Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 160 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ahmad Sopian
"Iklan adalah suatu investasi besar, sehingga investasi yang besar itu hams dapat dibuat sefektif mungkin Shimp (2000) efektifitas iklan dapat diukur dengan mengetahui apakah iklan tersebut dapat meningkatkan awareness, Cara penyampaian pesan tersebut dari iklan yang disampaikan, dapat mempengaruhi konsumen, menghasilkan respon emosi dan juga akan mempengaruhi keinginan untuk membeli produk atau jasa yang diildankan.
Penggunaan iklan seksi perlu diperhitungkan dengan matang, hal ini . dikarenakan akan timbulnya respon yang beragam yang tidak mustahil akan menimbulkan respon yang negatif Tipe iklan seksi pada dasamya cukup menarik perhatian konsumen, dikarenakan unsur seksualitas dan sensualitas yang ada pada iklan tersebut.
Pada penelitian ini terdapat kesimpulan bahwa ada hubungan yang kuat antara tipe iklan dan tipe produk yang diiklankan. Pemakaian iklan seksi untuk jenis produk yang tidak ada hubungan dengan seksualitas dan sensualitas tidak dapat meningkatkan sikap terhadap produk, sikap terhadap iklan dan keinginan untuk membeli, bahkan penggunaan iklan seksi untuk kategori produk ini dapat mengurangi kemmmpuan konsumen untuk mengingat pesan yang ada dalam iklan tersebut (copy point recall). Sedangkan untuk kategori produk yang berhubungan dengan keseksian dan sensualitas penggunaan iklan seksi cukup efektif untuk meningkatkan sikap terhadap produk, sikap terhadap iklan dan keinginan untuk membeli. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan iklan seksi sangat sesuai jika produk yang diiklankan ada hubangannya dengan keseksian dan sensualitas, sebagai contoh produk kecantikan dan perawatan kulit yang digunakan dalam penelitian ini."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T20465
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Addam Zein
"[ ABSTRAK
Sebagai grup idola, JKT48 menuai sukses di Indonesia. Mengikuti kesuksesan versi aslinya, AKB48 yang
berasal dari Jepang. Dikatakan bahwa kunci kesuksesannya adalah karena cara mereka berinteraksi dengan
penggemarnya, memberikan pengalaman yang unik dan berkemesan membentuk hubungan yang lebih dalam.
Pengalaman itu diberikan melalui marketing tools khusus milik JKT48, yaitu pertunjukan rutin di Theater
JKT48, handshake event, dan acara pemilihan yang dikenal sebagai Seinbatsu Sousenkyo. Karena semakin hari
produk semakin susah dibedakan karena jumlahnya semakin banyak. Sehingga pemasar kesulitan membuat
produknya menonjol. Oleh karena itu para pemasar mulai memberikan experience pada produk yang mereka
tawarkan sebagai nilai lebih dan pembeda untuk konsumen. Strategi ini disebut experiential marketing, yang
berfokus menciptakan pengalaman yang unik dan berkesan pada konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat
dengan konsumen. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi, dan memahami
praktek experiential marketing dalam tiga marketing tools JKT48, yang membuatnya sukses di Indonesia. Studi
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil yang ditemukan adalah bahwa JKT48
menggunakan strategi, experiential marketing, sensory marketing, dan pengalaman berpartisipasi kepada
penggemarnya.
ABSTRACT As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans.;As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans., As an idol group JKT48 is doing pretty good in Indonesia. Following the success of its original version AKB 48
from Japan. It is said the key of such success is the way they interact with their fans, by giving them unique and
memorable experience, which makes deeper connection. They deliver the experience by their special marketing
tools; routine show JKT48 Theater; handshake Event, and voting event which known as Seinbatsu Sousenkyo.
Because products become more commoditized making them hard to stand out, marketers start giving experience
to their offering to create more value to the customers. This is called as experiential marketing, which focus on
creating unique and memorable experience to connect with customers in engaging way. The purpose of this
article is to explore, identificate, and understand the experiential marketing practice in the three marketing tools
of JKT48, which have made it success in Indonesia. This study applies qualitative approach with descriptive
method. This study found JKT48 employs experiential marketing, sensory marketing, and customer participation
experience strategy to their fans.]"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"The presence of mass media nowadays, including TV, has had a significant impact on the construction of women's image. The increase of private TV stations in Indonesia is consequence of globalization. Advertising, as one form of mass media, has become an especially powerful tool to construct social realities."
300 JWISOS 2:1 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Krishna
"Iklan merupakan sebuah sarana informasi bagi masyarakat maxim konsumen mengenai suatu produk tertentu. Bagi para produsen, ikian merupakan sebuah scram untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen. Oleh karena iklan dikenal pula sebagai sebuah sarana yang mempertemukan konsumen dengan produsen. Di lain sisi, iklan tidak selalu memberikan keuntungan, khususnya bagi pars konsumen. Hal ini terjadi apabila iklan memberikan sebuah pernyataan yang menyesatkan dan tidak benar, menjaddran pernyataan man tersebut tidak sesuai dngan fakta atas produk yang diiklankan, Iklan yang menyesatkan dan tidak benar tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi para konsumen - mengingat televisi merupakan sebuah media massa yang ditujukan untuk khalayak umum. Perkembangan di bidang teknologi, ekono3ni dan ilmu pengetahuan telah mendorong perkembangan duaia periklanan hingga menjadi sebuah sistem yang kompleks. Di dalam sistem yang kompleks tersebut, kegiatan periklanan melibatkan beberapa pihak, antara lain pengiklan (produsen produk), ages (pensahaan periklanan) dan media. Oleh karena itu, untuk mencegah kerugian yang dapat diderita oleh pars konsumen, diperlukan ketentuan-ketentuan yang mengatur mengenai kegiatan periklanan. Namun, di Indonesia, ketentuan-ketentuan mengenai ikian produk pangan di televisi diatur secara terpisah_ Salah satunya diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Tetapi, UUPK tidak secara tegas mengatur mengenai pars pihak yang bertanggung jawab alas ikian produk pangan di televisi yang dapat mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Ketentuan IJUPK tersebut juga dapat mengakibatkan ketidakpastian terhadap kete utuan yang mengatur mengenai periklanan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label Dan Iklan Pangan; Oleh karena itu, definisi dari "pelaku usaha periklanan" sebagaimana diatur dalam ketentuan UUPK liarus dipertegas melalui ketentuan per mdang undangan di Indonesia Dengan demikian, hal ini akan memberikan sebuah kepastian alas hak konsumen yang berhubungan dengan hak konsumen untuk memilih (hak memilih) produk yang mereka inginkan.

Advertisement is a media which contains information of a certain product to societies and consumers. Regarding to the producers position, advertisement is a media to introduce their products to their consumers. Hence, advertisement is also used as a media where producers and consumers meet On the other hand, advertisements do not always benefited the consumers. It happens do to its misleading and wrong statements which usually different from the fact of the prods Those misleading and wrong statements advertisements on television could caused the consumers losses especially if those are food products which daily consumed - considering that televisions is a public information media. Development in technology, economics and science have drive the development of advertisements into a more complex system. In that system, advertising operations are involving a few parties, which are producers (as advertisers), agencies (as advertising companies) and media. Hence, in order to prevent the consumer`s losses, rules and regulations of advertising operations are needed. However, in Indonesia, the laws of food products advertisement on television are partly ruled and regulated One of them is stated by The Law of The Republic of Indonesia Number S of 1999 Concerning The Consumers Protection (UUPK). But, this UUPK does not make a clear statement regarding the parties who's responsible for the misleading and wrong statements food products advertisements on television - which could caused the consumers Losses. This UUPK is could also causing the uncertainty of The Law of The Republic of Indonesia Number 7 of 1996 Concerning The Foods and The Indonesian Government Law Number 69 of 1999 Concerning Label And Food Advertisements. Therefore, the definitions of "advertising operations companies" stated by UUPK should be cleared by any Indonesian Law. By having these rules and regulations of advertising, it will provides a certainty toward the consumers rights regarding their rights to choose the products they desired."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2007
T19287
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Anwar Saddam Husen
"ABSTRAK
Penelitian berjudul Evaluasi Kebijakan Pajak Reklame Di Kota Tangerang ini bertujuan menganalisis penyebab terjadinya penurunan penerimaan Pajak Reklame di Kota Tangerang dan mengevaluasi kebijakan pajak reklame ditinjau dari kriteria kebijakan pajak yang baik. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya penurunan penerimaan pajak reklame di Kota Tangerang dikarenakan banyak faktor, diantaranya kebijakan larangan pemasangan reklame rokok, kebijakan larangan pemasangan reklame di bahu jalan, kemudian kebijakan mengenai waktu sewa reklame yang masih tahunan, prosedur pengurusan IMB yang masih rumit. Saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan antara lain sistem perizinan online yang diharapkan memangkas waktu dan menyederhanakan prosedur yang ada. Pihak DPKD juga terus menggali potensi pajak yang terdapat di Kota Tangerang seperti di daerah Bandara Internasional Soekarno Hatta, serta meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dengan menertibkan reklame liar dan reklame yang telah habis masa berlaku.

ABSTRACT
The study entitled Evaluation of Advertising Tax Policies in Tangerang City propose to analyze the reduction in Advertising Tax revenues in Tangerang and evaluate the advertisement tax policy in terms of the criteria of a good tax policy. The approach taken in this research is qualitative by conducting in-depth interviews. The results showed that there was a reduction in advertisement tax revenue in Tangerang City due to many factors, including the prohibition policy on the installation of cigarette billboards, prohibition policy  on the installation of billboards on side of the road, then the policy regarding the rental time of billboards is still annual, IMB procedure that is still complicated. Improvements have been made, including online authorize systems that are expected to cut time and simplify existing procedures. DPKD also continues to explore the potential of taxes found in Tangerang City such as in the Soekarno Hatta International Airport area, as well as increasing taxpayer compliance by regulating illegal billboards and billboards that have expired.

"
2019
T52362
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Woworuntu, Wenda
"ABSTRAK
Pada pertengahan tahun 1984 Super Shandy muncul sebagai saingan minuman dari ringan Shanta minuman ringan sejenis yaitu Green Sands Shandy yang telah dipasarkan sejak tahun 1982. Sebagai counter produk PT Delta (produsen) berusaha sekuatnya untuk menembus dan merebut pasaran dari Green Sands Shandy. Target audience mereka adalah kaum muda dari golongan sosial menengah ke atas. Untuk itu mereka mengeluarkan seri-seri iklan yang disesuaikan dengan selera kaum muda. Tujuan penelitian dari skripsi ini adalah ingin mengetahui bagaimana persepsi dan pendapat khalayak/kaum muda dalam hal ini para mahasiswa dengan latarbelakang yang berbeda, terhadap penampilan suatu gambar iklan Shanta Super Shandy (iklan minuman ringan Shanta Super Shandy seperti terlampir di halaman lampiran). Pendapat yang dimaksud meliputi pendapat tentang unsur-unsur iklan seperti copy writing logo gambar produk figur iklan serta gambar/suasana keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan memakai tabel-tabel frekwensi untuk mengungkapkan dan menggambarkan bagaimana sebenarnya persepsi dan pendapat yang dikemukakan oleh para mahasiswa tentang gambar iklan Hasil yang diperoleh terurai sebagai berikut Mengenai logo, mereka berpendapat menarik. Sedangkan untuk copy dikatakan kurang menarik. Dan gambar produk dikatakan menarik sementara untuk figur iklan dikatakannya menarik mengenai gambar keseluruhan atau suasana di tampilkan, pendapat para responden terbagi dUC) menarik dan tidak menarik. Dari uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa kurang yang antara tujuan produsen untuk menarik perhatian konsumen dengan menggunakan pendekatan emosional (emotional approach) masih kurang men gena sasaran. Hal ini terutama disebabkan perencanaan materi design iklan secara keseluruhan agak tidak serasi, sehingga tidak membentuk kesatuan karakter seperti yang diinginkan sebagai metode pendekatan emosional."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noor Lestyono Sasongko
"[ ABSTRAK
Jurnal ini membahas pemilihan kata-kata Hochwertwörter, Schlüsselwörter, dan
Plastikwörter dalam iklan Persil yang dapat mempengaruhi tingkah laku konsumen agar
membeli produk tersebut. Penelitian difokuskan pada kata-kata Hochwertwörter,
Schlüsselwörter, dan Plastikwörter yang terdapat pada Schlagzeile ke-10 iklan Persil. Melalui
penelitian kepustakaan dan metode deskriptif, didapatkan hasil bahwa penggunaan
Hochwertwörter dalam iklan Persil memberikan kesan positif pada produk tersebut.
Schlüsselwörter untuk menimbulkan asosiasi konsumen terhadap produk Persil, sedangkan
Plastikwörter memberikan rasa aman dan yakin pada konsumen terhadap kualitas produk.
ABSTRACT This journal discusses the election of words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and
Plastikwörter in Persil ads that can influence the action of consumers to buy the product. The
Research is focused on the words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and Plastikwörter used
in Schlagzeile of the ten of Persil ads. Through literature research and descriptive method,
showed that the use of Hochwertwörter in Persil ads give a positive impression on the
product. Schlüsselwörter to cause the consumer associations on product Persil, while
Plastikwörter ensure the safety and convince the consumers on the quality produt.;This journal discusses the election of words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and
Plastikwörter in Persil ads that can influence the action of consumers to buy the product. The
Research is focused on the words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and Plastikwörter used
in Schlagzeile of the ten of Persil ads. Through literature research and descriptive method,
showed that the use of Hochwertwörter in Persil ads give a positive impression on the
product. Schlüsselwörter to cause the consumer associations on product Persil, while
Plastikwörter ensure the safety and convince the consumers on the quality produt., This journal discusses the election of words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and
Plastikwörter in Persil ads that can influence the action of consumers to buy the product. The
Research is focused on the words Hochwertwörter, Schlüsselwörter, and Plastikwörter used
in Schlagzeile of the ten of Persil ads. Through literature research and descriptive method,
showed that the use of Hochwertwörter in Persil ads give a positive impression on the
product. Schlüsselwörter to cause the consumer associations on product Persil, while
Plastikwörter ensure the safety and convince the consumers on the quality produt.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Polina Kirana Olihta
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penggunaan Hochwertwӧrter, Schlüsselwӧrter dan Plastikwӧrter yang terdapat dalam sepuluh iklan laptop di Jerman. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif yang bersumber pada kajian pustaka. Analisis pada penelitian ini menggunakan dasar pemikiran Nina Janich. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa dalam sepuluh iklan Laptop di Jerman ternyata banyak iklan yang menggunakan Schlüsselwörter. Kata Schlüsselwörter digunakan agar kata sifat dapat membentuk bayangan kualitas ataupun janji-janji dari suatu produk laptop sehingga para konsumen dapat terpuaskan dengan produk yang akan dibeli.

The purpose of this research is to analyze the usage of Hochwertwӧrter, Schlüsselwӧrter and Plastikwӧrter in 10 German Laptop advertisements. This research uses qualitative method with references as the source. The analysis in this research uses the theory from Nina Janich. Based on this research, it was found out that out of the 10 advertisements, there are more advertisements which use Schlüsselwörter than Hochwertwörter and Plastikwörter. The word Schlüsselwörter is used to make the consumers can get a quality estimation or the promises from a certain product through the adjectives used, and they will be satisfied with the products they are going to purchase."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Marina Indriani Lestari
"[ ABSTRAK
Retorika merupakan seni dalam berbicara. Di dalam sebuah iklan, terdapat retorika sebagai salah satu unsur terpenting karena dengan unsur retorika tersebut iklan dapat dibuat menjadi semenarik mungkin sehingga pembaca berminat untuk menyimak iklan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan unsur retorika dalam sepuluh iklan cetak Lufthansa Jerman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber pada kajian pustaka. Analisis yang digunakan dengan menganalisis unsur utama iklan antara lain Schlagzeile, Unterüberschrift, dan slogan. Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan, saya menemukan penggunaan unsur retorika dalam sepuluh iklan Lufthansa berbahasa Jerman tersebut sebagai salah satu pembentuknya. Hal tersebut berfungsi sebagai pembentuk citra yang kuat terhadap produk yang sedang diiklankan. Penggunaan unsur retorika pada sebuah iklan membuat iklan tersebut menjadi terstruktur dan lebih menarik perhatian pembacanya.
ABSTRACT Rhetoric is the art of speech. Rhetorical figure is an important substance in an advertisement, because it can make an advertisement become as interesting as it can be and make people eager to read it more. This research aims to know about the usage of rhetorical figure in ten Lufthansa advertisements in German and uses qualitative method
2
Unsur Retorika ..., Marina Indriani Lestari, FIB UI, 2015
which based on literary review. This research was analyzed by analyzing the main contents of advertisement, such as Headline, Subheadline, and Slogan. Based on the result, i found the usage of rhetorical figure as one of the important substances in ten Lufthansa advertisements in German that i used in this research, because it can give a strong image to the product that is being advertised. The usage of rhetorical figure makes the advertisement become more organized and interesting to be seen by readers.;Rhetoric is the art of speech. Rhetorical figure is an important substance in an advertisement, because it can make an advertisement become as interesting as it can be and make people eager to read it more. This research aims to know about the usage of rhetorical figure in ten Lufthansa advertisements in German and uses qualitative method
2
Unsur Retorika ..., Marina Indriani Lestari, FIB UI, 2015
which based on literary review. This research was analyzed by analyzing the main contents of advertisement, such as Headline, Subheadline, and Slogan. Based on the result, i found the usage of rhetorical figure as one of the important substances in ten Lufthansa advertisements in German that i used in this research, because it can give a strong image to the product that is being advertised. The usage of rhetorical figure makes the advertisement become more organized and interesting to be seen by readers., Rhetoric is the art of speech. Rhetorical figure is an important substance in an advertisement, because it can make an advertisement become as interesting as it can be and make people eager to read it more. This research aims to know about the usage of rhetorical figure in ten Lufthansa advertisements in German and uses qualitative method
2
Unsur Retorika ..., Marina Indriani Lestari, FIB UI, 2015
which based on literary review. This research was analyzed by analyzing the main contents of advertisement, such as Headline, Subheadline, and Slogan. Based on the result, i found the usage of rhetorical figure as one of the important substances in ten Lufthansa advertisements in German that i used in this research, because it can give a strong image to the product that is being advertised. The usage of rhetorical figure makes the advertisement become more organized and interesting to be seen by readers.]"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raisha Verginia
"[ ABSTRAK
iPhone merupakan perusahaan internasional yang memiliki gerai toko di banyak negara, termasuk di Jerman. Pasar yang ditargetkan oleh iPhone adalah kalangan menengah ke atas. Dalam memasarkan produknya tersebut, iPhone menggunakan iklan sebagai media promosi. Untuk menarik konsumen, iklan harus dibuat semenarik mungkin. Salah satunya dengan melihat skema pembicaraan dan alat retorika yang dipakai dalam iklan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan skema pembicaraan serta alat-alat retorika dalam iklan iPhone berbahasa Jerman. Metode kualitatif yang bersumber pada kajian pustaka digunakan untuk menganalisis sepuluh iklan iPhone yang menjadi korpus data. Berdasarkan hasil penelitian, tidak semua skema pembicaraan dan alat retorika dipakai dalam iklan berbahasa Jerman.
ABSTRACT iPhone is an international company, which has a lot of outlets in many countries, including in Germany. The market target is from the upper middle class. In marketing their products, iPhone uses advertising as a media campaign. To attract consumers, advertising must be made as attractive as possible. One of the ways for looking them up is look the scheme talk and rhetorical device, which are used in the advertisement. This study aimed to analyze the use of schemes talks and rhetorical device, which are used in iPhone advertisement. Qualitative method which is from literary review is used to analyze ten iPhone?s advertisement as the corpus data. Based on the result of this research, not all of scheme talk and rhetorical device are used in one German?s advertisement;iPhone is an international company, which has a lot of outlets in many countries, including in Germany. The market target is from the upper middle class. In marketing their products, iPhone uses advertising as a media campaign. To attract consumers, advertising must be made as attractive as possible. One of the ways for looking them up is look the scheme talk and rhetorical device, which are used in the advertisement. This study aimed to analyze the use of schemes talks and rhetorical device, which are used in iPhone advertisement. Qualitative method which is from literary review is used to analyze ten iPhone?s advertisement as the corpus data. Based on the result of this research, not all of scheme talk and rhetorical device are used in one German?s advertisement, iPhone is an international company, which has a lot of outlets in many countries, including in Germany. The market target is from the upper middle class. In marketing their products, iPhone uses advertising as a media campaign. To attract consumers, advertising must be made as attractive as possible. One of the ways for looking them up is look the scheme talk and rhetorical device, which are used in the advertisement. This study aimed to analyze the use of schemes talks and rhetorical device, which are used in iPhone advertisement. Qualitative method which is from literary review is used to analyze ten iPhone’s advertisement as the corpus data. Based on the result of this research, not all of scheme talk and rhetorical device are used in one German’s advertisement]"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>