Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yosep, Frediriques Plate
"Pemulihan krisis ekonomi sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi di Kabupaten Manggarai mendapat peluang yang sangat baik, yaitu melalui pelaksanaan otonomi daerah (menurut UU.No.22 dan UU.NO.29 Tabun 1999). Karena daerah memiliki kewenangan yang lebih luas lagi menyangkut kebijkan pembangunan, terutama berkaitan dengan pegelolaan potensi dan sumber daya daerah dalam rangka akselerasi pembangunan ekonomi. Selanjumya untuk menjamin agar kebijakan pembangunan ekonomi dapat mencapai hasil yang optimal, maka kebijakan yang diambil perlu didahuli oleh suatu penelitian yang mendalam dan komprehensif.
Penelitian ini berusaha menganalisis kondisi perekonomian di Kabupaten Manggarai yang meliputi identifikasi sektor-sektor basis ekonomi, pertumbuhan ekonomi, kontribusi sektoral terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto, transformasi struktu ekonorni, multiplier effect sektor-sektor basis dalam perekonomian Kabupaten Manggarai terhadap perekonomian Propinsi Nusa tenggara Timur, penentuan prioritas sektor basis dalam kebijakan perencanaan pembangunan ekonomi dan proyeksi perkembangan nilai tambah (value added) sektor basis. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 10 (sepuluh) sektor/sub sektor basis dalam perekonomian adalah : sektor pertanian, sub sektor tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan, penggalian, air minum, bangunan perhotelan dan jasa swasta. Sektor-sektor yang paling potensial amok dijadikan prioritas dalam kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Manggarai, yaitu : sektor perkebunan, perikanan dan penggalian.
Selanjutnya kebijakan perencanaan strategi pembangunan ekonomi yang direkomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai (Kantor Bataan Perencanaan Pembangunan Daerah), yaitu : untuk strategi jangka pendek "memanfaatkan luasnya pangsa pasar komoditas sektor pertanian khusunya sub sektor perkebunan dan perikanan melalui jaringan keija lama (net working) antar pemerintah daerah, masyarakat, LSM dan swasta pada tataran lokal, regional, nasional dan internasional dibidang ekonorni dan perdagangan." Dan untuk strategi jangka panjang " meningkatkan sumber daya manusia (pegawai) pada Kantor BAPPEDA Kabupaten Manggarai, agar berkemampuan professional di bidang teknis maupun manajerial untuk memanfaatkan luas lahan dan potensi sumber daya kelautan bagi pengembangan sektor perkebunan, perikanan dan penggalian di Kabupaten Manggarai.""
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
T12603
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Antonia Viena Hemo
"Pemasungan kerap dijadikan keluarga sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan kondisi pasien dengan gangguan jiwa berat. Akan tetapi, alih-alih mengurangi beban, praktik pemasungan justru menjadi stressor baru bagi keluarga. Stressor ini muncul dalam bentuk beban perawatan yang meningkat karena pasien harus dirawat di rumah dan membutuhkan perhatian serta pengawasan secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui beban perawatan, serta dinamika koping caregiver dan noncaregier yang melakukan perawatan pada pasien gangguan jiwa berat selama masa pemasungan di wilayah urban dan rural yang berada di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur pada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban yang dirasakan oleh caregiver dan noncaregiver sangat bervariasi, baik dari aspek objektif dan subjektif. Variasi ini turut memengaruhi strategi koping yang digunakan, dimana setiap individu menyesuaikan cara mengatasi beban berdasarkan jenis beban yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dalam merancang program yang bertujuan untuk mengurangi beban perawatan serta mendukung penguatan strategi koping yang lebih adaptif, baik caregiver maupun noncaregiver.

Restraint is often used by families as a last resort to manage the condition of relatives with severe mental illness. However, instead of decreasing the burden, this practice often becomes a new stressor for the family. This stressor emerges in the form of an increased caregiving burden, as the patient must be cared for at home and requires constant attention and supervision. The aim of this study is to explore the caregiving burden and the coping dynamics of both caregivers and noncaregivers who are involved in the care of patients with severe mental illness during the period of restraint in both urban and rural areas of Manggarai Regency. This research employed a qualitative method, with data collected through semi-structured in-depth interviews with primary informants, key informants, and additional informants. The findings reveals that the burden experienced by caregivers and noncaregiers varies significantly, both in objective and subjective dimension. These variation also influence the coping strategies employed, as each individuals adapts their coping mechanisms according to the type and intensity of the burden they face. Therefore, collaboration between the Manggarai Regency Government and the Manggarai Regency Health Office is essential in designing programs aimed at reducing the caregiving burden and strengthening more adaptive coping strategies for both caregivers and noncaregivers."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library