Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sukarsan
"Piranti pengukuran besaran listrik sangat diperlukan, terutama bagi perusahaan listrik dan perusahaan lainnya yang memakai daya listrik cukup besar. Baik untuk mengecek kelayakan daya yang tersuplay maupun untuk mengkalibrasi peralatan tertentu yang menggunakan tegangan rendah maupun tegangan tinggi. Pada peralatan tertentu seperti unit Roentgen, diperlukan pengkalibrasian secara rutin. Pengukuran arus tabling merupakan salah satu parameter yang harus dikalibrasi. Pada pengukuran arus tabling pada unit Roentgen diperlukan alat ukur arus yang safety serta mampu meng-hold arus yang mengalir beberapa saat tersebut agar hasil pembacaan arus dapat terbaca. Pada skripsi ini dirancang-bangun suatu alat ukur arus puncak sesaat secara tak sentuh. Alat ini menggunakan mikrokontroller AT90S8535 sebagai pengatumya. Sensor arus yang digunakan yaitu current transformer atau lebih dikenal dengan tang ampere. Sensor ini bekerja atas dasar prinsip induksi elektromagnetik, sehingga hanya dapat digunakan pada arus listrik AC atau DC berdenyut. Sesuai dengan karakteristik arus tabling pada unit Roentgen, alat ukur ini bekerja baik pada arus listrik dengan frekuensi rendah yaitu antara 50Hz sampai 120 Hz dan memiliki besar amplitude yang stabil. Alat ukur yang berhasil dirancang-bangun mempunyai prosentase kesalahan pengukuran sebesar 5 % pada pengukuran arus listrik sinusoida dengan frekuensi 50 Hz dan periode mengalimya arus antara 0,5 detik sampai 1 detik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40728
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tanjung Puranto
"Trafo arus merupakan peralatan insU mentasi yang memegang peranan penting dalam operasi pengamanan sistem tenaga listrik, sebagai peralatan yang berfungsi mengubah tingkat anus menjadi suatu tingkat arus yang lebih rendah untuk pengoperasian rele, dimana rele akan memberikan perintah kepada PMT untuk pengoperasian rele, dimana rele akan memberikan perintah kepada PMT untuk membuka saat terjadi gangguan. Keluaran yang dihasilkan oleh trafo arus merupakan transformasi dari bentuk gelombang arus masukan menjadi suatu bentuk gelombang arus keluaran, dengan perbandingan yang tertentu. Distorsi bentuk gelombang arus keluaran trafo anus dapat menyebabkan kesalahan kerja rele pengaman, karena nilai rms yang dihasiikan lebih kecil bda dibandingkan dengan nilai rms yang dihasilkan oleh bentuk gelombang arus keluaran tanpa distorsi. SaIah satu penyebab terjadinya distorsi bentuk gelombang arus keluaran trafo arus adalah sebagai aldbat kejenuhan yang dialami oleh trafo arus. Komponen anus searah arus gangguan asimetris yang yang dialami oleh trafo arus. Komponen anus searah arus gangguan asimetris yang ditimbulkan akibat terjadinya gangguan hubung singkat pada sistem tenaga bstrik, mempunyai pengaruh yang cukup besar untuk menimbulkan kejenuhan trafo arus. Metoda pemodelan dan simulasi akan digunakan untuk menganalisa kejenuhan yang dialami trafo arus akibat komponen arus searah arus gangguan asimetris, dan pengaruhnya terhadap keda rele anus lebih."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S38879
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Engelin Shintadewi Julian
"Jika dua bahan semikonduktor yang tidak sama digabungkan, sambungannya disebut heterojunction. Karena kedua bahan semikonduktor tersebut mempunyai bandgap yang berbeda, akan terjadi diskontinuitas energi pada persambungannya. Sambungan yang terbentuk dapat berupa sambungan abrupt atau graded. Sambungan abrupt terjadi jika perubahan dari satu bahan ke bahan lainnya terjadi secara tiba-tiba, sedangkan sambungan graded terjadi jika perubahan dari bahan satu ke bahan lainnya terjadi secara perlahan-lahan.
Pada penelitian ini dibuat rancangan HBT (Heterojunction Bipolar Transistor) Si/SiGe sambungan abrupt yang dapat memberikan frekuensi transit (fT) dan penguatan arus yang optimum. Untuk memperoleh frekuensi transit tersebut digunakan model struktur divais dengan NE=I01 S cm-3, NB=5.1019cm"3, dan WE=-50 nm. Lebar basis W8 dibuat bervariasi antara 10 - 50 nm dengan kenaikan 10 nm dan fraksi mol Ge dibuat bervariasi antara 0.15 sarnpai 0.25 dengan kenaikan 0.025. Dalam perancangan digunakan model HBT yang memasukkan mekanisme drift, difusi dan emisi termionik. Model tersebut juga digunakan untuk menentukan densitas arus basis, arus kolektor dan penguatan arus untuk lebar basis dan fraksi mol Ge yang bervariasi.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada HBT yang diteliti komponen arus emisi termionik sekitar 2.8 sampai 4.2 kali lebih besar dibanding dengan anus drift-difusi. Pengurangan lebar basis dari 50 nm menjadi 10 nm pada HBT dengan N E.--1018 cm-3, NB=5.109 cm 3, WE=50 nm, dan x .25 dapat meninakatkan frekuensi transit dari 52 GHz menjadi 178 GHz, sedangkan besarnya penguatan arus untuk WB=1O nm adalah 312 kali.

When two different semiconductor materials are used to form a junction, the junction is called a heterojunction. Since the two materials used to form a heterojunction will have different bandgaps, the energy band will have a discontinuity at the junction interface. The type of the junction could be an abrupt or graded junction. In abrupt junction, the semiconductor changes abruptly from one material to the other material. on the other.hand in graded junction, the composition of materials are graded.
In this work, we designed abrupt junction Si/SiGe HBT (Heterojunction Bipolar Transistor) with optimum transit frequency VT) and current gain. To achieve that transit frquency, the divals structure model with NE=1418 cm 3, Na 5.1019cm 3, and WE-50 nm is used. Base width WS was changed between 10 - 50 run with 10 nm increment and the Ge mole fraksi was between 0.15 - 0,25 with 0.025 increment. The model of HBT which include the drift, difussion and thermionic emission is used. The HBT model is also used to calculate the base and collector current density and the current gain for variable base width and Ge mole fraction.
The result show that the thermionic emission current is 2.8 until 4.2 times higher than the drift-difussion current. If base width is decreased from 50 nm to 10 nm of an HBT with NE=1018 cm-3, N8=5.1019 cm-3, WE=50 nm, and x=0.25 , the transit frequency is increased from 52 GHz to 178 GHz. The current gain for WB= 10 nm is 312 times larger.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Telah dilakukan suatu penelitian tentang penggunaan serat optik sebagai transduser arus listrik. Efek faraday mendasari perubahan intensitas cahaya yang melewati medan magnet. Berkas laserHe-Ne sebagai pembawa sinyal dilewatkan serat optik. Keluaran laser He-Ne dari serat optik mengenai prisma wollaston dan dipecah menjadi l'x dan Ily. Sensivitas sistem transduser ini tergantung pada intensitas I'„ dan I'y. Hasil penelitian menunjukkan korelasi linear antara sensivitas dan arus listrik masukan sampai 240A"
JURFIN 3:9 (1999)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Dalam sistem transmisi dan distribusi daya listrik, banyak terdapat sambungan kabel. Sambungan kabel ini memiliki resistansi yang dapat membuat rugi daya meningkat. Semakin besar resistansi sambungan maka semakin besar rugi daya sehingga membuat temperatur sambungan semakin tinggi. Besar resistansi sambungan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain luas permukaan sambungan, besar arus yang melewati sambungan tersebut serta kekuatan sambungan. Oleh karena itu dilakukan pengujian dengan menggunakan variasi faktor permukaan sambungan tersebut. Bila arus yang dialirkan semakin besar, maka resistansi sambungan semakin besar karena sambungan mengalami kenaikan temperatur yang lebih cepat dibandingkanjika dialirkan arus yang lebih kecil. Dari pengujian didapatkan bahwa semakin kecil kekuatan sambungan mengakibatkan semakin besar rongga udara sehingga resistansi sambungan semakin besar. Dengan demikian semakin kecil luas permukaan sambungan maka temperatur sambungan lebih tinggi."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40751
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pardede, Sutan
Politeknik Negeri Medan, 2016
338 PLMD 19:4 (216)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Fauzi Ridwan
"Cold Storage pada umumnya digunakan untuk menyimpan bahan makanan seperti daging, sayur mayur, buah-buahan, susu, dan lain-lain. Keberadaan cold storage sangat vital sekali, mengingat bahwa bahan makanan tersebut kualitasnya harus terjaga dengan baik dan harus sampai ke tangan konsumen dalam keadaan yang masih segar. Bahan makanan ini pun juga mempunyai beban panas yang harus diserap oleh evaporator di cold storage agar temperatur di bahan makanan tersebut harus seminimal mungkin direndahkan untuk menjaga kesegaran bahan makanan tersebut. Pada percobaan kali ini, beban panas di kabin cold storage akan diganti dengan beban panas yang dihasilkan oleh heater, heater tersebut akan divariasikan arus listriknya agar mempunyai daya yang bervariasi pula. Heater pada percobaan kali ini menggunakan konduktor listrik dengan material besi dengan panjang 970 mm pada kabin evaporator besar dan panjang 760 mm pada evaporator kecil dengan diameter batang sebesar 8 mm. Tentunya daya yang dihasilkan oleh heater ini bukanlah daya panas yang harus diserap, namun cukup untuk menghasilkan beban panas pada kedua kabin. Variasi arus listrik yang digunakan adalah 1.5, 2, 2.5, 3, 3.5 A. Diharapkan variasi tersebut akan menunjukkan temperatur yang dicapai oleh kedua kabin.

Cold storage usually used to keep food- stuff like meat,vegetables, milk, etc. The existance of cold storage is very vital, its because the function of cold storage to keep the food-stuff in good condition when it was on consumer hands. The food-stuff also have cooling load which is they must absorbed by evaporator to make the food temperature low as possible. On this experiment, the cooling load which is producted by food-stuff will replaced by heater. The heater will variated by electric currenton the other hand it will have variation of heater power. The heater which is used on this experimental have length 970 mm on large evaporator and 760 mm on small evaporator, both of them have diametre 8 mm. And the variation of electric current is 1.5, 2, 2.5, 3, 3.5 A. Hope those variation wil show the steady temperature each cabin."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1761
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tomy Adiansyah
"Penelitian teori ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh medan listrik dan medan magnet terhadap transpor elektron pada molekul DNA poli(dA)-poli(dT). Mekanisme transpor elektron dimodelkan menggunakan pendekatan hamiltonian ikatan kuat dengan melibatkan pengaruh temperatur dan frekuensi gerak memutar. Arus listrik yang melalui DNA dihitung menggunakan formula Landauer-Buttiker dengan perhitungan probabilitas transmisi menggunakan pendekatan fungsi green. Kemudian, faktor eksternal medan listrik dilibatkan mengikuti model Miller-Abraham. Sedangkan faktor eksternal medan magnet, dimodelkan menggunakan model Pierls. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pengaruh medan listrik berdampak pada pelemahan probabilitas transmisi. Sebaliknya, pengaruh medan magnet memiliki dampak pada peningkatan arus listrik maksimum. Kemudian secara keseluruhan, frekuensi gerak memutar menyebabkan peningkatan pada probabilitas transmisi.

This theoretical study aims to investigate the electric field and magnetic field influence on electron transport through DNA poly(dA)-poly(dT). The electron transport mechanism is modeled by the tight-binding Hamiltonian approach involving temperature and twisting motion frequency. The accumulation of electron current flowing through DNA is calculated using Landauer-Buttiker Formula from transmission probability obtained using green function. Then, the external disturbance, electric field, is considered using the Miller-Abraham model. On the other sides, the magnetic field effect is modeled by Pierls model. The results show that the electric field causes decrement on transmission probability. In contrast, magnetic field increases transmission probability. In contrast, the magnetic field increases the current. Furthermore, twisting motion frequency causes higher transmission probability."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Nugraha
"Kombinasi elektrokoagulasi dan ozonasi sebagai teknologi hibrida menawarkan solusi yang menjanjikan untuk menghasilkan spesies oksidatif reaktif, seperti ozon terlarut dan radikal hidroksil (•OH), serta ion-ion logam terlarut, yang dapat mempercepat penyisihan kontaminan dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknologi hibrida elektrokoagulasi-ozonasi di laboratorium untuk mengevaluasi potensi pembentukan koagulan dari elektroda dan spesies oksidatif dari teknologi hibrida elektrokoagulasi-ozonasi. Pengujian dilakukan pada air keran di Laboratorium Teknologi Intensifikasi Proses Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia dengan fokus pada pengukuran konsentrasi kation terbentuk, kadar ozon terlarut, dan radikal hidroksil yang dihasilkan selama proses elektrokoagulasi-ozonasi. Variasi arus listrik dan pH digunakan sebagai variabel bebas untuk menentukan pengaruhnya terhadap efisiensi produksi ion-ion logam, kelarutan ozon, dan spesies oksidatif dalam sistem ini. Uji kinerja sistem meliputi penyesuaian parameter operasional, seperti pH dan kuat arus listrik yang mendukung pembentukan ion-ion logam, kelarutan ozon, dan spesies oksidatif secara optimal dengan dan tanpa larutan elektrolit. Hasil pengujian menunjukkan hasil yang optimal pada parameter operasi pH 5 dan kuat arus 0,6 A dengan elektrolit untuk kelarutan ozon dan spesies oksidatif, yaitu 0,34 mg/L dan 36,29 mg/L, sedangkan untuk logam Al & Fe terbentuk sebesar 11,29 mg/L dan 468,92 mg/L. Pengujian dengan non-elektrolit menghasilkan kelarutan ozon dan spesies oksidatif sebesar 0,17 mg/L dan 21,03 mg/L, sedangkan untuk logam Al & Fe terbentuk sebesar 7,00 mg/L dan 439,63 mg/L.

The combination of electrocoagulation and ozonation as a hybrid technology offers a promising solution for producing reactive oxidative species, such as dissolved ozone and hydroxyl radicals (•OH), as well as dissolved metal ions, which can accelerate the removal of contaminants in water. This study aims to test the electrocoagulation-ozonation hybrid technology in the laboratory to evaluate the potential formation of metal ions from the electrode that will act as a coagulant and the oxidative species from the electrocoagulation-ozonation hybrid technology. The testing was conducted on tap water at the Process Intensification Technology Laboratory, Department of Chemical Engineering, University of Indonesia, focusing on measuring the concentration of formed cations, dissolved ozone levels, and hydroxyl radicals produced during the electrocoagulation-ozonation process. Variations in electrical current and pH were used as independent variables to determine their effects on the efficiency of metal ion production, ozone solubility, and oxidative species in this system. System performance testing included adjusting operational parameters, such as pH and electrical current strength, to optimize the formation of metal ions, ozone solubility, and oxidative species with and without an electrolyte solution. Test results showed optimal outcomes at operational parameters of pH 5 and current strength 0.6 A with electrolyte for ozone solubility and oxidative species, i.e., 0.34 mg/L and 36.29 mg/L, while for Al & Fe metals, 11.29 mg/L and 468.92 mg/L were formed. Testing with non-electrolyte produced ozone solubility and oxidative species of 0.17 mg/L and 21.03 mg/L, respectively, while aluminum and iron formed at 7.00 mg/L and 439.63 mg/L, respectively."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zeinneis Rudi Saputra
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang analisis risiko kebakaran yang diakibatkan oleh
hubungan pendek dan beban lebih arus listrik di Rumah Susun Kebon Kacang
pada tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian semi-kuantitatif dengan desain
observasional. Variabel yang diteliti adalah kabel, kotak kontak, kabel fleksibel,
dan sistem pengaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata sebesar
27,6% dari total populasi belum memiliki instalasi listrik yang sesuai dengan
standar PUIL 2000 maupun NFPA 73. Serta hasil penilaian risikonya
menggunakan model matriks risiko ada pada tingkatan ekstrim (Extreme).

ABSTRACT
This reseach explain about risk analysis of fires potential which caused by short
circuit and overcurrent electrical circuit in Rumah Susun Kebon Kacang on 2011.
Design of this research is semi-quantitave and observational study. Variable
which researched are wiring, receptacle, flexible cord, and overcurrent protective
device. The result is showing that average 27,6% from population is still not have
electrical instalation which comply with PUIL 2000 standard and NFPA 73. The
result of risk analysis with matrix model in extreme category."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>