Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yulianto
"Formasi Patchawarra terdapat pada Cekungan Cooper, Australia, merupakan salah satu formasi yang memiliki reservoir untuk gas dan minyak. Pertimbangan dilakukannya penelitian dalam formasi ini adanya data yang memberikan petunjuk mengenai keberadaan reservoir, khususnya batupasir untuk didapatkan pemodelan fasies untuk batupasir itu sendiri.
Proses yang dilakukan dalam tahapan penelitian dimulai dengan evaluasi formasi secara vertikal dengan datadata sumur bor, yang kemudian di hubungkan dengan data lateral berupa atribut seismik, dalam hal ini digunakan 4 atribut, yaitu, RMS Amplitude, Relative Acoustic Impedance, Thin Bed Indicator, Instantaneous Frequency, yang masing masing memiliki karakteristik dan fungsi masing masing.
Inversi seismik dilakukan untuk memberi pengamatan lebih detil mengenai penyebaran (kemenerusan horison) dan membandingkan nilai impedansi reservoir data sumur dengan data seismik secara lateral. Selain itu evaluasi formasi dilakukan untuk mendapatkan nilai properties bawah permukaan yang nantinya digunakan juga dalam pemodelan.
Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini, Reservoir yang menjadi target penelitian ini memiliki lingkungan pengendapan yaitu fluvial dengan tipe sungai meandering, sedangkan bagian lain yang memiliki kandungan batubara yang cukup tebal merupakan back swamp bagian dari sistem fluvial yaitu meandering. Jadi Fungsi seismik atribut, inversi seismik, dan dikombinasikan dengan evaluasi formasi, dapat dipakai sebagai dasar dalam pemodelan fasies dan properties.

Patchawarra formation is part of Cooper Basin, Australia, is one that has a reservoir for gas and oil. Consideration of doing research in this formation for the data that give clues about the presence of the reservoir, particularly sandstones to be obtained for facies modeling itself.
Processes are carried out in the research stage begins with the formation of vertically evaluation with drill wells data, which are then connected with the data in the form of lateral seismic attributes, in this case using four attributes, RMS amplitude, Relative Acoustic Impedance, Thin Bed Indicator, Instantaneous Frequency, which each have their own characteristics and functions.
Seismic inversion is done to provide more detailed observations about the spread (continuity of the horizon) and comparing the impedance values reservoir the well data with seismic data laterally. Besides formation evaluation done to get the value of properties below the surface that will be used also in modeling.
The conclusion of this study, reservoir target of this research has fluvial depositional environment is the type of meandering rivers, while other parts have a fairly thick coal deposits is back swamp is part of a meandering fluvial system. So the function of seismic attributes, seismic inversion, and combined with the formation evaluation, can be used as a basis for facies modeling and properties.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
T44691
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfaidhul Akbar
"[ABSTRAK
Formasi Toolachee memiliki penyebaran yang sangat luas di Cekungan Cooper.
Padahal ketebalan Formasi Toolachee tidaklah begitu tebal dengan rata-rata
ketebalan berkisar hingga 300 m. Proses sedimentasi Fm. Toolachee secara
regional berupa fluvial (meandering) dengan urutan batuan berupa batupasir,
batulempung, batulanau, dan batubara. Batupasir Fm. Toolachee memiliki
porositas yang sedang hingga bagus, sehingga dapat bertindak sebagai reservoir
yang terbukti mengalirkan gas pada Sumur Meranji-1. Dengan asumsi bahwa
penyebaran Fm. Toolachee luas dan terendapkan di semua daerah penelitian,
seharusnya ditemukan juga kandungan hidrokarbon pada dua sumur lainnya, yaitu
Cooba-1 dan Pelican-5. Kenyataannya, Cooba-1 dan Pelican-5 tidak ditemukan
kehadiran hidrokarbon, sekalipun Fm. Toolachee masih terbentuk disana.
Hipotesis yang diangkat adalah bahwa ada kontrol stratigrafi yang berpengaruh
terhadap akumulasi hidrokarbon pada Fm. Toolachee. Dari hasil analisis sumur
dan seismik yang dibantu dengan atribut seismik dan inversi seismik ditemukan
adanya perubahan fasies pada zona reservoir di Meranji-1. Zona reservoir terlihat
tidak memiliki kemenerusan antara Meranji-1, Cooba-1 dan Pelican-5. Penelitian
ini menghasilkan penyebaran fasies secara lateral dan vertikal pada Fm.
Toolachee. Oleh karena itu, sumur-sumur selanjutnya diharapkan mengikuti pola
penyebaran fluvial dari batupasir zona target.

ABSTRACT
Toolachee Fm has widespread deposition which is formed widely in Cooper
Basin. Although, Toolachee Fm is thin bed formation with thickness averaging
300-400m only. Sedimentation process in Toolachee Fm is controlled by fluvial
system which is formed in meandering depositional environment with lithology
consists of sandstone, shale, siltstone, and coal. Sandstone of Toolachee Fm has
moderate to good porosity, therefor it can act as reservoir which is proven by
flowing gas in Meranji-1 well. Based on assumption of widespread depositional of
Toolachee Fm, hydrocarbon accumulation shall be found in two wells, Cooba-1
and Pelican-5. In fact, Cooba-1 and Pelican-5 do not encounter significant
hydrocarbon in Toolachee Fm. Hypotehsis were made that stratigraphy has an
important influence of hydrocarbon accumulation in Toolachee Fm. Study result,
from integrated study well and seismic interpretation which is supported by
seismic stratigraphy, attribute seismic and seismic inversion, show facies change
in Toolachee resulting truncated sand body. This study produces a comprehensive
facies distribution both laterally and vertically. Therefor, next well should be
drilled along channel geometry, Toolachee Fm has widespread deposition which is formed widely in Cooper
Basin. Although, Toolachee Fm is thin bed formation with thickness averaging
300-400m only. Sedimentation process in Toolachee Fm is controlled by fluvial
system which is formed in meandering depositional environment with lithology
consists of sandstone, shale, siltstone, and coal. Sandstone of Toolachee Fm has
moderate to good porosity, therefor it can act as reservoir which is proven by
flowing gas in Meranji-1 well. Based on assumption of widespread depositional of
Toolachee Fm, hydrocarbon accumulation shall be found in two wells, Cooba-1
and Pelican-5. In fact, Cooba-1 and Pelican-5 do not encounter significant
hydrocarbon in Toolachee Fm. Hypotehsis were made that stratigraphy has an
important influence of hydrocarbon accumulation in Toolachee Fm. Study result,
from integrated study well and seismic interpretation which is supported by
seismic stratigraphy, attribute seismic and seismic inversion, show facies change
in Toolachee resulting truncated sand body. This study produces a comprehensive
facies distribution both laterally and vertically. Therefor, next well should be
drilled along channel geometry]"
2015
T44640
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiryasumantri
"Pada lapangan Meranji terdapat tiga sumur yang ketiganya menembus formasi Namur, tetapi hanya sumur Meranji-1 yang mengalirkan hidrokarbon minyak dari formasi Namur. Kebutuhan mengenai informasi geologi regional menjadi dasar atau batasan berpikir penulis sekaligus acuan dalam memetakan persebaran fasies pada lapangan ini. Sebagai dasar dalam pembuatan model properti batuan, perkembangan fasies perlu diketahui secara rinci dengan menggunakan pendekatan data geologi regional, data seismik, data sumur, dan juga data pendukung lainnya. Pemodelan dan karakterisasi reservoar di lapangan Meranji pada formasi Namur meliputi distribusi fasies dan distribusi properti reservoar di formasi tersebut. Persebaran batupasir dan persebaran properti reservoar Namur secara lateral dipandu oleh atribut seismik dan impedansi akustik hasil inversi seismik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa unit batupasir yang paling tebal, morfologi chanel yang terpotong atau tidak menerus atau tidak berkembang ke sumur Cooba-1 dan Pelican-5, arah pengendapan chanel fasies batupasir dari timur laut menuju ke barat daya berkumpul ke sumur Meranji-1 dan persebaran lateral AI yang rendah membentuk suatu lensa yang menipis, kemungkinan tidak berkembang ke arah dua sumur lainnya, analisis ini mendukung hipotesa mengapa hanya pada sumur Meranji-1 mengalir hidrokarbon.

On Meranji field there are three wells penetrated Namur Formation, but only Meranji-1 well that drain oil hydrocarbons from the Namur Formation. The needs of the regional geological informations as author references or limitations to map the distribution of facies in this field. As a basis for modeling properties of rocks, facies development needs to be known in detail by using a regional geological data, seismic data, well data, as well as other supporting data. Modeling and reservoir characterization in Meranji field in Namur formations include the distribution of facies and reservoir properties distribution in Namur formation. Distribution of sandstones facies and reservoir properties laterally guided by seismic attributes and seismic acoustic impedance inversion results. Modeling results indicate that the unit sandstone thickest, morphology channels are truncated or not continuous or does not develop into a well Cooba-1 and Pelican-5, direction of deposition of sandstone facies channel from the northeast toward southwest converge into well Meranji-1 and distribution of lower AI laterally forming a lens thinning, may not evolve towards two other wells, this analysis supports the hypothesis why only on Meranji-1 well flowed hydrocarbons."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T52047
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfajrian
"Lapangan Salemba dan Depok adalah lapangan gas yang berada di daerah Selat Madura. Pada dua sumur eksplorasi telah ditemukan akumulasi hidrokarbon gas pada Formasi Lidah yang berumur Plio-Pleistocene. Formasi Lidah didaerah studi ini diinterpretasikan sebagai sistem pengendapan channel. Permasalahan yang muncul dalam menganalisa data seismik untuk mengetahui geometri dari channel sendiri adalah adanya lapisan tipis yang tidak terdeteksi dan batas kontinuitas pelapisan yang kurang jelas. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih baik untuk analisa data seismik agar masalah tersebut dapat diatasi.
Dalam tesis ini, analisa data seismik metode dekomposisi spektral dengan algoritma Continuous Wavelet Transform (CWT) digunakan karena hasilnya dapat memberikan gambaran yang lebih baik dalam penyebaran ketebalan dan diskontinuitas geologi. Selain itu juga digunakan metode inversi seismik untuk mengetahui penyebaran impedansi akustik yang merupakan sifat fisis batuan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa metode dekomposisi spektral dan inversi seismik telah berhasil membantu dalam mendeliniasi geometri channel Formasi Lidah. Penampang dekomposisi spektral merepresentasikan ketebalan dan diskontuniuitas geologi dari reservoir batupasir Formasi Lidah. Distribusi frekuensi pada reservoir direpresentasikan pada nilai frekuensi 10, 20, dan 30 Hz. Pada inversi seismik, penampang impedansi akustik merepresentasikan litologi bawah permukaan. Distribusi impedansi akustik pada reservoir mempunyai nilai rata-rata 15000 - 19700 ((ft/s)*(g/cc)), sedangkan pada non-reservoir mempunyai nilai impedansi akustik lebih dari 19700 ((ft/s)*(g/cc)).

Salemba and Depok fields are a gas field which located in the Madura Strait. Two exploration wells have been discovered hydrocarbons accumulation of gas in the Lidah Formation aged Plio-Pleistocene. Lidah Formation in the study area was interpreted as channel depositional environment. The problem that then arises in analyzing seismic data to predict the channel geometry is undetected thin layer and unclear reservoir continuity. Therefore, the better method to analyze the seismic data is needed to solve the problem.
In this thesis, seismic data analysis spectral decomposition method with Continuous Wavelet Transform (CWT) is used because the results can provide a better map of the thickness distribution and geological discontinuities. This thesis is also used seismic inversion method to know the acoustic impedance distribution as the physical properties of rocks.
The result of this study shows that the spectral decomposition method and seismic inversion has helped to delineate the channel geometry of Lidah Formation. The section of spectral decomposition represents thickness and geological discontinuity in Lidah Formation. Frequency distribution in the reservoir has an average of 10, 20, and 30 Hz. In the seismic inversion, the section of acoustic impedance represents the subsurface lithology. Acoustic impedance distribution in the reservoir has an average of 15,000 - 19,700 ((ft/s)*(g/cc)), whereas in nonreservoir having an acoustic impedance more than 19,700 ((ft/s)*(g/cc)).
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
T35534
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Anshariy
"[ABSTRAK
Lapangan Athar mulai berproduksi sejak tahun 1975 dengan produksi kumulatif mencapai 900 MMbbls dan RF 50%. Pada tahun 2011 dilakukan akuisisi seismik 3D untuk melihat remaining potential yang ada di lapangan ini. Analisa seismik 3D dengan atribut seismik dan inversi simultan memberikan hasil yang cukup baik untuk menentukan penyebaran batupasir dan hidrokarbon yang ada di dalam nya. Volume densitas hasil inversi, atribut minimum amplitude, dan atribut arc length membantu dalam mengidentifikasi penyebaran reservoar. Lambda-Rho dan AI membantu dalam mengidentifikasi area-area yang mengandung hidrokarbon. Interpretasi struktur di seismik menunjukkan adanya sesar minor, yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada seismik 2D. Hasil analisa seismik digunakan dalam pembuatan 3D geomodel. Penentuan batas channel, dan area hidrokarbon di dipandu hasil dari analisa seismik dan data sumur. Empat tubuh channel teridentifikasi dari analisis tersebut, sementara overbank deposit disebarkan secara statistik. Data interpreasi struktur digunakan untuk menentukan jumlah segmen atau kompartemen, dan hasilnya adalah lima segmen selatan dan satu segmen utara terdapat di zona dangkal Lapangan Athar. Hasil pemodelan geologi menunjukkan bahwa segmen 5 menjadi area yang masih memiliki prosepek untuk produksi minyak, sementara segmen 2 memiliki prospek untuk produksi gas.

ABSTRACT
Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to identify the remaining potential in this field. Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are minor faults which is not identified before with 2D seismic. The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of segment or compartment, and the result are five segments in the south and one segment in the north identified in the shallow zone Athar Field. The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in oil production, whilst segment 2 has prospect in gas production.;Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative
production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to
identify the remaining potential in this field.
Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a
good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density
cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used
to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the
remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are
minor faults which is not identified before with 2D seismic.
The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit
determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and
well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit
distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of
segment or compartment, and the result are five segments in the south and one
segment in the north identified in the shallow zone Athar Field.
The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in
oil production, whilst segment 2 has prospec in gas production, Athar Field start producing since 1975 up to now with cummulative
production reached 900 MMbbls and RF 50%. 3D seismic was acquired in 2011 to
identify the remaining potential in this field.
Analysis of 3D seismic with attribute and simultaneous inversion provide a
good result to determine reservoar distribution and hydrocarbon contained. Density
cube from inversion, minimum amplutide attribute, anda arc length attribute are used
to map the sand distribution. Lambda Rho and AI (Ip) are usefull to identify the
remaining hyrocarbon area. Structural interpretation from seismic shows there are
minor faults which is not identified before with 2D seismic.
The result of the analysis was used to create 3D Geomodel. The channel limit
determination, and remaining hydrocarbon area guided by analysis from seismic and
well data. As a result, four channel bodies were identified, whilst overbank deposit
distributed statistically. Structural interpretation data used to determine the number of
segment or compartment, and the result are five segments in the south and one
segment in the north identified in the shallow zone Athar Field.
The result of geological modeling shows that segment 5 still has prospect in
oil production, whilst segment 2 has prospec in gas production]"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T44190
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita
"Penelitian mengenai identifikasi reservoar karbonat telah dilaksanakan pada lapangan Uli, Formasi Baturaja, Cekungan Jawa Barat Utara. Formasi Baturaja tersusun atas litologi batu karbonat sisipan batulempung dan lapangan Uli merupakan karbonat tight namun terbukti menghasilkan hidrokarbon. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data seismik 2D multi vintage dan data sumur. Penggunaan data seismik multivintage menyebabkan perbedaan fasa, amplitudo dan waktu, oleh sebab itu sebelum masuk ke tahap inversi perlu dilakukan tahap pre-conditioning data, untuk menyeimbangkan perbedaan tersebut.
Pada studi ini, inversi seismik yang digunakan adalah CSSI Constrained Sparse Spike Inversion . CSSI merupakan salah satu jenis inversi post-stack yang menggabungkan inversi model based dan inversi sparse spike. Sifat batuan karbonat yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah tingkat keheterogenitas yang terlihat dari porositasnya. Porositas karbonat tidak tergantung pada diagenesis batuan tersebut, oleh sebab itu porositas batuan karbonat termasuk porositas sekunder. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya porositas sekunder tersebut.
Hasil cross plot menunjukkan nilai impedansi akustik yang tinggi, densitas yang tinggi, porositas yang rendah, dan nilai Vp yang sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter reservoar karbonat, dalam hal ini porositas batuan karbonat yang mempengaruhi zona target yang berupa reservoar tight dapat menghasilkan hidrokarbon. Litologi karbonat dengan densitas tinggi, dapat menjadi reservoar yang baik, hal ini disebabkan oleh tipe porositas zona target yaitu porositas fracture yang dapat meningkatkan permeabilitas sehingga dapat menjadi jalur migrasi bagi hidrokarbon.

Carbonate reservoirs identification research has been done on Uli field, Baturaja formation, North West Java Basin. Baturaja formation consists of limestones with occasional lempung claystones interbeds and Uli field is tight carbonate but was proven to produce hydrocarbon. The data was used in this study consists of seismic data 2D multi vintage and a well data. Multi vintage data causes difference of phase, amplitude and time, because of that, before inversion, we must do pre conditioning data to balancing the differences.
In this research, inversion seismic method is CSSI Constrained Sparse Spike Inversion . CSSI inversion is the one type of model based inversion to make an initial model and applied sparse spike inversion to get acoustic impedance value. Carbonate rock properties was focused in this research is the level of its heterogeneity. The heterogeneity is seen by their porosity. Carbonate porosity not depend from the diagenesis therefore the carbonate porosity is the secondary porosity. But, there are several factors that influence the secondary porosity of carbonate.
The cross plot result showed high P Impedance, high density, low porosity and very high Vp values. The aim of this research is to know the character of carbonate reservoir, in this case porosity of carbonate which influence that target zone in form tight reservoir can produce hydrocarbon. Carbonate tight in this research can be a good reservoar caused by porosity type is fracture porosity, that can be increase permeability, so the fracture can be a way for hydrocarbon migration.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T47690
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leonardo Kurnia Beniartho
"ABSTRAK
Reservoir Mid Main Carbonate (MMC) merupakan bagian dari Formasi Cibulakan
Atas yang berumur Miosen awal. Berdasarkan data pemboran, lapisan MMC
berpotensi sebagai reservoir batugamping dengan indikasi hidrokarbon berupa gas.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakter reservoir dari MMC dan
persebarannya di lapangan penelitian dengan menggunakan data yang terbatas
dalam memetakan karakter reservoir daan persebaran dari lapisan MMC sehingga
bisa ditentukan target pengembangan lapangan ke depan. Penelitian ini dilakukan
dengan data acuan berupa tiga sumur eksplorasi yang kurang tersebar dan juga
seismik post-stack 2D multivintage yang memerlukan proses optimalisasi terlebih
dahulu. Proses balancing amplitude dan miss-tie seismik dilakukan untuk
mengurangi efek multivintage sebelum dilakukan inversi seismik dan upaya
karakterisasi lebih detil dilakuakn dengan atribut Spectral Decomposition berbasis
Continuous Wavelet Transformation. Karakter batugamping MMC ini terdiri dari
batugamping-1 dan batugamping-2 yang keduanya merupakan fasies batugamping
klastik backreef dengan nilai porositas efektif berkisar antara 5-15% dengan nilai
porositas tertinggi diketahui relatif berada pada daerah tenggara dan barat laut
lapangan. Berangkat dari model porositas reservoir MMC, interpretasi struktur dan
integrasi dengan hasil analisis Spectral Decomposition selanjutnya ditentukan letak
jebakan migas yang diajukan sebagai target eksplorasi selanjutnya.

ABSTRACT
The Mid Main Carbonate (MMC) reservoir is part of the early Miocene Upper
Cibulakan Formation. Based on MMC drilling data, it has potential to be limestone
reservoir with indication of gas hydrocarbon. This study aim is to map the
characteristic of MMC reservoir and its distribution on the targeted field of research
based on limited data, so that it can be determined the future field development
target. This study was conducted with reference data in form of three exploratory
wells and post-stack 2D multivintage seismic which requires optimization process
prior to start characterization method. The process of balancing amplitude and misstie
seismic is done first to reduce multivintage effect for the further seismic
inversion which then detailed characterization were done using attribute of Spectral
Decomposition based on Continuous Wavelet Transformation. The MMC
limestone characteristic consists of limestone-1 and limestone-2, both of which are
facies of backreef clastic limestone with effective porosity values ranging from 5-
15% with the highest known porosity value is relatively on the southeast and
northwest regions of the area. Based on the MMC reservoir porosity model,
structural interpretation and integration with Spectral Decomposition analysis
results this study then determined the location of proposed oil and gas traps as the
next exploration target."
2017
T49055
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hizkya Narodo
"Saat ini telah dikembangkan cara alternatif untuk menjawab permasalahan emisi gas CO2 hasil eksplorasi dan produksi migas dengan menginjeksikan gas emisi CO2 ke dalam sebuah reservoir penyimpanan atau yang disebut sebagai Carbon Capture and Storage (CCS). Metode ini telah diterapkan sejak tahun 1996 pada lapangan Sleipner, Laut Utara Norwegia yang dilakukan pada formasi Pasir Utsira karena dianggap memiliki kualitas batu pasir yang baik serta persebarannya yang luas (Baklid dkk., 1996). Studi ini menerapkan metode Inversi seismik Model-based yang digunakan untuk mendapatkan nilai impedansi akustik dari susunan lapisan batuan pada reservoir penyimpanan lapangan ini dengan mengintegrasikan dua data seismik 3D post stack tahun 1994 dan 2010 dengan dua data sumur. Litologi formasi target yaitu Top hingga Base Utsira didominasi oleh batu pasir dengan pembacaan nilai gamma ray rendah yang berasosiasi dengan nilai impedansi rendah. Pada kedua penampang seismik didapatkan nilai impedansi akustik pada target reservoir yaitu Top hingga Base Utsira dengan rentang nilai 2300—3200 ((m/s)*(g/cc)). Peta persebaran AI pada Top Utsira untuk penampang seismik tahun 1994 menunjukkan rentang nilai 3100—3700 ((m/s)*(g/cc)) dan pada penampang seismik tahun 2010 menunjukkan rentang nilai 3100—3800 ((m/s)*(g/cc)).

Currently, an alternative method has been developed to answer the problem of CO2 gas emissions resulting from oil and gas exploration and production by injecting CO2 emission gas into a storage reservoir or what is known as Carbon Capture and Storage (CCS). This method has been applied since 1996 in the Sleipner field, North Sea of ​​Norway which was carried out on the Utsira Sand formation because it is considered to have good sandstone quality and wide distribution (Baklid et al., 1996). This study applies the Model-based seismic inversion method which is used to obtain the value of the acoustic impedance of the rock layer arrangement in this field storage reservoir by integrating two 3D post stack seismic data acquired in 1994 and 2010 with two well data. The lithology of the target formation is Top to Base Utsira which is dominated by sandstone with low gamma ray readings associated with low impedance values. In both seismic data, the acoustic impedance values at the reservoir target from Top to Base Utsira is in the range of 2300-3200 ((m/s)*(g/cc)). The AI distribution map for the 1994 seismic on Top Utsira shows a value range of 3100-3700 ((m/s)*(g/cc)) and for 2010 seismic shows a value range of 3100-3800 ((m/s)*(g/ cc))."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lukman Hidayat
"Perubahan sifat-sifat batuan seperti porositas, densitas, saturasi dan lain-lain terefleksikan oleh perubahan impedansi seismik. Seperti diketahui, inversi seismik memungkinkan kita untuk mencari korelasinya pada domain impedansi, yang secara unik sering mencirikan perubahan sifat-sifat batuan. Namun demikian, analisa dari seismic inversi full stack gelombang-P membawa kita pada kesimpulan yang membingungkan pada banyak situasi explorasi.
Dengan melakukan inversi simultan, kita diarahkan pada interpretasi hasil inversi yang lebih pasti dimana kita dapat mengestimasi densitas, impedansi P dan S yang memberikan respon yang cukup berbeda dalam memisahkan pengaruh lithology dan fluida. Dengan menggunakan konsep matematika inversi AVO, inversi simultan menggunakan data partial angle stack yang kemudian diinversikan secara bersamaan menggunakan wavelet yang di extract dari setiap offset.
Kemudian dengan mengkombinasikan parameter-parameter ini dengan teknik analisa rock physics yang dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi distribusi lithology, porositas dan saturasi.
Kemudian parameter-parameter ini juga dapat ditransformasikan menjadi Lambda-Rho yang dapat digunakan sebagai indikator kandungan fluida di pori batuan. Akhirnya dengan menganalisa peta distribusi sifat batuan yang di overlay dengan peta struktur dan sumur produksi, kita dapat mengidentifikasi area potensial untuk strategi pengembangan lebih lanjut untuk mengoptimalkan pengurasan hidrokarbon pada area studi.

The change of lateral rock properties such as porosity, density, fluid saturation etc are reflected in seismic impedance changing. It is known widely that seismic inversion allows us for correlation investigation in the impedance domain which often highlights uniquely the change of rock properties. However the analysis of the early P-wave fullstack seismic inversion data alone can lead to ambiguous conclusions in many exploration situations.
Answering this problem, performing simultaneous inversion will bring us to a less ambiguous interpretation of our inversion results in which we are able to estimate Density, P and S-impedance which have sufficiently different response to discriminate fluid and lithology effects. Utilizing the mathematical concept of AVO inversion, simultaneous inversion use partial angle stack data which can be inverted simultaneously using wavelet extracted from each offset.
Later, these parameters combined with rock physics technique analysis can be used as a tool to predict sand, porosity and saturation distribution. Also, they can be transformed to Lambda-Rho (λρ) that is used for pore fluid content indicator. Finally by analyzing the rock properties distribution map overlaid by structure map and producer well, we can identify the potential area for further development strategy to optimize the hydrocarbon recovery of the study area.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T21630
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Surya Permana Yudha
"ABSTRAK
Pada studi ini dilakukan evaluasi daerah prospek penyebaran hidrokarbon
menggunakan metode dekomposisi spektral CWT dan inversi Seismik yang
diintegrasikan untuk mendelineasi daerah prospek hidrokarbon. Studi kasus
dilakukan pada daerah prospek ”XYZ” cekungan Sumatra Selatan dengan target
reservoir formasi Baturaja dengan kedalaman 400m - 1650 m. Studi ini
menggunakan data Seismik 2D dan dua data sumuran (sumur B dan sumur C). Dari
data Log sumuran yang tersedia, sumur B menunjukkan kosong (dry) namun pada
formasi Baturaja terlihat Oil Show pada kedalaman 1500 m – 1600 m. Sedangkan
sumur C menunjukkan kosong dan memperlihatkan bahwa formasi Baturaja tidak
berkembang dengan baik. Hasil studi menunjukkan bahwa metode spektral
dekomposisi CWT mampu memperlihatkan konsistensi anomali hidrokarbon pada
frekuensi rendah hanya pada sumur B. Hal ini sejalan dengan dugaan adanya
keberadaan hidrokarbon pada sumur B. Lebih lanjut hasil metode inversi
memperlihatkan kemenerusan reservoir formasi Baturaja ke arah barat laut pada
daerah studi. Nilai acoustic impedance formasi Baturaja berada pada kisaran 9000 –
11000 m/s * gr/cc. Hasil integrasi inversi Seismik dan analisa dekomposisi spektral
memberikan gambaran zona prospek penyebaran hidrokarbon.

ABSTRACT
This study evaluates the hydrocarbon prospect area deployment using CWT spectral
decomposition method and the integrated Seismic inversion to delineate areas of
hydrocarbon prospects. Case studies conducted in the South Sumatra basin “XYZ”
prospect area with the target Baturaja Formation with a depth of 400 m - 1650 m.
This study uses 2D Seismic and two data wells (well B and well C). From available
well log data, well B shows empty (dry) but indicate oil show on the Baturaja
formation at a depth of 1500 m - 1600 m, whereas well C shows empty wells and
show Baturaja formations not developed well. The study results showed that the
method of spectral decomposition CWT is able to demonstrate the consistency of
anomalous hydrocarbons at low frequencies only in well B. This is consistent with
the allegations of the presence of hydrocarbons in the well B. Further results
Inversion method shows Baturaja reservoir formations continuity to the northwest in
the study area. Baturaja formations acoustic impedance values in the range of 9000 –
11000 m/s*gr/cc. The result of the integration of Seismic Inversion and spectral
decomposition analysis give an overview of deployment of hydrocarbon zone
prospects."
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T43368
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>