Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Latifanisa Nurul Ramadhani
"Penelitian ini membahas implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemindahan arsip inaktif sebagai salah satu cara optimalisasi pengelolaan arsip pada Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. Meskipun arsip inaktif memiliki frekuensi penggunaan yang telah menurun, arsip-arsip tersebut tetap memiliki nilai guna administratif, hukum, dan historis sehingga pengelolaan perlu dilakukan pengelolaan yang baik guna mencegah terjadinya arsip yang menumpuk dan kesulitan dalam proses temu kembali dimasa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ditetapkan SOP pemindahan arsip inaktif, implementasinya belum optimal karena kendala keterbatasan SDM, keterbatasan waktu, dan belum dilakukan evaluasi SOP secara berkala. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan SOP pemindahan arsip inaktif guna memastikan efektivitas dan efisiensi pengelolaan arsip, serta terciptanya tata kelola kearsipan yang baik sesuai regulasi yang berlaku.
This study discusses the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) for the transfer of inactive records as a way to optimize records management at the Directorate of Upstream Chemical Industry, Ministry of Industry. Although inactive records have a decreased frequency of use, they still have administrative, legal, and historical use values so that good management needs to be done to prevent records from piling up and difficulties in the retrieval process in the future. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, and data collection techniques through observation and interviews. The results showed that although the SOP for inactive records transfer had been established, its implementation was not optimal due to limited human resources, limited time, and no regular evaluation of the SOP. Therefore, improvements need to be made in the implementation of the SOP for moving inactive records to ensure the effectiveness and efficiency of records management, as well as the creation of good archival governance in accordance with applicable regulations."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nadya Juni Utami
"Arsip memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan pengambilan keputusan dalam organisasi, terutama di instansi pemerintah. Pengelolaan arsip aktif yang tertib sangat diperlukan agar dokumen dapat diakses dengan mudah dan aman. Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian menghadapi tantangan dalam proses peminjaman arsip aktif yang belum tertata secara optimal, mengakibatkan keterlambatan pencarian dokumen dan meningkatnya risiko kehilangan arsip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas ketertiban dalam proses peminjaman arsip aktif di Direktorat Industri Kimia Hulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi ketertiban dalam peminjaman arsip meliputi penerapan digitalisasi arsip, kualitas arsip, sarana dan prasarana, SDM, dan keberadaan kebijakan atau SOP yang jelas, serta ketersediaan anggaran yang mampu menunjang kegiatan kearsipan. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip aktif di lingkungan Direktorat Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian.
Records play a crucial role in supporting operations and decision-making within organizations, particularly in government institutions. The orderly management of active records is essential to ensure documents are easily and securely accessible. The Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry faces challenges in the lending process of active records, which is not yet optimally structured, leading to delays in document retrieval and increased risk of record loss. This study aims to analyze the factors that influence the quality of orderliness in the active record lending process at the Directorate of Upstream Chemical Industry. A qualitative research method was employed, using data collection techniques such as interviews, observations, and document studies. The findings indicate that the key factors affecting the orderliness of the lending process include the implementation of record digitization, record quality, facilities and infrastructure, human resources, the existence of clear policies or SOPs, and the availability of a supporting budget. The recommendations provided in this study are expected to enhance the effectiveness of active record management within the Directorate of Upstream Chemical Industry at the Ministry of Industry."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library