Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986
499.223 FUN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Bahasa, 2003
499.223 8 SIS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fadmi Sustiwi
Bandung: Mizan Pustaka, 2017
922 FAD d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Semua pihak terkait dalam industri pariwisata perlu memiliki gambaran yang utuh dan terpadu dalam mengelola potensi sumber daya yang dimiliki pada masing-masing kabupaten di Pulau Sumbawa serta diperlukan arah dan strategi yang jelas untuk mengembangkan potensi-potensi baik budaya maupun alam yang terkait dengan kepariwisataan. Diharapkan setiap kabupaten telah memiliki pola pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang jelas dan terproduktlf
dalam jangka waktu tertentu sehingga mampu mengembangkan berbagai abyek dan daya tarik wisatanya sesuai dengan situasi clan kondisi pada musing-masing daerahnya.
"
JPSNT 20:1 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mbete, Aron Meko
"Penelitian linguistik historis komparatif ini mencakupi tiga bahasa di Nusa Tenggara, yaitu bahasa Bali, bahasa Sasak, dan bahasa Sumbawa. Ketiga bahasa itu dihipotesiskan memiliki keeratan hubungan kekerabatan. Melalui penelitian ini diperoleh bukti-bukti keeratan hubungan ketiga bahasa itu. Bukti kuantitatif yang ditemukan adalah kesamaan persentase rata-rata ketiga bahasa, berdasarkan 200 kata kosa kata dasar Daftar Swadesh, mencapai 50%. Persentase ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahasa Jawa dan bahasa Madura yaitu 41%, juga dengan bahasa Bima dan bahasa Manggarai yaitu 31%. Pada jenjang bawah, persentase kesamaan antara bahasa Sasak dan bahasa Sumabwa mencapai 64%.
Selanjutnya, bukti-bukti kualitatif ditemukan pula yaitu inovasi fonologis dan leksikal. Inovasi fonologis penguat kelompok berupa metatesis bersama, sedangkan inovasi leksikal mencakup 41 kata. Inovasi fonologis pemisah kelompok berupa hilangnya konsonan pertama (K1) pada deret konsonan di tengah kata; asimilasi nasal; dan perubahan =R > r dalam Bahasa Sasak dan bahasa Sumbawa. Dalam bahasa Bali *R > 0/4-, =R > O/V-V, dan =R > hi- #. Selain itu ditemukan pula 31 kata yang inovatif dalam bahasa Sasak dan bahasa Sumbawa.
Berdasarkan bukti-bukti kuantitatif dan kualitatif yang saling menunjang itu, dapat disimpulkan bahwa bahasa Bali, Sasak, dan Sumbawa merupakan satu kelompok tersendiri yang erat. Kelompok bahasa Bali-Sasak-Sumbawa beranggotakan bahasa Bali dan subkelompok Sasak-Sumbawa. Subkelompok Sasak-Sumbawa terdiri atas bahasa Sasak dan bahasa Sumbawa sebagai anggotaanggotanya.
Setelah direkonstruksi, ditemukan sistem fonem Protobahasa Bali-Sasak-Sumbawa (PBSS.). Fonem segemental PBSS terdiri atas enam vokal yaitu: *i 'u 'e *@ *o `a dan sembilan belas konsonan yaitu : *p *b in *t =d *n =r *R =s =1 *c "j `n `k g q n w y, konsonan-konsonan palatal hanya berdistribusi awal dan tengah; semi vokal' =w dan =y hanya berdistribusi tengah; glotalstop hanya berdistribusi akhir. Konsonan-konsonan lainnya berdistribusi lengkap. Selain itu ditemukan pula deret-deret vokal dan deret-deret konsonan. Kemudian, rekonstruksi leksikal menghasilkan 706 etimon. Selain itu, diperikan pula pantulan fonem Proto-Austronesia (PAN) dalam PBSS.

This historical comparative study is concerned with a group of three languages in Nusa Tenggara (Southeast Lesser Sunda islands), Indonesia, namely Balinese, Sasak, and Sumbawa. These three languages are-hypothesized to have a close genetic relationship. The result of the present study shows that the precentage of,similarity among the three languages, based on Swadesh 200-Wordlist is qualitatively 50%. This level of similarity is higher than the similarity to Javanese and Madurese, that is 36%, or to Bima and Manggarai which 31%. On the lower level, the similarity between Sasak and Sumbawa is 64%.
By the qualitative approach it was also found the lexical and phonological innovation were found. The phonological innovation that supports the grouping is the presence of mutual metathesis, while lexical innovation comprises 41 words. Phonological innovations that separate the group are the loss of the first consonant (C1) in consonant clusters in word medial position; nasal assimilation and the change of =R r are found in Sasak and Sumbawa. In Balinese 'R > 0/*-, *R > p (V-V), and *R > h/-#. 31 lexical innovation were found in Sasak and Sumbawa.
Based on the quantitative and qualitative approaches that are supporting each other, it is concluded that the three languages namely Balinese, Sasak, and Sumbawa belong to one exclusive group, that they are closely genetically related. Balinese-Sasak-Sumbawa is a group with Balinese and Sasak-Sumbawa subgroup as its members. The Sasak-Sumbawa subgroup consists of Sasak and Sumbawa.
As the recontruction of the family tree of the three languages is made, the phonemic. system of Proto Balinese-Sasak-Sumbawa (PBSS) can be found. The segmental phonemes of PBSS consist of six vowels, namely: *i 'u *e '@ *o *a and eighteen consonants namely: *p *b in *t d "n r R "s J. c *j n *k #g `q `n `w *y. Palatal consonants only occured initially and medially; the two semivowels =w *y only occured medially; and glotalstop 'q, only occured finally. Other consonants could occur elsewhere. Besides those consonants and vowel, there were vowel clusters and consonants clusters. Lexical recontruction produced 706 etyma which are listed, and finally the reflection of PAN phonemis in PBSS is also described.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
D210
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud, 1986
499.25 MOR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Himmah Rustiami
"Calamus vitiensis, previously known to occur only in Papua New Guinea, Australia (Queensland), the Solomon Islands, Vanuatu, and Fiji is now also found in the mountainous area of Batudulang, West Sumbawa, Lesser Sunda Islands, Indonesia. This paper presents a complete report of the description, notes, and illustrations of the species."
Bogor: Seameo Biotrop, 2019
634.6 BIO 26:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Zulvickar
"Kabupaten Sumbawa Barat menjadi kawasan andalan bagi Provinsi NTB dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan industri yang terus meningkat. Proyeksi kebutuhan air dari sektor industri pada tahun 2037 menyentuh angka 13,56 juta liter per hari. Sesuai regulasi, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi sektor industri harus menggunakan akuifer dengan kedalaman lebih dari 40 meter. Untuk mengidentifikasi lapisan batuan terkait potensi air tanah digunakan metode geolistrik 2D. Lima lintasan geolistrik diukur menggunakan resistivitas meter dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger, jarak elektroda 15 meter dan panjang masing-masing jalur 705 meter. Lapisan akuifer dengan kedalaman lebih dari 40 meter diduga berupa pasir lempungan dan breksi lapuk yang tersaturasi dengan kisaran resistivitas 0-30 Ωm dengan batas nir akuifer berupa breksi segar. Akuifer ditemukan pada semua lintasan dengan lintasan 3 menjadi daerah paling prospektif. Titik rekomendasi pengeboran berada tepat di lintasan 3 bagian Barat Daya.

West Sumbawa Regency is a mainstay area for NTB Province with population growth and industrial growth that continues to increase. The projected water demand from the industrial sector in 2037 will reach 13.56 million liters per day. According to regulations, the fulfillment of clean water needs for the industrial sector must use aquifers with a depth of more than 40 meters. To identify rock layers related to groundwater potential, the 2D geoelectric method is used. Five geoelectric lines were measured using a resistivity meter with a Wenner-Schlumberger configuration, the electrode distance was 15 meters and the length of each line was 705 meters.. The aquifer layer with a depth of more than 40 meters is assumed to be clay sand and weathered breccia which are saturated with a resistivity range of 0-30 m with the non-aquifer boundary in the form of fresh breccia. Aquifers were found in all paths with path 3 being the most prospective area. The drilling recommendation point is right on track 3 of the Southwest section."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdullah Ahmad Syahid
"Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan air penduduk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang meningkat, kebutuhan air untuk industri pun juga terus meningkat tiap tahunnya. Industri di KSB berperan penting bagi perekonomian KSB serta menjadi salahsatu proyek strategis nasional. Pemenuhan kebutuhan air bagi industri pun menjadi sangat dibutuhkan untuk menyokong pengembangan industri di KSB. Maka, perlu dilakukan eksplorasi sumber air tanah, salah satunya ialah pencarian lapisan akuifer. Eksplorasi air tanah ini dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Lima lintasan dengan 48 buah elektroda disusun dengan jarak spasi antar elektroda sepanjang 20 meter dengan maksud dapat mengidentifikasi lapisan akuifer dalam. Hasil interpretasi menunjukkan keberadaan lapisan akuifer yang diduga memiliki rentang nilai tahanan jenis 10-30 Ωm. Lapisan akuifer tersebut berasosiasi dengan lapisan batuan pasir lempungan dan breksi lapuk serta diklasifikasikan sebagai lapisan akuifer bebas. Lapisan akuifer tersebut juga diduga memiliki lapisan dasar berupa lapisan batuan breksi segar. Lapisan akuifer tersebut tersebar mendominasi wilayah barat area penelitian serta diduga memiliki ketebalan hingga lebih dari 100 meter yang direkomendasikan sebagai wilayah pengeboran untuk melakukan eksplorasi lanjutan dalam identifikasi sumber air tanah si area tersebut.

Along with the growing water needs of the population of West Sumbawa Regency (KSB), the demand of water for industry also continues to increase every year. Industry in KSB plays an important role in the economy of KSB as well as being one of the national strategic projects. Fulfilling water needs for industry is also very necessary to support industrial development in KSB. So, it is necessary to explore groundwater sources, one of which is the search for aquifer layers. This groundwater exploration was carried out using the resistivity geoelectric method with the Wenner-Schlumberger configuration. Five tracks with 48 electrodes were arranged with a distance between the electrodes of 20 meters to identify the deep aquifer layer. The interpretation results indicate the presence of an aquifer layer which is thought to have resistivity values ranging from 10- 30 Ωm. The aquifer layer is associated with the clayey sand layer and weathered breccia and is classified as an unconfined aquifer layer. The aquifer layer is also thought to have a base layer in the form of fresh breccia rock layers. The aquifer layer is scattered to dominate the western area of the research area and is thought to have a thickness of up to more than 100 meters which is recommended as a drilling area to carry out further exploration in identifying groundwater sources in the area."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>