Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 206 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Poerwati P.
"Tidak dimilikinya data tentang penyakil kankcr. di Indonesia. di Propinsi .Iawa
Barat dan khususnya di Kota Bandung. rncnycbabkan szlmpai saal ini dam lcnlang
pcnyakil kanker yang digunakan adalah data berdasarkan hasil pcmeriksazm palologi
analomi. Scmcnlara itu lidak semua kota mcmpunyai pusal pcmcriksann patologi
analomi. schingga gambaran yang ada hanya mcrupakan gambaran scbagian kecil
pcndcrila pcnyakil knnker di sualu wilayali.
Dcngzm dilaksanakannya Regislrasi liankcr Rumah Sakil yang mcncakup
bcbcrapa alau scluruh rumah Siikil di \Vi|il}'Z.l|`lI1}'Zl. akan l11C|`l`|bCl'iki.lI\ gamhamn yang
paling mcndckati keadaan masyarukat di sualu \\=ila}'al1. dan diharapkan data yang
dipcrolch lcbih mcmbcrikan gambaran tcmang pcnynkit kankcr dan pcrkcmbangannya di
sualu wilayah. schingga data lCTSCbUl dapal mcnyuinbangkan pcmikiran pcningkalan
mulu pclayanan yang dapat dimulai dari promosi kcsclialan. umuk pcnccgahzm.
fJl3l1dClCkSii1I\ pcnyakil kankcr Sudini mungkin. pcngobalan dan lindak lanj|.|lnya. Di dalatn studi ini tclah dirancang sebuah sistcm ttntttk ntcngctnbangkan
registrasi kanker di kota Bandung yang melibatkan rumah sakit baik pcmcrintah ntaupun
swasta, Dinas Kesehatan Propinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu Yayasan
Kanker Indonesia Wilayah Jawa Barat. Yayasan Kankcr Indonesia dapat bcrtanggung
_iztwab terhadap pclaksanaan sistcm rcgistrasi kankcr di kota Bandung. Kcbutuhan data
tentang penyakit kanker yang dirasakan, memunculkan komitmcn agar segcra dilakukan
kerjasama untuk tnelaksanakan pengelolaan registrasi kanker di kota Bandung sehingga
sistcm registrasi kankcr yang sah dapat menghasilkan keluaran yang dapat digunakatt
untuk pcningkatan pelayanan individu maupun masyarakat luas olch pihak-pihak yang
bcrkcpcntingan.
Termasuk di dalam studi ini, dirancang Ibrmulir pengumpulan data pcnyakit
kanker yang meliputi data individu. data fasilitas. data tumor serta data _/?1lIaw up
hcrdasarkan variabel yang tclah discpakati oieh tim kankcr atau tim mcdis. pcdoman
pcngisian formulir. proscdur kcrja pcnggunaan sistem dcngan dirancangnya scbuah
pcrangkat Iunak untuk memudahkan pengolahan data. scrla dibuat model registrasi
kankcr yang mclibatkan 6 Rumah Sakit di kota Bandung dcngan berbagai tipcnya.
Data yang tcrmasuk di dalam registrasi kanker bersumbcr dari rekam mcdik di
rumah sakit. Karena variabel yang merupakan data minimal yang tercantum di dalam
rcgistrasi kankcr sudah ada di dalam rekam mcdik pendcrita_ maka dengan keriasamn
yang baik antara tim medis, tim kankcr, dan tim rckam mcdik. tidak akan sulit untuk
mcngisi formulir registrasi I-tanker tcrsebut. Nomor register yang dibcrikan kepada
pcndcrita pcnyakit kankcr dilakukan olelt mznzing-masirtg rumah sakit dan harus berbeda
antara rumah sakit - rumah sakit di kota Bandung. perbedaan tcrscbut terletak pada 3
digit tcrakhir kodc rumah sakit. Seltingga diharapkan tidak tcrjadi duplikasi penomoran untuk penderita yang bcrbcda baik dl dalam rumah sakil alau antar rumah sakil.
Disamping ilu pula dcngan dibU8ll'!}'& rcgislrasi kanker dalam 3 rangkap (Icmbar pcrtuunzt
untuk pcngclola; Iembar kc dua unluk rckam mcdik rumah sakil: Iembar kc tigu
dimasukkan dalam rckam medik masing-masing pendcrita) akan mengurangi
kcmungkinan kcsalahan seliap penderita unluk mcndapatkan dua nomor rcgistcr pada
kasus yang sama kecuali bila pcndcrita tcrscbut menderita lebih dari satu jcnis penyakil
kankcr. Pengecekan tcrhadap kemungkinan lerjadinya duplikasi data sudah hams
dilakukan sejak bcrada di rumah sakit yaitu di bagian rekam medik. Selanjutnya
pengecekan berikutnya masih harus dilakukan oleh unit pengelola.
Dalam pclaksanaan pengelolaan regislrasi kanker dibutuhkan sebuah inslitusi
yang dapat bcrtanggung jaw-ab lerhadap sislem registrasi kanker ini. l)iharapkan
Yayasan Kankcr Indonesia Wilayah Jawa Barat dan Dinas Kcschatan Propinsi .Iawa
Barat dapat mcnjadi koordinator atau pengelola regislrasi kanker tersebut. Pcngumpulan
data dan peramajaan (dam updafing) dapat dilakukan 2 minggu alnll sebulan sekali olch
unit pengelola. Hal ini dilakukan unluk mcnghindari kesalahan mclakukan entri data clan
scgera melihat dan mcmpcrbaiki apabila lcrjadi duplikasi data.
Dcngan dibuatnya perangkat lunak yang dapat mcmbantu dan mcmpcrmudah
pcngclolaan registrasi kanker, dapat mcnampilkan model rcgistrasi kankcr kota Bandung
dcngan menggunakan 3 macam kasus scbagai uji coba.
Hasil dari model yang didapal berupa tampilan jumlah pundcrlta kankcr scsuai
dengan diagnosa klinis ICD-IO. diagnosa patologis ICD-IO. Stadium pcnynkit kankcr.
Tetapi belum dapal dillitung .wfrvivul rate, incidence rule karcna data yang diamhil
hanyalah dari 3 jenis penyakit kankcr dan data tahun l999_ Untuk SC|Z.\l'l_illll1ยง'1l dcngzm
digunakannya _Rn-nmlir Follow up dan Forum/ir Klm.\'u.v_ akan dapatt diikuti pcrkembangan penderila pcnyakil kanker scrla dapal dilakukun pcnghilungan sizuistik
tentang pcrkcmbangan pcnyakit kankcr di sualu wilayah.
Agar sislcm ini dapat bcrmanlhal maka disarankan agar dilakukan kciqiasama
antar pihak Rumah Sakil dan Lembaga Pcngclola unluk mcndapalkan Icgitimasi
schingga lebih mudah unluk melakukan pcngumpulan data dari scliap rumah sakit di
wilayahnya dan dikembangkannya formulir follow up bagi seliap pcndcrita penyakil
kanker.

Abstract
Due to the lack of infonnation about cancer in Indonesia, West _lava Province
and especially in the city of Bandung cause the cancer data is only available through
histopatological reports.
' On the other hand, not all cities have histopatological laboratories- therefore the
information available is only a tip ofthe ice herg.
Using the Multi Hospital Cancer Registration. which comprises the overall
patient population; we hope thc data will give a clear picture about cancer cpidcmeologu
and surveillance and its course in the catchment area.
Those data can bc used to improve the quality of services. which can he slanted with
promotional efforts in prevention and detection of cancer in the earliest possible stage.
the treatment, the follow up and the rehabilitation program.
In this study. a system is planned for the registration of cancer in the city ol
Bandung. in which both of Government and Private Hospitals are included. plus
Provincial Health Services, and the Non-Governnmental Organization namely the
Indonesian Cancer Society of West .lava Province. The need ol` cancer data had make a commitment to create a cooperative action in the
Registration ofCancer in Bandung. in order that the Cancer Registration is legitimate lin'
diversc organizttion and ca|1 generate an output to improve personal and public services.
A proposal ofa cancer data collecting form has been designed which is based on
indicators and variables agreed by the Cancer Team or Medical Team with an easy
mantlal guidance and software designed lo simplify the data processing.
Also a model of Cancer Registration in which 6 hospitals in Bandung are involved. all
with its individual types.
Data of this Cancer Registration were collected from the Medical Record
Department, and with a good coordination among Medical team. Cancer team. and
Medical Record team there is no obstacle to fill the form.
Each hospital has its own registration number and differs is the last three digits to
prevent any duplication.
lnorder to minimize errors. three Copies has been made (lirst copy lor coordinator.
second copy for Hospital Medical Record and the third must be keep in each patient`s
medical record)-
Prevention olduplicating data l'l1tlSl be started l`rom llospital Medical Record and
recheck by the coordinator.
The Indonesian Cancer Society oI` West .lava Province and Provincial lleallh
Sen/ices suppose to be the coordinator ofthe Cancer Registration.
Data collecting and updating can be done every 2 weeks or every month by the
cooordinator to prevent error in data entry and correction in any data duplication.
By using this sohware and using three trial cases (C ervieal. breast and ovarian
cancer). a model of Cancer Registration in Bandung has been implemented suueesstitlly. The output of these models arc thc number ol` cancer patients according to the clinical
diagnosis ol` ICD-[01 pathological diagnosis ol` ICD-I0/lCl)-O; the diagnosis staging:
and the treatment.
I-lowcvcr, the survival rate and incidcnccc rate could not been shown yet because the
data collected is only from those three kind of cancer during the year I999.
In the future, by using the follow up form and special lorm. progression ol` a cancer
patient can be followed and a statistical evaluation can be performed for a certain region.
For the beneficial ol` this System. it is proposed that the coopcratiom among
hospitals and thc working organization can he established so that the gathering ol` data
l`rom every hospital in itsjurisdiction will llow smoothly and easily. and lbllow up Iorm
can be design for every cancer patient."
Universitas Indonesia, 2001
T5637
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Titiek Setyawati
"Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pola distribusi dan frekuensi kanker mulut sesuai letak, jenis kelamin, jenis kanker dan usia dari tahun 1985-1987. Diharapkan hasil yang didapat berguna untuk menambah/melengkapi data yang sudah ada. Pengambilan data dilakukan pada Rumah Sakit di 5 wilayah DKI Jakarta yang mampunyai Laboratorium Patologi Anatomi. Penentuan data berdasarkan diagnosa Histopatologi dari sediaan yang berasal dari jaringan mulut sesuai dengan klasifikasi ICD-WHO. Analisa data dilakukan dengan membuat persentasi menurut usia, jenis kelamin, letak kelainan dan jenis kanker. Dari 3023 kasus yang diteliti didapatkan hasil 434 (14%) kasus kanker mulut dengan frekuensi tertinggi pada pria (54.84 %). Pada penelitian ini juga didapatkan "range" kanker mulut antara usia 6 bulan - 95 tahun, dan kelompok usia 41-50 tahun mempunyai angka kejadian yang paling tinggi {20.74%). Lokasi yang paling banyak terkena kanker adalah lidah (21.18%). Dari 30 macam diagnosa histopatologi yang didapat, karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi {52.07%)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 1988
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
London : Elsevier, 2005
616.994 CAN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Jakarta: Badan Penerbit FKUI, 2010
616.994 PED
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Servan-Schreiber, David
Bandung : Qanita, 2010
616.994 06 SER h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Stacey, Jackie
London : Routledge, 1997
362.1 STa t (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
London: Elsevier, 2005
616.994 ONC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dwiana Ocviyanti
"ABSTRAK
Pendahuluan : Penggunaan pemeriksaan triase seperti tes HPV, tes Pap serta servikografi diharapkan akan dapat membantu upaya menurunkan angka kejadian positif palsu dari tes IVA (Inspeksi Visual dengan Aplikasi Asam Asetat) sebelum dilakukan rujukan untuk pemeriksaan kolposkopi. Keuntungan dari pemeriksaan triase dibandingkan dengan mjukan langsung untuk pemeriksaan kolposkopi adalah bahwa pada tahap awal tidak perlu pasien yang dirujuk tetapi cukup sediaan atau foto hasil pemeriksaan yang dikirimkan untuk dilakukan evaluasi diagnostik lebih lanjut. Untuk negara berkembang yang mempunyai fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas seperti Indonesia harus diupayakan agar rujukan pasien hanya dilakukan pada kasus-kasus yang berisiko Tujuan penelitian ini adalah untuk mernperoleh informasi tentang efektifitas pemeriksaan dalam bentuk Nilai Prediksi Positif dan Analisis Efektititas Biaya tes Pap, tes HPV, servikografi dan gabungan dari dua atau tiga pemeriksaan tersbut sebagai pemeriksaan triase pada tes IVA positif dalam upaya mendeteksi lesi prakanker serviks.
Metode : Selama kurun waktu penelitian yaitu antara bulan Januari 2005 hingga Januari 2006 poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Jakartamenerima 130 orang perempuan dengan hasil tes IVA positif dan 1 orang dengan dugaan kanker serviks yang dirujuk dari 8 Puskesmas dan Klinik Bersalin di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Empat belas orang bidan dari Puskesmas dan Klinik selama kurun waktu tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap 1250 perempuan sesuai kriteria inklusi yaitu berusia antara 25 hjngga 45 tahun. Terhadap seluruh kasus yang dirujuk peneliti melakukan berturut-turut pengambilan sampel tes Pap, sampel tes HPV untuk pemeriksaan dengan metode Hybride Capture 2, permeriksaan servikografi dan dilanjutkan dengan kolposkopi. Bila didapatkan lesi epitel putih dilakukan biopsihistopatologi. Data hasil pemeriksaan dianalisis untuk uji diagnostik dengan komputer menggunakan program Stata 7.0. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menggunakan program Treeage@.
Telitian: Pada penelitian ini didapatkan hasil tes IVA positif pada 130 perempuan (10,4%) dari 1250 perempuan usia 25-45 tahun yang diperiksa. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan hasil positif lesi prakanker pada 67 perempuan (persentasenya sekaligus menggambarkan Nilai Prediksi Positif dari pemeriksaan kolposkopi+biopsi pada kasus dengan tes IVA positif, yaitu: 51,5%). Prevalensi lesi prakanker serviks pada penelitian ini adalah 5.4% dengan prevalensi lesi derajat tinggi 0.2% yaitu sekitar 2% dari seluruh kasus IVA positif yang dirujuk. Satu kasus yang dirujuk dengan kanker serviks teryata memang positif menderita kanker serviks stadium 3B. Seluruh kasus lesi derajat tinggi (3 kasus) adalah NIS2. Hasil Nilai Prdiksi Positif yang sekaligus menggambarkan efektifitas masing-masing pemeriksaan sebagai triase pada tes tes IVA positif : tes Pap 82% (CI 95% 75%;88%) , tes HPV 58% (CI 95% 49%; 66%), servikografi 94% (CI 95% 90%;98%), tes Pap+HPV 73% (CI 95% 64%;79%), tes Pap+servikografi 86% (CI 95% 8l%;90%), tes HPV+servikografi 78% (CI 95% 72%;84%), tes Pap+HPV+servikografi 77% (CI 95% 72%;82%). Pemeriksaan triase yang lebih efektif biaya dibandingkan rujukan langsung tes IVA positif untuk kolposkopi apabila diasumsikan bahwa pasien dari dalam kota adalah servikografi, tes Pap dan gabungan tes Pap+servikografi, sedangkan bila diasumsikan pasien dari luar kota maka selumh pemeriksaan triase yang diteliti terbukti lebih efektif biaya.
Simpulan : Pemeriksaan triase dengan tes Pap, tes HPV dan servikografi maupun gabungannya dapat meningkatkan efelctivitas pemeriksaan dan efektifitas biaya tes IVA dalam mendeteksi lesi prakanker serviks.

ABSTRACT
Introduction: It was expected that the use of triage examination such as HPV test, Pap test, and cervicography could help reduce the false positive rates of VIA (Visual Inspection with Acetic Acid application) prior to making any referral for colposcopic examinations. The advantage of triage examination, in comparison with direct referral, for colposcopic examination was that at early stages patient referral was not necessary, and it was sufficient to send specimens or photos of the examination results for further diagnostic evaluations. In developing countries that possessed health facilities with limited resources, such as Indonesia, efforts must be made to ensure that patient referral was made only for high-risk cases. The aim of this study was to gather information on the effectiveness of examinations in the form of Positive Predictive Value and Cost Effectiveness Analysis of Pap test, I-[PV test, cervicography, and a combination of two or three of the above-mentioned examinations as a triage examination in positive VIA test in the effort to detect cervical precancerous lesions.
Methods: During the period of January 2005 to January 2006, Obstetrics and Gynecology clinic of Dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital admitted 130 females with positive VIA test, and one female with suspected cervical cancer referred from eight Community Health Centers (Puskesmas) and Maternity Clinics in Central Jakarta and East Jakarta During that period, 14 midwives of those Community Health Centers and Maternity Clinics performed examinations in 1,250 women in accordance with inclusion criteria, i.e., ages between 25 and 45 years. In all cases that were referred, the author consecutively performed the taking of Pap test samples, HPV test samples for examinations with Hybride Capture 2 method, cervicographic examination, which was followed by colposcopy. Histopathological biopsy was performed when white epithelial lesions were found. Data of the examination results were analyzed using a computer-based diagnostic test with Stata 7_0 Stata Analysis of cost effectiveness analysis was performed using Treeage@ software.
Results: In this study, positive VIA test results were found in 130 women (10.4%) of 1,250 women undergoing examinations with ages ranging from 25 to 45 years- The results of histopathological examinations showed the positive results of precancerous lesion in 67 women (its percentage also described Positive Prediction Value of colposcopy+biopsy examinations in the cases with positive VIA tests, i.e., 5l.S%). Prevalence rate of cervical precancerous lesions in the present study was 5.4%, with a 0.2% high grade lesion prevalence of approximately 2% of the overall positive IVA cases that were referred. One case referred with cervical cancer proved to have a positive cervical cancer of 3B stage. All cases of high grade lesions (3 cases) were CIN 2. The results of Positive Predictive Value which also described effectiveness of each...
"
Depok: Universitas Indonesia, 2006
D610
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herlia Nur Istindiah
"In cell cycle control, p53 acts as an emergency brake, where its important checkpoint function is to maintain the genome integrity by preventing the formation and proliferation of mutant cells. P53 activity is increased by DNA damage occurs caused by agents (such as radiation, UV light or drugs) or oncogenes. Mdm2 protein can inhibit the p53 activation, but oncogenes can inhibit Mdm2 or activate p53. If DNA damage occurs, then p53 prevents the cells from replicating their DNA by arresting the cell cycle, so that the cells can repair the damage. Alternatively, p53 instructs the cells to undergo apoptosis by inducing bax gene expression, so that irregular cell growth, and cancer can be avoided. Cancer, including oral cancer, oftenthuolved cells with altered p53. Exogenous factors, such as tobacco and alcohol, presumably plays a role in triggering p53 mutations. Several techniques, such as immunohistochemistry and PCR can be used to investigation ther etiology and development of oral cancer. This paper discusses the role on p53 in preventing the occurrance and proliferation of mutated cells that lead to cancer, including oral cancer."
[Journal of Dentistry Indonesia, Journal of Dentistry Indonesia], 2002
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>