Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"In this research was carried out geophysical investigation using geolictric resistivity measuremnts and geological mapping conducted in purpose to know form, distribution and depth of basenent in Aloban Basin include its level of uranium mineralization..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986
499.25 STR (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Palloan, Otniel Junior
"Pulau Sumatra berada di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, menghasilkan tubuh-tubuh granit di sepanjang pesisir barat pulau. Kompleks Granit Sibolga diketahui mengandung UTJ, khususnya jenis LREE, yang penyebarannya dikontrol oleh tipe batuan, evolusi magma, hingga proses deformasi tektonik. Untuk memahami mekanisme deformasi yang bekerja pada daerah penelitian, dilakukan analisis data struktural di lapangan, mikrostruktur batuan melalui metode petrografi, serta analisis fabrik mineral magnetik menggunakan metode Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS). Mikrostruktur mineral menyimpan rekaman deformasi yang terjadi sejak tahap magmatik hingga solid-state, sedangkan fabrik magnetik dari analisis AMS merepresentasikan orientasi strain yang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme deformasi yang berkembang pada Kompleks Granit Sibolga. Hasilnya ditemukan fabrik primer yang terekam pada lineasi magnetik, dan fabrik sekunder pada foliasi makroskopis dan foliasi magnetik. Deformasi pada KGS terjadi pada fase syn-emplacement dengan mekanisme piecemeal subsidence, menyebabkan intrusi terjadi secara bertahap. Sementara pada fase post-emplacement terjadi pada kondisi brittle pasca pengangkatan batuan, membentuk struktur berupa sesar, boudinage, kekar, microfracture, dan veinlet.

The island of Sumatra lies within a subduction zone between the Indo-Australian Plate and the Eurasian Plate, resulting in the formation of granitic bodies along the island’s western margin. The Sibolga Granite Complex is known to contain REEs, particularly Light Rare Earth Elements (LREEs), whose distribution is controlled by rock type, magmatic evolution, and tectonic deformation processes. To understand the deformation mechanisms operating in the study area, this research employs structural data analysis in the field, petrographic analysis of rock microstructures, and magnetic mineral fabric analysis using the Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS) method. Mineral microstructures preserve records of deformation spanning from the magmatic to the solid-state stages, while magnetic fabrics derived from AMS analysis represent the orientation of the strain experienced. This study aims to reveal the deformation mechanisms that developed within the Sibolga Granite Complex. The results indicate the presence of primary fabric recorded in magnetic lineation and secondary fabric observed in macroscopic and magnetic foliation. Deformation within the complex occurred during the syn-emplacement phase through a piecemeal subsidence mechanism, resulting in a gradual intrusion process. Meanwhile, the post-emplacement phase was characterized by brittle deformation following rock uplift, leading to the formation of structures such as faults, boudinage, joints, microfractures, and veinlets."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Henry
"Penerapan teknologi modern dalam sistem produksi nelayan seiring pembangunan ekonomi mengimbaskan perubahan struktural. Ketidak sesuaian bentuk teknologi tangkap ikan (fishing gear technology) yang diaplikasikan nelayan ternyata merupakan sebab utama tidak optimalnya tingkat produksi ikan yang dieksplorasi. Selain itu, penempatan nelayan tradisional semata-mata sebagai obyek bantuan dan sasaran pembangunan karena tidak dilibatkan sepenuhnya dalam proses perencanaan pembangunan ditengah lingkup persaingan perebutan sumber daya perikanan yang semakin terbatas potensinya, turut pula sebagai penyumbang dilema terikatnya komunitas nelayan dalam lingkaran kemiskinan dan statusquo.
Pilihan teknologi "bagan boat" yang diterapkan dalam moda penangkapan ikan nelayan Kecamatan Sibolga merupakan suatu bentuk keberdayaan komunitas sosial, dimana sinergi ke-magnitude-an teknologi memiliki efek terhadap dinamika ekonomi dan tingkat kesejahteraan nelayan, dan melahirkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat pantai.
Pengkajian kerangka pemikiran penelitian didasarkan atas teori moderninasi dan perubahan sosial dari aliran struktural fungsional sebagai kerangka untuk menjelaskan hubungan pilihan teknologi nelayan dengan perubahan struklur sosial ekonomi masyarakat pantai. Metode pengumpulan data utama ditempuh dengan teknik survey dan wawancara semi terbuka. Sedangkan data sekunder ditelaah dari naskah dan dokumen yang berkaitan dengan obyek penelitian.
Hasil analisis data penelitian menawarkan kesimpulan sebagai berikut: pertama pilihan teknologi `bagan boat" oleh nelayan ternyata mampu meningkatkan pengetahuan nelayan tentang prasyarat teknologi yang diaplikasikan, serta merasionalkan nilai dan prilaku kerja nelayan dengan penerapan prinsip manajemen dalam proses produksi, kedua perubahan teknologi memiliki dampak sosial ekonomi diantaranya:
(a) melebarnya rentang kesenjangan ekonomi karena distribusi penghasilan yang timpang antara nelayan pemilik alat produksi dan nelayan non-pemilik,
(b) dominasi kelompok nelayan pemilik dalam relasi kega melemahkan daya tawar (bargaining position) nelayan non-pemilik, karena tidak berfungsinya mekanisme pasar dan aturan bagi basil, serta belum eksisnya peran lembaga sosial ekonomi dalam jaringan pemasaran perikanan laut,
(c) meningkatnya intensitas materialisme budaya dalam hubungan antar lapisan sosial masyarakat pantai,
(d) bertambahnya kausal potensi konflik pada masyarakat pantai karena peningkatan kuantitas pengeksplorasi perairan tradisional berpotensi sebagai penyulut disintegrasi sosial akibat perebutan pangsa (domain) yang terbatas oleh sifat pertumbuhan sumber daya perikanan (aquatic resources) yang bersifat alamiah dan tak terekayasa (unrenewable), dan ketiga implikasi modernisasi alat produksi memperjelas fungsi-fungsi jaringan kelembagaan sosial ekonomi dalam memaksimalkan produktivitas pengadopsi teknologi. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library