Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Andre Gunawan
"Jurnal ini membahas mengenai karya lagu dari Wieteke van Dort, seorang penyanyi yang terkenal di Belanda. Di Belanda, dia dikenal sebagai penyanyi dengan ciri khas orang Indo. Dia meninggalkan Indonesia akibat adanya Imigrasi besar-besaran warga Belanda yang tinggal di Indonesia. Wieteke van Dort menggunakan ciri khas orang Indo dalam karirnya di Belanda. Masalah dalam jurnal ini adalah karakteristik budaya Indis yang bagaimana yang tercermin dalam lagu-lagu karya Wieteke van Dort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik budaya Indis dalam lagu-lagu karya Wieteke van Dort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu-lagu karya Wieteke van Dort mencerminkan kenangan kehidupannya ketika berada di Hindia-Belanda. Kenangan itu seolah mengurung dirinya.

This journal discusses the songwriting of Wieteke van Dort, a famous singer in the Netherlands. In the Netherlands, she is known as a singer with the characteristics of the Indo. She left Indonesia due to massive migration of Dutch citizens living in Indonesia to return to the Netherlands. Wieteke van Dort used the characteristics of the Indo people in her career. The problem in this journal is how Indis cultural characteristics are reflected in songs by Wieteke van Dort. This study aims to describe characteristics of Indies culture through Wieteke van Dorts songs. The results showed that the songs by Wieteke van Dort reflect memories of her life when she was in the Dutch East Indies. The memories seemed to lock her up.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
London: Routledge, 1998
410 IND
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bakti Supriadi
"Skripsi ini membahas penggunaan dan permainan bahasa pecok sebagai pembebasan ekspresi kelompok indo kecil pada empat belas sketsa Piekerans van Een Straatslijper I dan II karya Tjalie Robinson. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bahasa pecok digunakan oleh kelompok indo kecil sebagai pembebasan ekspresi mereka untuk membangun dan mempertahankan identitas.

The Focus of this study is the use of pecok language as a term of freedom of expression by small indo group in fourteen sketches Piekerans van Een Straatslijper I and II from Tjalie Robinson. This research is qualitative interpretive. Result of the research explained that pecok language was use by small indo group as freedom of expression to built up and maintained their identiy."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S18
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rifqi Herjoko
"Penelusuran terhadap sejarah masa lalu terkait dengan identitas menjadi penting untuk diketahui orang Indo dalam kaitannya dengan penjagaan budaya. Dengan mengetahui asal-usul mereka, orang Indo dapat lebih berperan dalam menjaga identitas budayanya. Saat ini, karya film yang membahas kehidupan orang Indo dapat menjadi pilihan untuk menambah pemahaman atas identitas Indo. Tulisan ini membahas identitas budaya Indo lintas generasi yang dihadirkan pada serial dokumenter I.N.D.O. Serial tersebut merupakan sebuah dokumenter yang mengobservasi etnis Indo dari masing-masing generasi. Analisis dilakukan dengan mengamati 3 episode dari seri 1 (2015).
Penelitian ini mencerna diksi, gambar, serta elemen suara yang dihadirkan pada serial dokumenter untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Dalam proses analisis, diimplementasikan pendekatan identitas budaya (Hall, 1996). Dari hasil analisis, ditemukan penanda identitas Indo dihadirkan melalui narasi yang dibangun orang Indo tentang praktik keseharian serta kisah masa lalunya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan penanda identitas Indo generasi ke-1 bersifat lebih komunal dibandingkan generasi ke-2 dan ke-3. Hal ini disebabkan Indo generasi ke-1 memiliki keterkaitan pada konteks ruang dan memori.

A search of past history related to identity is important for Indo people in relation to cultural preservation. By knowing their origins, Indo people can play a greater role in maintaining their cultural identity. Nowadays, films that discuss the lives of Indo people can be an option to increase understanding of Indo identity. This paper discusses cross-generation Indo cultural identities presented in the documentary series I.N.D.O. The series is a documentary that observes the ethnic Indo of each generation. Analysis was done by observing 3 episodes from series 1 (2015).
This research focused on diction, pictures, and sound elements that were presented in the documentary series to find the meaning contained in them. In the process of analysis, an approach of cultural identity is implemented (Hall, 1996). From the results of the analysis, it was found that the Indo identity markers were presented through narratives built by Indo people about their daily practices and past stories. The results of this study also show that the 1st generation Indo identity markers are more communal than the 2nd and 3rd generation. The reason is that the 1st generation Indo has a connection in the context of space and memory.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Komala Inggarwati
"ABSTRAK
Adanya pendelegasian wewenang merupakan kebutuhan bagi perusahaan
perusahaan dengan size yang makin besar. Pendelegasian wewenang pada umumnya
diikuti oleh munculnya krisis pengendalian yaitu bagaimana menjamin para manajer
mengelola sumberdaya secara efisien.
Penulisan karya akhir ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan akan inforrnasi
(akuntansi) yang akurat bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan. Sistem biaya
dalam perusahaan merupakan salah satu alat untuk memberikan informasi berkenaan
dengan biaya yang bermanfaat untuk dasar penilaian kinerja dan penentuan biaya
produk.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai sistem
biaya dalam kaitannya dengan pengukuran kinerja dan penetapan biaya produk yang
beriaku di pabrik kaca. Diharapkan hasil penetitian ini dapat mengungkapkan problematik yang dihadapi serta memberikan jalan keluarnya.
Penelitian ini sangat penting untuk dikaji oleh karena dua hal (1) Sebagai
perusahaan keluarga yang mulai mendelegasikan wewenang kepada para manajer non
pemilik diperlukan suatu sistem akuntansi yang menunjang pelaksanaan sistem pertang
gungjawaban manajer, (2) Dalam situasi persaingan yang sangat ketat diperlukan
informasi biaya yang tepat, relevan, dan tepat waktu dalam rangka pengambilan kepu
tusan mengenai hargai jual maupun strategi bersaing lainnya.
Hasil-hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa:
1. Sistem peranggaran yang diterapkan belum dapat digunakan sebagai alat kontrol yang
efektif karena (1) tidak adanya siandar biaya yang efektif, (2) sistem alokasi biaya
tidak mencerminkan konsumsi Sumberdaya yang sebenarnya. Akibatnya sulit dilaku
kan evaluasi atas kinerja manajer secara efektìf.
2. Sistem biaya yang sering digunakan tidak mendukung proses pengambilan kepu
tusan berkaitan dengan penetapan harga, perencanaan laba, meneruskan atau
menghentikan suatu produk, dan keputusan-keputusan strategis Iainnya.
Dari hasil analisis diatas, penulis memberikan usulan perbaikan sistem biaya
pada PT. Indo Utama sebagai berikut:
1. Menentukan pusat-pusat Pertanggungjawaban
2. Mengidentifikasikan bìaya-biaya yang menjadi beban bagian produksi dan mengklasi
fikasikannya menurut sifat biayanya (biaya variabel dan biaya tetap)
3. Menentukan dasar alokasi baik alokasi ke pusat biaya maupun alokasi ke produk atas
dasar aktivìtas.
4. Menentukan sistem penilaian kinerja
5. Menghitung biaya produk
Dengan sistem biaya yang baru ini, diharapkan perusahaan akan dapat mempero
leh informasi biaya yang lebih akurat dan dengan demikian perusahaan dapat melaku
kan penilaian kinerja dan penetapan biaya produk dengan lebih baik.
Untuk menerapkan sistem biaya yang baru tersebut diperlukan beberapa kondisi
seperti:
1. Dukungan dan manajemen puncak yang selama ini merupakan pemilik modal
2. Perlu diadakan motivational training bagi para manajer sehubungan dengan penerapan
konsep pusat pertanggungjawaban untuk menghindari penolakan terhadap usulan per
baikan ini.
Untuk penelitian lebih Ianjut, menarik untuk dikaji secara empiris sejauh mana
aspek-aspek keperilakuan manajer mempengaruhi proses pelaksanaan sistem biaya yang
baru pada perusahaan ini.
"
1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fick, August
Gottingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1909
R JER 499.23 FIC v
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Nadhira Shidqia Arifin
"ABSTRAK
Cerita pendek Leugenland (2006) karya Adriaan van Dis mengisahkan tentang tokoh ik (aku), seorang keturunan Indo-Belanda dan Belanda totok. Anggota keluarga tokoh ik pernah lama tinggal di Hindia-Belanda sampai akhirnya harus berepatriasi ke Belanda. Tokoh ik lahir di Belanda, tetapi ia tumbuh dan dibesarkan dalam budaya Indo yang kental. Walaupun secara biologis ik memiliki identitas rasial Indo dan ia dikelilingi oleh budaya Indo semasa pertumbuhannya, ik memanggil dirinya seorang totok. Metode pembacaan dekat dilakukan untuk penelitian ini, kemudian unsur intrinsik dalam cerita pendek Leugenland berupa penokohan, latar waktu dan latar tempat dianalisis untuk menemukan faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan tokoh ik dalam menanggalkan identitas Indo-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri fisik dan ciri batin tokoh ik, repatriasi, dan perpindahan ruang dalam cerita pendek Leugenland memengaruhi keputusan tokoh ik dalam menentukan dirinya sebagai seorang totok."
2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
The Hague : Mouton & Co
050 IIJ 3 (1959)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Triono Pamungkas
"Skripsi ini bertujuan untuk memahami status Indonesia sebagai ‘kekuatan di Indo-Pasifik’ melalui peran-peran yang dikonsepsikan melalui visi Indo-Pacific Cooperation. Penelitian ini berawal dari munculnya sikap Indonesia dalam menghadapi tantangan pergeseran gravitasi (perekonomian dan militer) dunia ke arah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik atau kawasan Indo-Pasifik. Sikap tersebut ditunjukkan dalam pidato Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi pada Januari 2018 tentang Indo-Pacific Cooperation yang berisi gagasan Indonesia untuk menciptakan arsitektur kerja sama di Indo-Pasifik yang inklusif, bebas dan terbuka, dan mengedepankan sentralitas ASEAN. Gagasan ini muncul setelah tahun 2016 Jepang mengeluarkan strategi Free and Open Indo-Pacific (FOIP) dan diadopsi oleh Amerika Serikat, India, dan Australia tahun 2017. Strategi FOIP dinilai sebagai upaya membendung strategi Indo-Pasifik Tiongkok, Belt and Road Initiative (BRI). Dengan menggunakan kerangka analisis teori peran, penulis mencoba memahami status kekuatan Indo-Pasifik Indonesia yang belum dijelaskan secara komprehensif oleh peneliti sebelumnya. Penulis menggunakan tiga konsep peran Indonesia dari Santikajaya, yakni sebagai soft revisionist, normative bridge-builder, dan interlokutor ASEAN untuk menganalisis peran yang dikonsepsikan Indonesia melalui usulan visi Indo-Pacific Cooperation. Penulis berpendapat bahwa status Indonesia sebagai kekuatan di Indo-Pasifik tidak memiliki kekuatan sebesar Tiongkok, AS, India, dan Jepang. Namun Indonesia telah menunjukkan kehadiran yang signifikan dalam wacana Indo-Pasifik
This thesis aims to understand Indonesia’s status as ‘Indo-Pacific Power’ through it’s roles conception in the Indo-Pacific Cooperation vision. This research began with the emergence of Indonesia's attitude in facing the challenges of world's gravity (economy and military) shifting towards the Indian Ocean and the Pacific Ocean or the Indo-Pacific region. This attitude was shown in a speech by the Indonesian Foreign Minister, Retno Marsudi in January 2018 about the Indo-Pacific Cooperation which contained Indonesia’s idea to create anc inclusive, free and open, and prioritized ASEAN centrality cooperation architecture in the Indo-Pacific. This idea emerged after in 2016 Japan issued the Free and Open Indo-Pacific (FOIP) strategy and was adopted by United States, India and Australia in 2017. The FOIP strategy was assessed as an effort to stem China's Indo-Pacific strategy, Belt and Road Initiative (BRI). Using the role theory framework, the author tries to understand Indonesia’s Indo-Pacific Power status which has not been comprehensively explained by previous researchers. The author uses three concepts of Indonesia's role from Santikajaya, namely as a soft revisionist, normative bridge builder, and ASEAN interlocutor to analyze Indonesia’s roles conception in the Indo-Pacific Cooperation vision proposal. The author argues that Indonesia's status as an Indo-Pacific power does not as large as China, the US, India and Japan. However, Indonesia has shown a significant presence in the Indo-Pacific discourse.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>