Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sonia Lisa Meilanda
"Aktivitas pengunjung dapat memberikan dampak pada perilaku satwa di kebun binatang. Telah dilakukan penelitian pengaruh aktivitas pengunjung terhadap perilaku diurnal harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae, Pocock 1929) hasil pertukaran di Taman Margasatwa Ragunan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku adaptasi harimau hasil pertukaran dikaitkan dengan aktivitas pengunjung. Fokus penelitian yaitu pada dua ekor harimau hasil pertukaran yang dibandingkan dengan dua ekor harimau TMR sebagai kontrol. Keempat harimau berjenis kelamin jantan dengan rentang usia yang tidak jauh berbeda. Penelitian dilakukan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi DKI Jakarta, yaitu selama delapan pekan dari Juli sampai September 2020 mulai pukul 08.00—13.00 WIB. Metode yang digunakan ialah continuous focal sampling dan ad libitum dengan interval waktu 15 menit tanpa jeda. Perilaku yang diamati terbagi menjadi lima kategori, yaitu aktif, marking, lokomosi, istirahat, dan Abnormal Repetitive Behaviour (ARB). Kondisi pengunjung dibagi menjadi tiga kategori, yaitu aktivitas, kepadatan, dan kebisingan. Terdapat perbedaan kondisi pengunjung yang terjadi pada tiga kategori kondisi hari berbeda, yaitu hari libur kebun binatang, hari kerja, dan akhir pekan. Hasil pengamatan menggunakan uji t independen dengan α = 0,050 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara harimau baru dan harimau lama pada perilaku aktif dan istirahat di ketiga kategori kondisi hari. Hal tersebut diasumsikan bahwa perilaku aktif dan istirahat harimau baru telah teradaptasi dengan lingkungan kandang TMR. Perbedaan yang signifikan muncul pada perilaku ARB saat hari libur kebun binatang, perilaku marking dan lokomosi saat hari kerja, dan perilaku marking, lokomosi, dan ARB saat akhir pekan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya perbedaan kondisi kandang dan kemunculan kondisi pengunjung yang berbeda pada setiap kandang.

Visitor’s activities can have an impact on animal’s behaviour in the zoo. Research about the effects of zoo visitors on the diurnal behaviour of exchanged Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae, Pocock 1929) program at Taman Margasatwa Ragunan (TMR) has been studied. The aim of this research is to identify the behavioral adaptation of two exchanged Sumatran tigers related to the zoo visitors’ activity. The main subjects of this research are the two (2) exchanged Sumatran tigers compared with two (2) TMR’s tigers as the control. All of them are male tigers which short-age differences. The Research has been studied while the transition of Mass Social Distancing or Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) in DKI Jakarta enforced and lasted for eight (8) weeks from July until September 2020 start from 08.00—13.00 WIB (Western Indonesian Time). Continous focal sampling and ad libitum methods with fifteen (15) minutes interval without pause was used for this research. The focused behaviours were divided into five (5) categories: active, marking, locomotion, resting, and Abnormal Repetitive Behaviour (ARB). The visitor’s conditions were divided into three (3) categories: activity, density, and intensity. There were three conditions that represented zoo visitors: the closed day zoo, the weekdays, and the weekend. Based on the independent samples t-test with α = 0,050, it was shown, there were no significant difference between the exchanged and the control tigers in their active and resting behaviour on all conditions. Because of these, it could be assumed that the active and resting behaviour of new tigers have been adapted with TMR’s captive environment. The significant difference occurred on ARB when the closed day zoo, marking and locomotion behaviour on the weekdays, and marking, locomotion, and ARB on the weekend. It was because the difference of captive condition and the presence of zoo visitors on each captive."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syaqila Putri Maharani
"Terdapat pasangan tapir asia (Tapirus indicus) bernama Yatim (J1) dan Kentung (B1) yang hidup bersama selama lebih dari 11 tahun dan memiliki keturunan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Pasangan ini memiliki riwayat pernah mengalami pemisahan dan penyatuan kandang. Belum pernah dilaporkan penelitian terkait aktivitas pair bonding pada pasangan tapir asia. Oleh karena itu, dilakukan penelitian aktivitas pair bonding pada pasangan tapir asia di TMR untuk menganalisis aktivitas pair bonding serta kontribusi inisiasi perilaku oleh jantan dan betina. Pengamatan dilakukan sebanyak 28 ulangan dengan metode scan sampling interval 5 menit. Setiap ulangan berlangsung selama 8 jam dengan rentang waktu 07.00 – 16.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan persentase perilaku dari tinggi ke rendah, yaitu close proximity (45,38%), behavioural synchrony (39,36%), vocalization (9,1%), body contact (4,42%), aggression (1,61%), dan allogrooming (0,13%). Kontribusi inisiasi pada aktivitas pair bonding sebesar 53% untuk jantan dan 47% untuk betina. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kedua individu memiliki ketertarikan yang hampir sama dalam menjaga kedekatan dan afiliasi. Perilaku afiliasi yang teramati dan rendahnya perilaku agonistik mengindikasikan keberadaan pair bonding pada pasangan tapir asia J1 dan B1 masih terjaga.

A pair of malayan tapirs (Tapirus indicus), Yatim (J1) and Kentung (B1), has been living together for over 11 years and has produced offspring at Ragunan Zoo (TMR). This pair has a history of enclosure separation and reunification. To date, no study has reported on pair bonding activity in malayan tapirs. Therefore, this study was conducted to analyze pair bonding activity and the contribution of behavioral initiation by the male and female. Observations were conducted over 28 repetitions using the scan sampling method at 5-minute intervals. Each observation lasted 8 hours, from 07.00 to 16.00 WIB. The results showed the percentage of behaviors from highest to lowest as follows: close proximity (45,38%), behavioral synchrony (39,36%), vocalization (9,1%), body contact (4,42%), aggression (1,61%), and allogrooming (0,13%). The initiation of pair bonding behaviors was contributed 53% by the male and 47% by the female. In conclusion, both individuals showed a relatively equal interest in maintaining affiliative interaction. The affiliative behaviors observed and the low occurrence of agonistic behaviors indicate that the pair bond between J1 and B1 is still maintained."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrea Dyah Kusuma Wardani
"Rusa bawean (Axis kuhlii) merupakan spesies rusa endemik Indonesia berstatus konservasi kritis, sehingga diperlukan upaya konservasi ex-situ untuk menjamin keberlangsungan hidupnya, salah satunya melalui pelestarian di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Informasi terkait perilaku rusa bawean secara umum masih terbatas. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan untuk menganalisis perilaku sosial dan seksual, yang diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian rusa bawean. Observasi dilakukan pada Januari–Februari 2025, menggunakan metode scan sampling dan ad libitum, dengan total waktu pengamatan lima jam tanpa jeda. Kandang dihuni oleh 19 individu rusa bawean, dengan komposisi umur dan jenis kelamin bervariasi, serta rasio jantan terhadap betina sebesar 1,25:1. Pengamatan yang dilakukan menghasilkan total 1.496 kejadian selama 32 pengulangan, dengan 52% merupakan perilaku seksual dan 48,06% perilaku sosial. Jantan cenderung memiliki kontrol terhadap akses pakan dan ruang, serta menunjukkan agresi (16,4%) terhadap individu lain. Sebagian besar perilaku seksual cenderung diinisiasi oleh jantan, dengan follow (14,6%) sebagai aspek perilaku seksual tertinggi. Kendati demikian, betina juga menunjukkan respons ketertarikan melalui inisiasi allo-groom (6,8%), meskipun sebagian besar betina diduga belum reseptif. Selama periode pengamatan, tercatat satu peristiwa kopulasi serta kelahiran satu anak rusa. Hasil pengamatan mengindikasikan bahwa populasi rusa bawean di TMR menunjukkan perilaku sosial dan seksual yang cenderung didominasi oleh jantan.

Bawean deer (Axis kuhlii) is a deer endemic to Indonesia, currently classified as Critically Endangered (CR), emphasizing the urgent need for ex-situ conservation—one of which conducted at Ragunan Zoo. General information regarding the behavior of Bawean deer remains limited. Therefore, observation was conducted to analyze their social and sexual behavior, which are expected to contribute to the species’ conservation efforts. The study was carried out from January to February 2025 using scan sampling and ad libitum methods, totaling five hours of continuous observation. The enclosure housed 19 individuals of varying ages and sexes, with a male-to-female ratio of 1,25:1. Observations yielded a total of 1,496 behavioral events over 32 sessions, comprising 52% sexual behavior and 48.06% social behavior. Males tended to exhibit control over access to food, space, and displayed aggression (16.4%) toward conspecifics. Males initiated most sexual behaviors, with follow being the most frequent (14.6%). However, females also showed signs of interest, notably through the initiation of allo-grooming (6.8%), despite most females being presumed non-receptive. During the observation period, one copulation and one fawn birth were recorded. These findings indicate that the Bawean deer population at Ragunan Zoo exhibit social and sexual behavior that are predominantly male-driven."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library