Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 30 Document(s) match with the query
cover
Muhammad Faishal Jundana Muttaqin
"Kemajuan pembangunan manusia di Indonesia ditandai dengan meningkatnya nilai indeks pembangunan manusia (IPM). IPM adalah indikator penting dalam mengukur upaya untuk membangun kualitas dan kesetaraan kehidupan manusia. IPM terdiri dari empat faktor termasuk harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita. Dalam penelitian ini kami mengklasifikasikan kabupaten atau kota di Indonesia berdasarkan IPM menjadi tiga kategori; daerah tinggi, sedang, dan rendah. Kami menggunakan analisis kluster untuk penelitian ini. Analisis klaster adalah salah satu teknik multivariat yang digunakan untuk mengklasifikasikan objek atau kasus ke dalam kelompok relatif yang disebut klaster. Salah satu metode analisis kluster adalah K-Means. Hasil penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok; daerah tinggi, daerah sedang dan daerah rendah. Kelompok pertama atau daerah rendah berisi 19 kota. Kelompok kedua atau area tengah berisi 381 kabupaten/kota. Kelompok ketiga atau daerah tinggi berisi 114 kabupaten/kota. Adapun beberapa cara atau kebijakan yang bisa diterapkan oleh pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan kemakmuran di Indonesia dengan terfokus pada langkah-langkah percepatan seperti menarik anak-anak yang putus sekolah untuk kembali duduk di bangku sekolah, memaksa anak-anak yang terpaksa bekerja-karena alasan ekonomi keluarga-untuk berhenti bekerja dan kembali ke bangku sekolah, menjadikan pemberantasan buta huruf sebagai sebuah gerakan yang berbasis desa/kelurahan dengan model intervensi by name by address, dan lain-lain.

Human development progress in Indonesia is characterized by the increasing score of human development index (HDI). HDI is an important indicator in measuring efforts to build the quality and equity of human life. HDI consists of four factors including life expectancy at birth, school continuity, average of school continuity and expenditure per capita. In this research we classify Indonesia regency or city based on the HDI into three categories; high, middle, and low area. We use cluster analysis for the research. Cluster analysis is a class of multivariate techniques that are used to classify objects or cases into relative groups called clusters. One of the cluster analysis methods is k-means. The result of this research are divided into three groups; high area, medium area and low area. The first group or the low area contained 19 cities. The second group or the middle area contained 381 regencies/cities. The third group or the high area contained 114 regencies/cities. As for several ways or policies that can be implemented by the government to accelerate prosperity growth in Indonesia by focusing on accelerating measures such as attracting children who drop out of school to return to school, forcing children who are forced to work-due to family economic reasons-to stop working and return to school, making illiteracy eradication a village-based movement with a model of intervention by name by address, and others."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Craig, Grace J.
Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, 1986
155 CRA h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Papalia, Diane E.
Boston: McGraw-Hill, 2007
155 PAP h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Papalia, Diane E.
Boston: McGraw-Hill, 2001
155 PAP h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Papalia, Diane E.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008
155 PAP h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: LIPI Press, 2008
658.3 PEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Syafruddin Prawiranegara
Jakarta: Bulan Bintang, 1977
658.3 SYA h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Papalia, Diane E.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008
155 PAP h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Rasa aman dari ancaman bahaya seperti kelaparan, keku-
rongan gizi, penyakit dan tekanan" dan "perlindungan dari
kelracauan tak terduga dan menyulitkon dalam kehidupan
sehari-hari adalah dua aspek utama konsep keamanan monusia
dalam pandungan UNDP. Konsep kaomonan monusia berbeda
dan seharusnya tidak dicampur baur dengan konsep keamanan
nasional, yang biasaya diartikan sebagai aman dari serangan
luar dan aman dari upaya pemecahan keutuhan wilayah.
Pembangunan manusia - yang terpusat pada monusia, inklusif
adil dan berkesinambungon - terkait dengan keomanan manusia
karena alasan yang sederhano bahwa pembangunon manusia
mengarah pada keamanan manusia. Pembangunon manusia
karenanya adalah jalan menuju keamanan manusia. Jika
demikian adanya. Millennium Development Goals (MDGs) dopat
dijadikan peta penunjuk arah bagi negara-negara, termasuk
Indonesia, dalam menempuh pejalanan menuju keamanan
manusia. Pelbagai tujuon dalom MDG: tersebut berkisar dari
upaya mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, mewujudkan pendi-
dikan dasar universal memajukan persamaan gender mengu-
rangi angka kematian ibu don anak, memerangi HIV/AIDS,
memastikan kesinambungan lingkungan, hingga membentuk
kemitraan global untuk pembangunan. Ada beberopa tahap yang
dianggap penting bagi perjalanon Indonesia menuju keamanon
masusia. lni mencakup pemberlakuan Perjanjian Pembangunan
Millennium Nasional untuk melaksanakan MDGs secara adil.
"
Jurnal Hukum Internasional: Indonesian Journal of International Law, Vol. 1 No. 1 Oktober 2003 : 35-45, 2003
JHII-1-1-Okt2003-35
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>