Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 38 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sony Wirawan Isnanda
"ABSTRAK
Tesis ini melakukan pembahasan mengenai pengaruh sebelum dan sesudah atas intervensi yang dilakukan oleh sektor swasta dalam melakukan pemberdayaan terhadap usaha mikro kecil dan menengah dalam studi kasus Wirausaha Muda
Mandiri. Beberapa hal yang akan dilakukan analisis adalah mengenai pengaruh
atas intervensi swasta terhadap perkembangan usaha dari UMKM yang dilihat
berdasarkan peningkatan omset, aset usaha dan net profit, kemudian mengenai
perngaruh atas intervensi swasta terhadap akses keuangan dari UMKM, serta
pengaruh intervensi swasta dalam menarik perhatian Pemerintah terhadap para
pelaku UMKM yang telah mendapatkan intervensi swasta

ABSTRACT
This thesis is a discussion about the effect before and after the intervention by the
private sector in the empowerment of the micro small and medium enterprises in
case study of Wirausaha Muda Mandiri . Some things that will be analyze is the
impact of the intervention of the private sector to the development of the business
of SMEs is seen by the increase in turnover , business assets and net profit , then
the impact of the intervention of the private sector to the access to finance of
SMEs , as well as the effect of the intervention of private in drawing the
Government's attention to the the SMEs that have gained private intervention ."
2016
T46716
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Itsna Najmia
"Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar yang penting dalam mendukung perekonomian nasional, namun UMKM masih dihadapi pada sulitnya mengakses pembiayaan. Sebagai upaya meningkatkan akses pembiayaan UMKM, Bank Indonesia mengeluarkan revisi peraturan kewajiban minimal penyaluran kredit UMKM bagi bank umum pada tahun 2015, tahun yang sama dengan perubahan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari imbal jasa penjaminan menjadi subsidi bunga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja bank dan suku bunga KUR terhadap penyaluran kredit UMKM. Dengan menggunakan data empat kelompok bank di Indonesia periode 2015-2019, penelitian ini menemukan adanya hubungan positif antara suku bunga KUR dan porsi penyaluran kredit UMKM. Faktor kinerja perbankan, yaitu ROA, NPL, Spread, DPK, dan BI Rate juga secara signifikan berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM.

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in Indonesia`s economic development, however most MSMEs still face significant challenges in accessing financing. In order to facilitate access to finance for MSMEs, Bank Indonesia revised the regulation about minimum amount of credit provided by the banks for MSMEs in 2015, the same year as modificaion of Kredit Usaha Rakyat (KUR) program from partial credit guarantee program to interest rate subsidy program. This study aims to examine the impact of bank performace and KUR interest rate on bank credit allocation for MSMEs. Utilizing data from four bank categories in Indonesia from 2015-2019, this study found a positive relationship between KUR interest rate and bank credit allocation for MSMEs. ROA, NPL, Spread, DPK, and BI Rate also significantly affect credit allocation for MSMEs."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Prisciella Tinova
"ABSTRAK
Tesis ini membahas mengenai business coaching yang dilakukan penulis dengan ukm Farani yang memproduksi busana muslim seperti gamis dan mukena. Tujuan dari penulisan tesis ini ialah untuk menyediakan anallisa yang tepat mengapa difersifikasi produk adalah solusi terbaik untuk menyingkirkan permasalahan utama. Penulis juga menyediakan studi perhitungan untuk studi kelayakan sehingga pelaku bisnis dapat yakin bahwa bisnis baru layak untuk dijalankan. Data yang dipakai selama penulisan tesis ini diambil dari hasil wawancara, baik dari pelaku bisnis, pelanggan, calon pelanggan, dan pesaing.

ABSTRACT
This thesis discusses about business coaching conducted by writer and Farani, a MSMEs that produce Muslim fashion, gamis and mukena. The aim of this thesis is to provide good analysis why product diversification is the best solution for Farani in order to get rid of the urgent problems. Author also provide feasibility study calculation so that business owner could be sure that the new line business feasible to run. Data were gathered using interview method, both from the business owner, customers, potential customers, and competitors.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alya Aulivia Rohali
"Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan usaha yang dapat menciptakan dan memperluas kesempatan kerja, memberikan pelayanan ekonomi kepada masyarakat, serta mampu berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat di Indonesia. dalam mewujudkan stabilitas nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh PT. Bersih Seperti Baru dalam menjalankan usahanya dan memberikan solusi yang tepat secara efektif dan efisien. Analisis dilakukan melalui model bisnis saat ini dan membuat model bisnis terbaru sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara mewawancarai karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan di perusahaan. Proses analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data dan menyajikan data yang telah diperoleh untuk kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan PT. Bersih Seperti Baru untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam hal produktivitas pegawai agar mampu meningkatkan produktivitas dalam melakukan pekerjaannya. Pembentukan sistem penilaian kinerja karyawan dan penerapan reward and punishment bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan.

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are business activities that can create and expand job opportunities, provide economic services to the community, and can play a role in the process of equity and increasing people's income in Indonesia. in realizing national stability. The purpose of this study was to determine the problems faced by PT. Bersih Seperti Baru in carrying out its business and providing the right solutions effectively and efficiently. The analysis is carried out through the current business model and creates the latest business model according to the company's needs. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive method. The technique of determining informants is done by interviewing employees and interested parties in the company. The process of data analysis is carried out by reducing data and presenting the data that has been obtained for the later conclusion. This research is expected to help the company PT. Bersih Seperti Baru to improve the competitiveness of MSMEs in terms of employee productivity to be able to increase productivity in doing their jobs. The establishment of an employee performance appraisal system and the application of rewards and punishments are aimed at improving the performance of the company's employees."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Imam Kharismananta
"Skripsi ini membahas tentang analisis hubungan social capital, entrepreneurial orientation dan business performance pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Jawa. Social capital dapat diartikan dengan jumlah sumber daya sebenarnya dan potensial yang ada, tersedia, dan berasal dari jaringan interaksi yang dimiliki oleh individu atau kelompok sosial. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang datanya dikumpulkan melalui survey yang disebar secara daring kepada para pelaku UMKM di Pulau Jawa. Hasil penelitian ini menemukan pengaruh positif dan signifikan antara social capital terhadap entrepreneurial orientation, social capital terhadap business performance, entrepreneurial orientation terhadap business performance pada UMKM di Pulau Jawa. Juga ditemukan pengaruh positif antara social capital terhadap business performance melalui variable entrepreneurial orientation pada UMKM di Pulau Jawa.

This thesis is aimed at analyzing the impact of social capital and entrepreneurial orientation on business performance of micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Java Island. Social capital refers to the number of actual and potential resources that exist, available, and realized from interactions amongst networks that are owned by individuals or social groups. This research uses a quantitative approach with data collection using a questionnaire. The survey is distributed online to MSMEs’ owners whose domicile are in the Java Island. The findings of this study are the impact of both social capital and entrepreneurial orientation, though analyzed separately, on business performance are positive and significant. Consistently, the influence of social capital on entrepreneurial orientation is also positive and significant. Lastly, an influence between social capital on business performance of MSMEs in Java Island through the entrepreneurial orientation as a mediating variable is found statistically positive."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Scheilla Aprilia Murnidayanti
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang efektivitas digitalisasi administrasi perpajakan untuk menurunkan compliance cost wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah (WP UMKM). Penelitian ini dilakukan pada pada Wajib Pajak yang terdaftar di data Industri Kecil Menengah Jakarta Timur dengan mengacu pada rumus Slovin dari jumlah populasi 484 pelaku UMKM sebagai Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto tertentu yang akhirnya sampel dipilih sebanyak 98 sampel yang dipilih secara purposive sampling dengan menggunakan google form sebagai media pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan teknik regresi linear berganda dan dalam pengujian statistiknya menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara fungsional administrasi perpajakan digital secara efektif dapat mempengaruhi biaya kepatuhan wajib pajak, ditinjau dari penerapannya, administrasi perpajakan digital secara efektif dapat mempengaruhi biaya kepatuhan wajib pajak, ditinjau dari kemampuan adaptasinya, administrasi perpajakan digital secara efektif dapat mempengaruhi biaya kepatuhan wajib pajak.

This study aims to examine the effectiveness of digitizing tax administration to reduce the compliance cost of taxpayers of micro, small and medium enterprises (MSMEs). This research was conducted on taxpayers registered in East Jakarta Small and Medium Industry data by referring to the Slovin formula. Out of a population of 484 MSME actors as taxpayers who have a certain gross turnover, 98 samples were selected by purposive sampling using Google. form as a sampling medium. This study uses multiple linear regression techniques and in statistical testing uses SPSS. The results of this study indicate that functionally digital tax administration can effectively affect taxpayer compliance costs, in terms of its application, digital tax administration can effectively affect taxpayer compliance costs, in terms of its adaptability, digital tax administration can effectively affect mandatory compliance costs tax."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heribertus Hario Wicahyo
"Pemerintah saat ini menaruh perhatian besar pada pengembangan ekonomi nasional yang mengedepankan UMKM. Dalam usaha pengembangan UMKM ini, kalangan akademisi membentuk kegiatan yang dinamakan Business Coaching. Business coaching saat ini erat kaitannya dengan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM bisa dikatakan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian suatu negara dalam rangka menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) serta mampu melakukan penyerapan tenaga kerja. Dengan kemampuan ini, UMKM menjadi pilar ekonomi yang diunggulkan pemerintah. Sektor UMKM juga memiliki peranan yang tidak perlu diragukan dalam menentukan PDB. Dalam menyikapi hal tersebut, para pelaku usaha UMKM harus mampu memainkan strategi bisnis nya dengan lebih fleksibel agar mampu bertahan dalam menghadapi persaingan. Pengalaman Karin Kukis dalam merespon permintaan hari raya tidak baik. Mereka memproduksi kue kering dengan jumlah yang tidak sesuai. Karin Kukis merasa kapasitas produksi mereka tidak optimal sehingga mereka tidak mampu memenuhi permintaan sehingga target mereka tidak tercapai. Oleh sebab itu diperlukan suatu strategi bisnis untuk menopang bisnis Karin Kukis. Dalam merespon tantangan tersebut, Karin Kukis menjalankan strategi bisnis fleksibel. Strategic flexibility adalah kemampuan perusahaan untuk merespon variasi permintaan dari lingkungan pasar yang kompetitif dan dinamis (Sanchez, 1995) Dalam menghadapi pasar yang permintaan yang tidak menentu ini, Karin Kukis akan memperbaiki kapasitas produksinya sehingga Karin Kukis dapat mengoptimasi kapasitas serta bersaing dengan para kompetitornya yang lain dan mampu mencapai tujuannya yakni peningkatan pendapatan dari penjualan.

The government is currently paying great attention to the development of the national economy that puts forward MSMEs. In this MSMEs development effort, the academic community formed an activity called Business Coaching. Business coaching is now closely related to the empowerment of Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs). MSMEs can be said to have a significant contribution to the economy of a country in order to contribute to gross domestic product (GDP) and able to absorb labor. With this capability, UMKM becomes the economic pillar of the superior government. The MSME sector also has an unquestionable role in determining GDP. In dealing with it, the MSMEs business actors must be able to play its business strategy with more flexible in order to survive in the face of competition. Karin Kukis's experience in responding to the holiday demand is not good. They produce dry cakes with unsuitable amounts. Karin Kukis feels their production capacity is not optimal so they are unable to meet the demand so that their target is not achieved. Therefore, a business strategy is needed to sustain the business of Karin Kukis. In response to these challenges, Karin Kukis operates a flexible business strategy. Strategic flexibility is the ability of a company to respond to variations in demand from a competitive and dynamic market environment (Sanchez, 1995). In the face of this uncertain market demand, Karin Kukis will improve its production capacity so that Karin Kukis can achieve capacity optimization also compete with its other competitors and be able to achieve the goal is to increase revenue from sales.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hery Setiawan
"UMKM menjadi salah satu yang terkena dampak kesehatan akibat adanya pandemi COVID-19. Melindungi para pekerja UMKM dari ancaman virus COVID-19 penting dilakukan dengan melakukan vaksinasi booster. Meningkatkan penerimaan vaksin booster COVID-19 pada pekerja perlu dilakukan dengan menggunakan intervensi promosi kesehatan dengan pendekatan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis intervensi promosi kesehatan dengan pendekatan pendidikan kesehatan pada pekerja UMKM dalam penerimaan vaksin booster COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian mixed-method menggabungkan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan bulan Mei-Juni 2022 di UMKM X Bintan dengan 13 responden, 3 informan utama, dan 3 informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap secara kuantitatif setelah diberikan intervensi promosi kesehatan. Peningkatan dapat dilihat dari persentase sebelum intervensi (pengetahuan 76,1% dan sikap 61%) dan setelah intervensi (pengetahuan 85% dan sikap 67%). secara kualitatif, pekerja UMKM X mampu menjelaskan COVID-19, Dampak, Vaksinasi Booster dan efek samping. Persepsi kerentanan, para pekerja belum melakukan vaksin booster karena takut efek samping yang diterimanya. Namun, vaksin booster bukan sebuah ancaman yang berbahaya bagi mereka dan vaksin ini memiliki manfaat yang baik dalam menjaga diri dari ancaman penyebaran virus COVID-19. Persepsi hambatan dalam penerimaan vaksin booster, pekerja mengatakan hambatan yang dihadapi diantaranya ketersediaan vaksin, jadwal pelayanan yang tidak sesuai dan rasa takut akan efek samping. Pada efikasi diri, mereka yakin akan melakukan vaksinasi setelah melihat teman, lingkungan dan adanya aturan yang berlaku. Munculnya keinginan untuk melakukan vaksinasi karena adanya dorongan dari diri sendiri dan ada pengaruh sedikit dari media sosial dan para pekerja UMKM tidak ada yang menolak program vaksinasi booster pemerintah.

MSMEs were one of the health impacts due to the COVID-19 pandemic. It was important to protect MSME workers from the threat of the COVID-19 virus by carrying out booster vaccinations. Increasing the acceptance of COVID-19 booster vaccines in workers needed to be done by using health promotion interventions. The purpose of this research was to analyze health promotion interventions for MSME workers by receiving the COVID-19 booster vaccine. This research used mixed-method research combining quantitative and qualitative conducted in May-June 2022 at MSME X Bintan with 13 respondents, 3 main informants, and 3 key informants. The results of this research indicated an increase in knowledge and attitudes quantitatively after being given health promotion interventions. The improvement can be seen from the mean value before the intervention (knowledge 76,1% and attitude 61%) and after the intervention (knowledge 85% and attitude 67%). Qualitatively, MSME X workers were able to elaborate COVID-19, its Impact, Booster Vaccinations, and side effects. Perception of susceptibility, workers had not done booster vaccines due to fear of the side effects they will receive. Nevertheless, the booster vaccine was not a dangerous threat for them and this vaccine has good benefits in protecting them from the threat of the spread of the COVID-19 virus. Perceptions of obstacles in receiving booster vaccines, workers said the obstacles they faced were the availability of vaccines, inappropriate service schedules, and fear of side effects. On self-efficacy, they believed they would vaccinate after seeing friends, the environment, and the existing rules. The emergence of the desire to vaccinate was due to self-indulgence and there was a little influence from social media and none of the MSME workers refused the government's booster vaccination program."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vicka Pramudya Putra
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kredit bermasalah pada segmen kredit UMKM dan Properti pada bank konvensional dan bank syariah di Indonesia. Khusus pada kredit UMKM, penelitian ini juga bermaksud mengetahui pengaruh kebijakan regulator dalam penyaluran kredit UMKM terhadap kredit bermasalah UMKM. Penelitian ini juga ingin mengklarifikasi pengaruh penggunaan akad pembiayaan syariah terhadap kredit bermasalah. Variabel makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini adalah GDP, inflasi, suku bunga dan nilai tukar, sedangkan variabel bank spesifik ialah CAR, ROA, NIM/NI dan Bank Size. Dengan menggunakan estimasi panel data dinamis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi dan bank spesifik memiliki pengaruh terhadap kredit bermasalah pada segmen UMKM dan Properti. Namun, pada segmen UMKM dan Properti pada bank syariah, penelitian ini tidak menemukan faktor makroekonomi yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah kedua segmen tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa pertumbuhan akad berbasis piutang dan sewa berpengaruh signifikan terhadap kredit bermasalah kedua segmen tersebut. Kajian ini juga memberikan kontribusi mengenai kebijakan regulator terkait kewajiban penyaluran kredit segmen UMKM.

This study aims to determine the factors that influence non-performing loans in the MSME and Property loan segment in conventional banks and Islamic banks in Indonesia. Especially for MSME loans, this study also intends to know the influence of regulatory policies in lending MSMEs to the NPL of this segment. This study also wants to clarify the effect of using Islamic financing contracts on non-performing loans. Macroeconomic variables used in this study are GDP, inflation, interest rates, and exchange rates, while specific bank variables are CAR, ROA, NIM/NI, and Bank Size. By using dynamic data panel estimation, the results of this study indicate that macroeconomic factors and banks specific influence non-performing loans in the MSMEs and Property segments. However, in the MSMEs and Property segments of the Islamic Bank, this study did not find macroeconomic factors that affect on the non-performing financing of the two segments. This study also found that growth in mark-up and lease-based Islamic contracts had a significant effect on the non-performing loans of the two segments. This study also contributed to the obligation to channel loans to MSMEs applied by the government."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T55140
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Regina Triana Kamila
"Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara, termasuk di Indonesia. Namun karena masalah administrasi, UMKM kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan dengan cara konvensional, seperti pinjaman bank. Untuk itu, Fintech Peer-to-Peer Lending hadir sebagai alternatif baru bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan. Dengan demikian, perlu untuk menganalisis peraturan dan implementasi Peer-to-Peer Lending untuk pembiayaan UMKM di Indonesia. Skripsi ini memiliki dua rumusan permasalahan yaitu 1) bagaimana regulasi Peer-to-Peer Lending untuk pembiayaan UMKM?  dan 2) bagaimana implementasi Peer-to-Peer Lending untuk pembiayaan UMKM dan kesesuaiannya terhadap regulasi Peer-to-Peer Lending Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif Penelitian ini menunjukkan bahwa Peer-to-Peer Lending untuk pembiayaan UMKM diatur berdasarkan POJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Sayangnya, peraturan tersebut ternyata belum cukup mampu  mengakomodasi pembiayaan untuk sektor produktif atau UMKM secara optimal. Terlepas dari itu, sebagai salah satu Penyedia Peer-to-Peer Lending yang memberikan pembiayaan untuk UMKM, PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia telah berhasil melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi ketentuan sebagaimana termuat dalam POJK No. 77/POJK.01/2016. Dalam rangka mendukung akses pendanaan bagi UMKM melalui layanan Peer-to-Peer Lending, OJK diharapkan dapat memperbaiki peraturan tersebut sehingga dapat mempercepat literasi dan inklusi keuangan. Selain itu, pemerintah Indonesia disarankan agar mempercepat pengesahan RUU tentang Teknologi Finansial agar menjamin kepastian hukum para pihak dalam Peer-to-Peer Lending.

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has an important role in the economy of a country, including in Indonesia. Due to administrative issues, they fail to gain access to finance by conventional means, such as bank loans. For this reason, Peer-to-Peer Lending exist as an important alternative for MSMEs to access funds. Therefore, it is necessary to analyze the regulation and implementation of Peer-to-Peer Lending in Indonesia. This thesis has two research questions namely 1) how are the regulations on Peer-to-Peer Lending Service for MSMEs financing? and 2) how are the implementation of Peer-to-Peer Lending for MSMEs financing and its compliance to Peer-to-Peer Lending regulations? This thesis is a normative legal research. This study shows that Peer-to-Peer Lending for MSMEs financing is regulated under POJK No. 77/POJK.01/2016 on Information Technology-Based Lending Service. Unfortunately, the regulation is not considered sufficient to accommodate financing for the productive sector or MSMEs. Regardless, as one of the Provider of Peer-to-Peer Lending who provide financing for MSMEs, PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia has succeeded in carrying out its obligations to fulfil the provisions as stated in POJK No. 77/POJK.01/2016. In order to better support access to funding for MSMEs by Peer-to-Peer Lending, OJK is expected to be able to improve the regulations so as to accelerate financial literacy and inclusion. In addition, the Indonesian government is suggested to accelerate the validation of the Bill on Financial Technology in order to ensure legal certainty for the parties in Peer-to-Peer Lending."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>