Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shekina Edrea Wibawa
"Dalam kehidupan religius Katolik, biarawati merupakan satu-satunya representasi perempuan. Mereka dikenal sebagai sosok virtuous dengan sifat morally good seperti lemah lembut, sabar dan peduli. Wacana mengenai hidup membiara kerap mereduksi mereka sebagai pelayan yang inferior di bawah struktur hierarki Gereja yang maskulin dan patriarkal. Padahal, saya justru menemukan kekuatan yang terwujud dalam proses pembentukan diri mereka. Para biarawati mendedikasikan hidupnya untuk memberikan kepedulian kepada diri dan sesama, tanpa pengecualian. Care bukan hanya sekadar tindakan, tetapi sudah menjadi bagian dari karakter mereka dan hal ini tercerminkan melalui karya, sikap, dan cara mereka memaknai hidup. Dengan metode life history, saya menelusuri perjalanan spiritual Suster Lilie yang, dalam mempraktikkan balanced caring sebagai wujud nilai kasih Gereja, telah berhasil mendefinisikan ulang perlawanan. Pilihan menjadi biarawati dan praktik care menjadi bagian dari resistensi diri terhadap konstruksi peran gender yang dilekatkan oleh masyarakat patriarkal. Dari sini, spiritualitas tidak lagi berdiri terpisah dari aktivisme, namun justru menjadi kekuatan yang mendorong biarawati seperti Suster Lilie untuk melakukan perubahan sosial transformatif—melalui pemberian kasih tanpa syarat dan komitmen untuk terus merawat dunia mulai dari diri sendiri.

In Catholic religious life, nuns are the only representation of women. People see them as virtuous figures with morally good qualities such as kindness, patience and caring. However, the discourse on their life often reduces them as inferior servants under the masculine and patriarchal hierarchical structure of the Church. In the process of their self-being, I found strength rather than weakness. The nuns dedicate their lives to care for themselves and others, without exception. Care is not just a practice, but has become part of their character and this is reflected in their work, attitudes, and the way they interpret life. Using the life history method, I traced the spiritual journey of Sister Lilie who, in her practice of balanced caring as a manifestation of the Church's value of love, has succeeded in redefining resistance. The choice to become a nun and the practice of care became part of her self-resistance against the construction of gender roles attached by patriarchal society. From here, spirituality no longer stands apart from activism, instead, it is a force that drives nuns like Sister Lilie to make transformative social changes—through giving unconditional love and a commitment to continue caring for the world starting with herself."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library