Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aritonang, Felicia Rebecca Togiuli
"Pembelian dengan metode omnichannel serta tren UGC media sosial terus berkembang pesat di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia. Metode belanja showrooming sebagai salah satu metode belanja omnichannel dapat mendorong konsumen untuk membuat UGC dan dapat membantu retailer untuk meninjau kembali pentingnya kehadiran toko fisik dalam penjualannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Mobile Dependency dan Uncertainty Reduction terhadap Showrooming Behavior dan User-generated Content. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian secara showrooming, berusia 18-26 tahun, dan berdomisili di Jabodetabek. Terdapat sebanyak 223 responden kuesioner yang telah berhasil dikumpulkan yang selanjutnya data diolah dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobile dependency, need for touch, dan value consciousness memiliki pengaruh signifikan terhadap mobile showrooming attitude. Kemudian mobile dependency dan mobile showrooming intention memiliki pengaruh signifikan terhadap user-generated content creation. Mobile dependencymemiliki pengaruh signifikan terhadap psychological risk dan mobile showrooming attitude memiliki pengaruh signifikan terhadap mobile showrooming intention. Serta ditemukan bahwa psychological risk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap mobile showrooming attitude.

Purchasing with omnichannel methods and the trend of social media user-generated content (UGC) have been rapidly growing worldwide in recent years, including in Indonesia. Showrooming shopping method, as one of the omnichannel shopping methods, can encourage consumers to create UGC and help retailers reconsider the importance of physical stores in their sales. This study aims to analyze the influence of Mobile Dependency and Uncertainty Reduction on Showrooming Behavior and User-generated Content. The sample used in the study consisted of consumers who had previously made purchases through showrooming, aged 18-26, and residing in Jabodetabek. A total of 223 questionnaire respondents were successfully collected, and the data were processed using Partial Least Square - Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS software. The results of this study indicate that mobile dependency, need for touch, and value consciousness have a significant influence on mobile showrooming attitude. Furthermore, mobile dependency and mobile showrooming intention have a significant influence on user-generated content creation. Mobile dependency has a significant influence on psychological risk, and mobile showrooming attitude has a significant influence on mobile showrooming intention. It was also found that psychological risk does not have a significant influence on mobile showrooming attitude."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia;;, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Elbert Ongko
"Kemajuan teknologi dan internet telah mentransformasi lanskap bisnis di seluruh industri, dengan munculnya berbagai saluran berbasis teknologi yang mentransformasi perilaku konsumen saat ini. Strategi omnichannel merupakan strategi pemasaran baru berbasis teknologi diseluruh platformnya dan mengintegrasikan banyak saluran untuk menawarkan shopping journey yang lengkap dan lancar untuk seorang konsumen. Ada gap antara perilaku konsumen yang sudah berubah dengan praktik implementasi strategi omnichannel. Paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan analisis faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen omnichannel saat berbelanja. Model penelitian ini dibentuk berdasarkan model UTAUT2 dan memasukkan variabel penelitian lainya. Model diuji dengan sampel berjumlah 495 responden konsumen restoran omnichannel menggunakan structural equation modeling (SEM). Hasil penelitian ialah, berurut dari yang paling kuat: habit, facilitating conditions, personal innovativeness, hedonic motivation, performance expectancy dan social influence.

The advance of technologies has transformed the business landscape all across industries. The omnichannel strategy is a new advanced form of marketing, where by using technology across platforms, enable integration of different channels for consumers to shop with a unique and complete shopping experience. There is a gap between the behavior of consumers and the know-how of companies in implementing omnichannel strategy. This paper aims to analyse the factors that influence omnichannel consumers’ behavior in shopping. An original model was developed based on variabels used in UTAUT2 and other previous research. The model was tested with a sample of 495 consumers of omnichannel restaurants using Structural Equation Modelling. The results indicate that key determinants of purchase intention in omnichannel context are, in order of importance: habit, facilitating conditions, personal innovativeness, hedonic motivation, performance expectancy and social influence."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia , 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herio Susanto
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi purchase intention, agar dapat meningkatkan keinginan konsumen untuk berbelanja menggunakan layanan omnichannel. Model penelitian ini mengacu pada model penelitian Ayensa, Mosquera, dan Murillo pada tahun 2016 yang mengembangkan teori UTAUT2 dari penelitian Venkatesh, Thong, dan Xu pada tahun 2012, dengan menambahkan variabel personal innovativeness dari penelitian Goldsmith, Hofacker pada tahun 1991 dan Lu et al pada tahun 2005, serta variabel perceived security dari penelitian Cha pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat explanatory research, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner daring melalui Google Form. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 145 responden dan data yang telah dikumpulkan diproses menggunakan metode partial least square structural equation modelling (PLS-SEM). Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data yaitu Smart-PLS. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel social influence merupakan variabel yang paling berpengaruh langsung terhadap purchase intention pada layanan omnichannel, diikuti oleh variabel performance expectancy, dan perceived security

ABSTRACT
This study aims to analyze the factors that affecting purchase intention, in order to increase shopping enthusiasm using omnichannel service. This research model refers to Ayensa, Mosquera and Murillo's research models in 2016 that developed UTAUT2 theory from Venkatesh, Thong and Xu research in 2012, by adding personal innovativeness variables from Goldsmith, Hofacker research in 1991 and Lu et al on 2005, and perceived security variables from Cha research in 2011. This research is an explanatory and quantitative research, by collecting data using questionnaire through Google Form. The model was tested with a sample of 145 customers using partial least square method - structural equation modeling (PLS-SEM). The software used for data processing is Smart-PLS. The results of the study found that social influence variable is the most direct variable to purchase intention at omnichannel service, followed by performance expectation variable, and perception of security."
2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tamara Gracia Rettauli
"Penelitian ini bertujuan untuk mengamati hubungan antara empat dimensi integrated marketing communication (IMC), yang mencakup konsistensi, interaktivitas, fleksibilitas, dan konektivitas, dengan kepuasan pelanggan sebagai bentuk pengaruh evaluasi pelanggan yang meliputi kepuasan terhadap produk serta layanan ritel yang menggunakan desain penelitian konklusif dengan penekanan deskriptif dan survei online untuk mengumpulkan data. Sampel terdiri dari 304 responden yang memenuhi kriteria dalam mengisi kuesioner dengan menggunakan purposive sampling dalam pengumpulan data. Metode penelitian yang digunakan merupakan Partial Least Square-Structural Equation Method (PLS-SEM). Data yang dikumpulkan berasal dari masyarakat yang berada di wilayah Jabodetabek sebagai kota megapolis di Indonesia. Penelitian ini mendefinisikan empat dimensi dari IMC dalam omnichannel retailing yang mampu mempengaruhi keputusan pembelian maupun perilaku pelanggan sebagai evaluasi pelanggan yang dapat diukur melalui strategi pemasaran tersebut. Penelitian ini dapat membantu pelaku bisnis dalam memutuskan strategi pemasaran perusahaan, secara khusus dalam industri ritel yang berhubungan erat dengan sistem omnichannel melalui pengimplementasian IMC.

This research aims to examine the relationship between the four dimensions of integrated marketing communication (IMC), which include consistency, interactivity, flexibility, and connectivity, with customer satisfaction as a form of influence on customer evaluation which includes satisfaction with products and retail services which uses a conclusive research design with a descriptive emphasis and an online survey to collect data. The sample consisted of 304 respondents who met the criteria for completing the questionnaire utilizing purposive sampling in data collection. The research method used is the Partial Least Square-Structural Equation Method (PLS-SEM). The data was collected from society in the Jabodetabek area as a megapolis in Indonesia. This research defines four dimensions of IMC in omnichannel retailing that have the potential to affect purchasing decisions and customer behavior as customer evaluations which can be measured through this marketing strategy. This research may assist marketers in deciding on company marketing strategies, especially in the retail industry which is closely related to the omnichannel system through implementing IMC."
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Claudia Murrin
"ABSTRAK
Omnichannel marketing adalah sebuah pendekatan pemasaran yang mementingkan pengalaman konsumen yang ldquo;mulus rdquo; saat terjadi proses pemasaran. Untuk mencapai omnichannel marketing, pemasar menggunakan strategi O2O. Strategi O2O Online-to-Offline, dan Offline-to-Online , adalah strategi yang memadukan channel-channel online dan offline suatu toko untuk memudahkan konsumen. Setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda untuk mencapai omnichannel marketing, dan Ramayana memutuskan untuk bekerjasama dengan Tokopedia untuk menjalankan Strategi O2O. Tulisan ini dibuat untuk mengkaji strategi Ramayana tersebut dengan dibandingkan dengan perusahaan lain. Strategi yang dilakukan oleh Ramayana untuk mengandeng Tokopedia dapat memberikan manfaat-manfaat tersendiri bagi Ramayana jika dibandingkan dengan strategi pemasaran dari perusahaan lain, yaitu kepraktisan yang didapat oleh Ramayana karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal untuk menambah berbagai infrastruktur bagi konsumen dan penambahan khalayak sasaran bagi Ramayana yang berasal dari Tokopedia. Srategi tersebut juga berpotensi untuk digunakan oleh perusahaan lain di masa mendatang dengan banyaknya perusahaan baru yang memfasilitasi strategi tersebut di Indonesia.

ABSTRACT
Omnichannel Marketing is an approach that highlights the importance of a ldquo seamless rdquo consumer experience in a marketing process. To achieve an omnichannel marketing, marketers use O2O strategy. O2O strategy Online to Offline, and Offline to Online , is the strategy that combines online and offline channels of a shop to facilitate consumers in buying process. Each company has developed their own strategy to achieve omnichannel marketing, and Ramayana has decided to cooperate with Tokopedia to run its O2O Strategy. This paper examines the said strategy and compares it to other kinds of strategy. The decision to cooperate with Tokopedia has shown multiple advantages for Ramayana, such as the practicality since it eliminates the need to add more infrastructure of its own and the addition of target consumers from Tokopedia. Said strategy also shows potential in the upcoming future to be applied for other firms, since there are more upcoming new specialized firms that facilitate the strategy in Indonesia.
"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dinira Kania Saraswati
"Fesyen adalah satu industri yang berkontribusi pada ekonomi kreatif di Indonesia. Ritel dalam industri fesyen sudah mulai berkembang mempunyai toko offline dan toko online dan mulai mengimplementasi strategi omnichannel. Preferensi masyarakat dalam berbelanja secara online dan offline serta perilaku masyarakat yang suka membandingkan produk antar ritel sebelum membeli membuat ritel omnichannel fesyen di Indonesia harus memperhatikan Customer Retention dan Interest in Alternatives oleh konsumens sehingga ritel omnichannel membutuhkan strategi untuk meningkatkan Customer Retention dan menurunkan Interest in Alternatives pada ritel omnichannel fesyen Indonesia dengan melakukan analisis faktor faktor yang mempengaruhi Customer Retention dan Interest in Alternatives yang juga meneliti pengaruh dari Cross Channel Integration dan Showrooming terhadap faktor faktor tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode Structural Equation Model untuk mengerahui pengaruh faktor dan dilakukan metode Importance-Performance Analysis untuk menganalisa prioritas strategi yang sebaiknya diterapkan. Dalam penelitian ditemukan konsumen dominan dari ritel omnichannel fesyen adalah wanita umur 18 – 29 tahun, Dalam penelitian ini ditemukan pula bahwa Identity Attractiveness dan Switching Cost dapat meningkatkan Customer Retention. Hasil dari penelitian ini merupakan strategi untuk meningkatkan Customer retention dan menurunkan Interest in Alternatives pada wanita umur 18 – 29 tahun sehingga dapat meningkatkan daya saing antar ritel omnichannel fesyen di Indonesia
Fashion industry is one of creative economy’s sector which has a role in increasing Indonesia's GDP. Ritel in fashion industry has begun developing both of offline stores and online stores and also statring to implement omnichannel strategy. Buyers preferences in online and offline shopping and buyers behavior that like to compare products between ritel before buying products makes omnichannel ritel fashion in Indonesia must pay attention to customer retention and interest in alternatives. Omnichannel fashion ritel in Indonesia need strategies to increase customer retention and reduce interest in alternatives by analyzing factors that influence customer retention and interest in alternatives. This research also examine the effect of cross channel integration and showrooming on these factors. This research was conducted using Structural Equation Model (SEM) method to analyze influential factors and Importance-Performance Analysis method to analyze prioritized strategies based on discussion with expert. In this study, it was found that the Identity Attractiveness and Switching Costs increase Customer Retention. The results of this study are strategies to improve customer retention and reduce interest in to increase competitiveness for omnichannel fashion retailers in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andita Kartika Sari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat dan pengadopsian layanan Buy Online Pick-up in Store (BOPS) pada konsumen di Indonesia. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini berdasarkan pada modifikasi Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan beberapa dimensi lainnya. Studi ini merupakan cross-sectional dengan melakukan survey kepada 340 konsumen yang pernah menggunakan layanan BOPS sebelumnya dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi niat konsumen untuk menggunakan kembali layanan BOPS adalah motivasi hedonis, kompatibilitas, orientasi untuk berhemat, inovasi personal, dan kepercayaan. Selain itu, kepercayaan dan niat konsumen merupakan prediktor penggunaan layanan BOPS di Indonesia.

This study aims to identify the factors influencing customers' intention and usage of the Buy Online Pick-up in Store (BOPS) service in Indonesia. The factors examined in this study are based on modifying the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) and expanded with additional dimensions. The research surveyed 340 existing BOPS customers in Indonesia. The result shows hedonic motivation, compatibility, price-saving orientation, personal innovativeness, and trust are predictors of the customer's intention to use the BOPS service in the future. Moreover, trust and continuance intention were found to be the factors that influence customers to adopt BOPS service. Meanwhile, performance expectancy, effort expectancy, and social influence do not significantly affect customers' intention to use the BOPS service. The output of this study adds the existing knowledge that explains customer behavior, BOPS explicitly as one of omnichannel service."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Clarence Marthin
"Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar perusahaan mencoba memberi nilai tambah kepada pelanggan yang disebut seamless experience yang telah memainkan peran penting dalam strategi omnichannel, dimana omnichannel merupakan evolusi dari strategi multichannel. Penelitian sebelumnya menunjukkan seamless experience dapat memengaruhi perjalanan omnichannel pada pelanggan. Selain itu, adanya hubungan kuat antara perjalanan omnichannel pelanggan dan perilaku pelanggan. Penelitian lain menunjukkan bahwa kualitas integrasi omnichannel dan nilai persepsi omnichannel dapat memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Namun, kurangnya penelitian omnichannel tentang karakteristik pelanggan untuk menghadapi omnichannel di era digitalisasi masih belum banyak dipublikasikan. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah karakteristik pelanggan yang disebut kesiapan teknologi sebagai variabel moderasi apakah dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap word-of-mouth di bidang kesehatan. Penelitian ini menggunakan Partial Least Square untuk menganalisis data dari sampel 268 responden yang telah menggunakan platform omnichannel dari beberapa rumah sakit di Indonesia baik online (misalnya website, aplikasi pihak ketiga, aplikasi mobile rumah sakit) maupun offline (mengunjungi rumah sakit secara langsung). Responden diberikan kuesioner yang terdiri dari 32 item pertanyaan. Hasil yang diharapkan adalah keragaman karakteristik pelanggan dapat memberikan berbagai dampak terhadap perjalanan pelanggan dan perilaku pelanggan. Dengan demikian, organisasi dapat menerapkan strategi omnichannel berdasarkan karakteristik pelanggan.

In recent years, most companies try to customers added value calling seamless experience and alla had played important role in omnichannel strategy which is omnichannel is an evolution of strategy. Previous research has been showed seamless experience could affect customer omnichannel journey. Furthermore, it builds strong relations between customer omnichannel journey and customer behavior. Another research has been shown that omnichannel integration quality and omni-channel perceived value coud give positive effect to customer satisfaction.  However, there is still a back of research about omnichannel studies, special regarding the characteristic of omnichannel customers in digitalization’s era. Therefore, this paper aims to find out whether the characteristic of customers so called technology readiness as moderator construct probable affably affection customer satisfaction toward word-of-mouth in healthcare sector. This study uses Partial Least Square to analyze the data from sample of 268 respondents which has used omnichannel platform of certain hospital in Indonesia whether it’s online (e.g. website, third party app, hospital mobile app) or offline (visiting hospital directly). The respondents have Given the questionnaire consist of 32 items and 5-point Likert to examine each items. The expected result is that variety of customer characteristic coupon give various impact to customer journey and customer behavior. Thus, organization coop implementation omnichannel strategic based on customer characteristics."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juwita Anindya
"Sebagai salah satu brand luxury, Dior Beauty berhadapan dengan tantangan besar dimana mereka harus mempertaruhkan eksklusivitasnya ketika memasarkan produknya di media sosial di masa Pandemi Covid-19. Sebagai media yang dapat diakses oleh publik, media sosial bertentangan dengan karakter brand mewah yang hanya dapat diakses oleh kalangan masyarakat tertentu saja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan apakah terdapat pergeseran image luxury brandpada Dior Beauty yang melakukan pemasaran di media sosial. Penelitian studi kasus ini berangkat dari paradigma konstruktivisme dan berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari hasil wawancara terhadap konsumen Dior Beauty serta hasil studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pergeseran image luxury brand terhadap Dior Beauty di benak konsumennya meskipun memasarkannya di media sosial karena terdapat konsistensi dari Dior Beauty dalam mengomunikasikan image luxury. Konsumen berpendapat bahwa Dior Beauty telah memilih KOL yang relevan, menjaga image luxury pada setiap kontennya, dan memiliki desan konten yang menarik dan kreatif. Disamping itu, konsumen turut menjelaskan bahwa brand Dior Beauty sendiri telah memiliki komponen-komponen luxury brand dimana mereka merasakan kualitas yang baik, eksklusivitas brand, kebanggan serta prestise ketika menggunakan brand tersebut. Adapun omnichannel merupakan konsep pemasaran yang telah digunakan oleh Dior Beauty sehingga terdapat pengalaman yang sama ketika berbelanja langsung di butiknya maupun secara daring melalui media sosial.

As a luxury brand, Dior Beauty faces a big challenge where they have to risk their exclusivity when market their products on social media during the Covid-19 pandemic. As a media that can be accessed by the public, social media is contrary to the character of luxury brands which can only be accessed by certain groups of people. This study aims to describe whether there is a shift in the luxury brand image at Dior Beauty which does marketing on social media. This case study research departs from the constructivism paradigm and is of a qualitative descriptive type. The research data was taken from the results of interviews with Dior Beauty consumers and the results of documentation studies. The results of the study show that there is no shift in the luxury brand image towards Dior Beauty in the minds of consumers, even though they market it on social media because there is consistency from Dior Beauty in communicating the luxury image. Consumers think that Dior Beauty has chosen relevant KOLs, maintains a luxury image in all of its content, and has attractive and creative content designs. In addition, consumers also explained that the Dior Beauty brand itself already has luxury brand components where they feel good quality, brand exclusivity, pride and prestige when using the brand. The omnichannel is a marketing concept that has been used by Dior Beauty so that there is the same experience when shopping directly at the boutique or online through social media."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfina Chairunnisa
"Penelitian ini menguji pengaruh personalization dan hedonic motivation pada customer experience dan loyalty dalam konteks ritel omnichannel. Studi ini mengembangkan delapan hipotesis yang diuji menggunakan satu sampel survey dengan total responden sebanyak 281 orang yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuesioner yang berisikan 18 pertanyaan secara online. Hasil penelitian mendukung semua hipotesis yang mengkonfirmasi personalization dan hedonic motivation memiliki pengaruh dalam menciptakan customer experience secara emotional maupun cognitive.

This study examines the effect of personalization and hedonic motivation on customer experience and loyalty in the context of omnichannel retail. This study developed eight hypotheses that were tested using a survey sample with a total of 281 respondents who were analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data was collected by distributing online questionnaires containing 18 questions. The results of the study support all hypotheses that confirm personalization and hedonic motivation have an influence on creating emotional and cognitive customer experiences."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>