Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Toto Suryo Efar
"Latar Belakang: Diagnosis dan tatalaksana osteoartritis lutut sementara ini lebih berfokus pada sendi tibiofemoral dan kesegarisan di bidang tersebut, yang hanya memberikan asosiasi lemah dengan nyeri dan disabilitas. Sementara itu, masih sangat minim studi yang mempelajari kesegarisan patela pada osteoartritis lutut, terutama hubungannya dengan derajat keparahan penyakit secara radiografis, defek kartilago, dan juga nyeri dan disabilitas.
Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang diikuti oleh pasien RSUPN Cipto Mangunkusumo yang terdiagnosis osteoartritis lutut. Subjek menjalani pemeriksaan radiografis dan magnetic resonance, dari situ dievaluasi kesegarisan patela, grade Kellgren-Lawrence (KL), dan defek kartilago yang dinilai dengan grade International Cartilage Regeneration and Joint Preservation Society(ICRS). Kesegarisan patela dinilai dari sulcus angle(SA), congruence angle(CA), trochlear angle(TA), lateral trochlear inclination(LTI), trochlear depth(TD), bisect offset(BO), patellar displacement(PD), lateral patellar tilt angle(LPTA), dan lateral patellofemoral angle(LPFA).Pasien juga diukur skor WOMAC yang menilai nyeri dan disabilitas.
Hasil: Ditemukan korelasi antaraTA (r = -0,397; p < 0,001), LTI (r = -0,333; p = 0,004), BO (r = 0,268; p = 0,020), dan PD (r = 0,299; p = 0,009) dengan grade KL patelofemoral. TA juga berkorelasi juga dengan grade KL tibiofemoral (r = -0,246; p = 0,033). TA (r = -0,246; p = 0,033) juga berkorelasi dengan grade KL tibiofemoral. Tidak ditemukan parameter kesegarisan patela yang berkorelasi dengan grade ICRS. Sementara itu SA (r = 0,238; p = 0,039), LTI (r = -0,235; p = 0,042), TD (r = -0,374; p = 0,001), BO (r = 0,257; p = 0,026) dan LPTA (r = 0,267; p = 0,021) berkorelasi dengan nyeri. LTI (r = -0,229; p = 0,048), TD (r = -0,251; p = 0,030) dan LPTA (r = 0,314; p = 0,006) berkorelasi terhadap disabilitas.
Kesimpulan: Kesegarisan patela axial berkorelasi dengan keparahan radiografis osteoartritis lutut, tidak hanya pada kompartemen patelofemoral tetapi juga tibiofemoral. Kesegarisan patela juga berkorelasi dengan nyeri dan disabilitas.

Background: Diagnosis and treatment of knee osteoarthritis has been focused on the tibiofemoral joint and its alignment, even though they provide little contribution to pain and disability. The aim of this study is to evaluate the axial patellar alignment in patients with knee osteoarthritis, especially its association with the radiographic findings, cartilage defect on magnetic resonance, as well as pain and disability.
Methods: Patients with knee osteoarthritis underwent radiographic and magnetic resonance examinations. Patellar alignment was represented by sulcus angle (SA), congruence angle (CA), trochlear angle (TA), lateral trochlear inclination (LTI), trochlear depth (TD), bisect offset (BO), patellar displacement (PD), lateral patellar tilt angle (LPTA), dan lateral patellofemoral angle (LPFA). We evaluated the association between patellar alignment and Kellgren-Lawrence (KL) grade of the radiographs, International Cartilage Regeneration and Joint Preservation Society (ICRS) grade of the cartilage defect on magnetic resonance images, and the Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC) score.
Results: Radiographically, TA  (r = -0,397; p < 0,001), LTI (r = -0,333; p = 0,004), BO (r = 0,268; p = 0,020), and PD (r = 0,299; p = 0,009) were correlated with patellofemoral KL grade. TA was also correlated with tibiofemoral KL grade (r = -0,246; p = 0,033). However, no patellar alignment index was found to be correlated with ICRS grade. Furthermore SA (r = 0,238; p = 0,039), LTI (r = -0,235; p = 0,042), TD (r = -0,374; p = 0,001), BO (r = 0,257; p = 0,026) and LPTA (r = 0,267; p = 0,021) were correlated with pain score in WOMAC. Meanwhile, LTI (r = -0,229; p = 0,048), TD (r = -0,251; p = 0,030) and LPTA (r = 0,314; p = 0,006) were correlated with disability score in WOMAC.
Conclusion: Axial patellar alignment was correlated with radiographic severity of knee osteoarthritis, not only in patellofemoral compartment but also in tibiofemoral compartment. Patellar alignment was also associated with pain and disability.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nita Sari Wijaya
"ABSTRAK
A PILOT STUDY : EFEKTIVITAS KAPSUL EKSTRAK RUMPUT MUTIARA HEDYOTIS CORYMBOSA L. LAMK. TERHADAP PASIEN OSTEOARTHRITIS USIA LANJUT Nita Sari Wijaya1, Anton Bahtiar1, Katrin11 Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok 16424Email : anton.bahtiar@gmail.com, yenlinita@gmail.com ABSTRAK Ekstrak Rumput Mutiara Hedyotis corymbosa mengandung senyawa polifenol dan flavonoid secara preklinis terbukti memiliki aktivitas untuk mengobati osteoarthritis dan arthritis reumatik dengan bantuan model hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas ekstrak rumput mutiara pada penderita osteoarthritis usia lanjut. Penelitian ini merupakan uji klinis fase 2, dengan metode double blind randomized control trial, telah disetujui oleh komite etik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesiadengan subyek yang memenuhi kriteria seperti berusia lebih dari 50 tahun, memiliki tanda dan gejala osteoarthritis, tidak memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal, serta tidak memiliki penyakit berat lainnya. Kapsul Ekstrak Rumput Mutiara diberikan satu kali sehari selama 8 minggu dan diberikan natrium diklofenak 50 mg dua kali sehari bila dirasakan nyeri dan dilakukan evaluasi sebelum dan sesudah terapi melalui pemeriksaan laboratorium dan roentgen, dan dilakukan pengawasan selama satu minggu serta evaluasi selama dua minggu menggunakan skala WOMAC dan VAS, serta penilaian efek yang timbul selama pemberian terapi. Subyek penelitian berusia 59.65 7.11 tahun dan pemberian kapsul ekstrak rumput mutiara tidak mempengaruhi fungsi ginjal maupun hati dalam pemakaian selama 8 minggu dan pemberian kapsul ekstrak rumput mutiara menurunkan nyeri yang dialami oleh peserta yang dinilai menggunakan skala VAS, WOMAC, dan pengurangan konsumsi diklofenak, dimana secara statistik, di dapatkan hasil bahwa pemberian ekstrak rumput mutiara berbeda signifikan saat sebelum dan sesudah pemberian p

ABSTRACT
A PILOT STUDY EFFECTIVENESS OF PEARL GRASS EXTRACT CAPSULES HEDYOTIS CORYMBOSA L. LAMK. ON GERIATRIC PATIENTS WITH OSTEOARTHRITIS Nita Sari Wijaya1, Anton Bahtiar1, Katrin11 Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok 16424Email anton.bahtiar gmail.com, yenlinita gmail.com ABSTRACT Pearl Grass Hedyotis corymbosa , contain a lot of flavonoid and polyphenol compounds that can be used to cure inflammatory diseases. On preclinical trial, pearl grass have been proven can cure osteoarthritis and rheumatoid arthritis on animals model. This study is to evaluate effectiveness of pearl grass extract on elderly patients with osteoarthritis. This is was clinical trial second phase, with double blind randomized control trial methods, and have been approved by ethics committee from Faculty of Medicine University of Indonesia with inclusion criteria, patients more than 50 years old, with sign and symptoms of osteoarthritis, doesn rsquo t have liver and renal insufficiently, and doesn rsquo t have another severe diseases and patients also already signed the informed consents before join this study. Capsules contains pearl grass extract and placebo have been given once daily everyday for 8 weeks and the participants also given sodium diclofenac 50 mg twice daily as emergency relief. Laboratory evaluation have been provided and x ray evaluation also have been provided before and after treatment to assess the improvement of the diseases. We also evaluated participants every weeks and assessed every two weeks with WOMAC and VAS scale, and effect that occurred in this treatment. Results of this study is, pearl grass extract was safe to consumed based on liver and renal function. Pearl grass extract effective to reduce pain using VAS and WOMAC scale p"
Lengkap +
2018
T49560
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Binar Sasono
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan terprogram dengan telerehabilitasi di rumah pada pasien obesitas dengan osteoartritis lutut terhadap skor visual analogue scale, indeks massa tubuh dan WOMAC. Penelitian ini adalah penelitian pre-post study pada pasien obesitas dengan osteoartritis lutut. Subjek penelitian melakukan serangkaian program latihan di rumah selama 28 hari. Sebelum program, terdapat penilaian awal dari psikolog dan ahli gizi. Selama program, terdapat teleedukasi, telemonitoring dan telekonsultasi dari dokter. Jumlah subjek penelitian sebesar 26 subjek perempuan. Skor visual analogue scale mengalami penurunan signifikan secara statistik pada setiap minggunya, hingga akhir minggu keempat dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<0,001). Skor indeks massa tubuh mengalami penurunan signifikan secara statistik pada akhir minggu keempat dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<0,001). Skor WOMAC mengalami penurunan signifikan secara statistik pada akhir minggu keempat dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<0,001). Analisis lebih lanjut pada seluruh komponen WOMAC pada kelompok intervensi meliputi nyeri, kaku dan fungsi fisik juga menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik (p<0,001). Latihan terprogram dengan telerehabilitasi di rumah terbukti secara statistik menurunkan skor visual analog scale, indeks massa tubuh dan WOMAC pada pasien obesitas dengan osteoartritis lutut.

This study aims to determine the effectiveness of programmed exercise with telerehabilitation at home in obese patients with knee osteoarthritis on visual analogue scale scores, body mass index and WOMAC. This research is a pre-post study in obese patients with knee osteoarthritis. Research subjects performed a series of exercise programs at home for 28 days. Before the program, there is an initial assessment from a psychologist and nutritionist. During the program, there is teleeducation, telemonitoring and teleconsultation from doctors. The number of research subjects was 26 female subjects. Visual analogue scale scores decreased statistically significantly every week, until the end of the fourth week compared to before the intervention (p<0.001). Body mass index scores decreased statistically significantly at the end of the fourth week compared to before intervention (p<0.001). WOMAC scores decreased statistically significantly at the end of the fourth week compared to before intervention (p<0.001). Further analysis of all WOMAC components in the intervention group including pain, stiffness and physical function also showed a statistically significant decrease (p<0.001). Programmed exercise with telerehabilitation at home has been statistically proven to reduce visual analog scale scores, body mass index and WOMAC in obese patients with knee osteoarthritis."
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library