Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Permata
1989
S33400
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nunung Nurjanah
"Skripsi ini membahas bencana banjir yang melanda Kecamatan Pamanukan, dimana banjir tersebut terjadi akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung air dan melebihi kapasitasnya sehingga air meluap ke permukaan dan menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat, baik kondisi fisik, sosial maupun ekonomi. Dengan kondisi topografis dan kondisi iklim tropis di Subang, ketika memasuki musim hujan dan curah hujan tinggi maka akan menimbulkan banjir. Penelitian ini membahas mengenai keterpaparan banjir dan kerentanan terhadap banjir yang menggunakan metode weighted overlay. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dengan wawancara dan survei lapangan. Sedangkan data sekunder didapat dari instansi terkait. Indikator yang digunakan pada penelitian ini memperhatikan aspek fisik, sosial kependudukan dan ekonomi. Analisis yang dilakukan adalah analisis spasial yaitu metode Weighted Overlay dan metode Change Detection and Thresholding (CDAT). Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah wilayah yang terpapar banjir memiliki tingkat sedang hingga tinggi yang tersebar pada wilayah sempadan sungai, penggunaan lahan di dominasi lahan sawah, permukiman yang banyak dialiri sungai, serta berada pada wilayah datar. Dari temuan studi yang didapat, sebagian desa yang berada di Kecamatan Pamanukan yang memiliki kelas kerentanan wilayah terhadap banjir rendah, desa tersebut antara lain desa di desa Lengkong jaya, bagian utara desa Pamanukan sebrang, Sebagian desa Pamanukan, Rancahilir dan Bongas. Untuk tingkat kerentanan wilayah banjir sedang tersebar pada desa Pamanukan hilir, sebagian desa Pamanukan, bagian selatan desa Pamanukan sebrang dan desa Rancasari. sedangkan tingkat kerentanan wilayah banjir tinggi tersebar pada desa Mulyasari dan sebagian desa Pamanukan Hilir.

The focus on this study is flood disaster in Pamanukan District every year, where the flood occurs due to the river being unable to accommodate water and exceeding its capacity so that water overflows to the surface and causes disruption of community activities, both physical, social and economic conditions. With the topographical conditions and tropical climate conditions in Subang, when it enters the rainy season and high rainfall it will cause flooding. This study discusses flood exposure and vulnerability to flooding using the weighted overlay method. Data collection in this study used primary data with interviews and field surveys. While secondary data obtained from the relevant agencies. The indicators used in this study pay attention to the physical, social and economic aspects of the population. The analysis carried out is spatial analysis, namely the Weighted Overlay method and the Change Detection and Thresholding (CDAT) method. The results obtained in this study are areas exposed to moderate to high levels of flooding that are spread over river border areas, land use is dominated by paddy fields, settlements that flow a lot of rivers, and are in flat areas. From the study findings, some of the villages in Pamanukan Sub-district which have a low regional vulnerability class to flooding, include villages in Lengkong Jaya village, northern part of Pamanukan sebrang village, some Pamanukan villages, Rancahilir and Bongas. For the level of vulnerability of the flood area, it is spread in the downstream Pamanukan village, part of Pamanukan village, the southern part of Pamanukan sebrang village and Rancasari. while the level of vulnerability of the flood area is high spread in the Mulyasari and some of the villages of Pamanukan Hilir."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim Radya Saputro
"Sesar Muria-Kebumen dan Pamanukan-Cilacap merupakan dua buah sesar regional yang berada di Pulau Jawa. Kedua sesar ini diduga menyebabkan indentasi struktur di bagian utara dan selatan Jawa Tengah. Kedua sesar ini memiliki arah yang berlawanan. Sesar Muria-Kebumen berarah barat daya – timur laut dan Sesar Pamanukan- Cilacap berarah tenggara – barat laut. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengolahan data gravitasi satelit untuk menemukan indikasi keberadaan dari kedua sesar ini. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan untuk bisa menyelidiki tentang jenis dari oblique yang muncul di sepanjang kedua sesar geser ini. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan data gravitasi satelit Topex yang merupakan sebuah satelit penelitian yang merupakan hasil kerja sama antara NASA dan CNES. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat adanya indikasi keberadaan dua buah sesar geser yang saling berlawanan arah di sekitar area Jawa Tengah. Ditemukan sebuah sesar yang memiliki arah barat daya – timur laut dengan sudut 53 derajat dan juga sesar yang memiliki arah tenggara – barat laut dengan sudut 46 derajat. Indikasi ini ditunjukkan dari adanya beberapa area yang menunjukkan adanya kontras nilai anomali gravitasi. Selain itu, ditemukan juga bahwa terdapat adanya oblique naik yang terletak di sekitar area pertemuan dari kedua sesar berdasarkan hasil analisis nilai First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD).

The Muria-Kebumen and Pamanukan-Cilacap faults are two regional faults located on Java Island. These two faults are suspected to have caused an indentation of structures in the north and south of Central Java. These two faults have opposite directions where the Muria-Kebumen fault runs southwest - northeast and the Pamanukan- Cilacap fault runs northwest - southeast. In this research, satellite gravity data will be processed to find a new perspective on the existence of these two faults. In addition, this research is also expected to investigate the existence of obliques that appear on these two shear faults. This research will be conducted using the Topex satellite gravity data, which is a research satellite from a collaboration between NASA and CNES. The results of this research show that there are indications of an existence for two shear faults which has an opposite direction located around the Central Java area. One fault has a southwest - northeast direction with an angle of 53 degrees and the other fault has a Southeast - northwest direction with an angle of 46 degrees. This indication is shown from the existence of several areas that show a contrast of value in gravity anomaly. In addition, it is also found that there is a normal oblique located around the meeting area of the two faults based on the analysis of First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) data."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library