Praktik Kerja Profesi Apoteker di PT. ETHICA Industri Farmasi, bertujuan untuk mengetahui tugas apoteker dan terpenuhinya syarat-syarat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Cara Pembuatan Obat yang Baik adalah cara pembuatan obat yang bertujuan untuk memastikan agar mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaan. Sumber daya manusia sangat penting dalam pembantukan dan penerapan Sistem Pemastian Mutu dan Pedoman CPOB. Menurut CPOB, Apoteker dibutuhkan sebagai Kepala Bagian Produksi, Kepala Bagian Pengawasan Mutu dan Kepala Bagian Pemastian Mutu di industri farmasi. Selain itu, mutu obat tergantung pada bahan awal, bahan pengemas, proses produksi dan pengendalian mutu, bangunan dan peralatan yang dipakai. Oleh karena itu, dilakukan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan CPOB atau Gap Assessment. Tugas khusus yang dilakukan adalah melakukan gap assessment yang bertujuan mengetahui, membuat dan menyesuaikan sistem yang dimiliki PT. ETHICA Industri Farmasi Joint Venture with Fresenius Kabi dengan sistem Fresenius Kabi maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Internship at PT. ETHICA Industri Farmasi, aims to know the role of Apothecary and Good Manufacturing Practice (GMP) compliance. Good Manufacturing Practice is a method of making drugs that aims to ensure that the quality of the drugs produced is in accordance with requirements and intended use. Personalia is needed for establishment and implementation of quality assurance systems and GMP. According to GMP, Apothcary is needed for Head of Production, Head of Quality Control and Head of Quality Assurance. Beside of that, the quality of drugs depends on raw materials, packaging materials, production, facility and equipment. Therefore, it is necessary to evaluate the GMP compliance or Gap Assessment. Special assigment that has been done is making gap assessment, aims to evaluating the GMP compliance at PT. ETHICA Industri Farmasi.
"