Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 35 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Stebby Julionatan
Malang: Bayumedia, 2011
899.221 STE l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Halsall, Fred
New York: Addison-Wesley, 1996
004.6 HAL d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Comer, Douglas E.
New York: Prentice-Hall, 2000
005.2 COM i I
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lan, Nio Joe
Jakarta: Komunitas bambu, 2008
809 Lan d
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Roy Hartadi Simon
"Jaringan komputer makin banyak dipakai dan hari ke hari, sejalan dengan makin berkembangnya teknologi komputer baik perangkat kerasnya maupun perangkat lunaknya. Dengan makin meningkatnya tingkat mobilitas dari para pemakai jaringan komputer, sehingga dibutuhkan suatu jaringan komputer yang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan tersebut. Salah satu solusi dari tuntutan diatas adalah teknologi wireless LAN, teknologi ini memungkinkan para pemakai jaringan komputer dapat mengakses jaringan komputer tanpa harus adanya hubungan secara fisik yang biasanya berupa kabel. Teknologi wireless LAN ini memungkinkan pemakai komputer portabel (seperti notebook dan laptop) untuk mengakses jaringan komputer dari tempat yang berpindah-pindah. Dalam mengembangkan perangkat keras wireless LAN, harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut : teknologi perangkat keras yang ada, biaya produksi, pemakaian daya listrik, kemampuan untuk beroperasi dengan jaringan wireless yang lain tanpa saling berinterferensi, daya jangkau, dan tingkat keamanan. Pada Tugas Akhir ini akan diimplementasikan perangkat keras IBM Wireless LAN dan dianalisa unjuk kerja dari IBM Wireless LAN ini, serta membandingkannya dengan teknologi LAN konvensional yang sudah umum digunakan yaitu Ethernet (1OBase2)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S38833
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ma, Huan, 1414-1451
Cambridge, UK: Published for the Hakluyt Society at the University Press, 1970
951.026 MAH y
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Magfirawaty
"Telah dibuat sebuah sistem absensi kehadiran yang dapat dikendalikan jarak jauh dengan memanfaatkan koneksi internet. Jaringan utama yang dimanfaatkan untuk koneksi adalah jaringan LAN (Local Area Network) dan jaringan GPRS digunakan sebagai pendukung. Pada saat koneksi pada jaringan LAN terputus maka koneksi pada jaringan GPRS akan diaktifkan, sehingga koneksi pengiriman data tidak terhambat. MYSQL 5 dipakai untuk menyimpan database kehadiran yang ada. AET63BioTRUSTKey merupakan smartcard reader yang dilengkapi dengan scanner sidik jari. AET63BioTRUSTKey dikendalikan oleh Visual Basic 6 dipakai sebagai input data kehadiran. Selain untuk mengendalikan smartcard reader, Visual Basic 6 dipakai untuk menginputkan data ke database dengan memanfaatkan webservice yang ditulis dalam bahasa PHP. Data diri pemilik disimpan pada smartcard untuk dicocokan pada database.

Has been made an attended system that can be controlled from long distance using internet connection. The main connection is LAN (Local Area Network). GPRS connection is used for back up. When LAN connection is hang out the system will switch directly to GPRS system. MYSQL 5 is used for saving database attendance. AET63BioTRUSTKey is a smartcard reader with fingerprint scanner. Visual Basic 6 is used for controlling AET63BioTRUSTKey, switching connection and for database logger. Webservice that?s used is written in PHP code. The information ID is saved in smartcard to be compare with database data."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T21311
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Donny La Ode Aksah
"Teknologi wireless LAN merupakan teknologi yang kini sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan user untuk dapat melakukan komunikasi data antar komputer tanpa adanya batasan tempat layanan, wirless LAN dengan kecepatan transmisi dan kehandalan yang tinggi menjadi tuntutan dalam komunikasi data di masa depan. Ada beberapa standar wireless LAN yang dikeluarkun oleh badan-badan standarisasi, diantaranya adalah Bluetooth, HiperLAN, dan WLAN 802.11 [1][2].
Pada skripsi ini dibahas untuk kerja deteksi frame dan deteksi simbol data. Kedua algoritma ini merupakan algoritma sinkronisasi yang berrhuhungan dengan ketepatan waktu penerimaan sample dari sinyal WLAN 802.11 a.
Dari hasil simulasi dengan Mathlab didapatkan deteksi frame dapat bekerja dibawah kondisi delay sampai 100 sample atau lebih sedangkan pendeteksian dengan deteksi simbol data memberikan hasil yang tepat untuk hingga delay maksimum 31 sample atau selama 1,55 us. Pada simulasi dengan data rate 24 Mbps (coding rate 1/2, mapping 16-QAM, deteksi frame memberikan ketepatan deteksi mulai SNR = 16 dan deteksi simbol data ketepatan deteksi telah didapat mulai SNR = 8 dB."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S39265
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erna Sri Sugesti
"Pertumbuhan pengguna Internet sangat signifikan selama hampir dua dekade terakhir ini. Pertumbuhan ini didukung oleh kemudahan instalasi perangkat serta fleksibilitas aksesnya. Teknologi pendukung yang demikian itu adalah WLAN. Ekspansi area cakupan WLAN menggunakan medium serat optik membentuk jaringan hibrida yang disebut WiLANoF menemui masalah pada protokolnya. Diperlukan suatu rekayasa protokol untuk menyelesaikan masalah tersebut. Transmisi aplikasi yang berbeda memiliki persyaratan yang berbeda pula. Aplikasi elastik menggunakan protokol 802.11g DCF, sedangkan aplikasi waktu nyata menggunakan 802.11e HCCA. Untuk menjaga throughput, delay yang dihasilkan dirancang agar tidak melebihi suatu nilai tertentu yang tergantung pada persyaratan aplikasi. Dalam riset ini diusulkan prosedur komputasi 802.11b/g yang mempermudah proses desain dan pengendalian protokol DCF WiLANoF. Di samping, itu diusulkan suatu pendekatan baru yaitu optimasi TXOP menggunakan metode Knapsack untuk menghasilkan utilisasi kanal yang tinggi pada protokol HCCA.
Hasil analisis penggunaan prosedur komputasi 802.11 b/g untuk aplikasi elastik pada WiLANoF menunjukkan bahwa delay bound dipengaruhi oleh kelas dan mode operasi WLAN, skema CSMA/CA serta ukuran frame. Delay pada teknologi ERP-OFDM skema basic access 483 µs dan RTS/CTS 649 µs, dicapai untuk kondisi panjang frame 1500 byte, panjang serat optik 3780 m dan timeout 43 µs. Untuk teknologi DSSS-OFDM 54 Mbps mengalami delay skema basic access 1,2 ms dan RTS/CTS 2,05 ms untuk kondisi panjang frame 1500 byte, panjang serat optik 21,7 km dan timeout 22,2 ms. Optimasi TXOP aplikasi waktu- nyata menggunakan metode Knapsack berfungsi untuk mengendalikan parameter delay sehingga utilisasi kanal maksimum dapat dicapai. Hasil yang diperoleh adalah 22 TXOP untuk 45 TU CFP dan 4 laju mandatory, sedangkan panjang serat optik mencapai 1700 m.

The growth of Internet users are very significant for the last two decades. This growth may be supported by the installation easiness and the access flexibility of the Internet technologies. Such supporting technologies are Wireless-Local Area Network (WLAN). The optical fiber applications in the expansion of WLAN coverage area which is then called WLAN-over-Fiber (WiLANoF) encounter some problems due to the protocols. To resolve such protocol problems, a protocol engineering is required. The transmission of different applications have different requirements. The elastic applications transmission is carried out by 802.11g DCF protocol, while the real-time applications is managed by 802.11e HCCA protocol. To maintain the network throughput, the resulting delay is designed not to exceed a certain value which depends on the application requirements. This research proposes a B/G computing procedure that simplify the design process and the control of WiLANoF DCF protocol. In addition, it is also proposed a TXOP optimation that uses Knapsack method to produce high channel utilization upon the HCCA protocol.
The analysis results using the B/G computational procedures for elastic applications show that the WiLANoF delay bound is influenced by the class and the operation mode of WLAN, the CSMA/CA scheme as well as the size of the payload frames. The delay of 54 Mbps ERP-OFDM is 483 µs using the scheme of basic access, while the RTS/CTS is 649 µs. The both results are achieved under the conditions of 1500 byte frame length, 3780 m optical fiber length and the 43 µs timeout. The delay of 54 Mbps DSSS-OFDM is 1.2 ms upon the scheme of basic access, while the RTS/CTS is 2.05 ms. The last couple results are under the circumstances of 1500 bytes frame length, 21.7 km optical fiber length and 22.2 ms timeout. The TXOP optimation using the Knapsack method for real-time applications, can be used to control the delay parameter so that the maximum channel utilization can be achieved. The results obtained are 22 TXOP to 45 TU CFP and 4 mandatory rates, while the length of the optical fiber reaches 1700 m.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
D1423
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ciampa, Mark
Singapore : Course Technology Cengage Learning, 2013
004.68 CIA c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>