Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ratna Vidyani
"Merger dan akuisisi telah banyak dilakukan oleh industri perbankan dari tahun 2004 hingga 2008. Pada prinsipnya lerdapat dua faktor yang pelaku usaha melakukan merger dan akuisisi, yaitu faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi. Merjer dan akuisisi yang dilakukan oleh Bank-Bank tersebut tentu saja akan mempengaruhi nilai saham pada bank yang telah go public. Tujuan dari merger dan akuisisi salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan bagi para pemegang saham baik bagi bank pengakuisisi maupun bank yang menjadi target akuisisi.
Untuk meneliti dampak suatu kejadian (event) terhadap harga saham maupun retum saham, dikembangkan suatu metode penelitian yang dinamakan event study. Event study adalah suatu teknik penelitian empiris yang memungkinkan para peneliti melakukan penelitian tentang dampak peristiwa-peristiwa terhadap harga saham suatu perusahaan. Terdapat empat langkah prosedur event study yang akan dilakukan dalam penelitian ini, yaitu prosedur desain dan pengumpulan data, prosedur time series, prosedur event study dan prosedur analisis. Tanggal kejadian dan periode estimasi yang akan digunakan adalah [-30,30] dan [-330,-31] atau selama 300 hari untuk menghitung expected reiurn dengan menggunakan Single Index Market Model. Data-data yang digunakan adalah data harga saham individual harian dan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian. Data-data tersebut diubah kedalam bentuk return-nya.
Tiga hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian kali ini antara lain: bahwa tindakan merjer dan akuisisi memberikan rata-rata cumulative abnormal return positif bagi shareholder, rata-rata cumulative abnormal return setelah pengumuman mengalami penurunan dibandingkan rata-rata cumulative abnormal return sebelum pengumuman; serta rata-rata cumulative abnormal return dari bank-bank yang dikategorikan kedalam bank milik pemerintah atau Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bank bukan milik pemerintah atau non BUMN adalah berbeda.
Bank-Bank yang menjadi sampel dalam penelitian kali ini adalah Bank Artha Graha Internasional Tbk, Bank Century Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank Lippo Tbk, Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Victoria Internasional Tbk. Hasil dari penelitian kali ini adalah nilai dari rata-rata cumulative abnormal return dari seluruh sampel yang digunakan dalam penelitian ini nilainya lebih kecil dari pada nol. Yang kedua adalah bahwa setelah pengumuman nilai dari rata-rata cumulative abnormal return menjadi kecil dari pada sebelum pengumuman. Nilai dari rata-rata cumulative abnormal return dari Bank BUMN jika dibandingkan dengan Bank Non BUMN adalah berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan merjer dan akuisisi yang dilakukan oleh bank-bank tersebut tidak memberikan peningkatan terhadap shareholder value bagi bank pengakuisisi.

From 2004 to 2008 Banking industrial has been doing Merger and acquisition. Basically, there are two factors become the reason why company doing merger and acquisition, economic factor and non-economic factor. Merger and acquisition will affect stock value of those banks which has go public in certain. One of its purposes is to increase stock holder's wealthiness, for both acquirer and the target.
To analyze the impact of an event to stock price or stock return some research method called event study were developed. Event study is a technique of empirical financial research that enables an observer to assess the impact of a parlicular event on a firm 's stock price. There are four procedure event study that will be doing in this research, they are design procedure and data collective, time series procedure, event study and analysis procedure. Event period and estimation period that will be used is [-30, 30] ad [-330,-31] or during 300 days to calculate expected return using single index inarket model. Data that will be used are daily individual stock price and daily composite index. Those data has been changed to the return form.
Three hypothesis will be usedfor this research are: merger and acquisition are giving a positive effect of average cumulative abnormal return for shareholder, average cumulative abnormal return after announcement is decrease compared with average cumulative abnormal return before announcement, and the average cumulative abnormal return of banks which categorized into Government Bank's or BUMN bank and non BUMN bank is different.
The sample of this research are using Bank Artha Graha Internasional Tbk, Bank Century Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank Lippo Tbk, Bank Mandiri Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Victoria Internasional Tbk Result of this research is a value of average cumulative abnormal return of all the samples used in this research is smaller than zero (0). Second, value of average cumulative abnormal return after announcement is smaller before the announcement. The value of average cumulative abnormal return BUMN bank compared with non BUMN bank is different. Based on research, mergering and aguisitioning doesn't give an increasing to shareholder value of the acguirer.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25807
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Reza Renditia
"Peran perbankan nasional dalam menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat haruslah lebih memperhatikan pembiayaan kegiatan sektor perekonomian nasional dengan prioritas kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kepada berbagai lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminasi, sehingga bila dilakukan dengan baik maka akan memperkuat struktur perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan UMKM merupakan suatu bentuk kegiatan usaha yang paling banyak terdapat di tengah masyarakat.
Besarnya potensi UMKM tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) membuka unit usaha Mitra Usaha Rakyat (MUR) yang khusus bermain di segmen pembiayaan UMKM. Studi ini memberikan acuan bahwa strategi pertumbuhan dan strategi stabil dihasilkan melalui formulasi strategi berdasarkan kaidah teoritis dan praktis. Dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pemberian kredit dan menekan jumlah kredit macet.

Role of national banks in the gather and distribute funds to the community, should be giving more attention to financing the activities of the Small and Medium Enterprises (SME) and to various segments of society without discrimination, so that if done properly it will strengthen the national economic structure. This is because the SME is a form of business activity, most commonly found in the community.
The amount of the potential of the SME is one of the factors that cause the Bank BTPN open SME - business units specifically to play in the financing of micro financing segment. This study provides growth strategy and stable strategy based on the rule through theoretical and practical. With a view to increasing the number of credit and press the amount of non performing loans."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28278
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elizabeth Hepy S.
"Permasalahan dalam industri perbankan sebelum adanya deregulasi, memperlihatkan bahwa kelompok bank-bank pemerintah menduduki posisi monopoli dalam pasar perkreditan. Pengendalian pemerintah atas sister keuangan yang distortif ini menciptakan financial repression, sehingga akhirnya pemerintah melakukan deregulasi di bidand perbankan Juni 198.3. Namun demikian deregulasi ini belum menyentuh market entry di sektor perbankan. Tahun 1988 pemerintah melakukan deregulasi lagi yang dikenal dengan Pakto 1988, dimana pemerintah mempermudah ekspansi dan market entry bank-bank. Hal ini memungkinkan masuknya bank-bank asing maupun bank asing campuran ke dalam industri perbankan Indonesia, sehingga mempengaruhi perubahan konsentrasi dalam industri perbankan Tulisan ini mengaplikasikan teori organisasi industri dengan model persamaan konsentrasi Kang Rae Cho, yang akan melihat pengaruh dan kehadiran bank-bank asing dalam industri perbankan Indonesia. Struktur data yang diqunakan dalam skripsi ini merupakan data kwartalan dari periade tahun 1987 - 1994. Tehnik pengujian model dalam penulisan ini mempergunakan tehnik ekonometri dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan dengan mememenuhi asumsi-asumsi klasiknya, maka metode OLS .ini merupakan penaksir terbaik tidak bias. Dalam menganalisa tingkat konsentrasi perbankan ada lima faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat konsentrasi dalam industri perbankan yaitu size pasar, economies of scale dan capital intensity bank-bank, jumlah bank-bank lokal dan asing, kehadiran bank-bank acing (foreign banking presence), serta kebijakan pemerintah yang merupakan entry control. Dari hasil pengujian ternyata hanya variabel jumlah bank-bank yang tidak mempengaruhi perubahan tingkat konsentrasi. Kehadiran bank-bank asing selain mempengaruhi tingkat konsentrasi, Juga meningkatkan efisiensi ekonomi dan kompetisi dalam di dalam industri perbankan Anjuran pemerintah yang menghimbau bank-bank untuk merger, bisa memperbaiki kondisi bank-bank yang tidak sehat, namun apabila merger dilakukan antar bank-bank dalam sate grup, dapat meningkatkan konsentrasi perbankan, sehingga terpusatnya kekuatan pada grup bank tertentu ini cenderung menimbulkan oligopoli dalam industri perbankan Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1995
S18985
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Andrew William
"Penelitian ini mengambil obyek emiten saham perbankan yang masih terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang aktif diperdagangkan yang melakukanm pengumuman pembagian deviden di tahun 2007, yang berdasarkan sampling terdapat 11 emiten perbankan yang melakukan penhgumuman pembagian deviden tsb.
Dari hasil penelitian ini, pengumuman pembagian deviden untuk masing-masing emiten bisa memberikan dampak positif dan negatif."
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008
T25562
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Huda
"ABSTRAK
Sebagai lembaga intermediasi keungan pendapatan utama bank berupa Interest
Margin, sedangkan keuntungannya adalah pendapatan dikurangi biaya operasional.
Persaingan tingkat bunga mengakibatkan interest income semakin kecil. Hanya bank
yang efisien saja yang mampu bersaing dan bertahan.
Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1991 telah menghancurkan industri
perbankan. Tingkat bunga meningkat tajam, likuiditas ketat, cost of fund tinggi, kegiatan
investasi merosot, bahkan sektor produksi banyak yang terhenti. Pembayaran kredit
menjadi macet dan berakhir pada kondisi negative spread. Pada periode tahun 1997-1999
pemerintah telah melakukan tindakan berupa likuidasi 54 bank, Beku Operasi 10 bank,
Take Over 11 bank dan rekapitalisasi 9 bank.
Setelah kondisi dapat dikendalikan berangsur-angsur suku bunga SBI turun. Hal
ini tidak secara otomatis membuat perekonomian bergairah kembali. Akibatnya
perbankan mengalami over liquidity. SBI masih dianggap alternatif investasi yang
menarik dan aman dibandingkan dengan alternatif penyaluran kredit. Kelebihan likuiditas
ini selain menyimpan ancaman juga terdapat opportunity untuk memanfaatkannya.
Pengalaman pahit selama krisis ekonomi mengharuskan bank untuk menempuh
strategi baru. Interest Margin terbukti tidak mampu mengatasi permasalahan yang
disebabkan oleh fluktuasi bunga. Perbankan harus menekan sumber penghasilan lain yang
lebih stabil. Salah satu alternatif yang ada adalah Fee Base Income (FBI).
Perkembangan teknologi yang pesai telah meningkatkan peranannya dari sekedar
pendukung operasional perusahaan menjadi bagian dar strategi perusahaan dalam
mencapai tujuan. Manfaat teknologi antara lain menciptakan keunggulan bersaing,
meningkatkan produktivitas dan prestasi, menciptakan cara baru dalam mengatur dan
mengkoordinir dan mengembangkan usaha baru.
Wilayali Indonesia yang luas dan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar
potensial bagi industri perbankan. Sementara itu perkembangan dunia telekomunikasi dan
komputer telah mendorong berkembangnya teknologi informasi. Perkembangan penting
lain adalah pemanfaatan satelit sebagai media transmisi apalagi dengan ditemukannya
teknologi Very Small Aperture Terminal (VSA T) yang memungkinkan membangun
private network yang maxnpu dihubungkan dengan jaringan public. Teknologi satelit
sangat cocok diterapkan di Indonesia karena karakteristiknya sesuai dengan topologi
wilayah yang terbentang luas dan berupa kepulauan.
Aplikasi perdagangan elektronik (E Commerce) merupakan perkembangan lain
yang sangat berpengaruh pada dunia bisnis. Dengan internet transaksi dapat dilakukan
tanpa harus membangun jaringan dan aplikasi khusus. Perdagangan elektronik dapat
dilakukan dengan cepat dan murah ke seluruh dunia. Satu-satunya masalah adalah
security dan transaksi dan data yang dikirimkan.
Tujuan evaluasi ini untuk memperoleh keunggulan bersaing pada industri
perbankan dengan penerapan teknologi informasi berbasis komunikasi satelit. Evaluasi
dilakukan terhadap dua sisi yaitu perspektif bisnis dan perspektif teknologi. Pilihan
investasi dilakukan sebagai alternatif untuk memanfaatkan kelebihan likuiditas pada
industri perbankan. Teknologi informasi dipilih sebagai salah satu alternatif karena
dipercaya mampu meningkatkan posisi bersaing bank dimasa yang akan datang.
Penerapan teknologi informasi yang memerlukan investasi besar menemukan saat yang tepat dengan ketersediaan dana yang besar dengan bunga yang relatif rendah. Evaluasi dilakukan dengan metode skor. Potensi pelayanan yang dievaluasi berupa pelayanan Online Banking, ATM, POS serta E Commerce.
Selain harus melakukan pembenahan kondisi sejalan dengan pemulihan ekonomi
yang mulai terjadi, dalam waktu singkat perbankan juga harus mempersiapkan persaingan
yang akan semakin ketat dengan adanya globalisasi. Persaingan global akan ditandai
dengan persaingan pelayanan yang cepat, mudah dan murah. Penerapan teknologi
informasi pada industri perbankan akan berpengaruh pada wilayah operasi perbankan,
pola persaingan dan pendapatan non bunga Fee Based Income (FBI).
Perbankan harus mengidentifikasikan posisinya dalam peta persaingan. Hal ini
penting karena perbedaan kondisi akan mempengaruhi pilihan investasi yang sebaiknya
dilakukan. Hasil perhitungan ROI untuk perbankan nasional (Infrastrcture) diperoleh:
ATM (6.7 %), Pos (9.7 %), On Line Banking (16.8 %) dan ROI gabungan (30.9 %).
Sedangkan skor pada masing-masing kategori perusahaan diperoleh urutan investasi yang
disarankan (investment, infrastructure, breakthru management) yaitu On Line Banking,
ATM, POS dan E-Commerce. Perkecu2lian pada kelompok penisahaan Strategic dengan
urutan ATM, On Line Banking, E-Commerce, dan POS.
"
Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T2852
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akbar Suraji Budianto
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlakuan akuntansi PT Bank XYZ Tbk. pada instrumen keuangan yang tercatat pada laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan mengevaluasi dampak yang ditimbulkan oleh penerapan PSAK 71 mengenai Instrumen Keuangan, serta memberi masukan kepada industri perbankan dan regulator untuk mengatasi masalah-masalah tersebut kelak. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa (1) Penerapan PSAK 71 mengenai Instrumen Keuangan membutuhkan persiapan yang memadai dan partisipasi seluruh stakeholder demi kelancaran penerapan standar tersebut, (2) model baru penurunan nilai expected loss mempengaruhi perhitungan CKPN, yang menurunkan pendapatan dan rasio permodalan (CAR) Bank, dan (3) perlunya kesiapan infrastruktur, penyelenggarakan pelatihan dan workshop, identifikasi dampak, pengembangan sistem, dan partisipasi dalam penyusunan regulasi industri perbankan untuk mempermudah penerapan standar tersebut.

This study aims to determine and analyze the accounting treatment of PT Bank XYZ Tbk. on financial instruments recorded on the company's financial statements. This study also aims to determine the differences and discuss the impacts of the application of PSAK 71 on Financial Instruments, and provide input to the banking industry and regulators to address these issues in the future. This research uses a qualitative approach with case study method. This study results conclude, that: (1) The application of PSAK 71 on Financial Instruments requires adequate preparation and participation of all stakeholders, (2) The new expected loss impairment model affects the calculation of CKPN, which decreases the Bank's revenue and capital adequacy ratio (CAR), and (3) the need of infrastructure readiness, organizing training and workshops, impact identification, system development, and participation in banking industry regulation are critical to ease the standards implementation."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dennish Widjaya
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate culture dalam pembentukan strategi integrated marketing communication (IMC) serta dampaknya terhadap market performance di industri perbankan Indonesia. Industri perbankan Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dan perlu adanya inovasi secara internal dari perusahaan perbankan untuk menjaga relevansi dan daya saing. Penelitian ini mengumpulkan data melalui survei online kepada manager bank di Indonesia dan menggunakan PLS SEM sebagai metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate culture berpengaruh positif terhadap implementasi IMC melalui 4 dimensi, Message consistency, Interactivity, Organizational alignment, dan Stakeholder-centered Strategic Focus. Controlling culture memiliki pengaruh positif lebih besar dibandingkan collaborative culture. IMC yang efektif berpengaruh positif pada pertumbuhan market performance melalui 3 dimensi, Sales-Related Performance, Brand advantage, dan Customer satisfaction. Kesimpulannya, integrasi corporate culture yang mendukung dan strategi IMC yang efektif dapat meningkatkan market performance di sektor perbankan Indonesia.

This study aims to analyze the influence of corporate culture on the formation of integrated marketing communication (IMC) strategies and their impact on market performance in the Indonesian banking industry. The Indonesian banking industry faces intense competition and requires internal innovation from banking companies to maintain relevance and competitiveness. This study collected data through an online survey of bank managers in Indonesia and used PLS SEM as the analytical method. The results show that corporate culture has a positive influence on the implementation of IMC through four dimensions: Message consistency, Interactivity, Organizational alignment, and Stakeholder-centered Strategic Focus. Controlling culture has a greater positive influence compared to collaborative culture. Effective IMC positively impacts market performance growth through three dimensions: Sales-Related Performance, Brand advantage, and Customer satisfaction. In conclusion, the integration of supportive corporate culture and effective IMC strategies can improve market performance in the Indonesian banking sector."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sanuri
"Terdapat dua hipotesis dalam menganalisis hubungan antara struktur pasar dan kinerja sebuah industri. Yang pertama adalah paradigma Structure-Conduct- Performance (SCP) tradisional yang mendasarkan pada perilaku kolusi pelaku usaha dalam mendapatkan profit, sedangkan yang kedua adalah hipotesis Efficient- Structure (ES) yang mendasarkan pada perilaku efisien dari pelaku usaha.
Penelitian dalam tesis ini bertujuan untuk menganalisis kedua hipotesis tersebut, manakah dari kedua paradigma/hipotesis tersebut yang mencerminkan industri perbankan Indonesia. Dengan menggunakan data panel dari seluruh bank umum di Indonesia yang beroperasi pada periode tahun 2000 hingga 2010, terbukti bahwa paradigma SCP yang diwakili oleh variabel tingkat konsentrasi pasar perbankan (indeks Herfindahl- Hirschman) dan Market Share, tidak terbukti pada perbankan Indonesia. Sebaliknya terbukti bahwa hipotesis ES lebih dominan pada operasional bank di Indonesia. Variabel yang mewakili hipotesis ES adalah tingkat efisiensi teknis yang dihitung dengan pendekatan Data Envelopment Analisys (DEA) dan rasio efisiensi operasional (BOPO).
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa hubungan antara struktur pasar dan kinerja industri perbankan Indonesia bukan merupakan paradigma SCP. Hal ini berarti bahwa kebijakan Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tidak berdampak negatif terhadap tingkat persaingan usaha bank, sebagaimana diwaspadai oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

There are two competing hypothesis with regard to market structure and performance in industrial organization. The first hypothesis is structure-conductperformance (SCP) paradigm, which emphasized on market collusion, and the second hypothesis is Efficient-Structure (ES) hypothesis which emphasized on market efficiency.
The objective of this study conducted test for both hypothesis with respect to the Indonesia's commercial banking industry. Employing pooled data from all commercial banks operating in Indonesia period 2000 - 2010, the SCP paradigm which represented by banking concentration (HHI) and market share, was not valid on Indonesian banking industry. Conversely the efficiency behaviour is more dominant on Indonesia banking operations to gains their profit. In this study, efficiency hypothesis is represented by technical efficiency variable which is calculated by Data Envelopment Analysis (DEA) approach and variable of operational efficiency ratio (BOPO).
This study finds that relationship of banking market structure and bank's performance, doesn't support SCP paradigm. Therefore, Bank Indonesia's policy in the Indonesian Banking Architecture (API) framework, empiricaly succeeded to minimize negative impact on banking competition, which is worried by the Indonesian Business Competition Supervisory Agency (KPPU).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
T29337
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Syahrizal Affandi
"Sebagai lembaga keuangan yang bernafaskan Islam, keberadaan bank syariah sangat penting untuk memperkuat industri perbankan dalam memfasilitasi kegiatan sektor riil. Perbedaan mendasar yang menjadi filosofi antara bank syariah dan bank konvensional adalah konsep suku bunga dengan konsep bagi hasil. Data yang ada (Businessnews, Juni 2001) menunjukkan, tahun 2000 pertumbuhan pembiayaan bank syariah (bs) mencapai 112% sementara bank konvensional (bk) 22%, pertumbuhan dana pihak ketiga (bs) 56% dan (bk) hanya 15%, pertumbuhan aset (bs) 63% dan (bk) 25%, LDR (bs) 90% sedangkan (bk) 35%. Tetapi secara keseluruhan kontribusi total aset perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih kecil yaitu hanya 0,46%.
Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang dalam majalah Swa edisi 18 April 2001, menyebutkan bahwa perbankan syariah merupakan bank paling aman dibandingkan bank asing dan bank swasta lainnya adalah bank umum syariah pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1992, beberapa bulan setelah diundangkannya UU no.7/1992 tentang ketentuan usaha bank bagi hasil. Ketika krisis ekonomi pertumbuhan PT BMI tadinya di bawah rata-rata, sekarang mengalami peningkatan di atas rata-rata bank konvensional. BMI mencatat pertumbuhan sebesar 63 persen pada total aktiva dari Rp 693,3 milyar pada tahun 1999 menjadi Rp 1,1 triliun pada tahun 2000. Namun secara keseluruhan perkembangan institusi bank syariah relatif masih lambat.
Masalah yang akan dibahas adalah bagaimana perbedaan konsep bank syariah dan bank konvensional, bagaimana strategi PT BMI mengelola perbedaan tersebut menjadi keunggulan daya saing (competitive advantage) untuk menciptakan nilai bagi pelanggannya (value to customer) dan apakah konsep bank syariah dilaksanakan sepcnuhnya oleh PT BMI.
Bank Muamalat berada pada posisi question marks, karena dengan tingkat pertumbuhan perbankan nasional sebesar 25%, Bank Muamalat mencapai pertumbuhan 63% dan relative market share sebesar 0,06. Kcmudian jika dibandingkan dengan sesama jenis bank syariah lain, Bank Muamalat menempati posisi stars, karena mempunyai relative market share sebesar 1,8.
Untuk meningkatkan kinerjanya, keunggulan daya saing yang dimiiiki yaitu brand awareness yang tinggi dan kepuasan konsumen (customer satisfaction) dioptimalisasikan untuk penerapan strategi SO. Selain itu membuat suatu program community-based marketing, yaitu suatu program pemanfaatan loyalitas nasabah hasil dari emotional benefit untuk membangun suatu identitas di dalam komunitas (nasabah yang telah ada) dengan cara memperkokoh hubungan inrim antara komunitas dan brand Bank Muamalat- Hingga pada akhimya mmg-empower mereka menjadi brand advocator perusahaan melalui kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut.
Untuk menjadikan Bank Muamalat tumbuh pesat, perlu proses waktu dan yang paling penting adalah dukungan pemerintah dan masyarakat luas. Karena majunya Bank Muamalat bergantung pada dukungan tersebut diatas terhadap konsep perbankan syariah
secara keseluruhan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T251
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Rizqi Fauziah
"ABSTRAK
Laporan magang ini bertujuan untuk mengevaluasi penilaian atas prinsip peran pemangku kepentingan pada PT HFG dan PT ADS berdasarkan kertas kerja ASEAN Corporate Governance Scorecard. Ada lima bagian utama dan dua bagian tambahan terkait tata kelola perusahaan dalam kertas kerja tersebut, tetapi analisis dalam laporan ini hanya memuat satu bagian utama, yaitu prinsip peran pemangku kepentingan. Laporan ini juga membahas tentang penerapan prinsip peran pemangku kepentingan pada PT HFG dan PT ADS yang berasal dari dua sektor industri yang berbeda. PT HFG berasal dari sektor perbankan sedangkan PT ADS berasal dari sektor industri dasar dan kimia. Maka dari itu, laporan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan penerapan pada kedua perusahaan tersebut. Berdasarkan penilaian tersebut, setiap perusahaan memiliki bentuk penerapan yang berbeda dalam mengakomodasi peran pemangku kepentingan sesuai dengan industri masing-masing. Secara keseluruhan, setiap perusahaan sudah menunjukkan upaya mereka dalam mengakomodasi peran pemangku kepentingan. Namun, kertas kerja yang digunakan dalam penilaian memiliki kriteria yang ketat sehingga perusahaan dianggap belum memenuhi beberapa prinsip.

ABSTRACT
This internship report aims to evaluate the assessment of the principle of the role of stakeholders in PT HFG and PT ADS based on ASEAN Corporate Governance Scorecard. There are five main sections and two additional sections related to corporate governance in the working paper, but the analysis in this report only includes one main section, namely the principle of the role of stakeholders. This report also explains the application of the principle of the role of stakeholders in PT HFG and PT ADS from two different industry sectors. PT HFG comes from banking sector meanwhile PT ADS comes from basic industry and chemicals. Therefore, this report also aims to identify differences in implementation between the two companies. Based on the assessment, each company has a different form of application in accommodating the role of stakeholders in accordance with their respective industries. Overall, each company has shown their efforts in accommodating the role of stakeholders. However, the working paper used in the assessment have tight criteria so that the company is considered to not meet several principles."
2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library