Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siregar, Alimin
"Tesis ini berusaha menunjukkan terjadinya pergeseran pola perjuangan W.E.B Du Bois dari seorang yang akomodatif menjadi pejuang yang militan.
Dalam The Souls of Black Folk, gagasan dan pola pengungkapan Do Bois terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Afro-Amerika, terutama setelah berakhimya era rekonstruksi, ditampilkan dalam format yang lebih obyektif dengan mengajak pembaca untuk merenungkan hekekat persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Afro-Amerika dalam realitas masyarakat Amerika. Ia berpendapat bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Amerika untuk mengatasi persoalan orang-orang Afro-Amerika masih jauh dari harapan. Demikian pula penghapusan secara formal status perbudakan di Amerika sesungguhnya tidak akan dapat melepaskan masyarakat Afro-Amerika dari hakekat perbudakan yang melahirkan penindasan, keterbelakangan, ketergantungan dan rasisme karena eksploitasi yang berlebihan terhadap manusia.
Dalam An ABC of Color, pergeseran pemikiran Du bois mulai terlihat ketika ia memaparkan perlunya orang-orang Afro-Amerika kembali kepada identitas kultur mereka dan membangun landasan ekonomi yang kuat sebagai prasyarat untuk mendapatkan hak-hak politik yang selama ini dibatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengadopsi ideologi sosialisme sebagai landasan perjuangan orang-oroang Afro-Amerika. Karena sampai kapanpun, mereka tidak akan pernah diterima menjadi bagian yang utuh dari masyarakat Amerika.
Du Bois tidak membicarakan secara utuh bagaimana wujud sosialisme yang ingin diterapkannya dalam struktur masyarakat Amerika yang kapitalis. Ia melihat dan memperlakukan landasan sosialisme sebagai kerangka analisis dan alternatif yang mendorong orang-orang Afro-Amerika memperoleh kebebasan dan kedudukan yang lebih baik.
Berdasarkan kajian yang dilakukan terhadap kedua buku tersebut dapat disimpulkan bahwa keberpihakan Du Bois terhadap masyarakat Afro-Amerika yang menjadikannya sebagai seorang pejuang yang militan adalah karena kekecewaan yang mendalam terhadap liberalisme dan kapitalisme Amerika yang ternyata tidak memberikan alam kesadaran yang tepat dan kedudukan yang lebih baik terhadap masyarakat yang diwakilinya (Afro-Amerika)."
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mustawalena
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S12514
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Clara Marianna
"ABSTRAK
Heimat merupakan konstruksi sosial yang esensial bagi diaspora. Konstruksi tersebut mengikat diaspora dengan lingkungannya yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap proses identifikasi diri. Konstruksi Heimat terhadap diaspora dapat kita lihat melalui film dokumenter Yes, I Am, yang mengangkat kisah tentang konflik budaya yang dialami oleh tiga pemusik Afro-Jerman selama tinggal dan tumbuh di Jerman serta bagaimana Reunifikasi Jerman, yang membawa serta pergerakan radikal Neo-Nazi, mempertemukan mereka untuk bersatu melawan diskriminasi warna kulit dan ras yang masih terjadi di Jerman. Film ini sangat menarik karena terdapat lagu-lagu karya ketiga pemusik tersebut yang ditampilkan untuk memvisualisasikan kisah hidup mereka. Konstruksi makna Heimat dalam film akan dianalisis berdasarkan beberapa adegan dan lagu dalam film dengan menggunakan teori circuit of culture Stuart Hall mengenai representasi dan identitas.

ABSTRACT
Heimat is an essential social construction for diaspora. The social construction ties diaspora and its environtment which affecting the process of self identification. The Heimat construction of the diaspora can be seen through documentary fim Yes, I Am, which shows us story about cultural conflicts experienced by three Afro German musicians during their life in Germany and how the German Reunification drew them up together to make anti discrimination movement. Yes, I Am presents story not just from the actors, but also from the songs that visualized their life. Meaning construction of Heimat will be analysed based on some scens and one song from the film using Stuart Halls rsquo circuit of culture about representation and identity. "
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Abdullah Sammy
"Gerakan hak sipil terjadi Akibat adanya pandanagn Rasisme dan Xenophobia dari masayarakat Amerika terhadap msyarakat Afro Amerika. Hal ini mengakibatkan perlawanan dari kalangan kulit hitam dalam menyikapi masalah ini. Kemudian muncul tokoh-tokoh yang menjadi panutan dalam aksi perlawanan kulit hitam tahun 1950-1960-an yaitu Martin Luther King dan Malcom X. Kedua tokoh ini menginspirasi segala macam kalangan Afro Amerika tak terkecuali Musisi R&B. Musik R&B sendiri merupakan musik etnik masyarakat Afro-Amerika yang terbentuk akibat penerapan konsep Seperate but Equal. Dalam perjalanannya gerakan Hak-Hak Sipil dan musik R&B saling empengaruhi dimana gerakan hak sipil membuat musik R&B lebih kritis dalam penyampaian lagu dimana tema mengenai rasisme menjadi tema favorit musisi R&B tahun 1960-1990an. Sementara R&B berkembang menjadi media propaganda dalam Gerakan Hak-Hak sipil."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S14588
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Minderop, Albertine
"ABSTRAK
Penulisan tesis ini didasari oleh minat saya untuk meneliti ajaran-ajaran Ralph Waldo Emerson tentang kepemimpinan serta refleksinya dalam kebijaksanaan politik presiden John F.Kennedy khusus terhadap warga negara Kulit Hitam. Emerson adalah seorang sastrawan, moralis Amerika yang banyak menulis tentang hakikat manusia, intelektual, pemimpin, serta kepemimpinan, dan bahkan sampai pada kepemimpinan seorang presiden. Semua ini bertitik tolak pada pemikirannya tentang manusia utuh. John Fitzgerald Kennedy adalah seorang presiden Amerika yang terkenal, antara lain, karena kebijaksanaan politiknya terhadap warga negara Kulit Hitam.
Untuk membatasi ruang lingkup tesis ini saya hanya membatasi dan memfokuskan penelitian pada pandangan dan pemikiran Emerson tentang hal-hal yang saya sebutkan di atas, juga pandangannya terhadap orang Hitam. Demikian pula penelitian terhadap kebijaksanaan politik Kennedy hanya terbatas pada kebijaksanaannya terhadap orang Hitam.
Setelah saya membaca buku-buku mengenai Emerson dan Kennedy, saya menemukan adanya persesuaian pandangan antara kedua tokoh ini dalam masalah orang Hitam di Amerika. Dalam karya Emerson pandangan tersebut ditampilkan secara ideolagi, yang akan disampaikan dalam bab II. Sedangkan Kennedy, menampilkan pandangan tersebut secara praktis melalui kebijaksanaan politiknya.
Adapun tesis skripsi ini adalah: ide Emerson tentang manusia utuh tercermin dalam kebijaksanaan politik presiden Kennedy yang berintikan, demokrasi, kebebasan, dan persamaan. Kebijaksanaan politik yang dimaksud adalah, persamaan hak terhadap orang Hitam dalam lapangan kerja, sarana umum dan pemikiran, pendidikan, dan hak sipil.
Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan sastra, sejarah, politik, dan filsafat. Pendekatan sastra digunakan karena saya membahas karya sastra Emerson. Pendekatan sejarah saya gunakan untuk mengumpulkan data, berupa peristiwa yang melukiskan kebijaksanaan presiden Kennedy terhadap orang Hitam. Pendekatan yang saya anggap paling penting di sini adalah pendekatan politik dan filsafat sesuai dengan judul skripsi dan tesis. Sehubungan dengan pendekatan ini, maka saya menggunakan kerangka teori sebagai berikut.
Kerangka teori yang dimaksud adalah, filsafat manusia, politik, dan filsafat politik Amerika. Teori filsafat manusia saya gunakan untuk membahas pemikiran Emerson tentang manusia utuh, teori politik digunakan untuk membahas kedudukan Kennedy sebagai presiden Amerika, dan teori filsafat politik Amerika saya gunakan untuk membahas inti dari pemikiran Emerson dan kebijaksanaan politik Kennedy, yaitu demokrasi, kebebasan, dan persamaan. Agar lebih jelas mengenai kerangka teori ini, saya sampaikan penjabarannya dalam sub-bab kerangka teori."
1988
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Probojati
"ABSTRAK
Thesis ini mengetengahkan tentang bisnis kewirausahaan dari organisasi warga Muslim Afro Amerika, Nation of lslam yang didirikan tahun 1920 dan masih berdiri sampai sekarang. Saya tertarik dengan penelitian ini karena bisnis kewirausahaan ini memiliki hubungan erat dengan pemberdayaan warga Muslim Afro Amerika.
Nation of Islam mendirikan beberapa bisnis kewirausahaan kooperatif yang berlandaskan dengan ajaran Islam yang dikombinasikan dengan pemikiran- pemikiran dari pendirinya, yaitu W.D. Farad dan Elijah Mohammed.
Bisnis utama dari dari organisasi ini adalah perkebunan Mohammed Farms, yang menyediakan bahan makanan bagi Nation of Islam, surat kabar Mohammed Speaks, restoran, real estate, supermarket dII. Bisnis ini memberikan kesempatan bagi warga Afro Amerika untuk mendapatkan pekerjaan, edukasi disamping memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Tujuan utama pendirian bisnis ini adalah selain menyebarkan ajaran Islam, juga untuk membantu warga Afro Amerika keluar dari kemiskinan. Organisasi ini membangun sekolah¬sekolah, mesjid, panti- panti rehabilitasi sehingga warga Afro Amerika memiliki rasa kebanggaan terhadap diri dan kaumnya. Dengan kebanggan ini, maka stereotip terhadap warga Afro Amerika yang mengatakan bahwa mereka adalah kriminal, miskin, pemalas dapat dirubah karena bisnis ini memberikan nilai- nilai budaya seperti kerja keras, penghematan, penghargaan.
Pada akhimya, thesis ini menunjukkan kesuksesan Bagi bisnis kewirausahaan yang dijalankan oleh Nation of Islam dan mengubah kehidupan warga Muslim Afro Amerika.

This thesis pertains to the study of the Nation of Islam and the Afro-American Moslem organization in regards to entrepreneurial business ventures, correlating with, which has been established since 1920.
The focal point is Mohammed Farms, which supplies food for the Nation of Islam, but secondly, the newspaper "Mohammed Speaks", which, while it serves as a profitable published literature, it also presents job opportunities, and educates the reader on local small business including restaurants, real estate venues, supermarkets, etc.
I am particularly interested in this research because of the strong correlation between the American cultural values and the independent spirit possessed by the followers of these organizations. These businesses were established based on Islamic ideology and the forethought of the founder W.D. Farad and Elijah Mohammed.
These businesses are so critical because while spreading the Nation of Islam's ideology and restoring communities by building schools and mosques, they also instill a sense of pride in the Afro-American culture, by encouraging values such as independence, investing in one's future, acknowledging achievements, and the importance of working to achieve one's goals. These values contradict the stereotypical Afro-American, which is portrayed as poor, lazy, uneducated, and pertinent to crime.
Finally, this thesis will provide evidence that the entrepreneurial businesses in conjunction with the Nation of Islam create positive changes to the lives of its followers."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2007
T20849
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bombay : International Magazine of Afro - Asian Affairs
050 UA 12 (1960)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Farhan Muhammad Aditomo
"Pada tahun 1950an, pergerakan masyarakat Afro-Amerika mulai mengalami peningkatan seiring adanya usaha integrasi di bidang militer pada tahun 1948. Hal tadi juga berpengaruh pada bidang pendidikan di mana kasus Brown vs Board of Education yang muncul pada tahun 1954 mengharuskan sekolah-sekolah di Amerika Serikat untuk tidak terpisah secara etnis. Perjuangan masyarakat Afro-Amerika baru ditanggapi secara serius oleh pemerintah setelah munculnya peristiwa Little Rock Nine dan Kissing Case pada tahun 1957 hingga 1959, yang berpuncak dalam peristiwa Civil Rights Movement yang berujung pada Civil Rights Act of 1964 dan Voting Rights Act pada tahun 1965. NAACP (National Association for Advancement of Colored People) sebagai organisasi massa Afro-Amerika terbesar pada masa itu berusaha untuk menggerakan massa yang menuntut keadilan yang merata di segala bidang.

In the 1950s, the Afro-American movement began to increase with the integration of military service in 1948. This also affected the education sector, where the Brown vs. Board of Education case that emerged in 1954 required schools in the United States not to be ethnically separated. Afro-American peoples struggle only seriously taken by the goverments after the occurrence of two separate racial case which both affected the Civil
Rights Movement, Little Rock Nine and Kissing Case in 1957 to 1959, culminating in the events of the Civil Rights Movement that led to the Civil Rights Act of 1964 and Voting Rights Act in 1965. The NAACP (The National Association for Advancement of Colored People) as the largest Afro-American mass organization at that time tried to mobilize the masses who demanded justice that was evenly distributed in all fields.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farhan Muhammad Aditomo
"Pada tahun 1950an, pergerakan masyarakat Afro-Amerika mulai mengalami peningkatan seiring adanya integrasi di bidang militer pada tahun 1948. Hal tadi juga berpengaruh pada bidang pendidikan di mana kasus Brown vs Board of Education yang muncul pada tahun 1954 mengharuskan sekolah-sekolah di Amerika Serikat untuk tidak terpisah secara etnis. Perjuangan masyarakat Afro-Amerika baru dapat dikatakan berlanjut secara serius setelah munculnya peristiwa Little Rock Nine dan Kissing Case pada tahun 1957 hingga 1959, yang berpuncak dalam peristiwa Civil Rights Movement yang berujung pada Civil Rights Act of 1964 dan Voting Rights Act pada tahun 1965. NAACP (National Association for Advancement of Colored People) sebagai organisasi massa Afro-Amerika terbesar pada masa itu berusaha untuk menggerakan massa yang menuntut keadilan yang merata di segala bidang.

In the 1950s, the Afro-American social movement began to increase after the integration of military
service in 1948. This move by the government also affected the education sector, where the Brown vs. Board of
Education case that emerged in 1954 required schools in the United States not to be ethnically separated. Afro-
American peoples struggle only seriously taken by the goverments after the occurrence of two separate racial case
which both affected the Civil Rights Movement, Little Rock Nine and Kissing Case in 1957 to 1959, which in
turn culminating in the pivotal events of the Civil Rights Movement that led to the Civil Rights Act of 1964 and
Voting Rights Act in 1965. The NAACP (National Association for Advancement of Colored People) as the largest
Afro-American mass organization at that time tried to mobilize the masses who demanded justice that was evenly
distributed in all fields.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nandana Anggaraksa
"Musik jazz menjadi salah satu alat perjuangan kesetaraan ras khususnya bagi masyarakat Afro-Amerika di Amerika. Masyarakat Afro-Amerika di Amerika sendiri kebanyakan adalah budak impor dari negara dunia ketiga, dan selayaknya budak mereka dipekerjakan dengan bayaran yang murah. Sejak sebelum kemerdekaan Amerika (tahun 1776), banyak budak afrika yang dikirim ke Amerika hingga penghapusan perdagangan budak impor awal abad 19. Secara kasta sosial mereka cenderung sama dengan suku indian. Mereka menyebar ke seluruh negara bagian, sebenarnya masyarakat kulit hitam ini cukup banyak namun harus diakui bahwa supermasi kulit putih menjadi penghalang untuk menciptakan kesetaraan sosial Musik jazz berkembang di Amerika Serikat pada awal abad ke-20 di New Orleans, dekat muara Sungai Mississippi, memainkan peran kunci dalam perkembangan musik jazz. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan sumber primer salah satunya surat kabar sezaman yang sudah terdigitalisasi dan kebaruan akan penelitian ini terletak pada pembahasan mengenai kaitan musik jazz dengan pergerakan masyarakat Afro-Amerika khususnya di New Orleans, Louisianna.

Jazz music became one of the tools to fight for racial equality, especially for the Afro-American community in America. Afro-Americans in America were mostly imported slaves from third-world countries, and as slaves they were employed with low pay. Since before American independence (1776), many African slaves were sent to America until the abolition of the imported slave trade in the early 19th century. In terms of social caste, they tended to be the same as the Indians. They spread throughout the state, actually this black community is quite a lot but it must be recognized that white supremacy is an obstacle to creating social equality Jazz music developed in the United States in the early 20th century in New Orleans, near the mouth of the Mississippi River, played a key role in the development of jazz music. This research uses the historical method, which consists of four stages, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. This research uses primary sources, one of which is digitized contemporaneous newspapers and the novelty of this research lies in the discussion of the relationship between jazz music and the Afro-American community movement, especially in New Orleans, Louisianna."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>