Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 162 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London: Stock Exchange, 1994
R 332.632 2 STO
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Sjahrir
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995
332.642 SJA t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nindyo Pramono
Bandung: Citra Aditya Bakti, 2001
332.6 NIN s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Stapley, Neil F.
Cambridge, UK: Woodhead-Faulkner, in association with Laing & Cruickshank , 1986
332.642 41 STA s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Adler Haymans, 1961-
"ABSTRAK
Sejak Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijaksanaan dalam bidang keuangan terutama yang berkaitan dengan pasar modal pada tahun 1988 seperti deposito dikenakan pajak, pihak asing dapat membeli saham di Bursa Efek Jakarta, dan keringan dalam pendaftaran di Bursa Efek Jakarta (Usman, 1989), maka Bursa Efek Jakarta sangat berkembang. Saat ini perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta ada sekitar 240 perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar sekitar Rp. 150 trilliun. Bagi para ekonom, pengusaha dan analis indeks BEJ telah menjadi sebuah leading indikator dalam perekonomian Indonesia. Disamping itu, perdagangan Bursa Efek Jakarta hampir 70 persen berasal dari investor asing. Bahkan kenaikan dan penurunan BEJ selalu dikaitkan dengan situasi bursa yang sudah maju yang terdapat di negara-negara maju bahkan diduga bahwa keterkaitan tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang. Ketiga hal tersebut menjadi pembahasan dalam studi ini.
Dalam menganalisis hal tersebut, studi ini akan menggunakan teknik akar-akar unit untuk melihat keacakan dari variabel makro tersebut. Metode regressi digunakan dalam menganalisis variabel makro yang menjelaskan indeks BFJ dan juga faktor investor asing tersebut. Keterkaitan antar bursa dalam jangka pendek atau jangka panjang menggunakan model kesalahan koreksi (error correction model).
Variabel makro merupakan variabel yang selalu diperhatikan pemerintah dalam rangka memutuskan kebijakan untuk memperbaiki situasi ekonomi. Dalam hal bursa saham, pemerintah perlu meniperhatikan variabel makro tingkat bunga, kurs dollar, transaksi beijalan, perubahan uang beredar dan inflasi. Karena kelima variabel tersebut yang signifkan menjelaskan indeks BEJ. Variabel pedapatan perusahaan juga signifikan menjelaskan indeks BEJ.
Pengaruh investor asing cukup mempunyai peranan besar dalam perdangan di BEJ. Pemerintah sebaiknya melepas kebijakan 49 persen asing dapat membeli saham di BEJ. Neto volume saham pembelian asing pada bulan akan mempunyai dampak negatif empal bulan kemudian.
Bursa saham New York yang menggunakan indeks Dow-Jones dan bursa saham Hongkong dengan indeks Hangseng signifikan menjelaskan variasi indeks BEJ. Tetapi, indeks Nikkei tidak signifikan menjelaska variasi indkes BEJ. Ketiga indeks bursa yang maju tersebut mempunyai kointegrasi dalam jangka pendek.
Studi ini menggunakan periode waktu yang cukup pendek yaitu January 1989 sampai dengan September 1995. Oleh karenanya, hasilnya kemungkinan akan berbeda bila menggunakan periode yang lama lagi. Pada sisi lain, studi ini belum memasukkan faktor volatility dimana dapat menggunakan metode GARCH dan ARCH dalam analisisnya. Walaupun demikian hasil studi ini sudah memberikan titik awal mengenai penelitian pasar modal yang mengkaitkannya dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Munandar
"Telah dilakukan penelitian untuk menguji signifikansi pengaruh Market Beta, Size Perusahaan, Prospek Perusahaan, Tingkat Financial Leverage, Proporsi Kepemilikan Investor Asing, Sektor Industri, dan Periode Tahun, terhadap return saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEd) selama kurun waktu tahun 1997-2001.
Analisis data dengan metoda Ordinary Least Square (OLS), setelah melalui berbagai pengujian dan treatment yang diperlukan untuk mernastikan bahwa model yang disusun telah memenuhi asumsi-asumsi metoda OLS, sampai pada kesimpulan bahwa variabel-variabel Market Beta, Size Perusahaan, Prospek Perusahaan, Tingkat Financial Leverage, Proporsi Kepemilikan Investor Asing, Sektor Industri, dan Periode Tahun secara bersama-sama mampu menjelaskan 98,85% dari variasi return saham-saham yang diperdagangkan di BEJ pada tahun 1997-2001.
Di sisi lain, ditemukan bahwa variabel-variabel yang secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return adalah market beta, variabel dummy untuk sektor-sektor industri Agriculture, Miscellaneous Industry, Consumer Goods, Infrastructure, serta variable dummy untuk seluiuh periode tahun. Namun demikian, pengaruh market beta terhadap return ternyata berbeda dari teori dan hipotesis yang ada, yaitu negatif (seharusnya positif). Adanya hasil ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk mencari dan mengklarifikasikan penyebabnya. Sementara itu, Sektor Agriculture ternyata memberikan return yang relatif lebih rendah dibandingkan sektor-sektor lain. Sedangkan return saham pada tahun 1998 relatif paling rendah jika dibandingkan dengan tahun-tahun lain dalam periode yang diteliti, dan return saham pada tahun 1999 relatif paling tinggi.
Sebaliknya, variabel-variabel size perusahaan, prospek perusahaan, tingkat financial leverage, proporsi kepemilikian investor asing, Berta variabel dummy untuk sektor-sektor industri Mining, Basic Industry, Property, dan Finance, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham-saham yang tercatat di BEJ tahun 1997-2001."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T20181
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irvan Helmi
"Investasi pasar modal adalah investasi berupa surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan seperti saham, obligasi, waran, kontrak opsi saham dan surat berharga lainnya [INV2005]. Untuk selanjutnya surat berharga akan disebut sebagai instrumen pasar modal. Dari sudut investor, manfaat dari investasi adalah untuk mendapatkan pengembalian hasil investasi. Sedangkan dari sudut institusi yang mendapatkan dana, investasi bermanfaat untuk menambah modal usaha demi mengembangkan perusahaannya. Untuk menarik investor perlu dihadirkan instrumen pasar modal yang menarik dan saling menguntungkan. Kontrak Opsi Saham (KOS) merupakan instrumen pasar modal yang baru diterapkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada Oktober 2004 silam. KOS adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli/menjual saham acuan (saham yang tertera dalam kontrak tersebut) pada harga (harga strike) dan dalam jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak tersebut. KOS merupakan produk derivatif dari saham, karena didalam KOS menyebutkan hak untuk membeli/menjual saham acuannya. Nilai KOS ditentukan oleh lima parameter yaitu nilai saham, harga strike, sisa waktu berlaku, volatilitas nilai saham acuan dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia. Pada tugas akhir ini penulis mencoba untuk memvisualkan pergerakan nilai KOS (grafik tiga dimensi) terhadap setiap perubahan nilai pada parameter penentu nilai KOS, sehingga perilaku nilai KOS terhadap setiap perubahan parameter tersebut dapat terlihat. Dalam menentukan nilai KOS, penulis menggunakan formula Black- Scholes. Selain visualisasi nilai KOS, penulis juga memvisualkan grafik profit/loss yang berguna untuk melihat potensi keuntungan/kerugian suatu strategi dasar perdagangan KOS (grafik dua dimensi) terhadap perubahan harga saham acuan. Pada tugas akhir ini akan dijabarkan kesimpulan yang merupakan karakteristik dari formula Black-Scholes. Karakteristik ini didapat dari hasil analisa visualisasi yang dihasilkan oleh aplikasi yang dibuat. Kesimpulan mencakup relasi antara parameter dan kecenderungan nilai KOS yang dihasilkan formula Black-Scholes terhadap perubahan nilai parameter. Dalam pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan bahasa pemrograman JavaTM dengan tambahan library Java3DTM yang diimplementasikan diatas AppletTM. Hal ini penulis maksudkan agar aplikasi ini dapat diakses dengan mudah."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Schabacker, R. W. (Richard Wallace), 1899-1935
London: Financial Times Management, 1994
332.6 SCH s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Cooper, Geoffrey
London: Butterworth, 1971
346.42 COO l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Maretha Rizkie Sitta Devi
"Skripsi ini membahas mengenai pola pemilihan pendanaan perusahaan yang dikaitkan dengan pertumbuhan perusahaan berdasarkan Pecking Order Theory pada perusahaan sektor nonkeuangan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2002 s.d. tahun 2013.
Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan yang diperoleh dari Thomson Reuters Eikon dan situs resmi Bursa Efek Indonesia dengan teknik estimasi berdasarkan Ordinary Least Squares (OLS).
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan sektor nonkeuangan lebih memilih menggunakan pendanaan eksternal berupa penerbitan saham dan utang dalam pemenuhan kebutuhan investasi daripada pendanaan internal. Oleh karena itu, pola pemilihan pendanaan perusahaan sektor nonkeuangan di Indonesia tidak sesuai dengan Pecking Order Theory.

This undergraduate thesis discusses about the pattern of firm’s financial choices associated with firm growth based on the Pecking Order Theory in non-financial firms that have been listed in Indonesia Stock Exchange from year 2002 to 2013.
The sample in this study was obtained by the use of purposive sampling method and used secondary datas from financial statements and annual reports obtained from Thomson Reuters Eikon and the official website of the Indonesia Stock Exchange. The estimation techniques used in this study was based on Ordinary Least Squares (OLS).
The results of this study showed that most of non-financial
firms prefer to use external financing (by issuing stock and debt) to internal financing in terms of financing their businesses. Therefore, the pattern of firm’s financial choices of non-financial firms in Indonesia isn’t in accordance with the Pecking Order Theory.;;"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S58206
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>