Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 31 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Dalam dunia teknik kimia, pemodelan proses merupakan suatu bagian
yang cukup penting dalam menentukan neraca massa dan panas, menghimng
ukuran dan biaya suatu peralatan, dan mengoptimasi suatu proses kimia. Untuk itu
diperlukan suatu perhitungan sifat-sifat termodinamika yang akurat dan eiisien
secara perhitungan. Metode . yang efektif dalam menentukan sifat-sifat
temaodinamilca adalah dengan menggunakan suatu persamaan keadaan kubik yang
pertama kali ditemukan oleh Van der Waals pada tahun 1873. Persamaan ini terus
mengalami perkembangan dalam upaya untuk mencari persamaan keadaan yang
lebih akurat.
Beberapa persamaan telah dikembangkan untuk memperoleh tingkat
akurasi yang tinggi dalam perhitungan sifat-sifat volumetrik campuran, antara lain
dengan cara mengopnmasi parameter persamaan keadaan kubik dan cara lainnya
adalah dengan translasi volume persamaan keadaan yang sudah ada.
Perhitungan volume cair jenuh campuran biner dengan menggunakan
persamaan keadaan dengan parameter yang dioptimasi dan perhitungan dengan
translasi volume tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan ditinjau dari
perolehan hasil deviasi yang rendah terhadap data eksperimen.
Dari perbandingan hasil perhitungan Persen Deviasi Absolut Rata-rata
(PDAR) pada lima biner yang digunakan menunjukkan bahwa perhitungan
volume cair jenuh campuran biner dengan cara translasi volume umumnya
memberikan hasil perhitungan dengan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan
dengan penggunaan parameter persamaan keadaan yang dioptimasi"
Lengkap +
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S49214
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wigati Kristina Tri
"Telah dilakukan investigasi akurasi kinerja sistem jejaring CT scan Siemens Somatom Sensation 4, TPS Philips Pinnacle3, dan Linac Siemens PRIMUS 2D Plus milik Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Untuk investigasi ml, telah dibuat fantom khusus untuk mengukur akurasi jarak, ukuran penampang, dan densitas massa obyek path citra tampilan CT dan TPS. Khusus untuk memperoleh hubungan antara bilangan CT (HU) dan densitas massa obyek digunakan material fantom air, udara, akrilik, nilon, teflon, gliserin, dan aluminium. Pengambilan data dilakukan dengan 2 metode scanning, metode I dengan kondisi 120 kVp, tebal irisan 10 mm dan kolimasi 1 mm, serta metode II dengan kondisi 120 kVp, tebal irisan 10 mm dan kolimasi 2.5 mm. Hasil pengukuran jarak menunjukkan deviasi dalàm rentang 0.00% - 0.19% untuk metode I yang diperoleh dan 50% data, dan rentang 0.20% - 0.39% untuk metode II yang diperoleh dan 40% data. Tampilan penampang obyek memiliki ukuran relatif lebih besar dibandingkan dengan penampang sebenarnya dengan rentang deviasi 0,38% sampai dengan 8.3 7%. Perbedaan tertinggi terjadi path material aluminium dengan densitas 2.7 g/cm3. Penentuan deviasi densitas massa diperoleh setelah dilakukan kalibrasi nilal bilangan CT menjadi data densitas massa path sistem TPS. Berdasarkan observasi dan 40% dan 77.8% data pada metode I dan II, diperoleh deviasi densitas massa kurang dan 1%. Dalam penelitian mi juga dilakukan investigasi terhadap akurasi sistem laser untuk penentuan variasi posisi. Sistem laser memiliki akurasi yang sangat tinggi yaitu mendekati 100% path ruang CT simulator dan 99% pada ruang linac.

Performance accuracy of a network system, which is consists of CT Scanner Siemens Somatom Sensation 4, Treatment Planning System Philips Pinnacle 3, and Linac Siemens PRIMUS 2D at Pertamina Central Hospital, Jakarta has been investigated A special phantom has been made for measurement in this work With this phantom, the accuracy of distance, diameter, and mass density of object were measured through the CT image and DRR as well. Data was collected by using 2 scanning method with operation condition 120 kVp, 10 mm slice thickness, 1 mm collimation for scanning method I, and 120 kVp, 10 mm slice thickness, 2.5 mm collimation for scanning method H. The measurement result indicated that the inaccuracy of reconstruction with scanning method! and II, for distance respectively in the range 0.00% - 0.19% and 0.20% - 0.39%, for diameter and mass density of both method respectively in the range 0,38% - 8.37% and less than 1016. Furthermore, the accuracy of laser system of CT and linac were also observea and the result of both laser systems were in a good accuracy."
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
T23031
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2008
TA1708
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Alberto Michael
"Salah satu faktor penyebab kemacetan lalu lintas di perkotaan adalah banyaknya aktivitas keluar dan masuk pada rumah-rumah yang dibangun di sekitar ruas jalan raya. Permasalahan utamanya adalah waktu yang dibutuhkan untuk membukakan pintu gerbang rumah. Untuk itu perlu dikembangkan sebuah sistem gerbang otomatis yang dapat menghilangkan waktu delay kendaraan tersebut di jalan raya.
Beberapa gerbang otomatis yang telah dikembangkan adalah sistem gerbang otomatis berbasis sensor ultrasonik dan kemudian sistem gerbang berbasis RFID. Gerbang dengan sistem sensor ultrasonik memiliki kelemahan pada sistem autentikasi kemudian pada sistem gerbang berbasis RFID rentan terganggu apabila ada perangkat yang beroperasi pada frekuensi yang sama di sekitar gerbang.
Pada Skripsi ini akan dikembangkan gerbang otomatis yang dapat mengautentikasi pemilik kendaraan dan juga tidak dapat diganggu oleh gelombang radio seperti pada sistem RFID. Skema dari sistem gerbang otomatis ini adalah dengan mengintegrasikan aplikasi android berbasis GPS untuk mengirimkan gelolocation kendaraan ke web server. Dan data yang ada di web server akan diambil oleh mikrokontroler secara real-time.

In urban areas, the number of houses on the roadside causes congestion. The vehicles need a delay time when opening the gate by themself to enter the house. If the owner has to get out of the car to open the gate himself or wait for someone from inside of the house to open the door, it will cause disruption of the public road. For this reason, it is necessary to develop a gate system that can overcome this problem.
There are many methods to build this system. The first is the ultrasonic sensor-based automation system, where the gate can be opened if the coming object reflects the sound wave from the sensor and make it as trigger to open the gate. But the problem of this system is it can not authenticate approaching objects. Another system is RFID-based automatic gate that can provide a trigger to the microcontroller if the desired object is on a radius. And this system can authenticate the vehicle that will open the gate. But this system is susceptible to radio waves that being distributed by other devices that work on the same frequency as RFID receivers at the gate. In addition, this system requires additional RFID tags for each vehicle.
In this scientific work, an automatic gate will be designed that can open the gate automatically and can authenticate, but is not disturbed by radio waves. This system will utilize geolocation, android applications, web servers, and microcontrollers.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sawitri
"ABSTRAK
Keterangan saksi ;nnat dipercaya ojeh orang lain, dan Icjirenanya memiliki peran yang
sangat peiiting. Nainun, saksi beiiLrokan antar agania sering niemberi keterangan yang
berbeda satu sama lain, Perbedaan im dapat dijelaskan dengan teori ingatan sebagai
proses sosial, yaitu (eon yang meliliat mgalan bukan semata-mata pengeluaran infonnasi
yang telali dialanii sebelumnya (seperti alat perekain), nielainkan suatu usaha aktif untuk
merekonstruksi kejadiau, untuk uiembuatnya masuk akal. Dalam model ingatan semacam
ini skema memamkan peran yang sangat penting, yaitu sebagai patokan untuk
mengintegrasikan informasi ke ingatan. Skema yang digunakanyteraktifkan saat melihat
bentrokan antar kelonipok lemiasuk ke dalam tipe role schema, yang karena proses
kategorisasi dan perbandingan sosial bentuknya menjadi favoritisme kelompok-dalam
(Penilaian yang lebiti positif teihadap ingroup dibandtng terhadap outgroup). Pengamh
skema terhadap ingatan masih dip^debatkan. Ahli yang menganut schema view
mengatakan bahwa informasi yang konsisten dengan skema akan diingat, sementara yang
inkonsisten akan terdistorsi/terlupa. Sedangkan alih yang menganut network view
percaya bahwa justni informasi yang inkonsisten dengan skemalah yang akan lebih
dungat dan yang konsisten. Peneliti cenderung menyetujui netwok view. Karenanya
penehtian ini bertujuan untuk melihat pengamh favontisme kelompok-dalam (sebagai
skema) terhadap ingatan episodik, dimana peneliti menduga bahwa pengaruhnya akan sesuai deiigan network view: senmkin tinggi favoritisme kelompok-dalam semakin tinggi
akurasi ingatan akan cerita yang mendiskreditkan keloinpok-dalam (semakin inkonsisten
semakin diingat), dan semakin tinggi favoritisme kelompok-dalam semakin rendah
akurasi ingatan akan cerita yang mendiskreditkan kelompok-luar (semakin konsisten
semakm tidak diingat). Hasil penelitian, yang menggunakan metode kuantitatif dengan
regresi majemuk sebagai metode pengolahan datanya, tidak mendulomg hipotesa diatas.
Walaupun ada kecenderungan data mendukung network view, namun pengaruh
favoritisme kelompok-dalam terhadap akurasi ingatan episodik sangat kecU. Favoritisme
kelompok-dalam hanya dapat memprediksi 22,5% akurasi ingflfan akan cerita yang
inkonsisten dengan skema, dan 6% untuk cerita yang konsisten. Karenanya, imtuk
penelitian selanjutnya disarankan untuk mencari faktor-faktor lain yang berpengamli
terhadap ingatan. Disamping itu juga disarankan untuk meneliti kesalalian ingatan, guna
meliliat bentuk-bentuk kesalahan yang teijadi pada ingatan bentrokan antar agama, dan
menggunakan metode eksperimental."
Lengkap +
1999
S2567
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firdaus
"The Impact Of Computerization In Estimating Costs On The Accuracy Of Cost Estimate For Building Projects In Indonesia
Construction market is becoming tougher and more competitive. This situation makes accurate cost estimates vital for contractor survival. Inadequate time to prepare cost estimates and incomplete project scope definition because of the lack of historical data for similar jobs are problems that have to be handled by contractor's estimators. The problems can decrease accurateness of the estimates. Computer's role in decreasing these problems is becoming obvious. The other role in providing much important information helps to increase the accuracy. This research is to study whether appropriate computerization in estimating costs will increase the accuracy of cost estimates. The other aim is to find which of the aspects of computerization that strongly correlate with the accuracy of the estimates.
The qualitative data that are used in this research are ordinally quantified to facilitate the statistical analysis. Because of the size of data, the shape of the population distribution from which the sample is drawn can not be assumed to approximate the normal distribution. Therefore, nonparametric method is used in this research. First, the aspect of computerization is analyzed if they might be grouped into appropriate factors. Then, the representativeness of these aspects is calculated by correlation analysis. Sensitivity of the accuracy to the aspects is also investigated. Finally, the factors are compared to each other based on the representativeness and the sensitivity.
The result explains that computerization in estimating costs consists of two important factors. The factors are human or management factor (computer users' behavior in exploiting computers) and computer factor itself. Both of these factors can be seen that they increase the accuracy of cost estimates. However, the management factor is more sensitive than the other one to the accuracy of cost estimates. This factor is significantly correlated (has strong positive correlation) with the accuracy. The use of historical data for similar works has the strongest correlation with the accuracy. The other factor has positive correlation with the accuracy, but the correlation is not as strong as the human factor has. The computer factor would have stronger correlation with the accuracy if the computer's abilities were maximally exploited. On the whole, the impact of the computerization increases the accuracy. The important thing is both factors should be well coordinated.
"
Lengkap +
2001
T1917
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purwowibowo
"Telah berhasil dibuat sebuah digital read out (DRO) berbasis mikrokontroler 80C5I7A yang mempunyai kemampuan untuk mengkompensasi kesalahan kuasi-statik pada sistem posisi mekanik. Kesalahan kuasi-statik adalah kesalahan posisi yang berubah secara perlahan, yang merupakan perpaduan antara kesalahan geometrik dan termal. Kompensasi dilakukan melalui piranti lunak di dalam DRO dengan menggunakan dua buah polinomial, orde-7 untuk geometrik dan orde-1 untuk termal. Hasil uji menunjukan peningkatan akurasi sebesar 26,97 %.

A digital read out (DRO) has been made based on 80C5 17A microcontroller. The DRO able to compensated quasi-static error for mechanical positioning system. Quasi-static error is position error that changes slowly, this error is combination of geometric error and thermal error. The compensation had done via software inside DRO uses two polynomials, order-7 for geometric error and order-I for thermal error. The result showed that position accuracy increased 26,97 %.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T5790
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Kautsar
"Latar belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakti menular yang disebabkan oleh organisme Mycobacterium Tuberkulosis (MTB). Tuberkulosis menempati peringkat pertama penyebab kematian yang disebabkan oleh infeksi tunggal. Penegakan diagnosis TB sulit pada anak karena tidak ada gejala yang spesifik dan khas terhadap TB, disertai dengan sulitnya mengambil sampel untuk pemeriksaan baku emas dan sifat paucibacillary dari organisme MTB. World Health Organization (WHO) tahun 2022 dan Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2023 mengeluarkan pedoman untuk membantu tenaga medis menegakkan diagnosis TB pada anak. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menilai akurasi keduanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang menilai akurasi diagnosis kedua alur tersebut.
Tujuan: Mengetahui sensitivitas, spesifisitas dan akurasi alur diagnosis TB berdasarkan WHO 2022 dan Kemenkes 2023 terhadap baku emas GenXpert.
Metode: Penelitian merupakan uji diagnostik dengan data sekunder yang melibatkan anak berusia 0-18 tahun dengan tersangka TB yang berobat ke RSCM pada 1 Januari 2023-1 Januari 2024. Gambaran klinis, hasil pemeriksaan penunjang dan diagnosis akhir dicatat. Uji diagnostik dilakukan dengan membandingkan hasil akhir diagnosis berdasarkan alur WHO 2022 dan Kemenkes 2023 dengan baku emas pemeriksaan GenXpert. Hasil pemeriksaan dianalisis statistik dengan SPSS 25.
Hasil: Penelitian melibatkan 290 pasien dengan tersangka TB. Dari 132 pasien (45,5%) yang mendapatkan pengobatan TB, hanya 46 pasien (15,9%) yang memiliki hasil GenXpert positif. Didapatkan sensitivitas alur WHO 2022 dan Kemenkes 2023 dibandingkan dengan GenXpert masing-masing adalah 76,09% dan 58,7%. Sedangkan spesifistasnya sebesar 69,93% dan 77,05%. Alur Kemenkes 2023 memiliki PPV, PLR, NLR, dan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan WHO 2022.
Kesimpulan: Alur diagnosis TB berdasarkan Kemenkes 2023 memiliki spesifisitas dan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan WHO 2022 dalam menegakkan diagnosis TB pada anak. Alur diagnosis TB berdasarkan Kemenkes 2023 dapat digunakan sebagai pilihan alur untuk menegakkan TB pada anak.

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the Mycobacterium Tuberculosis (MTB) organism. TB ranks first among the causes of death due to a single infection. Diagnosing TB in children is challenging because there are no specific and distinctive symptoms of TB, along with the difficulty in obtaining samples for gold standard tests and the paucibacillary nature of the MTB organism. The World Health Organization (WHO) in 2022 and the Indonesian Ministry of Health (Kemenkes) in 2023 issued guidelines to assist healthcare professionals in diagnosing TB in children. To date, there has been no research assessing the accuracy of both guidelines. Therefore, research is needed to assess the accuracy of diagnosis in both pathways.
Objective: To determine the sensitivity, specificity, and accuracy of TB diagnosis pathways based on WHO 2022 and Kemenkes 2023 guidelines compared to the gold standard GenXpert test.
Methods: The study is a diagnostic test involving secondary data of children aged 0-18 years suspected of TB and treated at RSCM from January 2023 to December 2023. Clinical descriptions, results of supporting examinations, and final diagnoses were recorded. The diagnostic test was conducted by comparing the final diagnosis results based on the WHO 2022 and Kemenkes 2023 pathways with the gold standard GenXpert test. The examination results were statistically analyzed using SPSS 25.
Results: The study involved 290 patients suspected of TB. Out of 132 patients (45.5%) who received TB treatment, only 46 patients (15.9%) had positive GenXpert results. The sensitivity of the WHO 2022 and Kemenkes 2023 guidelines compared to GenXpert was 76.09% and 58.7%, respectively. Meanwhile, the specificity was 69.93% and 77.05%, respectively. The Kemenkes 2023 pathway had higher PPV, PLR, NLR, and accuracy compared to WHO 2022.
Conclusion: The TB diagnosis guideline based on Kemenkes 2023 has better specificity and accuracy compared to WHO 2022 in diagnosing TB in children. The TB diagnosis guideline based on Kemenkes 2023 can be used as an option for diagnosing TB in children.
"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Riska Aprian
"Akurasi hasil deteksi perubahan citra jarak jauh sangat tergantung pada akurasi metode klasifikasi yang digunakan. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang lebih baik adalah dengan mengoptimalkan setiap prosedur pengolahan citra. Salah satunya dengan algoritma deteksi perubahan dengan menggunakan metode image differencing akan mendapatkan peta perubahan yang masih harus dianalisa sebagai prosedur klasifikasi citra binarisasi. Penelitian ini bertujuan melakukan kombinasi model penggabungan algoritma ambang. Serta membandingkan algoritma ambang untuk mendapatkan nilai ambang terbaik mengunakan fungsi entropi secara otomatis untuk memecahkan masalah deteksi perubahan dengan pendekatan klasifikasi data yang tidak tersedia. Dengan menggunakan asumsi model statistik untuk mengetahui kelas wilayah berubah dan tidak berubah yang menampilkan berbagai perkiraan algoritma ambang mengunakan analisa discriminan, entropi lokal, entropi gabungan, entropi global, relatif entropi lokal, relatif entropi gabungan dan relatif entropi global. Pada penelitian ini digunakan model fusi Markov random fields untuk menggabungkan informasi-informasi deteksi perubahan hasil identifikasi algoritma ambang yang lebih komprehensif dalam menunjang pembuat keputusan.
Penelitian ini menemukan bawa pengunaan algoritma analisa discriminan terlalu sensitive untuk mendeteksi perubahan. Tingkat akurasi deteksi wilayah berubah terbaik mengunakan metode analisa discriminan sebesar 99% namun juga terlalu sensitif terhadap perubahan yang ditunjukan dengan tidak hanya wilayah yang terbakar terdeteksi juga wilayah tidak terbakar. Akurasi deteksi terbaik yang dapat dicapai mengunakan fungsi entropi dimiliki oleh lokal relatif entropi (99%) dan lokal entropi (97%) yang menjadikan sangat baik adalah mempunyai kesalahan deteksi kecil. Algorima fusi mengunakan metode Markov memberikan akurasi deteksi terbaik sebesar 93%, lebih rendah dari kemampuan deteksi dengan algoritma ambang yang menggunakan fungsi entropi. Namun algoritma fusi MRF akan semakin memastikan wilayah yang berubah. Secara umum, ditemukan bahwa pengurangan jumlah pixel dalam variasi histogram dalam citra berpengaruh besar pada tingkat akurasi deteksi perubahan dan sensitifitas algoritma ambang untuk mendeteksi perubahan. Semakin rendah jumlah pixel dalam variasi histogram semakin baik klasifikasi wilayah berubah terdeteksi dan semakin cepat waktu pemprosesan."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2007
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qaishum Masturoh
"Latar belakang: Peer problem memberikan dampak negatif pada kondisi kesehatan mental remaja. Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam mendeteksi peer problem pada remaja. Uji sensitivitas dan spesifisitas SDQ subskala peer problem dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan SDQ sebagai alat ukur skrining dalam mendeteksi peer problem pada remaja secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sensitivitas dan spesifitas dari alat ukur skrining SDQ subskala peer problem pada remaja di Jakarta dan mengetahui cut-off optimum dalam penggunaan SDQ subskala peer problem. Uji akurasi dilakukan dengan membandingkan hasil skrining SDQ dengan hasil wawancara diagnostik sebagai gold standard. Penelitian menggunakan teknik double-blind dan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap skrining menggunakan SDQ kepada 708 remaja, kemudian tahap kedua dilakukan dengan wawancara diagnostik yang dilakukan kepada 40 remaja yang terpilih secara acak. Analisis menggunakan crosstabs dan Receiver Operating Characteristic (ROC) dilakukan untuk memperoleh skor sensitivitas dan spesifisitas. Proses penelitian menggunakan teknik double-blind. Wawancara dilakukan kepada 40 orang remaja siswa SMA di wilayah DKI Jakarta, mengacu pada hasil skrining. Hasil dianalisis dengan menggunakan crosstabs dan Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil menunjukkan SDQ subskala peer problem memiliki nilai sensitivitas sebesar 0.68 dan spesifisitas 0.66 berdasarkan perbandingan dengan wawancara diagnostik sebagai gold standard. Skor cut-off sebesar 4 yang digunakan pada SDQ subskala peer problem dalam penelitian ini sudah cukup optimum untuk mengidentifikasi individu dengan peer problem. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa alat skrining SDQ subskala peer problem memiliki akurasi yang cukup baik dalam deteksi awal peer problem pada remaja.

Background: Peer problem have negative impacts on adolescent’s mental health. Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) is an instrument that can be used to detect peer problems in adolescence. The sensitivity and specificity test of SDQ peer problem subscale are needed to examine SDQ’s accuracy as a screening tool for peer problem. This study aim to examine the sensitivity and specificity of SDQ peer problem subscale as a screening tool to detect peer problem in Adolescents in Jakarta. This study also aimed to explore the optimum cut-off for SDQ peer problem susbscale. The research was conducted in two stage, screening stage and diagnostic interview stage. The accuracy test was conducted by comparing the SDQ peer problem subscale results to diagnostic interview results as gold standard. The participants in this study were students from three senior high school in Jakarta. 708 adolescents participated at the first stage and 40 adolescents were randomly chosen using the double blind technique to participate in individual interview. Crosstab analysis and Receiver Operating Curve (ROC) were conducted to obtain the sensitivity, specificity and optimum score. The results show SDQ peer problem subscale has sensitivity score 0.68 and specificity 0.66. The cut-off score 4 in this study was optimum enough to detect individual with and without peer problems accurately. Based on these results, the SDQ peer problem subscale as a screening tool has a fairly good accuracy to detect peer problem in adolescent."
Lengkap +
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>