Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Prita Wulandari
"Skripsi ini mencoba untuk menguraikan mengenai kerusuhan yang terjadi di Tambun pada bulan April 1869. Kerusuhan ini berawal dari rencana Ba Rama untuk menguasai tanah-tanah antara Citarum dan Cisadane, yang dikatakannya adalah milik nenek moyangnya dan telah disewakan kepada pemerintah. Untuk memperoleh dukungan dari penduduk, Ba Rama menjual jimat-jimat yang ampuh terhadap penyakit dan kegagalan panen. Selain itu ia juga mengelabui penduduk dengan mengatakan memperoleh dukungan dari bangsawan yang berpengaruh. la telah menyalahgunakan nama Raden Saleh. Pada pesta di Ratu Jaya yang diadakan bulan Maret 1869 yang diadakan oleh Ba Rama akan dipakai untuk memperoleh dukungan penduduk untuk melaksanakan rencananya. Sebagai imbalan penduduk dijanjikan akan dibebaskan dari kerja paksa dan pembayaran cukai. Sekaligus di tentukan bahwa Tambun, Depok dan Buitenzorg akan diserang dalam waktu yang lama. Namun hanya serangan ke Tambun saja yang berhasil. lni disebabkan karena adanya dendam penduduk Tambun terhadap tuan tanah Tambun, Ba Bairah."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S12753
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Wesly
"Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan) Program lnpres Bantuan Pembangunan Desa di Desa Tambun, Desa Jejakajaya dan Desa Sriamur Kecamatan Tambun, Kabupaten Dati II Bekasi serta faktor-faktor apa sebenarnya yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program dimaksud.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana penulis mencoba mendeskripsikan fenomena untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program Inpres Bantuan Pembangunan Desa di Kabupaten Dati II Bekasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program lnpres Bantuan Pembangunan Desa di Kecamatan Tambun Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi, dapat dikemukakan sebagai berikut :
Bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan menunjukkan korelasi yang cukup kuat dari faktor-faktor yang disebutkan dalam kerangka pemikiran sebelumnya yaitu nyata pada tingkat prosentase 75%, hal ini terutama terlihat pada alasan-alasan masyarakat desa yang rasional yaitu kebutuhan akan lapangan kerja, ruang gerak berpartisipasi dalam pembangunan, perbaikan tempat pemukiman, peningkatan usaha ekonomi masyarakat desa.
Sementara tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pelaksanaan pengguliran Dana Inpres Bantuan Pembangunan Masyarakat Desa secara faktual responden yang memberikan jawaban "Aktif berpartisipasi dan "Kadang-kadang" berpartisipasi nyata pada tingkat prosentase 67,5%, sedangkan responden yang menjawab "Jarang Sekali" adalah 32,5%. Dengan demikian hal yang dapat diidentifikasikan dari pengaruh partisipasi masyarakat tersebut adalah kebutuhan akan lapangan kerja, faktor kesadaran masyarakat cukup tinggi, keserasian lingkungan hidup dan pemukiman, peluang berpartisipasi dalam pembangunan.
Adapun partisipasi masyarakat dalam proses pemeliharaan proyek-proyek dari Dana Inpres secara faktual menunjukkan ?Sering" berpartisipasi dan "Kadangkadang" berpartisipasi berada pada prosentase 65% yang berarti berkorelasi positif dengan faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya, namun yang paling menonjol adalah kebutuhan lapangan kerja, kesadaran cukup tinggi dan lain-lain."
2000
T5472
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sutji Suharyanti
"Tanah, sebagai ruang sangat diperlukan manusia untuk meletakkan kegiatannya di atas muka bumi ini. Jumlah penduduk semakin meningkat maka kebutuhan akan tanahpun bertambah. Sedangkan jumlah tanah tetap, akibatnya tanah yang semula digunakan oleh satu keluarga sebagai alat produksi dengan adanya permintaan kebutuhan tanah melalui kegiatan pembangunan terjadi alih fungsi dari tanah tersebut.
Jenis penggunaan tanah pertanian yaitu sawah, mengalami perubahan menjadi jenis penggunaan tanah non pertanian yaitu perubahan atau industri.
Perubahan penggunaan tanah sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor yang pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan juga sebagai upaya peningkatan mutu kehidupan yang lebih baik.
Tambun, merupakan kecamatan yang dekat dengan Jakarta sehingga perkembangan Jakarta termasuk peningkatan jumlah penduduk ikut mempengaruhi terjadinya perubahan penggunaan tanah. Berdasarkan pengamatan dari 3 peta penggunaan tanah untuk beberapa periode sejak tahun 1900 sampai dengan tahun 1991. Pada tahun 1900 jumlah sawah 4.873 Ha dan di tahun 1991 berkurang 23,37% menjadi 3.734 Ha. Sedangkan penggunaan tanah untuk perubahan dan industri yang pada tahun 1900 belum tampak pada awal tahun 1991 ditemukan masing-masing 227 Ha dan 147 Ha.
Berdasarkan perubahan penggunaan tanah di atas timbul pertanyaan penelitian yaitu apakah perubahan penggunaan tanah tersebut mempengaruhi kualitas hidup. Dengan demikian tesis ini merupakan hasil penelitian tentang dampak perubahan penggunaan tanah terhadap beberapa faktor yang menentukan kualitas hidup. Kualitas hidup dalam penelitian ini adalah keadaan sosial dan keadaan ekonomi.
Keadaan sosial ditunjukkan dengan indikator dari upaya tiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi keperluan minum, mandi, cuci, dan penyediaan jamban keluarga (Samijaga) serta kondisi kesehatan keluarga yang dilihat dari penyakit yang diderita. Keadaan ekonomi ditunjukkan dari indikator pendapatan dan pengeluaran kepada keluarga yang mengalami perubahan penggunaan tanah.
Kemudian bertitik tolak kepada pemikiran bahwa perubahan penggunaan tanah mempunyai peran dalam kehidupan maka sehubungan dengan pertanyaan penelitian disusun hipotisis sebagai berikut :
1. Terdapat peningkatan kualitas hidup keluarga antara sebelum dan sesudah perubahan penggunaan tanah pertanian menjadi non pertanian.
2. Makin luas sawah yang dialihkan makin baik peningkatan kualitas hidup.
3. Faktor cara penggunaan uang hasil penjualan sawah berpengaruh baik terhadap kualitas hidup.
Pengambilan data penelitian dilakukan di tujuh desa di Kecamatan Tambun yaitu Jatimulya, Lambangsari, Mangunjaya, Mekarsari Setiadarma, Setiamekar, dan Tambun. Desa tersebut mengalami perubahan penggunaan tanah yaitu semula sawah kemudian beralih fungsi menjadi perumahan atau industri. Untuk itu telah dilakukan teknik wawancara terhadap sampel sebanyak 160 orang yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
Secara keseluruhan terjadi peningkatan kualitas hidup keluarga sesudah terjadinya perubahan sawah menjadi perumahan dan industri.
Sedangkan bila ditinjau dari masing-masing unsur yaitu jenis sawah, luas sawah yang dialihkan dan pola penggunaan uang hasil penjualan sawah. Peningkatan kualitas hidup lebih banyak dipengaruhi oleh luas sawah yang dialihkan dan pola penggunaan uang hasil penjualan. Sedangkan jenis sawah yang dialihkan mempunyai pengaruh yang tidak begitu berarti terhadap peningkatan tersebut.
Tujuan penelitian untuk mengetahui akibat dari perubahan penggunaan tanah pertanian yaitu sawah menjadi non pertanian seperti perumahan atau industri terhadap beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas hidup.
Penduduk di daerah penelitian dengan keikhlasan menjual sawah kepada pihak lain karena berbagai macam alasan yaitu pertama, kondisi tanah untuk sarana produksi kurang menghasilkan karena berbagai faktor antara lain sarana air tidak memadai; kedua di daerah penelitian termasuk wilayah yang dikembangkan oleh PEMDA Bekasi untuk perumahan dan industri; ketiga ternyata sawah sudah dikelilingi oleh bangunan sehingga secara teknis sulit dipertahankan. Berdasarkan alasan tersebut nnemberi peluang untuk sawah itu dijual dan kemudian dirubah penggunaannya.
Pada umumnya bekas pemilik sawah menggunakan,uang ganti rugi untuk membeli sawah di desa lain..Keadaan ini menunjukkan meskipun sudah ada wadah kehidupan lain di bidang usaha dagang atau sewa kamar ataupun
sebagai pegawai dan buruh pada pabrik maupun perusahaan perumahan, ternyata mereka masih belum dapat melepaskari ketergantungannya pada tanah yaitu sebagai petani."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Rachman
"Penelitian terhadap pola persebaran rumah dilakukan di Kecamatan Tambun Selatan yang termasuk dalam wilayah dengan keadaan perumahan dan kehidupan sosial yang beragam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik wilayah serta hubungan pola persebaran rumah dengan Pemilihan moda transportasi penduduk, dan dilakukan dengan survey lapangan dan wawancara terhadap responden, analisis keruangan dan statistik digunakan sebagai metode analisis. Proses terbentuknya pola perumahan teratur dan tak teratur. Perilaku komuter yang selalu melakukan perjalanan ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap pengembangan wilayah, baik wilayah tempat tinggalnya maupun wilayah tujuannya. Pergerakan yang dilakukan umumnya berasal dari pinggiran kota menuju pusat kota atau dari satu kota ke kota lainnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Tipologi Penglaju terhadap Pemilihan Moda Transportasi pada waktu puncak pagi dan sore di Stasiun Tambun. Alur pikir penelitian didasari oleh menemukan pola mobilitas penglaju Kelurahan Mekarsari yang bekerja di Kota Bekasi. Penduduk Kecamatan Tambun Selatan yang sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta, baik yang berada pada Perumahan Teratur maupun Perumahan Tak Teratur melakukan mobilitas jenis harian. Jarak mobilitas yang paling banyak terdapat pada penduduk yang berasal dari ketiga pola persebaran rumah 1 dan 2 kilometer. Perbedaan selanjutnya terdapat pada Pemilihan Moda Transportasi penduduk dari pola Perumahan Teratur yang lebih banyak menggunakan Ojek Online di Pagi Hari dan Sore Hari dibandingkan dengan Perumahan Tak Teratur.

Research on the pattern of distribution of houses was carried out in Tambun Selatan Subdistrict, which is included in the region with various housing conditions and social life. The study aims to determine the effect of the physical condition of the area and the relationship of patterns of distribution of houses with the selection of modes of population transportation, and carried out by field surveys and interviews with respondents, spatial analysis and statistics used as an analysis method. The process of forming regular and irregular housing patterns. Commuter behavior that always makes this trip indirectly affects the development of the region, both the area of residence and the destination area. Movements carried out generally originate from the suburbs to the city center or from one city to another.
The purpose of this research is to find out how the influence of commuter typology on the selection of modes of transportation during the peak morning and evening at Tambun Station. The thinking of the study is based on finding the pattern of commuters' mobility in Mekarsari Village who works in Bekasi City. The residents of Tambun Selatan Subdistrict, most of whom work as private employees, both in Regular Housing and Irregular Housing, conduct daily mobility. The most mobility distance is found in the population originating from the three patterns of distribution of houses 1 and 2 kilometers. The next difference is in the selection of the mode of transportation of the population from the Irregular Housing pattern which uses Ojek Online in the Morning and Afternoon Days more than the Irregular Housing.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moenadi Ali
"Salah satu yang melatarbelakangi penelitian interaksi bidan di desa dengan ibu hamil dan menyusui sebagai pengguna jasa di Kecamatan Tambun Utara adalah belum adanya penelitian mengenai masalah tersebut di lokasi penelitian sebagai daerah pinggiran kota Jakarta. Secara sosiologis Kecamatan Tambun Utara sebagai daerah pinggiran kota Jakarta merupakan daerah yang sedang dalam proses urbanisasi yang bukan hanya sekedar perpindahan penduduk dari desa ke kota, tetapi merupakan proses perubahan budaya urban. Tentu saja pola interaksi mereka, terutama kalangan ibu hamil dan menyusui sangat panting untuk diketahui, sehingga biasa dijadikan masukan terutama oleh para bidan di desa.
Masalahnya, hingga saat ini wawasan bidan di desa mengenai kemasyarakatan, terutama cara membangun pola interaksi ideal dengan masyarakat pengguna jasa jarang diberikan kepada mereka. Sehingga wawasan mengenai hal tersebut bisa saja "dibangun sendiri" oleh bidan desa berdasarkan pengalaman empiris.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memberikan gambaran mengenai pola interaksi antara bidan desa dengan ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Tambun Utara. Dalam gambaran tersebut dapat muncul pola interaksi kooperatif atau non.-kooperatif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam format studi kasus. Oleh karena itu, penelitian ini tidak menggunakan uji statistik. Angket digunakan untuk memperoleh_ data yang kerimudian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan kemudian dielaborasi secara kualitatif. Sedangkan daftar pertanyaan disusun untuk dijadikan pedoman wawancara dalam rangka memperoleh data-data kualitatif, yang dipadukan dengan data-data yang diperoleh dari angket.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: pertama, interaksi bidan di desa dengan ibu hamil dan menyusui termasuk ke dalam bentuk interaksi yang bersifat kerjasama, bukan persaingan, ataupun pertentangan. Oleh karena itu, kualitas kesehatan masyarakat Kecamatan Tambun Utara meningkat. Kedua; interaksi bidan di desa pada umumnya berlangsung atas inisiatif bidan di desa sendiri yang menyadari bahwa tugas mereka perlu dukungan dari masyarakat.
Ketiga, berbagai perlengkapan pendukung kegiatan bidan di desa, seperti Polindes, bidan kit (seperangkat slat bidan untuk menolong persalinan), sangat kurang padahal hal itu dapat membantu bidan meningkatkan kinerja di mana kinerja bidan yang baik akan menyebabkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat, dengan demikian reward akan diperoleh baik oleh bidan di desa maupun masyarakat itu sendiri. Keempat, berbagai konflik yang terjadi di masyarakat dapat menyebabkan bidan di desa tidak mampu mengoptimalkan Polindes yang ada, kondisi itu tentu saja membuat keberhasilan program kesehatan masyarakat agak terhambat."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12492
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Batubara, Risa Widiani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Safa bertujuan untuk memahami fungsi dan peranan apoteker dalam mengelola apotek secara professional dan memahami pengelolaan di apotek secara menyeluruh. Tugas dan fungsi apotek adalah sebagai berikut yaitu tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah sarana farmasi yang melakukan pengubahan bentuk dan penyerahan obat atau bahan obat sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata dan sarana pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya. Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan obat di Apotek Safa terdiri dari pelayanan resep pelayanan non resep swamedikasi dan komunikasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul analisis pengadaan obat secara pareto abc di apotek safa periode Januari - Juni 2011 dan Januari - Juni 2012. Tugas khusus ini bertujuan untuk dapat menganalisis konsep pengadaan barang secara pareto di Apotek Safa berdasarkan omzet penjualan yang diberikan dari dua periode yang berbeda yaitu periode Januari - Juni 2011 dan periode Januari - Juni 2012.
Kata Kunci Apotek Safa obat paretoTugas Umum

Practice Pharmacists in Pharmacy Profession Safa aimed at understanding the function and role of the pharmacist in managing a pharmacy in a professional and understand the overall management of the pharmacy. Duties and functions of pharmacies are as follows where the devotion of the profession of a pharmacist who had uttered the oath pharmaceutical facilities make changes shape and delivery of drugs or drug ingredients pharmaceuticals distributor facilities must deploy the necessary drugs are widespread and equitable society and service facilities information regarding pharmaceuticals to the public and other health professionals. Pharmacy services is a form of service and professional pharmacist directly responsible for improving the quality of life of patients Safa drug services in pharmacy prescription service consists of service non prescription swamedikasi and communication. Given a special assignment called a Pareto analysis of drug procurement abc in the pharmacy safa period January to June 2011 and from January to June 2012. This particular task aims to analyze the concept of a Pareto procurement in pharmacy Safa based sales turnover given from two different periods namely the period from January to June 2011 and the period from January to June 2012
Keyword Safa pharmacy medicine paretoGeneral Duties
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library