuk lempengan dengan ketebalan 3 mm dan diameter 6 mm n=32 dibagi menjadi dua kelompok dengan jarak penyinaran 0 dan 2 mm n=16 . Spesimen dipolimerisasi menggunakan LED curing unit, iradiansi 800 mW/cm2 selama 30 detik. Spesimen diuji menggunakan Universa Mechanicall Testing Machine 250 kgf, 0,5 mm/menit, Shimadzu, Japan untuk mendapatkan nilai kekuatan tarik diametral. Hasil uji statistik Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa kekuatan tarik diametral menurun namun tidak signifikan terutama pada kelompok dengan jarak penyinaran 2 mm. Disimpulkan bahwa jarak penyinaran dapat mempengaruhi nilai kekuatan tarik diametral.

ABSTRACT
The aim of this study is to analyze the effect of light curing distance on diametral tensile strength of alkasite composite resin restoration material. Thirty two disc shaped specimens of alkasite composite restoration material Cention N, Ivoclar Vivadent, Liechtenstein with 3 mm thickness and 6 mm of diameter n 32 were divided into two different light curing distance groups 0 and 2 mm n 16 . All Specimens were polymerized using LED curing unit, irradiance 800 mW cm2 for 30 s. Specimens were tested using Universal Mechanical Testing Machine 250 kgf, 0,5 mm menit to determine its diametral tensile strength. The statistical results from Independent Sample T Test, showed that diametral tensile strength of 2 mm light curing distance group were decreased, but not significantly .It was concluded that light curing distance has effect on the diametral tensile strength of composite resin alkasite material.
"
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library