Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nofalita
"Skripsi ini membahas kegiatan mendongeng yang dilakukan di Taman Baca Keluarga Pelangi (TBKP) dalam upaya menumbuhkan minat baca anak-anak. Berbagai macam tipe, karakter dan gaya belajar anak dapat menimbulkan munculnya masalah dalam proses mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai proses kegiatan mendongeng dan nilai-nilai yang ditanamkan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi dalam proses kegiatan mendongeng di TBKP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam upaya menumbuhkan minat baca pada anak, proses kegiatan mendongeng yang dilakukan kurang berjalan lancar karena adanya berbagai kendala yang muncul yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang-orang tentang pentingya kegiatan mendongeng ini diadakan sehingga taman baca perlu melakukan pendekatan atau sosialisasi dengan masyarakat sekitar.

This Undergraduate thesis discusses on storytelling activity that was carried out in Taman Baca Keluarga Pelangi (TBKP) in the effort to increase children?s reading interest. Various types, characters and children?s learning styles can create or cause problems in the storytelling process. The purpose of this research is to gain an understanding about storytelling process and its values and it also identifies the obstacles that arise during the storytelling activity in TBKP. This type of research is called a qualitative research with a case study method. The result of this research stated that in the effort to raise children?s reading interest, storytelling activity that had been conducted was not running smoothly due to various difficulties arisen that was caused by the lack of people?s understanding on the importance of storytelling activities. Therefore, The TBKP needs to approach and make socialization with surrounding community."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S15332
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Balqies Batarfie
"Banyak ahli pendidikan dan pustakawan menganjurkan agar acara penuturan cerita diadakan secara tetap dan teratur di setiap perpustakaan, terutama perpustakaan yang pe-makainya terdiri dari anak-anak. Mereka menganjurkan hal ini karena melalui penuturan cerita antara lain imajinasi anak dapat dikembangkan dan keinginannya untuk membaca da-pat dipupuk. Pengetahuan si anak mengenai kebudayaannya sendiri dan kebudayaan-kebudayaan lain akan bertambah lewat cerita rakyat dan dongeng dari berbagai penjuru dunia. Anak akan manjadi lebih siap membaca sendiri, sebab lewat penuturan cerita pola kalimat dan kosa kata baru dapat di_perkenalkan padanya. Hal ini juga mempunyai dampak positif pada kemampuan berbahasanya. Di sampaing manfaat ini; perlu juga diingat bahwa acara penuturan cerita juga meru_pakan hiburan sehat yang tidak hanya mengasyikkan, tetapi juga mempunyai pengaruh psikologis yang positif. Penutu_ran cerita oleh sebab itu disenangi oleh semua umur, dari anak balita hingga orang dewasa. Di Eropa kegiatan penuturan cerita sudah menjadi sebuah tradisi yang melekat, terbukti dari sudah adanya pe_nuturan cerita semenjak abad ke-15 ketika penuturan cerita sudah banyak dilakukan oleh orang-orang terpelajar. Pada abad ke-19 orang sudah menyadari betapa pentingnya arti sebuah cerita bagi anak, sehingga Peig Sayer (dari Inggris)_"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1986
S15020
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Murti Bunanta
Jakarta: Pustaka Tangga, 2004
028.9 MUR b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Riska Fatma
"Penelitian ini membahas mengenai bagaimana proses difusi inovasi mendongeng dan strategi agen perubahan dalam difusi inovasi mendongeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode teknik snowball sampling. Adapun informan adalah orang terdekat informan utama yang merupakan anggota aktif komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Temuan penelitian ini dianalis berdasarkan tujuh proses agen perubahan dari Everett Rogers. Hasil penelitian ini menunjukkan agen menyebarkan informasi mengenai pentingnya mendongeng dengan melakukan gerakan-gerakan mendongeng agar kegiatan mendongeng semakin dikenal. Melalui workshop, dongeng kejutan, dan festival dongeng yang diadakan menarik perhatian sebagian orang untuk mencoba melakukan hal yang sama seperti yang agen lakukan. Adapun strategi yang dilakukan Ariyo dalam difusi inovasi mendongeng adalah membangun nilai kepercayaan, menanamkan hal-hal positif dalam sistem sosialnya, membangun komunikasi interpersonal dan menumbuhkan rasa empati pada anggota komunitas.

This research discusses how the process of refinement diffusion and strategy in the diffusion of storytelling innovation. This research uses qualitative approach with case study. Methods of data collection is done by three methods, interviews, and document analysis. Informant in this research is done by technique of snowball sampling. The informant was the closest person who became an active member of the Ayo Dongeng Indonesia community. The findings of this study were analyzed by Mrs Everett Rogers. The results of this study is information that allows for storytelling by doing the storytelling movements for storytelling activities are increasingly recognized. Through workshops, surprise storytelling, and festival of storytelling that attract some people to try to do the same thing as done. Ariyo's strategy in innovation diffusion is to build trust, instill positive things in his social system, build interpersonal communication and foster empathy for community members."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
T52078
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Yuni Murti Widayanti
"Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan mendongeng orangtua dengan perilaku negatif pada anak usia prasekolah. Lokasi penelitian dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, penentuan subjek yang ditentukan secara purposive dengan kriteria orangtua yang mempunyai anak berusia prasekolah (5 tahun), dan orangtua yang mempunyai kebiasaan mendongeng kepada anaknya. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner pada 30 keluarga, objek penelitian adalah kebiasaan mendongeng orangtua dan perilaku negatif anak prasekolah. Penghitungan menggunakan program product moment dari SPS Sutrisnohadi dengan hasil nilai rxy 0,487 dengan p 0,018 dan koefisien determinasi 0,299. Hasil tersebut dapat dimaknai bahwa sumbangan kebiasaan mendongeng yang dilakukan orangtua terhadap perilaku negatif anak prasekolah cukup berarti. Artinya, anak mempunyai kecenderungan berperilaku negatif dengan kebiasaan mendongeng yang dilakukan orangtua dapat mencegah perilaku negatif anak prasekolah . Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada Kementerian Sosial RI, melalui Direktorat Kesejahteraan Anak, untuk meningkatkan program penguatan keluarga (peran orangtua melalui kebiasaan mendongeng) dalam rangka membentuk anak sebagai potensi generasi mendatang dapat menjadi sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas serta mempunyai kecerdasan moral yang baik"
Yogyakarta: B2P3KS, 2016
300 JPKS
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yunus Winoto
"Masih rendahnya minat dan kebiasaan membaca anak-anak Indonesia telah menjadi keprihatinan dan juga sekaligus perhatian banyak pihak. Berbagai upaya telah dilakukan baik melalui penyediaan sarana dan prasarana maupun dengan melakukan berbagai aktivitas yang mendorong tumbuhnya minat baca di kalangan anak-anak. Minat dan kebiasaan membaca pada diri seseorang anak tidak akan tumbuh dengan sendirinya namun perlu dipupuk dan dikembangkan. Salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak adalah kegiatan mendongeng (storytelling). Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak akan tertarik untuk membaca buku atau bahan bacaan yang ceritanya telah disampaikan dalam kegiatan mendongeng. Dalam kegiatan ilmiah, topik tentang kegiatan storytelling kerapkali dijadikan sebagai bahan penelitian. Salah satu teori yang sering digunakan dalam analisis penelitian adalah narrative paradigm (paradigma naratif) yang dipopulerkan oleh Walter R Fisher. Asumsi dasar dalam paradigma naratif menjelaskan bahwa manusia pada hakekatnya adalah pendongeng (homo narran). Penerapan paradigma naratif dalam penelitian yang mengangkat topik storrytelling dianggap tetap karena mampu menjelaskan unsur-unsur dalam strorytelling seperti unsur pendongengnya (storryteller) dan unsur ceritanya."
Jakarta: Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, 2017
020 VIS 19:3 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Djamila Djauhari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan mengenai manfaat mendongeng, perilaku cara mendongeng, dan frekuensi mendongeng pada para ibu PAUD Al-Qoshosh. Pengetahuan mengenai manfaat mendongeng disusun berdasarkan strategi pembelajaran PAUD melalui metode mendongeng oleh Kusmiadi (2008). Cara mendongeng disusun berdasarkan kurikulum Children?s Literature and Storytelling oleh Speaker (2000). Penelitian ini menggunakan desain pelatihan one group pretest posttest design. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, yakni pada tanggal 29 Juni 2012 hingga 1 Juli 2012.
Intervensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan mendongeng bagi para ibu. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi perkembangan dan masalah perilaku anak pra sekolah, manfaat mendongeng bagi anak, serta cara mendongeng yang baik. Kegiatan evaluasi kerutinan ibu mendongeng dilakukan selama 2 (dua) minggu berturut-turut setelah pelatihan diadakan.
Analisis data dalam pelatihan ini merupakan metode analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan paired sample t-test dan wawancara. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan mengenai manfaat, cara, dan frekuensi mendongeng antara sebelum dan setelah diberikan intervensi (p<0.05). Selain itu berdasarkan persepsi para ibu, telah terjadi pengurangan masalah perilaku anak setelah mereka rutin mendongengi anak.

The aim of this study is to examine the differences in knowledge of storytelling benefits, methods of storytelling, and storytelling frequency between mothers in PAUD AL-Qoshosh. The knowledge of storytelling benefits is organized by learning strategy in early childhood education on storytelling method by Kusmiadi (2008), which declared many kinds of storytelling benefits for child cognitive and social development, especially in decreasing child behavior problems. The means of storytelling is based on Children?s Literature and Storytelling curriculum by Speaker (2000). This research study used one group pretest posttest design. The training was carried out 3 days from June 29 until July 1, 2012.
The intervention of this study was a training program habituation of storytelling for mothers. The materials were child?s development and behavior problems, storytelling benefits to children, and the means of strorytelling. Evaluation process of mother?s storytelling frecuency was held 2 weeks after the end of training.
Data analysis on this study were both quantitative and qualitative, using paired sample t-tests and interviews. Quantitative data on this study showed the significant difference on knowledge of benefits, means, and frequency of storytelling between before and after intervention (p<0.05). Based on the mother?s perceptions after they routinely conducted storytelling, there was a decrease in their child?s behavior problems.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2012
T31826
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suci Paramitha
"Skripsi ini menjelaskan tentang kegiatan mendongeng yang dilakukan di Daerah- daerah pasca bencana yang bertujuan untuk memulihkan trauma yang terjadi pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode Life History bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dan teknik mendongeng yang digunakan, mengidentifikasi kendala-kendala yang ditemukan dalam kegiatan mendongeng.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa strategi dan teknik yang digunakan dalam kegiatan mendongeng ini meliputi strategi dalam pemilihan cerita, penggunaan alat peraga dan melakukan aktivitas roleplay setelah mendongeng, serta melakukan pendekatan intensif kepada anak. Teknik mendongeng dan read aloud dilakukan bergantian disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang di lapangan. Kendala berupa minimnya waktu yang tersedia untuk berada di lokasi bencana dan terjadinya berita simpang siur yang ada di lokasi bencana dapat dengan mudah teratasi dengan cara melakukan sosialisasi kegiatan ini kepada masyarakat sebelum hari pelaksanaan, melakukan pendekatan-pendekatan personal dan mengajak masyarakat untuk turut terlibat dalam kegiatan pemulihan trauma yang diselenggarakan serta membuat catatan-catatan kecil tentang proses, tanggapan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan setiap harinya yang berguna sebagai bahan pembelajaran untuk masyarakat ketika pendogeng sudah kembali ke tempat asalnya.

This thesis explains about the storytelling activities done in post-disaster areas that seek to heal the trauma suffered by children. This research uses Life History method that seeks to identify the storytelling strategies and techniques used and to identify constraints faced in storytelling activities.
The result of this research states that the strategies and techniques used in the storytelling activities include role-play activities after storytelling and intensive approach to children. Storytelling and Read Aloud techniques are used alternately in accordance with situations and conditions in the field. The constraints, include lack of time available to be on the post-disaster areas and news of the maze on the areas, can be faced easily by socializing these activities to the community before the day, doing personal approaches, inviting the community to get involved in the trauma recovery activities, and making small notes about the process, responses, and evaluations of the daily activities that are useful as learning materials for the community when storytellers have returned.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S572
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Ariyo Faridh
"Dalam penelitian mengenai kegiatan mendongeng orang tua di Jadebotabek, penulis mengkaji aspek-aspek seperti: apakah mendongeng masih dilakukan para orang tua di Jadebotabek; pada waktu kapan saja kegiatan mendongeng itu dilakukan para orang tua di Jadebotabek kepada anak; sejak usia anak berapa, para orang tua di Jadebotabek mulai mendongeng kepada anak; apakah tujuan dari dilakukannya kegiatan mendongeng para orang tua di Jadebotabek kepada anak; cerita apa saja yang biasa didongengkan para orang tua di Jadebotabek kepada anak; bagaimanakah kegiatan mendongeng itu biasa dilakukan oleh para orang tua di Jadebotabek kepada anak; serta hal-hal apa yang dilakukan para orang tua di Jadebotabek kepada anak setelah kegiatan mendongeng dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan sifat penelitian deskriptif, metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner dimana pengambilan data dilakukan dengan cara sampel aksidental (accidental sampling). Scbagai subjek dalam penelitian ini adalah para orang tua di Jadebotabek yang mempunyai anak pada batas usia prasekolah hingga usia sekolah (usia 2-13 tahun). Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kegiatan mendongeng para orang tua tersebut kepada anaknya, dan pelaksanaan penelitian adalah di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mendongeng merupakan suatu kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi para orang tua di Jadebotabek, karena kegiatan mendongeng para orang tua kepada anaknya masih dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan basil penelitian bahwa mayoritas 75,86% responden ibu dan 55,17% responden bapak bahwa mereka masih mendongeng kepada anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kegiatan mendongeng para orang tua di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S15584
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kania Rianthi
"Skripsi ini membahas peningkatan minat baca anak melalui mendongeng. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Pustaka Kelana Rawamangun, Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dibatasi pada kelompok anak yang merupakan anggota Perpustakaan Pustaka Kelana. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan Perpustakaan Pustaka Kelana untuk meningkatkan minat baca anak melalui kegiatan mendongeng di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, anak yang gemar mendengarkan mendongeng memiliki minat membaca yang cukup baik. Sehingga kegiatan ini harus terus dikembangkan dan dilakukan secara rutin di perpustakaan.

The Focus of this study is the relationship between storytelling and increased interest in the part of children in readin. The study was conducted at Pustaka Kelana Library in Rawamangun, East Jakarta. Methodologically, this is a case study limited to children who are members of that library. The study concludes that children who enjoy hearing stories told, have a higher interest in reading. As such, storytelling is an activity that should be further developed, and regularly held at the libraries."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S15469
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>