Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jatayu Jiwanda M.
"ABSTRAK
Tesis ini adalah sebuah eksplanasi konsep anatta dalam pemikiran Buddhisme. Konsep anatta menggagas penolakan akan adanya eksistensi diri, jiwa atau atman. Penolakan ini merupakan sikap anti fondasional dan kritik terhadap pemikiran tradisi Brahmanisme Hindu dengan menolak realitas tunggal dan metafisis yang menopang realitas. Ide mengenai ldquo;diri rdquo; dianggap sebagai suatu khayalan, kepercayaan yang keliru yang telah menghasilkan suatu pandangan yang berbahaya mengenai ldquo;aku rdquo; atau ldquo;keakuan rdquo;, hasrat yang mementingkan diri sendiri selfish , keterikatan, kebencian, egoisme yang justru menjadi sumber penderitaan dukkha . Manusia hanyalah entitas yang selalu berubah-ubah sehingga segala ketetapan diri tidak dimungkinkan. Konsep ini adalah suatu jalan untuk pembebasan penderitaan itu sendiri. Muatan etis yang terkandung tidak lain memberikan kritik terhadap individualisme atau pementingan diri sendiri dalam setiap tindakan manusia. Individualisme ini diakari oleh hasrat tanha untuk mempertahankan eksistensi dirinya, memperoleh kejayaan dari kenikmatannya termasuk klaim identitas seutuhnya. Dengan menanggalkan segala hasrat kepemilikan atau motivasi pribadi dalam tindakan adalah jalan menuju pencerahan nibbana.

ABSTRACT
This thesis is an explanation anatta concept in Buddhism thought. Anatta doctrine in Buddhism rejects the idea of any self existence, soul, or atman. This rejection acts as anti foundational attitude and critique towards Brahmanism Hindu by denying any single reality and metaphysic that support reality. The concept of ldquo self rdquo is considered as an illusion and false belief that constructs a hostile viewpoint of ldquo I rdquo or ldquo mine rdquo , a desire that put oneself above everything else selfish , attachment, hatred, and egoism that instead becomes the source of suffering dukkha . According to Anatta, human is merely an always changing entity, therefore any idea of self permanence is impossible. This concept is a way to free human from the suffering itself. The ethical content in it give critics toward individualism and egoism in every deed of human. This individualism is based on desire tanha to retain one rsquo s existence, gaining glory from its joy and includes a full claim of one rsquo s identity. By throwing away every desire for possession or personal motivation in every deed is a way into enlightment nibbana ."
2017
T48168
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ade Dwi Rahmat Rajab Sirfefa
"Penggunaan Asbuton LGA dan pemanfaatan limbah beton (RCA) semakin berkembang dan menjadi alternatif yang menarik sebagai pengganti agregat dan aspal konvensional dalam pembangunan jalan yang memiliki kapasitas beban lalu lintas yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah beton terhadap parameter marshall dan nilai kuat lentur campuran aspal. Benda uji yang dibuat dibagi menjadi dua yaitu benda uji marshall yang akan diuji marshall dan benda uji paving block yang akan diuji bending. Kedua benda uji tersebut menggunakan spesifikasi campuran CPHMA, dimana benda uji paving block akan menggunakan kadar aspal optimum dari pengujian marshall. Tahapan pengujian dimulai dengan pengujian karakteristik dari material yang digunakan yaitu agregat baru, limbah beton, aspal minyak, asbuton LGA serta oli bekas yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan material yang digunakan. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji berdasarkan blending agregat dan job mix formula yang dibuat. Kemudian dilakukan pengujian Marshall Standard terhadap benda uji untuk mencari kadar aspal optimum dari campuran, dan dilanjutkan dengan pengujian lentur untuk mengetahui kuat lentur dari campuran. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu nilai KAO untuk campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA adalah 7,5% sedangkan untuk campuran dengan tambahan RCA adalah 8%. Serta nilai kuat lentur yang didapatkan dari pengujian kuat lentur menggunakan campuran agregat baru tanpa RCA yaitu 0.313 Mpa sedangkan untuk campuran dengan RCA adalah 0.295 Mpa.

The use of Asbuton LGA and the utilization of Recycled Concrete Aggregates (RCA) is growing and is an attractive alternative as a substitute for conventional aggregate and asphalt in the construction of roads that have a low traffic load capacity. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of recycled concrete aggregates on Marshall parameters and the value of the flexural strength of the asphalt mixture. The test object made is divided into two, namely the Marshall test object which will be tested by Marshall and the paving block test object which will be tested for bending. The two specimens used the CPHMA mixture specifications, where the paving block specimens will use the optimum bitumen content from the Marshall test. The testing phase begins with testing the characteristics of the material used, namely new aggregate, waste concrete, oil asphalt, LGA asbuton and used oil which aims to determine the feasibility of the material used. Then, the test object is made based on the aggregate blending and job mix formula made. Then the Marshall Standard test was carried out on the specimens to find the optimum asphalt content of the mixture, and continued with flexure testing to determine the flexural strength of the mixture. The test results obtained were that the KAO value for the new aggregate mixture without using RCA was 7.5% while for the mixture with additional RCA it was 8%. As well as the flexural strength value obtained from the flexural strength test using a new aggregate mixture without RCA, which is 0.313 Mpa, while for a mixture with RCA, it is 0.295 Mpa."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Naldo Jabari Mulya
"Saat ini Asbuton telah banyak digunakan sebagai alternatif pengganti aspal konvensional pada pembangunan jalan raya. Pertimbangannya adalah keberadaan serta harga aspal minyak selalu cenderung meningkat seiring fluktuasi harga minyak bumu dunia yang meningkat. Pemelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui persentase kadar aspal dan agregat yang terkandung dalam Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA), mengetahui kadar penggunaan limbah beton pada campuran beraspal terhadap nilai parameter Marshall dengan mempertimbangkan kandungan mortarnya.dan mengetahui rancangan susunan agregat baru dan agregat limbah beton untuk mendapatkan Asbuton paving block berpori. Penelitian kali ini diawali dengan pengujian karakteristik agregat, aspal pen 60/70, dan ekstraksi LGA. Untuk mendapatkan kadar aspal serta agregat yang terkandung dalam LGA dapat dilakukan dengan ekstraksi butiran LGA menggunakan metode Reflux dan Centrifuge. Bitumen dan agregat yang sudah ter-ekstrak kemudian diuji karakteristik agregat dan aspalnya. Aspal yang ter-ekstrak dari butiran LGA memiliki nilai penetrasi yang rendah, sehingga perlu penambahan oli bekas untuk menaikan nilai penetrasi. Setelah semua bahan sudah diuji kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji untuk mencari nilai kadar aspal optimum sebanyak 30 total, 15 untuk benda uji aspal dengan agregat baru dan 15 untuk benda uji aspal yang ditambahkan agregat limbah beton. Kemudian sampel akan diuji Marshall Standard berguna untuk mendapatkan nilai KAO. Setelah nilai KAO didapatkan dilanjutkan pembuatan benda uji pavingblock dengan ukuran 25x25x6,5 cm sebanyak 6 buah, 3 untuk campuran tanpa RCA dan 3 buah untuk benda uji menggunakan RCA. Setelah sampel pavingblock dibuat, dilakukan proses core drill sebanyak dua lubang setiap satu pavingblock yang akan diuji nilai volumteriknya dengan uji Marshall Standard dan Immersion. Kemudian dilihat apakah ada pengaruh terhadap nilai volumetric pada pavingblock dan compact standard. Hasil yang didapatkan dari pengujian adalah Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) memiliki kanduangan bitumen sebanyak 26% dan kandungan agregat sebanyak 73%, komposisi yang digunakan untuk campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA yang didapat dari blending agregat yaitu 52% agregat kasar, 40% agregat halus, dan 8% agregat LGA, sedangkan untuk campuran dengan tambahan RCA memiliki komposisi 23% RCA, 29% agregat kasar, 20% agregat halus, dan 8% agregat LGA, kadar aspal optimum yang di dapat dari campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA dan campuran dengan tambahan RCA adalah 7%, dan berdasarkan hasil volumetrik dan pengujian marshall menunjukkan bahwa campuran dengan menggunakan agregat baru masih lebih baik dari campuran dengan menggunaan RCA sebagai subtitusi agregat baru.

Currently, Asbuton has been widely used as an alternative to conventional asphalt in highway construction. The consideration is that the existence and price of petroleum asphalt always tends to increase along with increasing fluctuations in world petroleum prices. This research aims to determine the percentage of asphalt and aggregate content contained in Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA), determine the level of use of concrete waste in the asphalt mixture against the Marshall parameter value by considering the mortar content, and determine the design of the new aggregate composition and waste concrete aggregate for get porous Asbuton paving blocks. This research began with testing the characteristics of aggregate, asphalt pen 60/70, and LGA extraction. To obtain the asphalt and aggregate content contained in LGA, extraction of LGA granules can be done using the Reflux and Centrifuge methods. The extracted bitumen and aggregate are then tested for the characteristics of the aggregate and asphalt. Asphalt extracted from LGA granules has a low penetration value, so it is necessary to add used oil to increase the penetration value. After all the materials have been tested then proceed with making test objects to find the optimum asphalt content value of 30 in total, 15 for asphalt test objects with new aggregate and 15 for asphalt test objects with added concrete waste aggregate. Then the sample will be tested using the Marshall Standard to get the KAO value. After the KAO value was obtained, 6 pieces of pavingblock test specimens measuring 25x25x6.5 cm were continued, 3 for the mixture without RCA and 3 for non-RCA test objects and 3 for test objects using RCA. After the paving block samples are made, a core drill process is carried out with two holes for each paving block which will be tested for their volumetric value using the Marshall Standard and Immersion tests. Then see whether there is an influence on the volumetric value of standard paving blocks and compacts. The results obtained from the test were that Asbuton Lawele Granular Asphalt (LGA) had a bitumen content of 26% and an aggregate content of 73%. The composition used for the new aggregate mixture without using RCA was obtained from blending the aggregate, namely 52% coarse aggregate, 40% aggregate fine, and 8% LGA aggregate. Meanwhile, the mixture with the addition of RCA has a composition of 23% RCA, 29% coarse aggregate, 20% fine aggregate, and 8% LGA aggregate. The optimum asphalt content obtained from the new aggregate mixture without using RCA and the mixture with the addition of RCA is 7%. Based on the volumetric results and Marshall testing, it shows that the mixture using new aggregate is still better than the mixture using RCA as a substitute for new aggregate."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fahmi Adhi Prayoga
"Penggunaan agregat daur ulang dalam bidang konstruksi sudah sering digunakan di berbagai negara di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik mortar akibat penambahan agregat halus daur ulang dan admixture kalsium klorida. Jumlah agregat halus daur ulang yang digunakan yaitu 20 dari total agregat halus alami dan jumlah kalsium klorida yang digunakan yaitu memiliki variasi 1, 2, 3, 4, dan 5 dari jumlah semen yang digunakan. Hasil didapatkan bahwa mortar dengan kalsium klorida sebanyak 5 mengasilkan mortar dengan kuat tekan yang paling tinggi yaitu 31,75MPa pada umur 56 hari. Kuat lentur tertinggi pada penggunaan 4 kalsium klorida yaitu sebesar 4,324MPa. Penyusutan tertinggi pada penggunaan 5 kalsium klorida. Daya serap air tertinggi pada penggunaan 1 kalsium klorida yaitu sebesar 112,24 g/100cm2.

The use of recycled aggregate in the construction field has been frequently used in various countries around the world. This study aims to determine the physical and mechanical properties of mortar due to the addition of recycled fine aggregate and admixture of calcium chloride. The amount of recycled fine aggregate used is 20 of the total natural fine aggregate and the amount of calcium chloride were used that have a variety of 1, 2, 3, 4 and 5 of the amount of cement used. The result showed that mortar with calcium chloride as much as 5 resulting mortar with the highest compressive strength that is 31,75MPa at age 56 days. The highest bending strength in the use of 4 calcium chloride is 4,324MPa. The highest depreciation on the use of 5 calcium chloride. The highest water absorption in the use of 1 calcium chloride is 112,24 g 100cm2.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S69895
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Rizky Nugroho
"Pemanfaatan kembali limbah beton untuk dijadikan bahan konstruksi telah banyak dilakukan di negara-negara lain. Sayangnya, pemanfaatan limbah beton di Indonesia barulah sebatas untuk timbunan. Penggunaan limbah beton sebagai agregat halus akan mengurangi kuat tekan dan meningkatkan daya serap air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memelajari sifat mekanis mortar dengan agregat halus daur ulang dan bahan tambah abu terbang. Variasi abu terbang yang akan menggantikan semen adalah 0, 5, 10, 15, 20, 25. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan, lentur, modulus elastisitas, susut, dan daya serap air. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kuat tekan dan lentur terbesar didapat oleh mortar dengan variasi 10 dengan kuat tekan 33,39 MPa yang memenuhi target mortar tipe M 17,2 MPa . Modulus elastisitas terbesar ditunjukan oleh mortar dengan variasi 15 . Nilai susut terbesar dihasilkan oleh mortar dengan variasi 20. Dan nilai daya serap air terkecil dihasilkan oleh mortar dengan variasi 25.

The re use of concrete waste to be used as construction material has been done in many other countries. Unfortunately, the utilization of concrete waste in Indonesia is only limited to embankment. The use of waste concrete as a fine aggregate will reduce the compressive strength and increase water absorption. Therefore, this study aims to study the mechanical properties of mortar with recycled fine aggregate and fly ash materials. The variations of fly ash that will replace the cement are 0, 5, 10, 15, 20, 25. Tests conducted are test of compressive strength, flexural, elastic modulus, shrinkage, and water absorption. From the test results it was found that the largest compressive strength and flexure was obtained by mortar with a 10 variation with a compressive strength of 33.39 MPa that meets the target of M type mortar 17.2 MPa. The greatest elasticity modulus is shown by mortar with a variation of 15. The greatest shrinkage value was produced by mortar with a variation of 20. And the smallest water absorption value is produced by mortar with 25 variation.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S69896
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrean Wardani
"Penelitian mengenai pengaruh penggunan agregat halus daur ulang dan cangkang telur sebagai bahan pengganti semen pada pembuatan mortar terhadap sifat sifat mekanik pada mortar yang terdiri dari kuat tekan, kuat lentur, daya serap, dan susut. Pengunaan agregat halus daur ulang dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 20 dari jumlah agregat alami yang digunakan dan penggunaan cangkang telur dengan 5 variasi penggunaan sebesar 0, 5, 10, 15, dan 20.

Research about on the influence usage of recycled fine aggregate and egg shells as cement replacement material in the make of mortars against mechanical properties on mortar consisting of a compressive strength, flexural strength, absorption, and shrinkage. Usage recycled fine aggregates in this study set for 20 of the aggregate amount of the used natural and usage egg shells with 5 variation of 0, 5, 10, 15, and 20.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldo Pradana Sumaputra
"Dalam rangka memfasilitasi tingginya angka kebutuhan pembangunan akan rumah tinggal yang memerlukan bata sebagai salah satu komponennya, diperlukan inovasi dari bata yang ramah lingkungan. Salah satu jenis bata yang digunakan untuk rumah tinggal menggunakan campuran agegat halus dan semen atau dapat disebut dengan bata beton. Pada penelitian ini, dibuat benda uji dengan ukuran 400 x 200 x 100 mm yang tergolong dalam bata beton besar menurut Persyaratan umum bahan bangunan di Indonesia ,Bandung 1982 PUBI .
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan limbah kertas sebanyak 10 dapat mempertahankan kuat tekan yang diisyaratkan dalam SNI 03-0349-1989 yaitu minimal 9,8 MPa dengan rata ndash; rata kuat tekan 17,27 MPa. Densitas dari bata beton dengan subtitusi 10 limbah kertas termasuk kedalam kategori medium weight menurut ASTM C-55. Nilai kuat lentur dari benda uji adalah sudah berada diatas standar yang ditetapkan oleh SNI-3-0349-1989 yaitu sebesar 2.35 MPa. sedangkan untuk nilai absorbsi dan nilai initial rate of suction juga sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh ASTM C ndash; 55 dan ASTM C ndash; 67 yaitu sebesar 17.66 dan 4,76 gram/cm2/menit.

In order to facilitate the high number of development needs for houses that require brick as one of its components, it needs innovation from environmentally friendly bricks. One type of brick used for residential uses a mixture of fine aggregate and cement or can be called a concrete brick. On this research, the concrete brick made of the of 400 x 200 x 100 mm which could be classified as big concrete brick according to Persyaratan umum bahan bangunan di Indonesia ,Bandung 1982 PUBI.
The results of the study showing that the use of waste paper as many as 10 able to maintain compressive strength according to SNI 03 0349 1989 with the value of 17,27 MPa. The density of concrete brick with 10 of paper waste are part categories as medium weight density according to ASTM C 55. The flextural strength of concrete brick already was sitting on standards set by SNI 03 0349 1989 with the value of 2,35 MPa. While the value of absorbtion and initial rate of suction was sitting on standards set by ASTM C 55 and ASTM C 67 with the value of 17.66 and 4,76 gram cm2 min.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library