Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
M.Rizki Afriadi
"Karena Ketergantungan pada bahan bakar fosil berkurang, penggunaan pasar Energi Terbarukan cenderung naik dengan cepat dari sudut pandang ekonomi, lingkungan, dan kebijakan, konsistensi bahan bakar fosil cenderung menurun. Dengan meningkatnya pembangunan di sektor energi terbarukan, dapat dikatakan bahwa kita menuju ke masa depan yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan. Sebagai akibat dari bantuan bahan bakar fosil yang menurun, kebutuhan akan sumber bahan bakar alternatif berada pada level tertinggi. Dengan lebih banyak sumber energi “eco-friendly” seperti Solar, beragam investasi telah bergeser untuk pengembangan masa depan yang lebih bersih. Namun, sebagian besar energi terbarukan menghadapi tantangan - intermittency. Dengan mengganti ketergantungan dari faktor-faktor lingkungan dengan sistem bantuan sekunder, kita dapat merubah sumber energi dependen yang realistis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan pengamatan seberapa baik desain turbin berbasis turbocharger dapat disesuaikan untuk sistem CAES-FPV. Sistem yang digunakan untuk menguji pemikiran ini adalah pasangan kerjasama antara sistem Floating Photovoltaic (FPV) dan Compressed Air Energy Storage (CAES). Panel surya akan menyediakan energi yang memberi daya pada kompresor untuk menyimpan udara terkompresi di dalam tangki udara. Kemudian dapat diubah menjadi listrik kapan saja dengan bantuan turbin dan generator. Oleh karena itu, kinerja turbin pada sistem ini sangat penting yang mengikuti cara kerja turbin radial. Setelah itu dilakukan analisis kinerja dalam bentuk perhitungan yang menghasilkan efisiensi pada turbin setelah digabungkan dengan generator itu sebesar 2.1%. Hasil yang didapat sangat dipengaruhi oleh besaran laju aliran massa, daya yang dikeluarkan dan besaran torsi pada turbin.
Kata Kunci : Compressed Air Energy Storage, CAES
As Dependence on fossil fuels decreases, the use of the Renewable Energy market tends to rise rapidly from an economic, environmental and policy point of view, the consistency of fossil fuels tends to decrease. With the increasing development in the renewable energy sector, it can be said that we are heading towards a cleaner and more environmentally friendly future. As a result of declining fossil fuel assistance, the need for alternative fuel sources is at an all-time high. With more “eco-friendly” energy sources such as Solar, various investments have shifted to developing a cleaner future. However, most renewables face a challenge - intermittency. By replacing the dependence of environmental factors with a secondary support system, we can change the realistic dependent energy source. The aim of this study is to collect data and observations on how well a turbocharger based turbine design can be adapted for the CAES-FPV system. The system used to test this thinking is a cooperative pair between Floating Photovoltaic (FPV) and Compressed Air Energy Storage (CAES) systems. The solar panels will provide the energy that powers the compressor to store the compressed air in the air tank. Then it can be converted into electricity at any time with the help of turbines and generators. Therefore, the performance of the turbine in this system is very important which follows the workings of a radial turbine. After that, a performance analysis was carried out in the form of calculations that resulted in an efficiency of the turbine after being combined with the generator of 2.1%. The results obtained are strongly influenced by the mass flow rate, power output and the amount of torque on the turbine.Keyword : Compressed Air Energy Storage, CAES"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Teten Derichar
"Meskipun diklasifikasikan sebagai teknologi berbiaya tinggi, udara bertekanan diterapkan dalam berbagai aplikasi industri. Sebagian besar penggunanya memiliki pengetahuan yang kurang tentang efisiensi sistem udara bertekanan, Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan konservasi energi pada sistem udara tekan di industri menufaktur dengan menyajikan perhitungan keekonomian peluang konservasi energi yang dapat dilakukan dan membandingkannya dengan penghematan berdasarkan hasil pengukuran setelah pelaksanaan pekerjaan konservasi energi dilaksanakan.
Dengan menyajikan perhitungan penghematan yang dapat diperoleh, pengguna udara tekan akan lebih meyakini bahwa program konservasi energi yang dilakukan akan menguntungkan mereka dan dapat memicu mereka melakukan investasi untuk pelaksanaan program konservasi energi, sehingga program konservasi energi dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Kebocoran udara yang berlebihan dan pipa distribusi udara tekan yang tidak efisien adalah salah satu penyebab meningkatnya biaya energi. Memperbaiki masalah ini akan mengurangi biaya konsumsi listrik kompresor secara signifikan. Dari hasil pengukuran diperoleh data bahwa dengan perbaikan kedua hal tersebut konsumsi energi dapat berkurang sebesar 25%. Deviasi antara hasil perhitungan dan hasil pengukuran setelah perbaikan adalah sebesar 2,75 %.
Although classified as a high-cost technology, compressed air is applied in a wide range of industrial applications. Most of its users have insufficient knowledge of the efficiency of compressed air sistems, this paper aims to improve the energy conservation program in compressed air sistems in the manufacturing industry by calculating the savings from energy conservation opportunities that can be done and comparing them with savings from measurement results taken after the implementation of energy conservation work is carried out.By presenting the calculation of the savings that can be obtained, compressed air users will be more confident that the energy conservation program to be carried out will benefit them, thereby triggering them to make investments for the implementation of energy conservation programs, so that energy conservation programs can be implemented better.Excessive air leakage and inefficient of compressed air distribution pipes are some of the causes of rising energy costs. Fixing this problem will significantly reduce the cost of compressor electricity consumption. From the results of measurements after improvement, data were obtained that with the improvement of both factors, energy consumption can be reduced by 25 percent. The deviation between the results of the calculation of savings and the results of measurements after improvement is 2.75 percent"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library