Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Iman Subarkah
Bandung: Idea Dharma, 1979
624.2 IMA j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Ariwandono
Jakarta: FT - Universitas Indonesia, 1991
624.2 EKO j (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Aswani, M.G.
Delhi : Khanna, 1975
624.2 ASW d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Chunata
"Perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia dan kebutuhan hidup yang meningkat, mengakibatkan tingginya kebutuhan transportasi dan pembangunan infrastruktur, terutama infrastuktur jembatan. Dalam perkembangannya, di Indonesia banyak digunakan jembatan baja dengan sistem struktur rangka baja maupun gelagar baja.
Pada penelitian ini akan dibandingkan volume material baja yang diperlukan untuk kedua sistem struktur tersebut, sehingga didapatkan sistem struktur yang paling efisien. Penelitian ini didahului dengan perancangan struktur gelagar baja dan pengumpulan data spesifikasi desain standar dari jembatan rangka baja.
Dari hasil penelitian didapatkan sistem struktur rangka baja memiliki volume material yang lebih kecil, sehingga sistem rangka baja lebih efisien.

Economic and social development of Indonesia and the needs of life are increasing, resulting in high demand for transport and infrastructure development, especially bridges infrastructure. In the devolopment, Indonesia is widely using steel bridges, such as steel frame and plate girder structural system.
This study will compare the volume of steel material required for both the structural system, so we get the most efficient structural system. This study was preceded by a plate girder structure design, and data collection of steel frame bridge design specification, in accordance with certain specifications.
From the results, the steel frame structure system has a smaller volume of material, so the steel frame system more efficient."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46316
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salman Al Farizi
"Work Breakdown Structure WBS adalah perincian deliverable dan pekerjaan proyek menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat dikelola lebih baik. Pada kenyataannya, proyek konstruksi jembatan di Indonesia masih banyak yang tidak sesuai dengan perencanaan dalam segi penjadwalan. Oleh karena itu, pengembangan Standarisasi WBS berbasis risiko diusulkan untuk perencanaan penjadwalan pekerjaan Jembatan Baja. Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap dengan metode analisis risiko kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan WBS standar terdiri dari 6 level, dengan variabel risiko dominan terhadap kinerja waktu proyek,yang akan di rekomendasi sebagai respon-respon risiko untuk pengembangan WBS standar.

Work Breakdown Structure WBS is a breakdown of deliverables and project work into smaller components that can be better managed. In fact, bridge construction projects in Indonesia are still many that are not in accordance with the planning in terms of scheduling. Therefore, the development of risk based WBS Standardization is proposed for planning schedule of Steel Bridge work. The research consists of several stages with qualitative risk analysis method. The results show that WBS standard consists of 6 levels, with the dominant risk variable on project time performance, in which risk responses are recommended to develop standardized WBS."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T51649
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Kusmulyono
"Jembatan adalah suatu konstruksi yang berguna untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah dan merupakan bagian suatu jaring-jaring jalan. Pada perencanaan awal Jembatan Teknik Sastra (Jembatan TEKSAS) menggunakan Konstruksi Beton sedangkan pelaksanaannya menggunakan Konstruksi Baja. Dari permasalahan tersebut penulis ingin membandingkan metode pelaksanaan pada Jembatan Konstruksi Beton dan Jembatan Konstruksi Baja yang diterapkan pada lokasi yang sama dengan contoh kasus Jembatan Teknik Sastra (Jembatan TEKSAS) Universitas Indonesia.
Dari penulisan ini diharapkan bisa mendapatkan gambaran perbandingan waktu pelaksanaan, tingkat kesulitan, termasuk efek yang mungkin timbul serta keunggulan dan kekurang setiap metode yang digunakan. Penelitian ini dibatasi metode pelaksanaan konstruksi Jembatan Baja Teknik Sastra (TEKSAS) yang berlokasi di Universitas Indonesia, yang meliputi tahap awal pelaksanaan, pelaksanaan struktur jembatan, serta rencana mutu dan K-3.

A bridge is a construction that is used to connecting parts of roads through barriers usually lower elevations. Bridge also part of road system network. In this case, a bridge connecting Faculty of Engineering and Faculty of Letter in University of Indonesia (TEKSAS Bridge) is examined for its change from concrete structure in planning to steel construction in later stage. According to this case, the methods of constructions for these two different types construction will be compared thoroughly using TEKSAS Bridge as example of study.
This study is expected to produce representative time schedules, effects, and also the strength and weakness of every method that is used. This study is focused on construction methods of TEKSAS Bridge that is located in University of Indonesia, include Initial applied phase, Structural Bridge phase, and also Quality assessment and Safety (K3).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S50564
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Windi Astuti
"Evaluasi kinerja proyek diperlukan sebagai tolak ukur perusahaan dalam menjalankan proyek di masa yang akan datang. Pengukuran kinerja pada perusahaan konstruksi proyek jembatan baja hanya berfokus pada kriteria waktu dan biaya, sehingga tidak dapat terlihat nilai kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perbaikan evaluasi kinerja melalui klasifikasi pengawasan kriteria manajemen proyek yang paling penting. Metode yang digunakan adalah Project Performance Cube (PCUBED). Multi criteria decision analysis dibutuhkan untuk melihat kinerja proyek secara keseluruhan. Dihasilkan elemen dimensi manajemen proyek ke dalam empat kelas klasifikasi pengawasan kinerja yaitu kelas absolut, khusus, perlu diamati dan normal. Pada perusahaan konstruksi jembatan baja diperoleh nilai kinerja manajemen proyek secara keseluruhan adalah 79% dengan manajemen pengadaan dan manajemen risiko perlu terlebih dahulu mendapatkan perbaikan dari perusahaan.

Project performance evaluation plays an important role as a benchmark to running the project better in the future. Project performance measurement on steel bridge construction focuses solely on the criteria of time and cost, so that the value of overall performance can not be seen. This study aims to provide a project performance evaluation improvement through classification of important project management criteria. Method used in this study is performance project performance measurement system cube (PCUBED). Multi criteria decision analysis is used to see overall performance project. Output from this research are overall performance value on project management dimension and classification performance monitoring into four classes which are absolute vigilance, strong attention, close surveillance and normal. As result, overall performance value on project management dimension in steel bridge construction is 79% with procurement project management and risk project management should be given immediate improvement."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63899
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diva Pradita
"Upper Structure Steel Bridge on Toll Road is one complex part of bridge construction that is often built in construction projects. Therefore, because of the complexity, it should be planned and managed well. In construction planning phase, defining the scope of the project up to work packages, construction methods, activities and required resources is important. The decomposition of the work into more detailed work elements is required because if there is work left behind it will result in a loss to the project. A standardized work breakdown structure WBS including the detailed WBS Dictionary for its construction works for Upper Structure Steel Bridge on Toll Road can provide in breaking down the abovementioned aspects and guide the constructor to execute the project. This research develops WBS Dictionary of the Upper Structure Steel bridge on Toll Road based on WBS. The method used are archive analysis and expert validation. WBS dictionary Upper Structure Steel Bridge on Toll Road is a WBS derivative product containing a WBS element list description in a format that shows a hierarchical relationship to describe each WBS element consists of 6 decrement levels of the work packages, construction methods, activities and required resources.

Struktur Atas Jembatan Baja di Jalan Tol adalah salah satu bagian kompleks dari konstruksi jembatan yang sering dibangun dalam proyek konstruksi. Karena itu, karena rumitnya, itu harus direncanakan dan dikelola dengan baik. Dalam fase perencanaan konstruksi, mendefinisikan ruang lingkup proyek hingga paket pekerjaan, metode konstruksi, kegiatan dan sumber daya yang diperlukan adalah penting. Penguraian pekerjaan ke dalam elemen kerja yang lebih rinci diperlukan karena jika ada pekerjaan yang ditinggalkan itu akan mengakibatkan kerugian bagi proyek. Struktur pemecahan kerja standar WBS termasuk Kamus dan Chekclist WBS yang mendetail untuk pekerjaan konstruksinya untuk Jembatan Baja Struktur Atas di Jalan Tol dapat menyediakan dalam memecah aspek-aspek yang disebutkan di atas dan memandu konstruktor untuk melaksanakan proyek. Penelitian ini mengembangkan Kamus WBS Struktur Atas Jembatan Baja di Jalan Tol berdasarkan WBS. Metode yang digunakan adalah analisis arsip dan validasi ahli. Kamus WBS Struktur Atas Jembatan Baja di Jalan Tol adalah produk turunan WBS yang berisi deskripsi daftar elemen WBS dalam format yang menunjukkan hubungan hierarkis untuk menggambarkan setiap elemen WBS yang terdiri dari 6 level pengurangan paket pekerjaan, metode konstruksi, aktivitas, dan sumber daya yang dibutuhkan."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riki Kurniawan
"Jembatan Struktur Baja merupakan infrastruktur yang penting bagi konektivitas antar wilayah, sehingga perencanaan sumber daya yang akurat sangat penting untuk dilakukan sebelum proses konstruksi dimulai untuk mengurangi potensi kesalahan perencanaan, mendukung keberlanjutan, serta meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi perencanaan sumber daya melalui integrasi Work Breakdown Structure (WBS), kamus WBS, checklist WBS dan Building Information Modeling (BIM). WBS memungkinkan pengelolaan pekerjaan secara terstruktur, BIM membantu visualisasi dan simulasi
proyek dan sistem informasi yang dikembangkan dapat mempermudah persebaran data/informasi kepada pemangku kepentingan proyek sehingga dapat mempercepat umpan balik ataupun pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yang mencakup validasi pakar berupa penyebaran kuesioner, analisis arsip berupa penelitian terdahulu serta studi kasus berupa proyek pembangunan Jembatan Bulango Ulu. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem informasi yang dikembangkan, bersama dengan penggunaan WBS, Kamus WBS dan Checklist WBS yang terintegrasi dengan BIM dapat meningkatkan akurasi penggunaan sumber daya proyek jembatan baja struktur atas.

Steel Structure Bridges are essential infrastructure for interregional connectivity, making accurate resource planning crucial before construction begins to minimize planning errors, support sustainability, and enhance resource allocation efficiency. This study aims to develop a resource planning information system by integrating the Work Breakdown Structure (WBS), WBS dictionary, WBS checklist, and Building Information Modeling (BIM). WBS enables structured work management, BIM facilitates project visualization and simulation, and the developed information system streamlines data/information distribution to project stakeholders, accelerating feedback and decision-making processes. This study employs several methods, including expert validation through questionnaire distribution, archival analysis of previous research, and a case study of the Bulango Ulu Bridge construction project. The findings of this study demonstrate that the developed information system, along with the use of WBS, WBS dictionary, and WBS checklist integrated with BIM, can improve the accuracy of resource utilization in steel bridge superstructure projects."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilmi Musyaffa
"Perencanaan sumber daya dalam proyek konstruksi jembatan baja memerlukan keakuratan karena kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi perencanaan sumber daya melalui integrasi Work Breakdown Structure (WBS), kamus WBS, dan checklist dengan Building Information Modeling (BIM). WBS memungkinkan pengelolaan pekerjaan secara terstruktur, sementara BIM berfungsi untuk membantu visualisasi dan simulasi proyek secara lebih efektif. Dengan melakukan studi kasus pada struktur bawah proyek jembatan baja, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara kamus Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini secara signifikan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, mengurangi potensi kesalahan dalam perencanaan, serta meminimalkan pemborosan material. Sistem informasi yang dikembangkan tidak hanya mempermudah kolaborasi antara pemangku kepentingan, tetapi juga memungkinkan perencanaan yang lebih akurat dan terkoordinasi. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis WBS dan BIM memberikan solusi yang efektif dalam perencanaan sumber daya struktur bawah proyek konstruksi jembatan baja, meningkatkan efisiensi, dan mendukung keberlanjutan proyek secara keseluruhan. Pengembangan lebih lanjut disarankan untuk memperluas fungsi sistem ini ke tahap simulasi penjadwalan proyek dan estimasi biaya.

Resource planning in steel bridge construction projects requires accuracy due to the complexity and challenges faced in the construction of this infrastructure. This study aims to develop a resource planning information system through the integration of Work Breakdown Structure (WBS), WBS dictionary, and checklist with Building Information Modeling (BIM). WBS allows for structured work management, while BIM functions to help visualize and simulate projects more effectively. By conducting a case study on the substructure of a steel bridge project, this study shows that the integration between the WBS dictionary and BIM can improve the accuracy of resource use and reduce planning errors. The results of the study show that this integration significantly improves the efficiency of resource allocation, reduces potential errors in planning, and minimizes material waste. The information system developed not only facilitates collaboration between stakeholders but also allows for more accurate and coordinated planning. Thus, this study concludes that the WBS and BIM-based approach provides an effective solution in resource planning for the substructure of a steel bridge construction project, increases efficiency, and supports the sustainability of the project. Further development is recommended to expand the functions of this system to the project scheduling simulation and cost estimation stages so that it can support comprehensive construction planning and improve the quality and success of steel bridge projects."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library