Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Suratno Lulut Ratnoglik
"Infeksi Human Immunodeficiency Virus tipe I (HIV-1) sebagai penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan salah satu masalah utama kesehatan dunia yang barns segem diatasi. Sejak ditemukannya penyakit tersebut, vaksin yang dihampkan tidak kanjung tersedia karena berbagai usaha I pengembangan vaksia HIV-1 mengalami hambatan besar oleh karena keanekar&gaman HIVĀ·I yang tinggi. Strategi mutakhir untuk mengatasi hambatan tersebut adalah pengembangan vaksin HIV-I yang spesifik pada subtipe dan populasi di regional tertentu. menggunakan isolat identik dengan sekuen konsensus yang telah ditentukan, sebagai kandidat vaksin.
Tujuan pcnelitian ini adalah menentukan sekuen konsensus HlV-1 di Indonesia dengan menggunakan sekuen - sekuen gen protease dan gen reverse transcriptase HN - 1 subtipe paling dominan isola!Indonesia dati isolat damb plasma omng terinfeksi HIV akibat penggunaan narkoba dengan jarum suntik (penasnn). Berdasarkan analisis dalam penelitian ini diketahui bahwa CRFO I_AE merupakan subtipe paling dominan di Indonesia dan telah berhasH diperoleh sekuen konsensus protease dan reverse transcriptase HIV-1 CRFOl_AE Indonesia Sekuen konsensus protease Indonesia tersebut. memiliki perbedaan dengan sekuen konsensus dari database Los Alomos National Laboratory (LANL) sebesar 2,7% untuk sekuen nukleotida (p = 0,030); 5,1% untuk sekuen asam amino (p = 0,000). Sedangkan sekuen konsensus reverse trancriptase Indonesia merniliki perbedaan dengan sekuen konsensus dari LANL sebesar 2,0% nntuk nuklootida (p = 0,208) dan 3,0% untuk asam amiao (p = 0,015).

Human Immunodeficiency Virus type I (HIV-I) infection as the etiology of AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a major health problem which need to be urgently solved. Since the discovery of the desease, the effective vaccine is still not available. It is caused by widely the diversity of HIV-I. Novel strategy to overcome this problem is to develop country-specific HIV-1 vaccine, which use the most identical isolate with consensus sequences that had been determined, as vaccine candidate.
This study aims to determine consensus sequences (CS) of HIV-1 in Indonesia by using sequences of protease gene and reverse transcriptase l gene of the most predominant subtype HIV-1 sequences from HIV-infected intravenous drog users' blood plasma. This study concluded that CRFOl_AE is I the most predominant subtype HIV-1 in Indonesia Nucleotide and amino acid of Iprotease which determine as CS has 2.7% (p = 0,030) and 5.1% (p = 0,000) differences with CS of CRFOI AE respectively. While nucleotide and amino acid of reverse trancriptase of the CS has 2,0% (p = 0,208) and 3,0".4 (p = 0,015) differences with CS of CRFOI_AE of the LANL, respectively."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T11521
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Q. Yunifiar
"Background: human immunodeficiency virus (HIV) infection and acquired immune deficiency syndrome (AIDS) cause serious health problems and affect the Indonesian economy. Papua province has the highest prevalence of HIV infection in the country; however, epidemiological data are limited. Therefore, in order to reveal the current situation of HIV/AIDS in Papua province, sero and molecular epidemiological studies of HIV were conducted.
Methods: serological tests were conducted on 157 healthy individuals from the general population residing in Paniai, Papua. In addition, a molecular epidemiological study was then conducted on HIV type 1 (HIV 1) genes derived from infected individuals. Peripheral blood samples from HIV 1 positive individuals and 15 additionally enrolled, previously confirmed HIV 1 positive individuals were subjected to a genotypic analysis.
Results: serological tests revealed that 2 out of 157 (1.27%) healthy individuals were HIV positive. In addition, HIV 1 subtyping revealed that subtype B and CRF01_AE were the major subtype and circulating recombinant form (CRF) of HIV 1 prevalent in the region, while subtype A1 and a recombinant form including viral gene fragments of CRF01_AE and subtype B was also detected. In addition, HIV drug resistance-associated major mutations were detected in the reverse transcriptase gene derived from infected individual on antiretroviral therapy.
Conclusion: these results provide important information for clearer understanding on the current situation of HIV/AIDS in Papua province in Indonesia.

Latar belakang: infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome(AIDS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius dan mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Provinsi Papua memiliki prevalensi HIV tertinggi di negeri ini. Namun data tentang epidemiologi HIV sangat terbatas. Oleh karena itu, dilakukan studi sero-epidemiologi HIV pada orang sehat yang berada di daerah Paniai, Papua.
Metode: pemeriksaan serologi dilakukan pada 157 orang sehat dari populasi umum di Paniai, Papua. Selain itu, studi epidemiologi molekuler kemuian dilakukan pada gen HIV tipe 1 (HIV-1) dari individu yang ditemukan terinfeksi. Analisis genotipe dilakukan terhadap sampel darah perifer dari individu HIV-1-positif dan 15 sampel tambahan dari individu yang sebelumnya telah dikonfirmasi positif HIV-1.
Hasil: pemeriksaan serologis menunjukkan bahwa 2 dari 157 orang sehat (1,27%) dinyatakan positif HIV. Pemeriksaan genotip pada sampel HIV-1 menunjukkan bahwa subtipe B dan circulating recombinant form (CRF) CRF01_AE merupakan subtipe terbanyak dan CRF HIV-1 yang banyak ditemukan di wilayah tersebut, sementara subtipe A1 dan rekombinan antara CRF01_AE dan subtipe B juga ditemukan pada penelitian ini. Selain itu, pada pasien HIV yang sudah mendapatkan terapi ARV juga ditemukan mutasi mayor pada daerah reverse transcriptase.
Kesimpulan: hasil penelitian ini dapat memberikan informasi penting untuk memahami situasi perkembangan HIV/AIDS saat ini di provinsi Papua di Indonesia
"
Jakarta: University of Indonesia. Faculty of Medicine, 2017
616 UI-IJIM 49:3 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Luh Ayu Megasari
"Background: the global scale-p of antiretroviral therapy (ART) is the primary factor contributing to the decline in deaths from acquired immune deficiency syndrome (AIDS)-related illnesses. However, the emergence of transmitted drug resistance (TDR) compromises the effects of ART in treatment-naive individuals, which may hinder treatment success. The present study aimed to identify the presence of TDR among treatment-naive individuals in Buleleng, Bali, which is currently ranked sixth among Indonesian provinces with the highest cumulative human immunodeficiency virus type 1 (HIV-1) infection cases.
Methods: thirty-nine ART-naive individuals in Buleleng Regency General Hospital were enrolled in the present study. Blood samples from participants were subjected to a genotypic analysis.
Results: 28 protease (PR) and 30 reverse transcriptase (RT) genes were successfully amplified and sequenced from 37 samples. HIV-1 subtyping revealed CRF01_AE as the dominant circulating recombinant form in the region. No TDR for PR inhibitors was detected; however, TDR for RT inhibitors was identified in five out of 30 samples (16.7%).
Conclusion: these results indicate the emergence of TDR among ART-naive individuals in Buleleng, Bali. This issue warrants serious consideration because TDR may hamper treatment success and reduce ART efficacy among newly diagnosed individuals. Continuous surveillance with a larger sample size is necessary to monitor TDR among ART-naive individuals.

Latar belakang: peningkatan cakupan terapi antiretroviral (ART) merupakan penyebab utama penurunan mortalitas akibat faktor terkait acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Akan tetapi, timbulnya transmitted drug resistance (TDR) mempersempit pilihan ART yang efektif bagi individu yang belum pernah memperoleh terapi (ART-naive), yang mana dapat menghambat kesuksesan terapi. Bali menempati peringkat ke-enam sebagai provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus kumulatif infeksi HIV tertinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya TDR pada individu ART-naive di Kabupaten Buleleng, Bali.
Metode: tiga puluh sembilan individu ART-naive berpartisipasi dalam studi ini. Analisis genotipik dilakukan terhadap sampel darah yang diperoleh dari partisipan.
Hasil: 28 gen protease (PR) dan 30 gen reverse transcriptase (RT) dari 37 sampel berhasil dianalisis. Subtyping menunjukkan CRF01_AE sebagai circulating recombinant yang paling dominan di Kabupaten Buleleng, Bali. TDR terhadap inhibitor PR tidak ditemukan, akan tetapi TDR terhadap inhibitor RT teridentifikasi pada lima dari 30 individu (16,7%).
Kesimpulan: adanya TDR pada individu ART-naive di Kabupaten Buleleng, Bali, perlu diperhatikan karena dapat menghambat keberhasilan terapi dan mempersempit pilihan terapi yang efektif. Surveilans berkesinambungan perlu dilakukan untuk monitoring TDR pada individu ART-naive.
"
Jakarta: University of Indonesia. Faculty of Medicine, 2019
610 UI-IJIM 51:3 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Simaremare, Ade Pryta Romanauli
"Latar belakang: Metode konvensional untuk mengkonfirmasi infeksi HIV ialah Western blot. Namun, western blot memiliki keterbatasan yaitu kontaminasi dengan antigen selular manusia dan masalah perbedaan genetik di antara subtipe HIV-1 yang menyebabkan hasil indeterminate dan ketidakakuratan diagnosis infeksi HIV-1 subtipe CRF01_AE yang dominan di Indonesia. Pemeriksaan western blot yang tersedia di Indonesia ialah untuk diagnosis infeksi HIV-1/2 dan tidak bersifat spesifik strain.
Metodologi: Pada penelitian ini digunakan protein p24 rekombinan sebagai antigen pada western blot. Dilakukan optimasi ekspresi protein p24 rekombinan HIV-1 CRF01_AE pada Escherichia coli BL21CP dan purifikasi serta western blot untuk mendapatkan informasi awal mengenai reaktivitasnya terhadap serum ODHA di Indonesia. Optimasi ekspresi dilakukan terhadap lama waktu induksi, konsentrasi IPTG, dan suhu induksi. Purifikasi dilakukan dengan metode immobilized metal-affinity chromatography (IMAC) dan sistem purifikasi Ni-NTA [Qiagen] pada kondisi native dengan optimasi pada konsentrasi imidazole dalam wash buffer.
Hasil: Konfirmasi protein rekombinan dengan western blot menunjukkan bahwa ekspresi dan purifikasi protein p24 rekombinan telah optimal dan reaktif terhadap serum pasien HIV-1 positif di Indonesia.
Kesimpulan: Protein p24 rekombinan dari penelitian ini dapat dikembangkan untuk uji diagnostik western blot berdasarkan subtipe CRF01_AE yang dominan di Indonesia.

Background: Conventional method for confirmation of HIV infection is western blot. However, western blot has limitation of contamination by human cellular antigen and genetic diversity matter among the HIV-1 subtypes that showed indeterminate result and inaccuracy for the diagnosis of HIV-1 subtype CRF01_AE infection predominantly in Indonesia. The western blot available in Indonesia is for diagnosis of HIV-1/2 which is not strain spesific. This research performed the p24 recombinant protein as the antigen in western blot.
Methods: We conducted the optimization in expression of p24 recombinant protein of HIV-1 subtype CRF01_AE in Escherichia coli BL21CP and purification and the confirmation by the western blot to obtain initial information about the reactivity of this recombinant protein with ODHA (people with HIV/AIDS) in Indonesia. Expression optimization administered in the induction time, IPTG consentration used, dan the induction temperature. The purification of the p24 recombinant protein carried with the immobilized metal-affinity chromatography (IMAC) method in Ni-NTA purification system [Qiagen] in native condition with optimization in the imidazole concentration used in the wash buffer.
Result: The confirmation of recombinant protein by western blot showed the expression and purification of p24 recombinant protein has been optimized well and reactive with the Indonesian HIV-1 positive serum patient.
Conclusion: This result indicated the p24 recombinant protein can be applied for the diagnostic assay development based on predominant HIV-1 subtype CRF01_AE in Indonesia.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library