Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 404 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yaslis Ilyas
Depok: Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan FKM UI, 2001
658.3 YAS k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Magdalena
"Kinerja guru Sekolah Minggu sangat menentukan keberhasilan dalam pengajaran agama Kristen di Sekolah Minggu. Pentingnya peranan ini membuat evaluasi kerja menjadi sebuah hal yang penting untuk dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya persoalan klasik yang berulang. Namun, sebuah evaluasi kinerja tidak dapat dilaksanakan dengan optimal apabila tidak dilakukan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru Sekolah Minggu pada Komisi Anak Gereja Kristen Indonesia Gunung Sahari tahun 2010. Berdasarkan Teori Perilaku dan Kinerja Gibson yang telah diolah kembali, didapati bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru Sekolah Minggu tidak hanya mencakup faktor internal (kompetensi, lama melayani, persepsi, pelatihan, dan motivasi) saja, tetapi juga mencakup faktor eksternal (sumber daya dan kepemimpinan).
Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji koefisien regresi secara bersama-sama dan uji koefisien regresi secara parsial.
Hasil uji koefisien regresi secara bersama-sama menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas dalam penelitian secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat kinerja guru Sekolah Minggu. Namun hasil uji koefisien regresi secara parsial menunjukkan bahwa hanya faktor internal yaitu faktor kompetensi dan faktor eksternal yaitu faktor sumber daya yang secara signifikan mempengaruhi kinerja guru Sekolah Minggu Komisi Anak Gereja Kristen Indonesia Gunung Sahari.

Sunday School teachers performance are critical to success of the Christian religious teaching in Sunday School. The importance of this role makes the evaluation of work becomes an important thing to do in order to prevent the occurrence of recurrent classic problem. However, an evaluation of performance could not be performed with optimal if it is not done on the factors that affect performance.
This study aimed to gain insight about the factors that affect performance Sunday School teacher at the Indonesian Christian Church Commission on Child Gunung Sahari in 2010. Based on Gibson's Theory of Behavior and Performance that has been reprocessed, it was found that the factors that affect the performance of Sunday School teachers include not only internal factors (competence, length of service, perception, training, and motivation), but also include external factors (resources and leadership).
This research is explanatory with quantitative approach. Data was collected by distributing questionnaires to then analyzed using multiple regression analysis techniques. Testing research hypotheses using regression coefficient test together and test the partial regression coefficient.
Regression coefficient test results together indicate that all independent variables in the study jointly affect the dependent variable performance Sunday School teacher. But the test results in a partial regression coefficients showed that only internal factors are competence factors and external factors are resource factors that significantly affect the performance of Commission for Children Sunday School teachers from the Indonesian Christian Church Gunung Sahari."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
T 28139
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Maskito A. Soerjoasmoro
"Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, saat ini kuantitasnya sudah mencukupi, tetapi bagaimana dengan kualitasnya? Penelitian ini ingin mendapatkan gambaran tentang kinerja petugas pengisi formulir stratifikasi yang merupakan alat evaluasi Puskesmas. Metoda penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Unit analisis adalah petugas pengisi formulir stratifikasi seluruh puskesmas Kabupaten Tangerang. Cara memperoleh datanya dengan wawancara terstruktur dan dengan menilai kinerja petugas dari hasil isian formulir stratifikasi tahun 1992.
Hasil variabel independen masukan yaitu pendidikan, pengetahuan, bimbingan, jabatan, lama bekerja, kepuasan, pendapat, pengisian dan ketekunan yang berhubungan dengan kinerja petugas adalah pengetahuan dan kepuasan bekerja. Variabel-variabel independen proses yaitu tingkat kesulitan tidak ada yang berhubungan bermakna dengan kinerja petugas. Sedangkan variabel independen lingkungan yaitu data, sarana dan waktu yang tersedia serta Hubungan dengan atasan, yang berhubungan dengan kinerja adalah sarana dan waktu. Hasil variabel dependen yaitu ketepatan, kelengkapan dan kecermatan hasilnya 86% kurang dan 14% yang baik. Hal-hal panting lain yang memberikan dorongan kinerja adalah bimbingan, tersedianya data dan perbaikan formulir stratifikas Puskesmas.
Kesimpulan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, kepuasan bekerja, sarana buku pedoman dan waktu pengisian terhadap hasil kinerja petugas pengisi formulir stratifikasi. Sebagai saran perlu ditingkatkan pengetahuan petugas, diusahakan agar pekerja puas baik fisik maupun mental, dicukupi sarananya dan alokasi waktu yang cukup untuk mengerjakan tugasnya. Puskesmas-puskesmas Kabupaten Tangerang agar lebih memperhatikan kinerja pengisian formulir stratifikasi Puskesmas sehingga hasilnya lebih baik. Untuk Dinkes Kabupaten DT II Tangerang agar memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang pentingnya stratifikasi Puskesmas dan peningkatan kinerja.

A Case study on factors connected with performance of officers responsible for Health Center (Puskesmas) Stratification has been carried out in Tangerang Regency, West Java, Indonesia. The study incorporate all 43 puskesmas in the regency and select one person from each Puskesmas, who was responsible for Puskesmas stratification, as a responder for the unit analysis. Data for independent variable collected for the study wa conducted through structural interview at February 15, 1993. And for the dependent variable, data collected by measurement of the performance od the filling 1992 Tangerang Regency Puskesmas Stratification.
The result indicated that some factors (i.e Knowledge, Job Satisfaction, Studies Guide book and Enough Time Allocation), Significantly connected with increased performance. Performance itself, measured through exactness, completeness and accuracy of Puskesmas Stratification fill in, showed an inadequate 86% Low result with only 14% fair result. Other important factors indicating performance stimulation were personal training, data availability and stratification form improvement.
It was suggested to increase Knowledge, Job Satisfaction, resources fulfillment and allocating enough time for persons involve in Puskesmas stratification to rise their performance. Puskesmas in Tangerang Regency should also suggested to increased their effort for a better performance result. Regency Health office should increased their training, guidance and information regarding the importance of Puskesmas Stratification performance.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dale, Margaret
Jakarta: Gramedia, 2003
658.407 DAL a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Kinerja kejaksaan dinilai lemah dan jauh dari harapan untuk menjawab masalah yang timbul masa kini dan masa mendatang atau tantangan global, misalnya dengan akan diratifikasinya konvensi anti korupsi kejahatan money laundering, cyver crime, teroris dan lain-lain"
2005
TMHK-IV-6-Des2005-4
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fera Tri Wahyuni
"Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas MTBS dalam pelayanan MTBS di Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Madiun tahun 2011. Desain cross sectional, dilakukan pada bulan April-Mei 2011 dengan responden 80 petugas MTBS. Hasil penelitian menunjukkan hanya 16,2% petugas MTBS yang berkinerja baik. Motivasi, beban kerja dan supervisi merupakan variabel yang berhubungan dengan kinerja petugas MTBS, sedangkan umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, pengetahuan tentang MTBS dan sarana dan prasarana tidak berhubungan dengan kinerja petugas MTBS. Atas dasar tersebut untuk meningkatkan kinerja petugas MTBS perlu diberlakukan sistem penghargaan, pembagian kerja yang jelas atau menunjuk petugas khusus untuk menjalankan MTBS, serta mengoptimalkan supervisi.

The aim is this study was to find out factors related to the performance of IMCI officer on serving IMCI in Puskesmas Madiun City Health Office in 2011. Cross-sectional desaign, that was conducted in April-May 2011 with 80 respondents of officers IMCI. The study results showed that only 16.2% IMCI officers who perform well. Motivation, workload, and supervision is a variable related to the performance of IMCI officer, while age, education, training, years of service, knowledge of IMCI and facilities and infrastructure not related to the performance official of IMCI. Based on the result, it is important to improve their performance officer IMCI need to be implemented reward system, a clear division of labor, or appoint a special officer to run the IMCI, and to optimize supervision."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Afiril Utami
"Pencapaian tujuan suatu organisasi akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain : kemampuan dan motivasi. Masalah pokok yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mengenai kinerja pegawai bidang pembinaan pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Rantau Prapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang persepsi kemampuan dan motivasi mengenai kinerja pegawai khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Rantau Prapat berdasarkan data empiris. Kerangka teori dari penelitian ini adalah model kerangka perilaku dan kinerja individu dalam organisasi yang dibuat Gibson. Kemampuan adalah yang merujuk kepada suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalarn suatu pekerjaan, salah satu teori kemampuan menurut Robbin. Jika kemampuan dan motivasi dipersepsikan sebagai indikator utama dalam melaksanakan pekerjaan, maka hal itu akan memacu kinerja pegawai. Ada delapan dimensi karakteristik pekerjaan yaitu pengetahuan, kerjasama, ketrampitan, kedisiplinan, tanggung jawab, kondisi kerja, gaji dan kebijakan dan admnistrasi. Kehsdiran dimensi utama pekerjaan tersebut dapat menimbulkan motivasi intemal yang selanjutnya akan dipersepsikan pada kinerja pegawai. Motivasi adalah kebutuhan yang distimulasi yang berorientasi kepada tujuan individu dalam mencapai rasa puas (William J. Stanton). Kondisi kerja yang aman dan tenang, akan membuat pegawai merasa senang dan menikmati pekerjaannya sehingga akan berpengaruh pada kinerjanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, responden yang dilibatkan dalam penelitian berjumlah 50 orang pegawai pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Rantau Prapat. Pengambilan data dilakukan melalui sensus populasi. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Skoring kuesioner menggunakan skala ordinal Likert. Tahap selanjuntya adalah analisis data dengan menggunakan analisis distribusi frekuensi. Pengolahan dan analisis data dihitung secara manual. Hasil analisis statistik menghasilkan kesimpulan bahwa Pegawai LP Klas IIA Rantau Prapat sebagian besar dalam melaksanakan pekerjaan, dilihat dari kemampuan pegawainya lebih mengutamakan indikator kerjasama dikarenakan sebagian besar pegawai bekerja sama dalam melaksanakan setiap bentuk pekerjaan pada bidang pembinaan narapidana. Berdasarkan kesimpulan tersebut, dan untuk peningkatan kinerja pegawai Lem baga Pemasyarakatan Klas IIA Rantau Prapat, maka Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Rantau Prapat disarankan untuk memberikan instruksi dan pengarahan secara berkala kepada para pegawai agar dapat lebih disiplin kerja dan dapat menanamkan tanggung jawab yang tinggi dari diri pegawai agar pekerjaan di bidang pembinaan dapat terlaksana secara maksimal."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
T24579
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Change in the public sector is the rule rather than the expectation. The quest for the perfect way of structuring and managing government has gone on as long as there has been a government always to end in disappoiment
"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Yusuf
"Tujuan penulis didalam membuat karya akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja enam perusahaan dari tiga industri dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Keenam perusahaan tersebut yaitu; PT. Indofood dan PT. Mayora (Industri Makanan Olahan), PT. H.M Sampoerna dan PT. Gudang Garam (Industri Rokok), serta PT. Telkom dan PT. Indosat (industri Telekomunikasi). Selain itu, penulis juga ingin mengetahui hubungan antar variabel-variabel pembentuk EVA dengan EVA itu sendiri.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif. Berdasarkan pada hasil penelitian, hasil penelitian ini menyarankan bahwa, bagi perusahaan yang memiliki nilai EVA yang negatif, harus lebih memperhatikan variabel-variabel penting didalam pembentukan nilai EVA perusahaan seperti; struktur permodalan dan laba operasi. Dan bagi para investor, didalam melakukan sebuah investasi sebaiknya dilakukan riset terlebih dahulu terhadap laporan keuangan perusahaan selama beberapa periode. Hal ini dilakukan guna melihat apakah perusahaan tersebut memiliki prospek positif didalam memberikan keuntungan yang diharapkan.

The focus of this study is to notice the performance of the six company from three different industries with applying the Economic Value Added (EVA) method. Those six company are; ; PT. Indofood and PT. Mayora (instant food industry), PT. H.M Sampoerna and PT. Gudang Garam (cigarette industry), PT. Telkom and PT. Indosat (telecommunication industry). This study is also indentify the relationship between the variables which creates EVA and the EVA it selves.
This study is an descriptive quantitative study. Based on the result of this study, the result suggest that for the company who has an negative EVA must be more focus on the important variables which creates EVA, like capital structure and earnings. And for the investor, they must do some financial report analyze first before making an investment decision. Because, it is important to know the prospect and the expected return of the company."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26496
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Engelbert Christian
"Tesis ini membahas pengukuran kinerja perusahaan jasa penerbangan di Indonesia dengan menggunakan metode Performance Prism. Penelitian ini tidak hanya mengukur kinerja dari sisi strategi saja tetapi juga memperhatikan kepuasan dan kontribusi stakeholder, proses dan kapabilitas perusahaan. Penelitian ini juga mengidentifikasi stakeholder dari banyak pihak yang berkepentingan, seperti pelanggan, manajemen, pegawai dan pemasok. Pengolahan data dilakukan dengan Model Analisis Kuantitatif TEV diantaranya pembobotan dengan Delphi Method dan penilaian kinerja dengan Expected Value.
Hasil dari penelitian ini bahwa penilaian kinerja perusahaan dikategorikan baik berdasarkan skala 5 dengan nilai kinerja 3.9669. Dari 22 Indikator yang diukur, ada 10 indikator yang dikategorikan sangat baik, 6 indikator dikategorikan baik, 5 indikator dikategorikan cukup, dan 1 indikator dikategorikan sangat kurang.

This thesis describes the measurement of performance at aviation services company in Indonesia using the Performance Prism. This study not only measures performance in terms of strategy but also to attention to customer satisfaction and contribution of stakeholders, processes and company capabilities. This study also identifies stakeholders from many interested parties, such as customers, management, employees and suppliers. Data processing was performed with TEV Quantitative Analysis Model that is weighted with Delphi Method and the Expected Value of performance assessment.
Results from this study that the assessment of corporate performance are categorized on a scale of five with a good performance value 3.9669. Of the 22 indicators measured, there are 10 indicators that are categorized very well, six indicators of well categorized, five indicators of enough categorized, and an indicator is considered very low.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27825
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>