Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ersyi Arini Valmelina
"Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sifat antikorosi dan antibakteri pada implan gigi berbasis SS 316L yang dilapisi komposit perak-hidroksiapatit/multi-walled carbon nanotubes (Ag-HA/MWCNT) menggunakan teknik elektroforesis deposisi (EPD). Proses EPD dilakukan pada tegangan 30V dan 60V selama 20 menit dengan menggunakan suspensi etanol dan metanol, serta variasi konsentrasi Ag sebesar 1, 3, dan 5 wt%. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya vibrasi regangan P-O dari gugus fosfat (PO4³⁻) di semua sampel, yang mengindikasikan keberhasilan deposisi komposit Ag-HA/MWCNT. Morfologi lapisan Ag-HA/MWCNT memperlihatkan partikel yang tersusun secara globular, semakin meluas dengan peningkatan konsentrasi Ag, dan membentuk entitas lapisan yang melekat baik pada permukaan SS 316L. Tegangan 60V pada EPD menghasilkan deposisi yang lebih seragam dibandingkan dengan tegangan 30V. Pelarut metanol sebagai suspensi pada metode EPD menghasilkan deposisi Ag-HA/MWCNT yang seragam dan menutupi seluruh permukaan implant gigi SS 316L. Analisis komposisi mengkonfirmasi keberadaan unsur kalsium, fosfor, karbon, perak, dan oksigen pada permukaan lapisan. Uji efisiensi korosi dalam simulasi cairan tubuh menunjukkan peningkatan resistansi polarisasi dengan penurunan densitas arus (icorr) menjadi 0,096 μA/cm², dan laju korosi yang rendah sebesar 3.32 x 10⁻5 mm/y, seiring dengan peningkatan konsentrasi Ag. Selain itu, peningkatan zona inhibisi terhadap bakteri E. coli dari 9 mm menjadi 11 mm ditemukan pada lapisan dengan konsentrasi Ag 5 wt%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa deposisi Ag-HA/MWCNT 5 wt% pada permukaan implan gigi berbasis SS 316L menunjukkan sifat antikorosi yang tinggi dan sifat antibakterial yang kuat, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif material untuk implan gigi.

This study investigates the corrosion resistance and antibacterial properties of silver-hydroxyapatite/multi-walled carbon nanotube (Ag-HA/MWCNT) composite-coated SS 316L dental implants fabricated using electrophoretic deposition (EPD).The EPD process was conducted at voltages of 30V and 60V for 20 minutes using ethanol and methanol suspensions and Ag concentrations of 1, 3, and 5 wt%. Results confirmed the successful deposition of Ag-HA/MWCNT composites, as evidenced by the presence of P-O stretching vibrations from phosphate groups (PO4³⁻) in all samples. The morphology of the Ag-HA/MWCNT coatings revealed globular particles that became more extensive with increasing Ag concentration, forming a well-adherent layer on the SS 316L surface. EPD at 60V yielded more uniform deposition compared to 30V. Methanol suspension resulted in uniform Ag-HA/MWCNT deposition covering the entire SS 316L dental implant surface. Compositional analysis confirmed the presence of calcium, phosphorus, carbon, silver, and oxygen on the coating surface. Corrosion efficiency analysis in simulated body fluid demonstrated an increase in polarization resistance and a decrease in current density (icorr) to 0.096 μA/cm², indicating a low corrosion rate of 3.32 x 10⁻⁵ mm/y, with increasing Ag concentration. Additionally, an enhanced inhibition zone against E. coli bacteria, from 9 mm to 11 mm, was observed for the 5 wt% Ag-coated layer. These findings suggest that 5 wt% Ag-HA/MWCNT deposition on SS 316L dental implants exhibits superior corrosion resistance and strong antibacterial properties, making it a promising alternative material for dental implant applications."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Venty Prawitasari
"Resin unsaturated polyester UP banyak digunakan pada matriks komposit yang diperkuat dengn filler untuk menunjang sifat mekanik dan sifat fisiknya. Pada penelitian ini UP dipadukan dengan multi walled carbon nanotube MWCNT melalui metode pengadukan mekanik untuk meningkatkan kuat impak impact strength, mengurangi nilai penyerapan air water absorbtion dan meningkatkan koefisien gesek coefisien of friction. Komposisi MWCNT divariasikan pada 0,3 wt dan 0,6 wt, parameter pengadukan yang divariasikan, waktu 30 menit dan 90 menit, dan kecepatan 500 rpm dan 1500 rpm.
Hasil pengujian kuat impak menunjukan peningkatan hingga 56, pengujian penyerapan air menunjukkan penurunan hingga 41 dan pada pengujian koefisien gesek meningkat hingga 100. Hal ini dimungkinkan karena densitas energy shear shear energy yang tinggi akibat kecepatan pengadukan yang tinggi yang dapat memfasilitasi pemisahan MWCNT.

Unsaturated polyester UP resin is commonly used in composite matrix reinforced by filler to enhance its mechanical and physical properties. In this research, UP was combined with multi walled carbon nanotube MWCNT by using mechanical stirrer method to improve the impact strength, reduce water absorption, and intensify the coefficient of friction. MWCNT composition was varied as much as 0.3 wt and 0.6 wt. Stirring parameters were varied in time 30 minutes and 90 minutes and velocity 500 rpm and 1500 rpm.
The result of impact strength indicated 56 increase, the water absorption test denoted 41 decreasing and the examination of friction coefficient 100 increase. This phenomenon was possibly occurred by the high shear energy density which caused by the high stirring velocity as well that might facilitate the separation of MWCNT.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Permata Puspita Dewi
"Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanokomposit NiFe2O4 mesopori dengan MWCNT sebagai elektrokatalis dalam reaksi evolusi hidrogen. Berdasarkan hasil karakterisasi FTIR, XRD, Raman, TEM, SEM, dan BET menunjukkan NiFe2O4 mesopori, MWCNT, dan NiFe2O4 mesopori/MWCNT telah berhasil disintesis. Material-material hasil sintesis ini kemudian didepositkan pada permukaan elektroda glassy carbon (GCE) dan perilaku elektrokimianya diuji dengan teknik LSV, ECSA, EIS dan kronoamperometri. Pengujian menggunakan teknik LSV menunjukkan bahwa nilai onset potensial, overpotensial, dan tafel slope GCE/NiFe2O4 mesopori/MWCNT lebih kecil di bandingkan GCE/NiFe2O4 mesopori dan GCE/MWCNT. Hasil ini berkolerasi dengan uji ECSA yang menunjukkan bahwa GCE/NiFe2O4 mesopori/MWCNT memiliki luas permukaan yang paling tinggi sebesar 38,75 cm2.  Sedangkan pengujian dengan teknik EIS menunjukkan bahwa nilai hambatan transfer muatan (R

In this research, the synthesis of mesoporous NiFe2O4 nanocomposites was carried out using MWCNT as an electrocatalyst in the hydrogen evolution reaction. Based on the results of FTIR, XRD, Raman, TEM, SEM, and BET characterization, it was shown that mesoporous NiFe2O4, MWCNT, and mesoporous NiFe2O4/MWCNT had been successfully synthesized. The synthesized materials were then deposited on the surface of glassy carbon (GCE) electrodes. Their electrochemical behavior was tested using LSV, ECSA, EIS and chronoamperometric techniques. Tests using the LSV technique showed that the values of onset potential, overpotential, and tafel slope GCE/mesoporous NiFe2O4/MWCNT were smaller than GCE/ mesoporous NiFe2O2 and GCE/MWCNT. These results correlate with the ECSA test, which shows that GCE/mesoporous NiFe2O4/MWCNT has the highest surface area of 38.75 cm2. Meanwhile, the EIS technique showed that the smallest charge transfer resistance (Rct) was 2.39 kΩ. A stability test using the chronoamperometric method showed that GCE/mesoporous NiFe2O4/MWCNT had good stability after 21,600 seconds of chronoamperometry."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alexander Mikhail Hudiono
"

Implan gigi merupakan solusi terdepan penggantian gigi hilang karena lebih mudah beradaptasi, kokoh, dan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi lapisan dan ketahanan korosi hydroxyapatite/multiwalled carbon nanotube (HAp/MWCNT) pada substrat stainless steel 316L (SS 316L) sebagai implan gigi. Metode electrophoretic deposition (EPD) adalah metode pelapisan yang prosesnya relatif sederhana dengan biaya yang rendah. Variasi tegangan dilakukan pada 20, 30, dan 40 V selama 20 menit pada suspensi metanol. Hasil morfologi lapisan hydroxyapatite/multiwalled carbon nanotube (HAp/MWCNT) akan dikarakterisasi dengan Scanning Electrode Microscope (SEM) dan uji korosi yang dilakukan menggunakan metode Potentiodynamic Polarization (PDP) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Variasi tegangan 30 V menunjukkan hasil lapisan yang homogen dan bebas retakan, serta memiliki ketahanan korosi terbaik yang dengan nilai resistansi tertinggi yaitu 114.99 kΩ, serta laju korosi terendah yaitu 3.89 ×10-4 mmpy.


Dental implants are the leading solution for replacing missing teeth because they are more adaptable, sturdy, and long-lasting. This study aims to determine the coating morphology and corrosion resistance of hydroxyapatite/multiwalled carbon nanotube (HAp/MWCNT) on stainless steel 316L (SS 316L) as a dental implant substrate. The electrophoretic deposition (EPD) method is a relatively simple coating method with a low cost. Voltage variations were carried out at 20, 30, and 40 V for 20 minutes in methanol suspension. The results of the morphology of the hydroxyapatite/multiwalled carbon nanotube (HAp/MWCNT) layer will be characterized by a Scanning Electrode Microscope (SEM) and corrosion tests carried out using the Potentiodynamic Polarization (PDP) and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) methods. The voltage variation of 30 V showed that the coating was homogeneous and free of cracks and had the best corrosion resistance as indicated by the highest resistance value of 114.99 kΩ, and the lowest corrosion rate of 3.89 ×10-4 mmpy.

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Gebri Connidio
"Untuk mengatasi kehilangan gigi diperlukan implan gigi yang tahan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi lapisan dan ketahanan korosi Hidroksiapatit (HAp)/Multi Walled Carbon Nanotube (MWCNT) pada substrat Stainless Steel (SS) 316L sebagai implan gigi. Metode yang digunakan untuk melapisi SS 316L dengan HAp/MWCNT adalah metode Electrophoretic Deposition (EPD). Tegangan EPD dilakukan pada 20, 30, dan 40 V selama 20 menit dengan pelarut aseton. Morfologi lapisan HAp/MWCNT dianalisis dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil SEM menunjukkan tegangan 20 dan 30 V memiliki morfologi lapisan yang homogen sedangkan tegangan 40 V mengalami terjadinya aglomerasi. Uji korosi dengan metode Potentiodynamic Polarization (PDP) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) menunjukkan pelapisan HAp/MWCNT melindungi substrat SS 316L dari korosi dalam larutan Simulated Body Fluid (SBF). Sampel dengan kualitas terbaik diperoleh pada tegangan 30 V karena memiliki morfologi lapisan yang homogen sehingga menghasilkan laju korosi yang rendah (0,0745 mpy).

To address tooth loss, corrosion-resistant dental implants are required. This research aims to investigate the morphology and corrosion resistance of Hydroxyapatite (HAp)/ Multi Walled Carbon Nanotube (MWCNT) coatings on Stainless Steel (SS) 316L substrates for dental implants. The electrophoretic deposition (EPD) method was employed to coat SS 316L with HAp/MWCNT. EPD was carried out at 20, 30, and 40 V for 20 minutes using acetone as the solvent. The morphology of the HAp/MWCNT coatings was analyzed using Scanning Electron Microscopy (SEM). SEM results revealed that coatings at 20 and 30 V exhibited a homogeneous morphology, while agglomeration occurred at 40 V. Corrosion tests, conducted using Potentiodynamic Polarization (PDP) and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) methods in Simulated Body Fluid (SBF) solution, demonstrated that the HAp/MWCNT coatings protected the SS 316L substrate from corrosion. Samples coated at 30 V exhibited the highest quality due to their homogeneous morphology and low corrosion rate (0.0745 mpy)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lyubimaya Danindra Nugroho
"Meningkatnya kebutuhan energi setiap tahun mendorong pencarian sumber energi ramah lingkungan. Mayoritas sumber energi saat ini berasal dari bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi CO2 sebagai gas rumah kaca. Hidrogen merupakan alternatif yang menjanjikan dan dapat diproduksi melalui elektrolisis air. Dalam proses ini, elektrokatalis sangat penting untuk meminimalkan overpotensial. Cr2CTx MXene, yang digabungkan dengan multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) terfungsionalisasi, memiliki potensi sebagai elektrokatalis. Penelitian ini mensintesis nanokomposit MWCNT/Cr2CTx MXene melalui metode hidrotermal untuk digunakan dalam reaksi evolusi hidrogen. Nanokomposit yang disintesis dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, TEM, FTIR, dan Raman. Performanya sebagai elektrokatalis dievaluasi melalui LSV, CV, EIS, dan kronoamperometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanokomposit MWCNT/Cr2CTx MXene memiliki onset dan overpotensial terendah sebesar 231 mV dan 112 mV dibandingkan dengan elektrode lain. Nilai ECSA dari CV adalah 1,66 cm². EIS mengungkapkan hambatan rendah dan konduktivitas baik. Selain itu, pengujian kronoamperometri menunjukkan kestabilan yang baik, menjadikan nanokomposit ini cocok sebagai elektrokatalis dalam reaksi evolusi hidrogen.

The increasing energy demand each year drives the search for environmentally friendly energy sources. Currently, most energy sources come from fossil fuels that produce CO2 emissions as greenhouse gases. Hydrogen is a promising alternative and can be produced through water electrolysis. In this process, electrocatalysts are crucial to minimize overpotential. Cr2CTx MXene, combined with functionalized multi-walled carbon nanotubes (MWCNT), has potential as an electrocatalyst. This study synthesized MWCNT/Cr2CTx MXene nanocomposites using the hydrothermal method for use in hydrogen evolution reactions. The synthesized nanocomposites were characterized using XRD, SEM, TEM, FTIR, and Raman spectroscopy. Their performance as electrocatalysts was evaluated through LSV, CV, EIS, and chronoamperometry tests. The results showed that the MWCNT/Cr2CTx MXene nanocomposites had the lowest onset and overpotential values of 231 mV and 112 mV compared to other electrodes. The ECSA value from CV was 1.66 cm². EIS revealed low resistance and good conductivity. Additionally, chronoamperometry tests demonstrated good stability, making these nanocomposites suitable as electrocatalysts for hydrogen evolution reactions."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chandra Beixon
"Produksi energi hidrogen yang bersih dan berkelanjutan, memerlukan elektrokatalis yang ekonomis, serbaguna, dan memiliki performa yang baik dalam water splitting. MXenes, sebuah kelompok material dua dimensi (2D) yang baru dikembangkan memiliki karakteristik fisik dan kimia yang khas serta memiliki berbagai aplikasi. Namun, penerapannya dalam sel elektrokatalitik untuk menghasilkan hidrogen terhambat dikarenakan aktivitas Kimia Intrinsik yang Rendah, densitas situs aktif yang terbatas, dan transpor elektron yang tidak memadai. Pada percobaan ini, telah dilakukan sintesis MWCNT/V2CTx dimana dengan memasukkan karbon nanotube (CNT) ke dalam lembaran V2CTx MXene, menciptakan saluran jaringan konduktif yang meningkatkan difusi ion dan aktivitas elektrokimia. MWCNT/V2CTx yang telah disintesis kemudian dikarakerisasi menggunakan XRD, TEM, FTIR, dan spektroskopi Raman. Lalu diuji performanya dengan pengujian LSV, CV, EIS, dan kronoamperometri. Dari hasil penelitian didapatkan nilai onset potential dan overpotential dari MWCNT/V2CTx sebesar 443 mV dan 549 mV dimana nilai tersebut merupakan nilai paling kecil dibandingkan dengan material penyusunnya. Melalui uji ECSA, dan uji EIS diketahui bahwa MWCNT/V2CTx memiliki luas permukaan aktif paling tinggi dan hambatan transfer muatan sebesar 2869 Ω. Dari hasil pengujian kronoamperometri diketahui bahwa MWCNT/V2CT­x memiliki kestabilan yang cukup baik sebagai elektrokatalis pada reaksi evolusi hidrogen.

The production of clean and sustainable hydrogen energy requires economical, versatile electrocatalysts with good performance in water splitting. MXenes, a newly developed group of two-dimensional (2D) materials, possess unique physical and chemical characteristics and have various applications. However, their application in electrocatalytic cells for hydrogen production is hindered by low intrinsic chemical activity, limited active site density, and inadequate electron transport. In this experiment, MWCNT/V2CTx was synthesized by incorporating carbon nanotubes (CNT) into V2CTx MXene sheets, creating conductive network channels that enhance ion diffusion and electrochemical activity. The synthesized MWCNT/V2CTx was characterized using XRD, TEM, FTIR, and Raman spectroscopy. Its performance was then tested using LSV, CV, EIS, and chronoamperometry. The research results showed that the onset potential and overpotential values of MWCNT/V2CTx were 443 mV and 549 mV, respectively, which are the lowest values compared to its constituent materials. Through ECSA and EIS tests, it was found that MWCNT/V2CTx has the highest active surface area and a charge transfer resistance of 2869 Ω. Chronoamperometry tests revealed that MWCNT/V2CTx has good stability as an electrocatalyst in the hydrogen evolution reaction.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asmi Aris
"Studi ini melaporkan pengembangan sensor elektrokimia yang sangat sensitif berbasis nanokomposit dua dimensi (2D) Ti₃C₂Tx/MWCNT-OH untuk mendeteksi pestisida etil paraokson yang terdapat pada buah. Dalam penelitian ini, nanokomposit tersebut ditemukan secara sinergis satu sama lain untuk meningkatkan aktivitas katalitik dan efisiensi transport muatan di permukaan elektroda yang telah dimodifikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, nanokomposit Ti₃C₂Tx/MWCNT-OH menunjukkan kinerja elektrokimia dan elektroanalitik yang superior dibandingkan dengan Ti₃C₂Tx dan MWCNT-OH individu dalam mendeteksi paraoxon pada sampel buah berupa anggur merah anggur merah. Di sini, nanokomposit menunjukkan rentang respons linier dari 0,1 hingga 100 μM dengan batas deteksi (LOD) sebesar 0,01 μM dan sensitivitas sebesar 11.975 µA µM⁻¹ cm⁻² pada pH 8. Selain itu, nanokomposit yang disiapkan juga menunjukkan selektivitas yang baik dalam mendeteksi paraokon dengan keberadaan interferent seperti diazinon, karbaril, FeSO₄, NaNO₂, NaNO₃, asam askorbat, dan glukosa. Hasil tersebut menunjukkan potensi sensor yang baik untuk dikembangkan, dan sangat menjanjikan untuk memantau residu pestisida pada berbagai produk pertanian.

This study reports the development of a highly sensitive electrochemical sensor based on two-dimensional (2D) Ti₃C₂Tx/MWCNT-OH nanocomposites for detecting the pesticide ethyl paraoxon. The research reveals that the nanocomposites synergistically enhance catalytic activity and charge transport efficiency on the electrode surface. The findings indicate that the Ti₃C₂Tx/MWCNT-OH nanocomposites exhibit superior electrochemical and electroanalytical performance compared to individual Ti₃C₂Tx and MWCNT-OH in detecting paraoxon in real fruit samples (red grapes). The nanocomposites demonstrated a linear response range from 0.1 to 100 μM, with a detection limit (LOD) of 0.01 μM and a sensitivity of 11.975 µA µM⁻¹ cm⁻² at pH 8. Moreover, the prepared nanocomposites also displayed excellent selectivity in detecting paraoxon in the presence of interfering substances such as diazinon, carbaryl, FeSO₄, NaNO₂, NaNO₃, ascorbic acid, and glucose. The results indicate the sensor's strong potential for development and are highly promising for monitoring pesticide residues in various agricultural products."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salman Naufal
"ABSTRAK
Kebutuhan manusia terhadap energi akan terus bertambah setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2035 akan meningkat sebesar 41%. Salah satu energi alternatif yang sangat menjanjikan adalah hidrogen. Hidrogen merupakan energi ramah lingkungan dan memiliki energi per satuan massanya 4 kali lebih besar dari gas alam dan bensin. Solusi yang sedang dikembangkan saat ini adalah dengan menggunakan material berpori, carbon nanotube. Pada penelitian ini kemampuan carbon nanotube jenis purified MWCNT dan ACNT dalam mengadsorpsi gas hidrogen akan diuji pada 3 rentang temperatur isotermal yaitu 10, 20 dan 30oC, dengan masing-masing temperatur isotermal tersebut akan diuji pada rentang tekanan 0-1000 Psi. Dari hasil pengujian adsorpsi gas hidrogen dengan kedua adsorben menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi hidrogen terus meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan pada temperatur isotermal 10, 20, dan 30oC. Purified MWCNT lokal mempunyai kapasitas adsorpsi yang lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas adsorpsi ACNT komersial. Pada tekanan 1000 psia dan temperatur 20oC, kapasitas adsorpsi purified MWCNT lokal dan ACNT komersial berturut-turut 1,15 % dan 1,74% berat. Mekanisme adsorpsi yang terjadi pada kedua adsorben didasarkan pada interaksi fisik. Dari hasil data dinamika dapat diketahui bahwa proses adsorpsi dan desorpsi pada kedua adsorben berlangsung sangat cepat. Pada tekanan tertinggi (960 Psia), kesetimbangan adsorpsi dan desorpsi pada ACNT komersial tercapai mendekati waktu 40 detik, sedangkan pada purified MWCNT lokal tercapai pada waktu 15 detik. Waktu pencapaian kesetimbangan pada proses adsorpsi baik pada purified MWCNT lokal maupun ACNT komersial pada tekanan tinggi lebih cepat dibandingkan pada tekanan rendah. Begitu juga dengan waktu pencapaian desorpsi yang lebih tinggi dibandingkan saat adsorpsi.

ABSTRAK
The human needs of energi will be increasing by year, it is predicted that the needs will increase for 41% in 2035. One of the promising energi alternatives to overhelm the problem is hydrogen. To overcome the problem, hydrogen is stored in carbon nanotube. In this research, the capability of purified MWCNT and ACNT to store hydrogen will be tested in 3 range isothermal temperatur, they are 10, 20 and 30oC, and each temperatur will be experimented in range of pressure from 0-1000 Psia. From the test results of hydrogen gas adsorption with both adsorbent show that the hydrogen adsorption capacity increased with increasing pressure at isothermal temperature of 10, 20, dan 30oC. Local purified MWCNT has a lower adsorption capacity compared with the adsorption capacity of commercial CNT. At pressures around 1000 psia, the adsorption capacity of local and commercial CNT is 1,15 % and 1,74% weight respectively. Adsorption mechanism that occurs at both the adsorbent based on physical interactions. From the data, it is known that the dynamics of adsorption and desorption processes at both the adsorbent happened very quickly. At highest pressure (1000 Psia), adsorption and desorption equilibrium of purified local MWCNT is reached approximately in 15 seconds, while commercial ACNT is reached in 40 seconds. The rate of adsorption equilibrium at both local and commercial adsorbent at high pressure more rapidly than at low pressures. Thus, the rate of desorption equilibrium for both local and commercial adsorbents are faster than adsorption equilibrium."
2016
S64174
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Auliya’u Darojatin
"Studi elektrokimia berupa voltametri siklik dan kronoamperometri pada asam askorbat telah berhasil dilakukan pada screen printed carbon electrode (SPCE) dan SPCE termodifikasi multi-walled carbon nanotubes (SPCE-MWCNT) yang masing-masing memiliki luas permukaan aktif sebesar 0,138 cm2 dan 0,126 cm2. Pengaruh laju pemindaian dan konsentrasi asam askorbat yang dilarutkan dengan phosphate buffered saline (PBS) 0,1 M pH 7,4 terhadap arus dipelajari dengan menggunakan voltametri siklik dimana hubungan keduanya berlangsung linear, sama seperti pengaruh arus terhadap waktu yang dipelajari dengan menggunakan kronoamperometri. Elektroda SPCE dan SPCE-MWCNT teroksidasi masing-masing pada 0,2237 V dan 0,2756 V saat diberikan asam askorbat 10 mM dengan siklus potensial rentang -1 V hingga 1 V. Reaksi yang terjadi pada permukaan kedua elektroda tersebut merupakan reaksi yang dikontrol difusi dikarenakan hubungan antara log puncak arus anodik dan log laju pemindaian menunjukkan hasil yang linier dengan nilai kemiringan mendekati 0,5, yaitu sebesar 0,220 dan 0,222 untuk masing-masing SPCE dan SPCE-MWCNT. Batas deteksi dan batas kuantifikasi pada SPCE ditemukan masing-masing sebesar 1,2588 mM dan 3,8145 mM untuk pengujian menggunakan voltametri siklik, serta 2,8393 mM dan 8,6040 mM untuk pengujian menggunakan kronoamperometri. Sedangkan batas deteksi dan batas kuantifikasi pada SPCE-MWCNT ditemukan masing-masing sebesar 0,5197 mM dan 1,5748 mM untuk pengujian menggunakan voltametri siklik, serta 1,1486 mM dan 3,4805 mM untuk pengujian menggunakan kronoamperometri. Pada pengujian kronoamperometri menggunakan SPCE dan SPCE-MWCNT, dihasilkan juga persamaan linear masing-masing sebesar y=0,008x+0,07774 dan y=0,0091x+0,04781. Hal ini menunjukkan bahwa SPCE dan SPCE-MWCNT memiliki aktivitas katalitik yang baik terhadap oksidasi asam askorbat.

Electrochemical study through cyclic voltammetry and chronoamperometry on ascorbic acid was successfully accomplished on screen printed carbon electrode (SPCE) and SPCE modified with multi-walled carbon nanotubes (SPCE-MWCNT) with an active surface area of 0.138 cm2 dan 0.126 cm2, respectively. The effect of scan rate and concentration of dissolved ascorbic acid in phosphate buffered saline (PBS) 0.1 M pH 7.4 on the current were studied using cyclic voltammetry, where the relationship between them was linear. Similarly, the effect of current on time when studied using chronoamperometry also resulted in a linear relationship. The SPCE and SPCE-MWCNT electrodes were oxidized at 0.2237 V and 0.2756 V, respectively, when given 10 mM ascorbic acid with the range of cyclic potential -1 V to 1 V. The reaction which occurs on both the electrode surfaces are diffusion-controlled reaction, since the relationship between the log of peak anodic current and the log of the scan rate shows linear results with both slope values approximated to 0.5, which are 0.220 and 0.222 to be exact for SPCE and SPCE-MWCNT, respectively. The limit of detection (LOD) and the limit of quantification (LOQ) in SPCE were found to be 1.2588 mM dan 3.8145 mM, respectively, when tested using cyclic voltammetry, as well as 2.8393 mM and 8.6040 mM when tested using chronoamperometry. Meanwhile, LOD and LOQ in the SPCE-MWCNT were found to be 0.5197 mM and 1.5748 mM, respectively, when tested using cyclic voltammetry, as well as 1.1486 mM and 3.4805 mM when tested using chronoamperometry. In the chronoamperometric test using SPCE and SPCE-MWCNT, the resulting linear equations were y=0.008x+0.07774 and y=0.0091x+0.04781, respectively. These phenomena indicated that both SPCE and SPCE-MWCNT had a significant catalytic activity towards ascorbic acid oxidation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>