Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nasution, C.B.S. author
"Tesis ini menggambarkan tentang motivasi para anggota unit operasional Satuan lntelijen dan Pengamanan di Polresta Bogar dalam bekerja. Adapun masalah penelilian adalah ?apakah perilaku individu para anggota unit operasional Satuan lntelijen dan Pengamanan di Polresta pemahaman anggota alas tujuan organisasi, hasif kerjaJprestasi, supervisilpenyeliaan, tanggungjawab, hubungan antarpribadi, kondisi kerja, dan penghasilan.
Tesis ini menunjukkan bahwa motivasi anggota dalam bekerja merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pelaksanaan tugas unit operasional Satuan lntelpam Polresta Bogar, mengingat terbatasnya dukungan sarana dan prasarana yang disiapkan oleh dinas. Tesis membahas gambaran urnum Kepolisian Resort Kola Bogar, gambaran umum unit operasional Satuan lntelpam Polresta Bogar, faktor-faklor yang dapat mempengaruhi motivasi dalam bekerja dan pembahasan tentang korelasi antara laktor-faklor yang diteliti dengan motivasi anggota unit operasional dalam bekerja.
Tesis ini menyimpulkan bahwa para anggota unit operasional Satuan lntelpam di Polresta Bogar belum bekerja sesuai dengan prosedur kerja yang benar_ Selain itu disimpulkan pula bahwa motivasi dalam bekerja yang dimiliki anggota unit operasional cukup balk. Juga dilakukan panilaian terhadap kinerja unit operasional serta ditemukan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh Satuan lntelpam Adapun saran yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki kinerja unit operasional Satuan Intelpam Polresta Bogor agar mereka tidak melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan tugasnya."
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2001
T4956
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Opik Taofik Nugraha
"Penelitian tentang bantuan hukum dalam proses penyidikan tindak pidana di Polresta Bogar dilakukan bertujuan untuk menunjukan dan memberikan gambaran tentang pelaksanaan bantuan hukum dalam proses penyidikan yang terjadi di Polreste Bogar. Adapun yang menjadi fokus pennasalahan yang diteliti adalah bantuan hukum yang tidak digunakan dalam proses penyidikan tindak pidana di Polresta Bogor.
Bantuan hukum dalam proses penyidikan tindak pidana dapat dilihat
dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan terhadap tersangka oleh pemeriksa (penyidiklpanyidik pembantu), dan dalam penyediaannya bantuan hukum dapat dilakukan baik oleh tersangka ataupun pemeriksa (penyidik I penyidik pembantu ).
Kegiatan pemeriksaan dilakukan bertujuan untuk mencari, menggali,
menemukan dan mengumpulkan berbagai infonnasi yang berkaitan dengan tindak pidana yang Ieiah terjadi serta melihat keidentikan informasi yang. diperoleh tersebut dengan keterangan maupun barang bukti lainnya yang ditemukan.
Dengan demikian bentuan hukum sangat penting digunakan dalam
proses penyidikan guna membantu menemukan kebenaran secara yuridis alas tindak pictana yang Ieiah te adi hukum dapat membantu menyeimbangkan kedudukan ataupun posisi
seorang tersangka yang memiliki keterbatasan dan pembatasan dengan pemeriksa (penyidik/penyidik pembantu) yang mempunyai berbagai kewenangan.
Akan tetapi pelaksanaan yang terjadi di lapangan hanya sebagian kecil tersangka _yang dapat menikmati bantuan hukum dalam proses penyidikan, sebagian besar atau pada umumnya tersangka tidak mendapatkan dan menggunakan bantuan hukum tersebut dalam proses penyidikan.
Kondisi tersebut lerjadi karena bantuan hukum dalam proses
penyidikan tindak pidana terkait serta berhubungan erat dengan berbagai gejala yang terjadi dan terbentuk dalam kegiatan pemeriksaan yang terwujud dalam berbagai pola perilaku ataupun tindakan, baik yang dilakukan oleh pemeriksa (penyidiklpenyidik pembantu), tersangka maupun. penasiha! hukum sebagai orang yang memberikan jasa bantuan hukum kepada tersangka.
Kegialan pemeriksaan merupakan interaksi yang lerjadi antara
pameriksa (penyidlk/penyidik pambantu), tersangka maupun panasihal hukum. Perilaku ataupun tindakan dari masing-masing individu yang berinteraksi dalam kegiatan pemeriksaan, pada umumnya lebih dibimbing dan diarahkan pada partimbangan pertukaran sosial, karena parilaku dalam interaksi lersebut dilakukan dengan berorientasi kepada berbagai tujuan yang ingin dicapai baik yang bersifat instrintik maupun ekstrintik melalui berbagai sarana yang dimiliki.
Dengan adanya orientasi berbagai tujuan tersebut datam interaksi kegialan pemeriksaan terhadap lersangka dalam proses penyidikan tindak pidana di Polresta Bogor, menimbulkan berbagai gejala yang muncul dan lerwujud dalam pola-pola perilaku atau tindakan baik yang dilakukan oleh pemeriksa, tersangka ataupun penasihat hukum.
Makna yang terkandung dibalik gejala-gejala yang telah di
dipahami secara menyeluruh dan utuh (holistik) artinya antara satu gejala dengan gejala lainnya dihubung-hubungkan dengan tidak terpisah-pisah maka penggunaan bantuan hukum dalam proses penyidikan tindak pidana di Polresta Bogar berhubungan dan terkait era! dengan gejala-gejala yang te adi tidak diketahui, dipahami dan disadari maka kondisi atau keadaan tentang bantuan hukum dalam proses penyidikan tindak pidana di Polresta Boger cenderung tidak akan mengalami perubahan dan tetap
akan terjadi seperti yang sedang dan telah berlangsung selama ini.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2000
T5021
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bramastyo Priaji
"ABSTRAK
Tesis ini membahas hasil penelitian mengenai Efektivitas pelaksanaan DikmasLantas terhadap kepatuhan lalu lintas pelajar tingkat smu SMU di Wilayah HukumPolresta Bogor Kota. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yangbersumber dari data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan datadilakukan dengan cara observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Hasilpenelitian menunjukan bahwa: 1 Berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas yangdilakukan para pelajar tingkat SMU di wilayah hukum Polresta Bogor Kota adalah:tidak memakai helm, menerobos lampu merah, tidak memiliki SIM/STNK, tidakmenghidupkan lampu pada siang hari dan berboncengan lebih dari dua orang.Namun demikian, dari hasil wawancara dengan beberapa pelajar diperoleh faktabahwa terdapat faktor penyebab terjadinya pelanggaran yang dilakukan para pelajartersebut, yakni adanya dorongan orang tua dan tidak adanya larangan yang diberikanpihak sekolah apabila membawa kendaraan sendiri ke sekolah. 2 Beberapa bentukkegiatan Dikmas Lantas yang dilakukan Satlantas Polresta Bogor Kota di berbagaiSekolah SMU di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, diantaranya: Polisi SahabatAnak, Police Goes to School, Safety Riding; Taman Lalu Lintas, Pramuka SakaBhayangkara dan Cara Aman ke Sekolah; 3 Pelaksanaan Dikmas Lantas yangdilakukan oleh Satlantas Polresta Bogor Kota di berbagai SMU di Wilayah HukumPolresta Bogor Kota dikakatan berjalan dengan efektif, yang ditandai oleh beberapaindikator, diantaranya: terjadi trend penurunan angka kecelakaan lalu lintas yangterjadi pada usia pelajar di wilayah hukum Polresta Bogor Kota dari tahun 2015 ketahun 2017 sebesar 55 persen. Selain itu semakin banyaknya para pelajar yang patuhterhadap tertib berlalu lintas di jalan raya sehingga mengurangi terjadinyapelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas; 4 Terdapat beberapa faktor yangmenjadi kendala Satlantas Polresta Bogor Kota dalam pelaksanaan Dikmas Lantas,diantaranya: faktor Sumber Daya Manusia, faktor anggaran dan faktor saranaprasana atau fasilitas pendukung. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut,maka disarankan: 1 agar kegiatan Dikmas Lantas yang dilakukan pada saat initetap dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan frekuensi kegiatannya; 2 UnitDikyasa Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan banyak kerjasama denganstakeholder terkait, sehingga dalam pelaksanaan Dikmas Lantas tidak terkendalamasalah anggaran dan sarana dan prasarana; 3 Para personel yang melakukankegiatan Dikmas Lantas diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan kejuruandalam bidang Dikmas maupun public relation, dan 4 Satlantas Porlestas BogorKota menerapkan reward kepada Unit Dikyasa.

ABSTRACT
This thesis discusses the results of research on the effectiveness of theimplementation of Dikmas Lantas against compliance of traffic of high schoolstudents SMU in Bogor City Police Law Area. This research conducted done byobservation, interview and documentation method. The results showed Variousforms of traffic violations by high school students in the Bogor City Police area are not wearing helmets, red lights, no SIM vehicle registration, not turning on lightsduring the day and riding more than two people. Nevertheless, the results ofinterviews with some students found that there were factors that caused theviolations committed by the students, namely the encouragement of parents and theabsence of prohibitions provided by the school when bringing their own vehicles toschool 2 Some forms of Dikmas Lantas activities conducted by Satlantas PolrestaBogor Kota in various high schools in Bogor City Police area, such as PolisiSahabat Anak, Police Goes to School, Safety Riding Traffic Park, SakaBhayangkara Scout and Safe Way to School 3 Implementation Dikmas Lantasthen conducted by Satlantas Polresta Bogor City in various high schools in LegalPolice Bogor City running effectively, which is marked by several indicators,including a trend of decreasing the number of traffic accidents that occurred at theage of students in the jurisdiction Polresta Bogor City from 2015 to 2017 by 55percent. In addition, more and more students who are obedient to the traffic order onthe highway thus reducing the occurrence of traffic violations and traffic accidents 4 There are several factors that become obstacles Satlantas Bogor City Police inthe implementation of Dikmas Lantas, including Human Resources factors, budgetfactors and facilities or facilities facilities support. Based on the findings of theresearch, it is suggested 1 to ensure that the current Dikmas Lantas activities aremaintained even if it is necessary to increase the frequency of its activities 2 UnitDikyasa Satlantas Polresta Bogor Kota do a lot of cooperation with relatedstakeholders, so that in the implementation of Dikmas Lantas so it is not constrainedbudget problems and facilities and infrastructure 3 The personnel who do DikmasLantas activities are given the opportunity to follow the education and vocational inthe field of Dikmas Lantas and public relations, and 4 Satlantas Porlestas BogorKota apply reward to Units Dikyasa."
2018
T52196
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kamaruddin
"Tesis ini menganalisis tentang pelayanan asuransi korban kecelakaan lalu lintas di Polresta Bogor. Perhatian utama dalam tesis ini adalah corak kegiatan pelayanan yang dilakukan polisi lalu lintas di Polresta Bogor dengan fokus corak pelayanan terhadap korban dalam pengurusan asuransi kecelakaan lalu lintas yang didasarkan atas kewenangan, kebijaksanaan, dan diskresi.
Dalam kajian tesis ini membahas fungsi pelayanan polisi dilihat dari suatu rangkaian tindakan yang dilakukan birokrasi kepolisian menyangkut kebijaksanaan organisasi yang dilakukan petugas kepolisian atas Interpretasi tindakannya dilapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi dengan tehnik pengumpulan data secara pengamatan, wawancara dengan pedoman, dan pengamatan terlibat untuk mengungkapkan tindakan petugas kepolisian maupun birokrasinya dalam memberikan pelayanan asuransi Jasa Raharja.
Hasil penelitian ditemukan adanya corak kegiatan pelayanan asuransi Jasa Raharja yang dilakukan oleh birokrasi kepolisian menyangkut kebijaksanaan organisasi yang dilakukan petugas kepolisian atas interpretasi tindakannya dilapangan. Tindakan-tindakan yang dilakukan petugas kepolisian maupun birokrasinya didasarkan atas kewenangan dan diskresi sesuai tingkat kepentingan yang dilayani, imbalan yang diterima, dan kelengkapan administrasi korban untuk memperoleh santunan asuransi kecelakaan, dalam hal ini kapasitas polisi hanya sebagai media atau penghubung di pelayanan tersebut. Kegiatan pelayanan asuransi kecelakaan lalu lintas oleh Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota Bogor ditujukan untuk menjaga dan menjamin keberlanjutan pelayanan kepolisian kepada individu dan masyarakat dari masalah yang dihadapi agar tidak dirugikan sesuai fungsi dan peranan polisi dalam mewujudkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat yang dilayani.
Pelaksanaan kegiatan pelayanan asuransi kecelakaan diwarnai dengan adanya tindakan-tindakan kolusi antara Penyidik/Penyidik Pembantu dengan pihak tersangka, korban, dan Petugas Jasa Raharja. Disamping itu, adanya pemerasan yang dilakukan Penyidik/Penyidik Pembantu terhadap pihak tersangka serta tindakan penyuapan yang dilakukan oleh tersangka dan korban kepada pihak Penyidik/Penyidik Pembantu. Hal tersebut sebagai akibat dari kurangnya dukungan anggaran dan peralatan untuk operasional, lemahnya sistem kontrol dan kendali, kurangnya gaji petugas kepolisian serta adanya tuntutan akan kewajiban pemenuhan kebutuhan pribadi dan organisasi.
Corak kegiatan pelayanan asuransi kecelakaan lalu lintas mewarnai hubungan dan tanggapan masyarakat terhadap kerja polisi. Masyarakat merasa puas dilayani polisi apabila tujuannya tercapai, sementara masyarakat yang tidak puas atas pelayanan polisi mengharapkan adanya suatu perubahan dalam sistem kerja polisi.
Implikasi dari tesis ini adalah perlunya suatu perbaikan terhadap sistem kerja Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota Bogor dalam memberikan pelayanan asuransi kecelakaan lalu lintas. Perbaikan ini dilakukan dengan cara mencukupi personil, anggaran, dan peralatan yang diperlukan, pelatihan tentang pelayanan yang berkesinambungan, mengaktifkan suatu sistem kendali yang baik, menyusun program kegiatan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat yang dilayani, dan meningkatkan kesejahteraan petugas kepolisian sejajar dengan aparat penegak hukum lainnya.
E. Daftar Kepustakaan : 26 buku + 13 dokumen"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2002
T11499
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library