Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andhika Andar Pribadi
"Pemanfaatan Budaya Perusahaan sebagai strategi pemasaran jasa yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk agar menjadi Bank yang memiliki kredibiltas yang baik pada kalangan pengguna jasa perbankan cukup berhasil dan mampu menumbuhkan persepsi positif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana proses internalisasi budaya perusahaan sebagai sebuah strategi pemasaran jasa, dan melakukan analisa terhadap proses internalisasi budaya perusahaan. Kasus yang diteliti adalah internalisasi budaya perusahaan yang dilakukan pada PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Mali Pondok Indah 1 dengan menggunakan program-program internalisasi budaya. Kelemahan hasil penelitian ini yaitu kurangnya informan pada kalangan pengguna jasa serta pilihan metode penelitian yang kurang tepat. Sebaiknya penelitian selanjutnya mencari informan yang lebih banyak jumlah dan karakteristiknya. Serta metode penelitian yang lebih tepat.

The used of corporate culture as a Services marketing strategy who utilized by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk to build the credibility of the bank on customers perception has been succeeded and make the bank having a postitive credibility on customers perception. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk realized the needs of positive credibility as the institution who facilitate Financial Service can’t be changed by another perception and it become more important after monetary crisis in the year of 1998. the needs of credibility becomes a motivation for PT Bank Mandiri (Persero) to have a corporate culture internalization which mediated by specific program so it can make the corporate culture being implemented by all staf in all aspect who directly touch the customers of the bank and made it as a contribution factor who build corporate credibility as a weil trusted bank The researcher views that it is important to describe corporate culture internalization and it process as a service marketing strategy and analyze the internalization process. In this case the corporate culture internalization program at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jakarta Mall Pondok Indah Branch. The weakness this research is there is a lack of subjects of the amount and background variety also uncorrect research methods. For further research, the researcher suggest to involve more subjects with more various background and try to find a better research methods."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
T25742
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tien Handayani Nafi
"ABSTRAK
Keberadaan GBI-Bethany, Jakarta sebagai salah satu bentuk gereja yang berciri fundamentalisme memiliki kesamaan dengan apa yang diprediksi Toffler dan Naisbitt-Aburdene. Gereja yang memiliki semboyan Succesful Bethany Families dan menekankan pada ciri Praise and Worships ini didirikan oleh Pendeta Niko Nyotorahardjo pada tanggal 4 September 1988 di Jakarta. Dalam kurun waktu enam tahun GBI-Bethany, mampu menarik perhatian umum khususnya di kalangan umat Kristen sendiri, karena perkembangannya yang begitu cepat, baik dari jumlah umat yang datang maupun persebaran gerejanya. Hal ini banyak menimbulkan sikap pro dan kontra terhadapnya.
Penelitian yang bersifat studi kasus ini menggunakan teori Berger-Luckman dengan metode kualitatif, yang dalam hal ini data diperoleh melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaimana institusi lainnya, GBI-Bethany Jakarta terbentuk sebagai hasil dari proses dialektik eksternalisasi-obyektivasi dan internalisasi. Gereja ini berkembang karena individu dan umat berhasil membentuk suatu makna baru yang mampu memikat seluruh umat gereja itu.
Makna baru yang dimaksud ialah bahwa umat dapat memperoleh kesuksesan hidup bukan hanya secara rohani tetapi juga jasmani, bukan saja nanti kalau sudah mati tetapi juga saat sekarang ini. Kedua hal tersebut dicari oleh semua orang yang hidup, lebih-lebih oleh mereka yang sedang mengalami frustasi hidup atau bimbang karena nilai-nilai materi yang tidak pernah dapat memberikan kebahagiaan pada manusia. Ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh umat untuk mencapai "kesuksesan hidup" yaitu hidup taat secara mutlak dan tidak kompromi terhadap semua yang tertulis di dalam Alkitab.
Makna baru di atas diusahakan oleh para fungsionaris gereja untuk diinternalisasikan kepada umat melalui seluruh kegiatan gereja, sarana dan fasilitas yang mereka pergunakan, Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa telah terjadi proses habitualisasi dan tipifikasi sampai ketahap institusionalisasi pada GBI-Bethany, Jakarta.
"
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Denty Avianty
"PT A adalah perusahaan piranti lunak multinasional berasal dari California - Amerika Serikat yang beroperasi di 145 negara di seluruh dunia sejak 1977. Dalam upaya meningkatkan skalabilitas perusahaan melakukan strategi akuisisi lebih dari 21 perusahaan piranti lunak dari berbagai negara dalam 18 bulan terakhir sejak awal 2004. Strategi ini telah mengantar PT A menjadi perusahaan TI piranti lunak terbesar di dunia dan secara global telah mendatangkan keuntungan yang sangat signifikan termasuk di pasar bursa efek. Mengikuti perubahan yang terjadi pasca akuisisi, muncul permasalahan yang bersumber pada hal-hal berikut yaitu komunikasi tidak efektif antar Line of Business (LOB); hambatan dalam kerjasama antara karyawan maupun antar LOB; meluntumya identitas perusahaan atau "Nilai-nilai PT A".
Analisa terhadap PT. A dengan aktivitas akuisisinya yang relatif agresif, mengarahkan penulisan Tugas Akhir ini pada rekomendasi untuk mernbangun proses integrasi yang produktif namun juga cepat. Budaya perusahaan adalah perekat yang menyatukan nilai-nilai dan perilaku anggotanya. Oleh karena itu fokus integrasi diarahkan pada internalisasi standarstandar perusahaan termasuk didalamnya budaya perusahaan. Formasi budaya perusahaan-perusahaan yang diakuisisi memiliki kesamaan visi, sehingga resistensi integrasi sangat minimum dalam internalisasi budaya perusahaan PT A. Alternatif solusi ini juga sejalan dengan visi 2010 yaitu mendukung dilaksanakannya standar perusahaan.
Proses internalisasi dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur dengan melibatkan seluruh lapisan dan LOB dalam pelaksanaannya. Program internalisasi diawali dengan penyelarasan budaya perusahaan terhadap sistem organisasi pasca akuisisi, sehingga budaya perusahaan yang disosialisasikan adaptif terhadap kepentingan usaha. Langkah-lanngkah program pelaksanaan terdiri dari 4 tahapan yaitu pre-pembukaan, pembukaan, publikasi serta aktivitas penguatan dan evaluasi program. Rancangan ini merupakan program yang berkesinambungan dan bukan hanya satu aktivitas lepas, sehingga komitmen dan konsistensi berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan internalisasinya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
TA34162
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lutfhi Fathimah Handayani
"Penelitian ini membahas kebertahanan organisasi yang memiliki Ideologi tasawuf dengan menggunakan sudut pandang tasawuf sebagai Islam modern. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan horizontal dan vertikal organisasi PSW yang didasari oleh ideologi Wahidiyah sehingga menghasilkan kebertahanan organisasi. Penerapan ideologi Wahidiah dalam organisasi dijelaskan dengan proses dialektika konstruksi sosial Peter L. Berger melalui fase ekternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena dapat membantu penulis untuk mendapatkan informasi yang jelas dan menyeluruh. Subjek penelitian ini adalah pengurus pusat PSW. Objek penelitian adalah kebertahanan organisasi Islam yang berideologi tasawuf yaitu Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW). Lokasi penelitian berlangsung di lokasi pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah, Pondok Pesantren At Tahdzib, Jombang, Jawa Timur.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan PSW merupakan organisasi Islam berideologi tasawuf modern yang ditunjukkan dari struktur organisasi dan keterbukaan organisasi. PSW didirikan tahun 1964 oleh KH. Abdoel Madjid Ma?roef, di Kediri, Jawa Timur. KH. Abdoel Madjid Ma'roef juga sangat dihormati sebagai pengasuh pondok pesantren, anggota syuriyah NU, dan yang paling utama sebagai Muallif (penyusun) Sholawat Wahidiyah. Dengan berbagai posisinya tersebut, KH. Abdoel Madjid Ma?roef dianggap memiliki kharisma sehingga kedudukannya tetap dipertimbangkan dalam organisasi PSW meskipun beliau sudah wafat.
Tujuan organisasi ini adalah menyebarkan ajaran Wahidiyah pada masyarakat jami?al ?alamin. PSW memiliki prinsip tasawuf yang diterapkan dalam berbagai kegiatan internal dan eksternal. Dalam kegiatan eksternal, PSW menjalin hubungan horizontal dan vertikal. Prinsip tasawuf yang diterapkan merngandung aplikasi dari konsep civil society I sehingga pengamal Wahidiyah PSW bersikap toleran, egaliter, solider, dan mandiri. Dalam hubungan vertikal, PSW menjalin interaksi terhadap pemerintah sebagai wujud kepatuhan pada norma dan hukum. PSW berusaha mendapat legalitas dari pemerintah sehingga mampu mendukung PSW dan tetap bertahan ditengah kritik dari organisasi lainnya. Penguatan secara internal dan jalinan hubungan eksternal tersebut menjadikan PSW sebagai organisasi modern dan mampu bertahan sampai sekarang.

This study focuses on the viability of Tassawuf-based organization which uses tassawuf as a modern Islamic point of view. The purpose of this study is to explain the horizontal and vertical relationships within PSW organization, which is based on Wahidiyah ideology, in order to achieve the viability of organization. This study uses dialectical process and social construction theory by Peter L. Berger to explain about the implementation of Wahidiyah ideology in the organization through three phases of externalization, objectivation, and internalization. This study uses the qualitative method to collect a clear and thorough information. The subject of this study is the manager in PSW, while the object of this study is Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) organization. This study is conducted in the central location of Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) which is located in At Tahdzib Islamic Boarding School, Jombang, East Java.
The results show that PSW is an Islamic organization which is based on modern tassawuf ideology. It is shown through the structure and openness of the organization. PSW was established in 1964 by KH. Abdoel Madjid Ma?roef, in Kediri, East Java. KH. Abdoel Madjid Ma?roef was honored as the head of At Tahdzib Islamic Boarding School, the member of NU syuriah, and Muallif (the compiler) of Sholawat Wahidiyah. Because of that, KH. Abdoel Madjid Ma'roef was charismatic and his position was still considered in PSW organization even though he had passed away.
This organization aims to spread the Wahidiyah teachings to jami'al 'alamin society. Tassawuf principle is applied in external and internal activities within PSW organization. Through external activities, horizontal and vertical relationships are established. The tassawuf principle which is applied in the organization contains civil society I concept. As a result, those who practice Wahidiyah ideology are tolerant,egalitarian, considerate, and autonomous. Through vertical relationship, the interaction between PSW and the government is established as a manifestation of obedience to the norms and laws. PSW attempts to get legal agreement from the government in order to be supported and to survive from being criticized by other organizations. Through external and internal relationships, PSW can be a modern organization which is able to survive until now.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library