Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adinda Puteri Wahyuningtias
"ABSTRAK
Berbagai iklan produk kecantikan yang beredar di masyarakat berperan penting dalam membentuk standar
kecantikan bagi perempuan. Salah satunya adalah iklan produk alat pencukur bulu Gillette Venus yang turut
membentuk standar kecantikan, di Jerman khususnya. Dengan menganalisis iklan alat pencukur bulu, ‘Gillette
Venus’, penelitian ini membuktikan adanya mitos kecantikan dalam sebuah iklan. Penelitian ini mendasari
analisis dengan pemikiran Stuart Hall mengenai representasi, Mitos Kecantikan karya Naomi Woolf, dan sebuah
studi teori Male Gaze oleh Laura Mulvey. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual, yaitu dengan
menganalisis gambar dan teks dalam iklan ‘Gillette Venus’.

ABSTRACT
Various advertising beauty products that evolving in the society plays an important role in order to shape
woman’s beauty standard. Gillette Venus is one of the beauty advertisement that ‘help’ shaping the standard of
beauty, especially in Germany. By analyzing this ‘Gillette Venus’ advertisement, this study proves that there is a
beauty myth there. The theories that used in this research is Representation by Stuart Hall, then the Beauty Myth
by Naomi Woolf, and a study of Male Gaze by Laura Mulvey. The method used in this research is textual
analysis, by analyzing the images and text in the ‘Gillette Venus’ advertisement."
Depok: [Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ramon Damora
Pekanbaru: Yayasan Sagang, 2008
899.221 RAM b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Michelle Ladykia Naftali
"Penelitian ini membahas tentang etnis Tionghoa dan dinamikanya dalam kesuksesan bulu tangkis Indonesia pada tahun 1966 - 1998. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana etnis Tionghoa dari berbagai bidang dan dinamikanya dalam kesuksesan bulu tangkis Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Dalam pengumpulan data akan menggunakan teknik studi pustaka dan wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sekalipun di tengah dinamika sosial dan politik pada masa Orde Baru (1966-1998) yang diskriminatif seperti kewajiban memiliki SBKRI dan adanya kekerasan rasial, tetapi etnis Tionghoa dari berbagai bidang tetap melakukan aperannya masing-masing dalam kesuksesan bulu tangkis Indonesia sebagai bentuk rasa nasionalisme untuk menanggapi keadaan yang dialami tersebut. Hal ini dapat diperhatikan dari berbagai bidang, mulai dari atlet yang mengharumkan nama Indonesia di dunia melalui perjuangan prestasi sebagai bentuk menunjukkan identitas nasional, pelatih yang berjuang melatih guna menghasilkan atlet yang berprestasi, organisator yang rela bergerak di bidang politik organisasi bulutangkis demi kepentingan Indonesia, hingga sebagai pengusaha membantu pembinaan bulu tangkis Indonesia melalui pendanaan. Lalu, kesuksesan bulutangkis Indonesia ini berdampak positif terhadap respon yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia yaitu berupa dukungan, sambutan, dan apresiasi yang tinggi kepada para kontingen bulutangkis Indonesia.
This study discusses the Chinese ethnicity and its dynamics in the success of Indonesian badminton in 1966 - 1998. The purpose of this study is to explain how the ethnic Chinese from various fields and their dynamics in the success of Indonesian badminton. The method used in this research is a qualitative research method with a historical approach. In data collection will use literature study and interview techniques. The conclusion of this research is that even in the midst of discriminatory social and political dynamics during the New Order (1966-1998) such as the obligation to have an SBKRI and the existence of racial violence, ethnic Chinese from various fields still carry out their respective roles in the success of Indonesian badminton as a form of a sense of nationalism to respond to the circumstances experienced. This can be observed from various fields, start from athletes who makes Indonesia’s name fame in the world through achievement struggles as a form of showing national identity, coaches who struggle to train to produce outstanding athletes, committee who are willing to engage in badminton organization politics for the sake of Indonesia, entrepreneurs assisting the development of Indonesian badminton through funding. Then, the success of Indonesian badminton has a positive impact on the response given by the Indonesian people and government, namely in the form of support, welcome, and high appreciation for the Indonesian badminton contingent."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Noviar Andayani
"ABSTRAK
Di antara usaha yang dapat dilakukan antuk menjaga kelestarian suatu jenis hewan adalah melindungi hewan itu dari perburuan dan gangguan yang mungkin terjadi selama masa biaknya. Masa biak pada burung selain dapat diketahui melalui pengamatan langsung di alam, dapat pula ditentukan dengan meneliti pola pergantian bulu sayap primer pada spesimen yang ada. Dalam penelitian ini telah dilakukan pemeriksaan bulu sayap primer pada Collocalia linchi Horsfield & Moore. Setiap stadium pertumbuhan bulu diberi nilai secara numerik berdasarkan metode yang dilakukan Newton. Hasil pemeriksaan pada seluruh spesimen menunjukkan bahwa spesimen yang dikoleksi pada bulan September, Oktober, November, dan Januari cenderung mempunyai nilai pergantian bulu yang tinggi. Dengan demikian dapat diperkirakan masa biak C. linchi terjadi pada bulan-bulan tersebut dengan periode puncak terjasi pada bulan November dan Januari. Dari hasil uji regresi untuk mengetahui hubungan antara nilai pergantian bulu dan curah hujan, diperoleh kesimpulan bahwa curah hujan mempengaruhi pergantian bulu (derajat bebas = 0,05). Karena tahap akhir pergantian bulu berkaitan dengan masa biak, dapat pula disimpulkan bahwa masa biak C. linchi dipengaruhi oleh curah hujan."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1986
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endang G Lestari
"pisang raja bulu is one of the most important bananas in Indonesia. However,, this plant low tolerance to wilt disease, caused by fusarium oxysporum f. cubense. Its mass cultivation is inhibited by the absence of variety tolerant to the disease. A wide range of genetic variability will be needed if selection for novel characters is to be conducted, especially when there is no source of resistance gene available for breeding materials. This research consisted of callus induction from primary explant, induction of somaclonal variation using gamma iradiation, and in vitro selection using fusaric acid, followed by regeneration and acclimatization of selected plantlets. The media applied for callus induction was MS (Murashige and skoog. 1962) +2,4-D 1 and 3 mg/l + NAA 0 and 0,1 mg/l and 2,4-D 5 mg/l + BA 0,5 mg/l + casein hidrolysate (CH) 500 mg/l. The applied gamma irradiation dosage were 0, and 0,1 mg/l and 2,4-D 5 mg/l + BA 0,5 mg/l + casein hidrolysate (CH) 500 mg/l. The applied gamma irradiation dosage were 0, 5.0, 7.5, 10 and 15 Gy. The irradiated cali was subsequently subcultures on selection media i.e., MS containing fusaric acid at 30 and 45 mg/l. The living calli was then regenerated on media containing BA, TDZ, eith or without proline and arginine. In addition, MS + kinetin 5 mg/l + 1AA 0,2 mg/l was applied for shoot development. The result showed that the most suitable callus induction media for pisang raja bulu was MS +2,4-D 5 mg/l +BA 0,5 mg/l +CH 500 mg/l. The gamma irradiation of 10 Gy produced somaclone lines which were able to proliferate bud nodules on selection media containing fusaric acid at 30 and 45 mg/l. The media for shoot development was MS + kinetin 5 mg/l + 1AA 0,2 mg/l. Plantlet obtained form the in vitro were then successfully acclimatized in the green house."
Bogor: Pusat Penelitian Biologi, 2009
BBIO 9:4 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ovy Zairani
" ABSTRAK
Pasta gigi latar belakang yang mengandung bahan abrasif dan kekakuan bulu sikat gigi dapat mempengaruhi permukaan restorasi. Tujuan Untuk mengidentifikasi efek kekakuan sikat gigi terhadap kekasaran permukaan nanohybrid. Metode Enam belas spesimen nanohybrid dikelompokkan menjadi dua kelompok Kelompok pertama disikat menggunakan sikat gigi berbulu lembut, kelompok kedua disikat menggunakan sikat gigi dengan bulu sedang. Menyikat media yang digunakan seperti aquabides pada kedua kelompok. Menyikat dilakukan 3 kali selama lima menit. Kekasaran permukaan diukur menggunakan tester kekasaran permukaan. Hasil Hasil diuji dengan ANOVA satu arah dan uji T independen, setelah menyikat gigi kelompok sikat gigi lunak 15 menit menunjukkan nilai kekasaran permukaan nanohybrid berbeda nyata.

ABSTRAK
Background Toothpaste containing abrasive agent and stiffness of toothbrush bristles can affect surface of the restoration. Objective To identify the effect of the stiffness of toothbrush to nanohybrid surface roughness. Methods Sixteen nanohybrid speciments are grouped into two groups The first group was brushed using soft bristle toothbrush, the second group was brushed using medium bristles toothbrush . Brushing used media such as aquabides in both groups. Brushing were done 3 times for five minutes. Surface roughness was measured using a surface roughness tester. Results The results tested with one way ANOVA and independent T Test, after brushing 15 minutes soft bristle toothbrush group shows the value of nanohybrid surface roughness significantly different P "
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilmizar Wahyu Wira Pradana
"Artikel ini membahas usaha-usaha yang dilakukan oleh PBSI dalam meraih gelar Piala Thomas pada periode 1970-an dan menganalisis faktor-faktor yang berperan di dalamnya. Terdapat permasalahan dalam bulu tangkis putra Indonesia saat itu, yakni kegagalan dalam meraih gelar Piala Thomas pada 1967. Kegagalan ini disebabkan oleh kurang kompetennya pengurus PBSI pada periode tersebut. Maka dari itu, PBSI segera melakukan perbaikan dengan harapan Indonesia dapat kembali merebut gelar Piala Thomas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sejarah dengan pengkajian sumber-sumber primer berupa literatur tertulis, studi surat kabar sezaman, serta wawancara lisan dengan para pelaku sejarah. Berdasarkan hal tersebut, muncul kebaruan penelitian yang bersifat komplemen terhadap penelitian yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBSI melakukan beberapa usaha, seperti pengiriman pemain ke kejuaraan internasional, membangun hubungan baik dengan organisasi bulu tangkis kawasan maupun dunia, dan melakukan pembinaan serta regenerasi para atlet. Upaya untuk dapat kembali menjuarai Piala Thomas berhasil. Keberhasilan tersebut tidak hanya membawa satu gelar juara, melainkan empat gelar juara secara berturut-turut pada seluruh edisi yang diadakan tahun 1970-an. Faktor-faktor seperti pemilihan susunan pemain yang bertanding dan mental bertanding juga menunjukkan perannya di dalam keberhasilan upaya tersebut.

This article discusses PBSI's efforts to win the Thomas Cup championship in the 1970s and analyzes the factors that contributed to it. There was a problem with Indonesian men's badminton in that era, when PBSI failed to retain the title at Thomas Cup in 1967. This failure was caused by incompetent management. Therefore, PBSI consequently started making changes and improvements so that Indonesia could re-obtain the Thomas Cup title. The method used in this research is the historical method with primary reference reviews such as written literature, archival studies, and interviews with the actors. Based on this, the novelty of research arises which is complementary to existing research. This research proved that PBSI made several efforts such as sending their athletes to participate in international competitions, building good relations with government, world, and regional badminton federations, and developing their athletes' regeneration. Those efforts for obtaining the Thomas Cup were successful, where Indonesia managed to get not only one title, but four consecutive championship titles from all editions that were held in the 1970s. The factors that also played a role in this success were playing line-up and mentality to compete."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Trisno Juliantoro
"ABSTRACT
Skripsi ini membahas tentang perkembangan industri rambut dan bulu mata palsu serta dampaknya bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Purbalingga 1998-2015. Penelitian ini adalah penelitian sejarah sosial-ekonomi yang menitikberatkan terhadap perkembangan industri yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa perkembangan industri tidak mendorong kehidupan masyarakat sekitar karena tidak menyerap tenaga kerja. Hasil dari penelitian ini bahwa perkembangan industri rambut dan bulu mata palsu memiliki dampak peningkatan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan sumber-sumber tulisan maupun lisan.

ABSTRACT
This thesis discusses the development of wigs and false eyelashes industry and its impacts for the socio economic life of the people of Purbalingga Regency 1998 2015. This is a socio economic history study that focuses on the development of industries that affect people 39 s lives. Previous research explains that industrial development does not encourage the life of the surrounding community because it does not absorb labor. The results of this study that the development of wigs and false eyelashes industry have a positive impact on the socio economic life of Purbalingga regency. The method used in this research is the historical method by using written and oral sources."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Aji Nurohman
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pembinaan olahraga prestasi di Indonesia, dengan fokus pada cabang olahraga bulu tangkis. Collaborative governance adalah pendekatan yang menekankan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Dalam konteks olahraga, penerapan collaborative governance diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembinaan atlet serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan post-positivisme, teknik pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam serta data sekunder melalui studi literatur, analisis melalui teknik triangulasi data, serta menggunakan teori utama Collaborative Governance Tonelli, Sant’Anna, Abbud, dan de Souza (2018). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun penerapan collaborative governance telah memberikan dampak positif dalam pembinaan bulu tangkis di Indonesia, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, serta memastikan distribusi anggaran yang lebih adil dan proporsional untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga yang lebih tinggi di kancah internasional. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut pada sistem kolaborasi untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pembinaan olahraga bulu tangkis.

This research aims to analyze the implementation of collaborative governance in the development of competitive sports in Indonesia, with a focus on the badminton sector. Collaborative governance is an approach that emphasizes cooperation between the government, the private sector, and the community in decision-making and public policy implementation. In the context of sports, the application of collaborative governance is expected to enhance the effectiveness and efficiency of athlete development, as well as strengthen transparency and accountability in sports management. This research employs a post-positivist approach, utilizing primary data collection techniques through in-depth interviews and secondary data through literature studies, with data analysis conducted using triangulation techniques. The main theory used is Collaborative Governance by Tonelli, Sant’Anna, Abbud, and de Souza (2018). The research concludes that although the implementation of collaborative governance has had a positive impact on badminton development in Indonesia, efforts are still needed to improve coordination and synergy among various stakeholders and ensure a fair and proportional distribution of funds to support higher sports achievements on the international stage. The study recommends further development of the collaboration system to ensure effectiveness and efficiency in the implementation of badminton sports development."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vini Priansari
"ABSTRAK
Penelitian eksperimental untuk menguji aktivitas antifeedant fraksi non polar
ekstrak Capillaster sentosus terhadap ikan karang telah dilakukan pada tanggal
16--22 April 2016 di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Sampel diekstrak dengan menggunakan pelarut metanol dan difraksinasi
menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Fraksinasi 29,4 g ekstrak kasar
Capillaster sentosus menghasilkan 3,6 g fraksi n-heksan dan etil asetat (non polar)
dengan konsentrasi fisiologis sebesar 3,6 mg/mL. Uji antifeedant dilakukan
dengan menggunakan pakan perlakuan yang mengandung fraksi non polar ekstrak
Capillaster sentosus dan pakan kontrol tanpa kandungan fraksi non polar ekstrak
Capillaster sentosus dalam bentuk kubus jeli 1 cm3 yang dikaitkan pada tali
pancing. Pakan tersebut kemudian diuji di terumbu karang pada kedalaman 3--4 m
dan dihitung jumlah pakan yang dimakan dan tidak dimakan. Hasil uji statistik chi
square pada tingkat kepercayaan 0,01 menunjukkan adanya pengaruh antara
pemberian pakan perlakuan dengan ketidaksukaan makan ikan karang.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi non polar ekstrak
Capillaster sentosus positif memiliki aktivitas antifeedant terhadap ikan karang di
perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

ABSTRACT
Experimental study to test the antifeedant activity of non polar fraction extract
from Capillaster sentosus against reef fishes was conducted in April, 16--22th
2016 at Pramuka Island, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Samples were extracted
using methanol and fractionated using n-hexane, ethyl acetate, and water.
Fractination of 29.4 g Capillaster sentosus?s crude extract produced 3.6 g nhexane
and ethyl acetate fraction (non-polar fraction) with physiological
concentrations of 3.6 mg/mL. The antifeedant assay was conducted by using
artificial foods that contained the non polar fraction of Capillaster sentosus?s
extract and the control foods, of each in 1 cm3 jelly cubes that were tieded to
fishing lines. The foods were subjected to coral reefs fishes at depth of 3--4 m and
the amount of food eaten and not eaten by reef fishes was recorded. Chi square
analysis (α= 0,01) revealed that there is treatment effect on the feeding
preferences of reef fishes. Accordingly, it is concluded that the non polar fraction
extract of Capillaster sentosus has an antifeedant activity against reef fishes in
Pramuka Island, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta."
2016
S63744
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>