Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 111 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Satria Ramadhan
"Aplikasi mobile Garuda Indonesia merupakan salah satu channel PT Garuda Indonesia untuk memberikan layanan kepada pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi Intention to use, agar dapat meningkatkan kemauan pelanggan untuk menggunakan aplikasi mobile Garuda Indonesia. Model penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari model penelitian yang dikembangkan oleh Suki dan Suki pada tahun 2017, dengan menambahkan variabel UI Attractiveness.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey research, dengan jumlah responden sebanyak 101 responden yang metode penyebaran kuesionernya disebarkan melalui media sosial Twitter menggunakan Google Form. Data kuesioner yang telah dikumpulkan diolah menggunakan metode Partial Least Square ndash; Structural Equation Modelling PLS-SEM dengan perangkat lunak Smart-PLS.
Hasil pengujian data kuesioner menunjukkan bahwa variabel Subjective Norm merupakan variabel terkuat yang berpengaruh langsung terhadap Intention to use individu pada aplikasi mobile Garuda Indonesia, disusul oleh variabel Airline Image dan variabel Perceived ease of use.

Garuda Indonesia mobile application is one of channel for Garuda Indonesia to give a service to their customer. This study aims to determine the factors that affecting the Intention to use, in order to increase the willingness of customers to use Garuda Indonesia mobile application. The research model is the result of developing by Suki and Suki on 2017, by adding UI Attractiveness variable.
This research is quantitative research that using survey method, with total of respondents is 101 respondents, which was distributed through Twitter using Google Form. The questionnaire data that has been collected is processed using Partial Least Square ndash Structural Equation Modelling PLS SEM method with Smart PLS software.
The result shows that the Subjective Norm variable is the strongest variable that directly influence the Intention to use of Garuda Indonesia mobile application, followed by Airline Image and Perceived ease of use variable.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Herio Susanto
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi purchase intention, agar dapat meningkatkan keinginan konsumen untuk berbelanja menggunakan layanan omnichannel. Model penelitian ini mengacu pada model penelitian Ayensa, Mosquera, dan Murillo pada tahun 2016 yang mengembangkan teori UTAUT2 dari penelitian Venkatesh, Thong, dan Xu pada tahun 2012, dengan menambahkan variabel personal innovativeness dari penelitian Goldsmith, Hofacker pada tahun 1991 dan Lu et al pada tahun 2005, serta variabel perceived security dari penelitian Cha pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat explanatory research, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner daring melalui Google Form. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 145 responden dan data yang telah dikumpulkan diproses menggunakan metode partial least square structural equation modelling (PLS-SEM). Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data yaitu Smart-PLS. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel social influence merupakan variabel yang paling berpengaruh langsung terhadap purchase intention pada layanan omnichannel, diikuti oleh variabel performance expectancy, dan perceived security

ABSTRACT
This study aims to analyze the factors that affecting purchase intention, in order to increase shopping enthusiasm using omnichannel service. This research model refers to Ayensa, Mosquera and Murillo's research models in 2016 that developed UTAUT2 theory from Venkatesh, Thong and Xu research in 2012, by adding personal innovativeness variables from Goldsmith, Hofacker research in 1991 and Lu et al on 2005, and perceived security variables from Cha research in 2011. This research is an explanatory and quantitative research, by collecting data using questionnaire through Google Form. The model was tested with a sample of 145 customers using partial least square method - structural equation modeling (PLS-SEM). The software used for data processing is Smart-PLS. The results of the study found that social influence variable is the most direct variable to purchase intention at omnichannel service, followed by performance expectation variable, and perception of security."
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jodi Setiyawan
"STIKes XYZ merupakan salah satu sekolah tinggi yang berfokus pada bidang ilmu kesehatan. Dalam kegiatan belajar mengajar, STIKes XYZ memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang berupa sistem e-Learning. Sistem e-Learning berhenti digunakan di STIKes XYZ di tahun 2018, hal ini menyebabkan target penggunaan sistem e-Learning pada tahun tersebut sebesar 60% tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan sistem e-Learning oleh pengguna di STIKes XYZ. Pengguna merupakan seorang pelajar dan pengajar atau dosen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar secara daring. Hasil pengolahan dan analisis data digunakan sebagai bahan dalam pemberian rekomendasi untuk meningkatkan penerimaan sistem e-Learning. Pendekatan model theory of acceptance and use of technology (UTAUT) digunakan di dalam penelitian ini dengan beberapa variabel yang telah disesuaikan. Survei yang dilakukan secara daring berhasil mengumpulkan 205 data responden yang valid. Dari 205 data, hanya data responden pelajar sebanyak 191 data yang dianalisis secara kuantitatif. Data pengajar tidak dianalisis karena jumlahnya terlalu kecil. Analisis data kuantitatif menggunakan Partial Least Square Struktural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan tools smartPLS. Dari proses analisis dihasilkan bahwa faktor habit, hedonic motivation, dan information quality mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat pengguna dalam menggunakan sistem e-Learning. Selain itu, habit dan behavioral intention juga berpengaruh terhadap penggunaan sistem e-Learning secara aktual. Terdapat lima rekomendasi untuk meningkatkan penerimaan sistem e-Learning, yaitu meningkatkan penggunaan sistem e-Learning dengan tidak hanya untuk ujian, membuat konten dan tampilan yang lebih interaktif dan menarik, memberikan informasi di sistem e-Learning yang lebih lengkap, terbaru, dan relevan, membuat kebijakan terkait kewajiban penggunaan sistem e-Learning, dan meningkatkan kondisi dari fasilitas pendukung sistem e-Learning, seperti koneksi internet.

STIKes XYZ is a institution of higher education that focuses on health sciences. In teaching and learning activities, the institution has utilized information technology in the form of e-Learning systems. e-Learning has been stopped being used in 2018 and it causes the target of using e-Learning by 60% is not achieved. This study aims to analyze the factors that influence the acceptance and use of e-Learning systems by users at STIKes XYZ. The responden of this research is students and teachers or lecturers. This study uses a quantitative and qualitative approach where data collection is carried out using a questionnaire which was conducted online. The results of data processing and analysis are used as material in providing recommendations to increase the acceptance of e- Learning systems. The theory of acceptance and use of technology (UTAUT) model approach is used in this study with several variabels that have been adjusted. The online survey succeeded in collecting 205 valid respondent data. From 205 data, only student’s data was chosen to be analyzed quantitatively with total 191 data. Teacher’s data were not chosen for analysis because the data were too small. Quantitative data analysis uses Partial Least Square Struktural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of smartPLS tools. From the analysis process it is produced that habit, hedonic motivation, and information quality have a significant influence on the user's intention to use the e- Learning system. In addition, habit and behavioral intention also affect the actual use of e-Learning systems. There are five recommendations for increasing the acceptance of e- Learning systems, namely increasing the use of e-Learning systems by using them not only for exam but also for others activities, making content and displays more interactive and interesting, providing information on e-Learning systems that are more complete, up- to-date and relevant, making policies related to the obligation to use e-Learning systems, and improving the conditions of e-Learning system support facilities, such as internet connections."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sasmito Handoko
"ABSTRAK
SAP adalah sistem aplikasi berbasis ERP yang paling banyak digunakan. Keunggulan sistem berbasis ERP antara lain adalah: sistem yang terintegrasi, fitur yang lengkap, dan mengadopsi best practices. Perusahaan mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk implementasi sistem SAP. Tujuan penggunaan sistem SAP adalah untuk dapat meningkatkan efisiensi, melakukan controlling terhadap operasional perusahaan dan membantu menghasilkan laporan-laporan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Group XYZ sudah menggunakan sistem SAP sejak 2010, namun penggunaan sistem SAP di Group XYZ belum optimal dengan masih adanya proses-proses manual yang dijalankan. Pengguna yang sebelumnya telah terbiasa melakukan proses tanpa bantuan sistem, merasa bahwa sistem SAP kurang fleksibel dan menyulitkan. Sebagaimana banyak dikutip dalam penelitian sebelumnya bahwa penerimaan pengguna merupakan faktor yang penting untuk kesuksesan penerapan sistem baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap sistem SAP. Konstruk-konstruk dari model TAM Technology Acceptance Model digunakan sebagai variabel endogen, dikombinasikan dengan variabel eksogen yang diambil dari ASAP Methodology dan kondisi di organisasi. ASAP Methodology merupakan best practices yang digunakan dalam proses implementasi SAP. Data untuk penelitian didapatkan dengan melakukan survei kepada pengguna sistem SAP di Group XYZ. Melalui survei didapatkan data dari 92 responden yang kemudian dianalisis menggunakan aplikasi smartPLS. Hasil penelitian ini menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna, yaitu: business process adoption, training, social influence, ERP support, shared belief in benefit, perceived ease of use, dan perceived usefulness. Secara empiris terbukti bahwa business process adoption mempengaruhi perceived usefulness, training dan social influence mempunyai pengaruh pada shared belief in benefit, ERP support mempunyai pengaruh pada perceived ease of use. Faktor-faktor tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya peningkatan penerimaan pengguna.

ABSTRACT
SAP is the most popular ERP based application system. The benefit of an ERP based systems are integrated, complete feature and adopted from the best practices. Company is required to invest a substantial amount to implement SAP system, but the implementation may improve efficiency, perform controlling function of company rsquo s activity and useful to produce analytical report that will be used in decision making process. Group XYZ has been implementing SAP system since 2010, but the usage still far from optimum considering many process activities are still manually performed by the users. Users who previously accustomed to perform manual process without a system in place found that the SAP system is not flexible and complicated. Meanwhile, user acceptance is noted as an important factor for the implementation of a new system. This research aim to identify factors that influence user acceptance of the SAP system. TAM Technology Acceptance Model is used as endogenous variable, combined with exogenous variable obtained from ASAP Methodology and organization condition. ASAP Methodology is the best practice used in the SAP implementation process. A total 92 survey data were collected from the SAP system users in Group XYZ and analyzed using smartPLS. The result of this research found the factors that influence user acceptance are business process adoption, training, social influence, ERP support, shared belief in benefit, perceived ease of use, and perceived usefulness. It is proven empirically that business process adoption affects perceived usefulness, meanwhile training and social influence affects the shared believe in benefit. Furthermore, ERP support is affecting the perceived ease of use. Those factors should become the main attention in an effort to improve the user acceptance of the SAP system."
2017
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dwiana Kusumasari
"ABSTRAK<>br>
Salah satu program Jakarta Smart City yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah sistem e-participation yang bernama Qlue, yaitu sebuah layanan pengaduan masyarakat secara elektronik. Namun sampai saat ini jumlah pengguna Qlue masih rendah, yaitu berkisar 8 dari jumlah penduduk DKI Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu dimensi yang bisa dianalisis adalah dimensi politik yaitu dengan menggunakan teori partisipasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah faktor-faktor kesukarelaan warga civic voluntarism dan incentives untuk berpartisipasi dalam politik mempengaruhi penerimaan warga terhadap e-participation. Model penelitian dibangun menggunakan teori Civic Voluntarism Model CVM dan General Incentives Model GIM , digabungkan dengan Theory of Reasoned Action TRA . Data diolah menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian adalah unsur resources dan political engagement dari CVM, incentives dari GIM, dan subjective norms dari TRA atau social networks dari CVM berpengaruh terhadap niat menggunakan e-participation. Penelitian juga menemukan bahwa resources secara signifikan dibentuk oleh faktor money dan skill/knowledge, political engagement secara signifikan dibentuk oleh political interest, political efficacy, dan political awareness, sementara incentives dibentuk secara signifikan oleh collective incentives dan selective process incentives.

ABSTRACT<>br>
Qlue is an e participation system, in the form of an electronic public complaints service, owned by the Provincial Government of DKI Jakarta. The low number of Qlue users, makes it necessary to conduct research to find out what factors influence the citizen in using Qlue as a form of e participation in DKI Jakarta. This study aims to analyze the factors of citizen acceptance of e participation from the political dimension by using the theory of political participation, namely Civic Voluntarism Model CVM and General Incentives Model GIM , combined with Theory of Reasoned Action TRA . The data is processed using PLS SEM method. The analysis result of 173 respondents demonstrate that resources, political engagement, social network, and incentives have an effect on the intention of using e participation. The study also found that resources are significantly influenced by money and skill knowledge, political engagement significantly influenced by political interest, political efficacy and political awareness, while incentives are significantly influenced by collective incentives and selective process incentives."
2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hamdi Hidayatullah
"Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi di Indonesia telah menekankan pentingnya reformasi birokrasi serta keterbukaan informasi publik, hal itu tertuang dalam Cetak Biru Peradilan Mahkamah Agung RI 2010-2035. Untuk mewujudkan reformasi birokrasi serta keterbukaan informasi publik, Mahkamah Agung menciptakan Sistem Informasi Penelusuran Perkara SIPP. SIPP saat ini sudah digunakan pada seluruh badan peradilan di bawah Mahkamah Agung. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan pada tahun 2015 diketahui bahwa belum pernah dilakukan evaluasi terhadap pengguna SIPP hingga saat ini sehingga belum diketahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi niat pengguna dalam menggunakan SIPP.
Penelitian kuantitatif dilakukan dengan kuesioner menggunakan model technology-organization-environment TOE beserta tambahan konteks individu. Responden merupakan pengguna internal SIPP pada pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tingkat banding yang berasal dari peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara. Terdapat sepuluh variabel yang diuji dengan melibatkan 296 responden dan dianalisis dengan metode PLS-SEM.
Hasil dari penelitian ini adalah Dukungan Manajemen Puncak DMP , Kebijakan Lembaga KLM , Kemudahan Penggunaan KMP , Manfaat Penggunaan MPG , Efikasi Diri EFD dan Pengaruh Sosial PSS menjadi faktor yang memengaruhi niat untuk menggunakan SIPP. Faktor manfaat penggunaan menjadi faktor yang paling memengaruhi niat untuk pengguna SIPP.

The Supreme Court of Indonesia as the highest judicial institution in Indonesia has emphasized the importance of bureaucratic reform and public information disclosure, as it is written in the Supreme Court Blueprint 2010 2035. Sistem Informasi Penelusuran Perkara SIPP was created as a tools to fulfil Supreme Court needs in order to monitor court case and also for public information disclosure media. According to information system audit result conducted in 2015, it is known that there has been no evaluation related to SIPP users so there are no known factors that may affect user intention to use SIPP.
Quantitative research using quetionnaires will be conducted using technology organization environment TOE model along with additional human context. Respondents are internal SIPP users from the first level court and appellate level court which comes from Public Courts, Religious Courts, Military Courts and Administrative Courts. There were ten variables tested involving 296 samples and analyzed using PLS SEM method.
The results of this research are top management support DMP, Institutional Policy KLM, Perceived Ease of Use KMP, Perceived Usefulness MPG, Self Efficacy EFD and Social Influence PSS are factors that affecting user intention to use SIPP. Perceived Usefulness MPG is the most significant factor that affecting user intention to use SIPP.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Solicha
"ABSTRAK
Dalam rangka pengelolaan data yang terintegrasi, terpusat dan dapat diakses secara online, demi meningkatkan kualitas pelayanan data dan informasi MKG yang cepat, tepat dan handal, BMKG berupaya menerapkan Sistem E-Government bernama Sistem BMKGSoft. Implementasi sistem ini diharapkan dapat berhasil dan mampu menjadi single data provider BMKG. Namun di dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai permasalahan yang mengindikasikan implementasi sistem ini belum sukses, diantaranya target monitoring pengiriman data yang tidak tercapai akibat kurangnya entry data hasil pengamatan oleh pegawai di UPT, fitur aplikasi yang belum lengkap, ketersediaan data level 2 yang belum lengkap, belum up-to-date dan belum akurat, format keluaran yang belum sesuai harapan serta belum adanya SOP mengenai entry data hasil pengamatan yang mampu mencerminkan tujuan single data provider. Hal ini menyebabkan harapan Sistem BMKGSoft sebagai single data provider belum dapat tercapai. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini ingin melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor kesuksesan implementasi Sistem BMKGSoft. Penelitian ini menggunakan model kesuksesan informasi dari Delone dan Mclean 2003 yang dimodifikasi dengan penambahan variabel dari rujukan penelitian terdahulu. Variabel yang digunakan yaitu: System quality, information quality, service quality, facilitating condition, extrinsic motivation, organizational support, management support, intention to use, user satisfaction dan net benefit. Metode analisis data menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling PLS-SEM dan tools smartPLS 3.2.7. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan implementasi Sistem BMKGSoft adalah system quality, information quality, service quality, extrinsic motivation, intention to use, user satisfaction dan net benefit.

ABSTRACT
Meterological, Climatological and Geophysical Agency BMKG have to manage data that is integrated, centralized and accessible online, in order to improve the quality of Meterological, Climatological and Geophysical data and information quickly, accurately and reliably, BMKG seeks to implement the E Government System called BMKGSoft System. Implementation of this system is expected to be successful and able to become single data provider BMKG. But in fact, there are various problems that indicate the implementation of this system has not been successful, such as The target monitoring of data transmission that is not achieved due to lack of data entry observations by employees in the stations, application features incomplete, the availability of data level 2 is not complete, not up to date and not yet accurate, output format that has not been as expected and the absence of Standard of Procedure on data entry observations that are able to reflect the single provider data destination. This has led to the expectation of BMKGSoft System as single data provider yet to be achieved. Based on this, this study would like to identify the factors of successful implementation of BMKGSoft System. This study uses the success model of information from Delone and Mclean 2003 , modified with the addition of variables from previous research references. The variables used are System quality, information quality, service quality, facilitating condition, extrinsic motivation, organizational support, management support, intention to use, user satisfaction and net benefit. Methods of data analysis using Partial Least Square Structural Equation Modeling PLS SEM and tools smartPLS 3.2.7. The results of the analysis show that factors affect the success of BMKGSoft system implementation are system quality, information quality, service quality, extrinsic motivation, intention to use, user satisfaction and net benefit"
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sulaiman Alizulfiqar
"Kualitas infrastruktur jalan Indonesia hanya menempati peringkat ke-64 dari 137 negara yang diteliti. Peringkat tersebut tertinggal dari Singapura yang menempati peringkat ke-2, Malaysia ke-23, Brunei Darussalam ke-33, Thailand ke-59. Kendala kurang optimalnya infrastruktur disebabkan permasalahan ketersediaan dan pemeliharaan infrastruktur jalan berdasarkan aspek berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator infrastruktur jalan di Indonesia berdasarkan aspek berkelanjutan dan mengevaluasi pengaruh masing-masing indikator terhadap variabel dari infrastruktur jalan berkelanjutan menurut persepsi antara Aparatur Sipil Negara ASN dan kontraktor terhadap indikator infrastruktur jalan baik dari segi eksisting maupun dari segi harapan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinjauan pustaka untuk mendapatkan variabel dan indikator. Selanjutntya metode survei dilakukan untuk melihat persepsi ASN dan kontraktor terhadap variabel dan indikator tersebut. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling SEM dengan pendekatan Partial Least Square dengan menggunakan software SmartPLS 3.0.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ASN menyatakan bahwa untuk kondisi eksisting infrastruktur jalan, indikator penerangan jalan adalah yang paling berpengaruh dengan ditunjukkan nilai loading factor terbesar yaitu sebesar 0.904, sedangkan untuk harapan dari infrastruktur jalan, indikator proses peninjauan lingkungan adalah yang paling berpengaruh dengan ditunjukkan dengan nilai loading factor terbesar yaitu 1.000.
Kontraktor menyatakan bahwa untuk kondisi eksisting infrastruktur jalan, indikator proses peninjauan lingkungan adalah yang paling berpengaruh dengan ditunjukkan dengan nilai loading factor terbesar yaitu sebesar 1.000, sedangkan untuk harapan dari infrastruktur jalan, bahwa indikator akses pejalan kaki, sepeda, dan angkutan umum adalah yang paling berpengaruh dengan ditunjukkan dengan nilai loading factor terbesar yaitu 1.000.

The quality of Indonesia 39 s road infrastructure is ranked only 64th out of 137 countries studied. The ranking left behind of Singapore placed second, Malaysia on 23rd , Brunei Darussalam on 33rd , and Thailand on 59th. The constraints of less optimal infrastructure due to problems of availability and maintenance of road infrastructure based on sustainable aspects.
This study aims to analyze indicators of road infrastructure in Indonesia based on sustainable aspects and evaluate the correlation of each indicator to the variables of sustainable road infrastructure according to the perception between the civil servant and the contractor on the road infrastructure indicator either from the existing condition or the expectation condition.
The method used in this research is literature review to get the variables and indicators. Furthermore, the survey method is conducted to see the perceptions of civil servant and contractors on these variables and indicators. Analysis using Structural Equation Modeling SEM with Partial Least Square approach using SmartPLS 3.0 software.
From the result of the research, it is concluded that civil servant stated that for the existing condition of road infrastructure, indicator of street lighting is the most correlated with indicated by the biggest loading factor factor that is equal to 0.904, while for the expectation from road infrastructure, environmental assessment process indicator is the most correlated with indicated by the largest loading factor value is 1,000.
The contractor stated that for the existing condition of road infrastructure, the environmental review process indicator is the most correlated with the largest loading factor value of 1,000, while for the expectation from the road infrastructure that pedestrian, bicycle and public transportation access indicators are the most correlated as indicated by the largest loading factor value of 1,000.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T51610
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syahono
"ABSTRAK
Enterprise resource planning adalah software yang kompleks dan terintegrasi. Namun demikian, ERP diperlukan dalam mendukung strategi, operasional, analisa dan fungsi pengambilan keputusan. Openbravo adalah salah satu software ERP yang diimplementasikan di PT L rsquo;Essential. Kerjasama penggunaan Openbravo pada beberapa bagian seperti: gudang, production planning and control dan produksi masih kurang, sehingga data yang saling terkait seperti: stock, sales order dan delivery belum bisa digunakan secara langsung dalam proses pembuatan rencana produksi dan perhitungan kebutuhan bahan baku. Perusahaan perlu meneliti faktor-faktor kerjasama yang berpengaruh pada penerimaan dan pemahaman penggunaan sistem Openbravo yang dalam model TAM ditunjukkan dengan behavioral intention to use. Penelitian ini memperluas model TAM dengan penambahan faktor-faktor kerjasama. TAM terdiri dari perceived usefulness PU , perceived ease of use PEU , attitude toward use ATU dan behavioral intention to use BIU , sedangkan faktor - faktor kerjasama pada penelitian ini terdiri dari interdepartmental cooperation ICC , intradepartmental cooperation IC , implementation consultant IMC dan vendor support VS . Faktor-faktor kerjsama dipetakan ke dalam model TAM yang dihubungkan dengan PU dan PEU, PEU dihubungkan dengan PU, PEU dan PU dihubungkan dengan ATU, ATU dan PU dihubungkan dengan BIU. Data diolah dengan metode PLS-SEM menggunakan software smartPLS 3. Data didapat dari kuesioner yang disebarkan kepada pengguna sistem ERP di PT L rsquo;Essential yang berasal dari bagian purchasing, gudang, production planning and control dan lain-lain. Penelitian ini mendapatkan jumlah data responden sebanyak 55 dari 281 pengguna yang didaftarkan dalam sistem. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5 ? = 0,05 dengan nilai statistik t >= 1,96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behavioral intention to use dipengaruhi oleh perceived usefulness. Perceived usefulness dipengaruhi oleh intradepartmental cooperation. Perceived ease of use dipengaruhi oleh interdepartmental cooperation dan intradepartmental cooperation. Attitude toward use dipengaruhi oleh perceived usefulness dan perceived ease of use. Faktor kerjasama intradepartmental cooperation terbukti mempunyai pengaruh positif terhadap penerimaan dan pemahaman penggunaan sistem Openbravo.Kata kunci: ERP, Openbravo, Cooperation, TAM, PLS-SEM

ABSTRACT
Enterprise resource planning is a complex and integrated software. However, ERP is needed in support of strategy, operations, analysis and decision-making functions. Openbravo is one of the ERP software implemented in PT L 39;Essential. Openbravo use cooperation in some parts such as: warehouse, production planning and control, and production is still lacking, so that interrelated data such as: stock, sales order and delivery can not be used directly in the process of making production plans and calculation of raw material needs. Companies need to examine the factors of cooperation that affect acceptance and understanding of the use of Openbravo systems which in the TAM model is indicated by behavioral intention to use. This research extends the TAM model with the addition of cooperative factors. TAM consists of perceived usefulness PU , perceived ease of use PEU , attitude toward use ATU and behavioral intention to use BIU , while the factors of cooperation in this study consist of interdepartmental cooperation ICC , intradepartmental cooperation IC , implementation consultant IMC and vendor support VS . Cooperation factors are mapped into TAM models linked to PU and PEU, PEUs linked to PU, PEU and PU associated with ATU, ATU and PU connected to BIU. Data processed by PLS-SEM method using smartPLS 3 software. Data obtained from questionnaires distributed to users of ERP system in PT L 39;Essential derived from the purchasing, warehousing, production planning and control and others. This study obtained the number of respondents as much as 55 data out of 281 users registered in the system. This research uses 5 significance level ? = 0,05 with statistic value t> = 1,96. The results showed that behavioral intention to use was influenced by perceived usefulness. Perceived usefulness is influenced by intradepartmental cooperation. Perceived ease of use is influenced by interdepartmental cooperation and intradepartmental cooperation. Attitude toward use is affected by perceived usefulness and perceived ease of use. Intradepartmental cooperation factor has proven to have positive influence on acceptance and understanding of Openbravo system usage. Keywords: ERP, Openbravo, Cooperation, TAM, PLS-SEM"
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cholid Ridwan
"PT Indonesia Power Unit Jasa Pemeliharaan (UJH) menyadari pentingnya mengelola pengetahuan yang dimiliki oleh para pegawainya, khususnya dalam hal pemeliharaan pembangkit, agar menjadi aset perusahaan yang dapat berguna bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Salah satu upaya menjaga pengetahuan ini adalah dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan Indonesia Power Knowledge Management System (IPKMS) atau lebih dikenal dengan Knowlede Center sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan. Namun demikian, antusias para pegawai dalam penggunaan aplikasi ini dirasakan masih kurang, dimana baru sekitar 30% dari total pegawai yang menggunakan aplikasi ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi para pegawai dalam menggunakan Knowledge Center beserta rekomendasi perbaikannya. Pendekatan mixed method digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan model penerimaan teknologi unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) dan tambahan variabel organizational factors (budaya perusahaan dan struktur organisasi) serta KMS self-efficacy. Jumlah data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 174 buah, kemudian dianalisis menggunakan metode partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi para pegawai dalam penerimaan aplikasi Knowlede Center adalah effort expectancy, organization culture, organization structure, facilitating condition, KMS self-efficacy dan behavioral intention. Focus Group Discussion dilakukan dengan bidang terkait untuk menguatkan hasil penelitian dan penyusunan rekomendasi perbaikannya.

PT Indonesia Power Unit Jasa Pemeliharaan (UJH) realizes the importance of managing the knowledge possessed by its employees, especially in terms of plant maintenance, to become a company asset that can be useful for the continuity of the company's business. One effort to maintain this knowledge is using Indonesia Power Knowledge Management System (IPKMS) known as the Knowledge Center as a means to share knowledge. However, the enthusiasm of the employees in the use of this application is felt to be lacking, where only about 30% of the total employees use this application. This research was conducted to determine factors are influencing employees in using the Knowledge Center along with recommendations for improvement. The mixed method approach is used in this study by using the model of the unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) and additional variables of organizational factors (organization culture and organization structure) and KMS self-efficacy. About 174 data was collected and analyzed by PLS-SEM method. Results of this study conclude that the factors influencing employees in Knowledge Center application acceptance are effort expectancy, organization culture, organization structure, facilitating condition, KMS self-efficacy and behavioral intention. Focus Group Discussion was then conducted with representatives of related fields to strengthen the results of research and formulation of recommendations for improvement.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>