Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Naskah ketikan ini berisi teks Babad Bedhahing Ngayogyakarta. Naskah babon tidak disebutkan, tetapi rupanya disalin dari LOr 2045. Berisi kisah penyerangan pasukan Inggris atas Kraton Yogyakarta pada tahun 1812, yang mengakibatkan kraton rubuh dan Hamengkubuwana II dibuang ke Pulau Pinang. Untuk keterangari umum tentang teks ini, lihat deskripsi naskah KBG 165a dan Br 426. Naskah disalin oleh petugas Panti Boedaja di Surakarta pada tahun 1930. Salinan kemudian diperiksa dan diralat oleh staf Pigeaud sendiri, ialah Mandrasastra, Perbaikan Mandrasastra ditulis dengan pena pada hampir setiap halaman. Pada koleksi FSUI terdapat tiga eksemplar naskah ini (HA 28a-c). Hanya salinan (a) yang dimikrofilm. Adapun salinan ketikan asli (SJ. 18), yang dulu tersimpan di FSUl, kini telah hilang."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.19-HA 28b
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan turunan alih aksara dari naskah yang tidak disebutkan identitasnya. Berisi teks sejarah Kraton Yogyakarta pada zaman Hamengkubuwana I. Menurut keterangan di luar teks, naskah induk diperoleh dari Ng. Surasanyanya dengan perantaraan M. Sinu Mundisura pada bulan Februari 1930. Naskah kemudian diperiksa oleh Padmasusastra pada April 1930, serta diperiksa oleh Mandrasastra pada Juni 1930. Barangkali Mandrasastra yang membuat kopi ini. Hanya ketikan asli (A 19.07a) yang dimikrofilm. Informasi tentang, dapat dilihat pada MSB/S.105-107, 109-117."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.106-A 19.07a
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah SJ.107 ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama (h.1-4) berupa cuplikan pada awal dan akhir setiap pupuh dari teks Babab Ngajogja koleksi KBG 165, yang dikerjakan oleh R.Ng. Poerbatjaraka sekitar tahun 1930. Bagian kedua (h.5-15) berbentuk ringkasan per pupuh dari sebuah teks 'Babab Ngajokdja Tjariosipoen Sri Soeltan Ingkang Kaping II yang tidak diketahui keberadaannya. Naskah ini diterima Pigeaud dari Poerbatjaraka pada bulan Agustus 1930. Informasi tentang Babad Yogyakarta, selain dapat dibaca pada FSUI/SJ.106, juga dapat dilihat pada MSB/S.105-107, 109-117."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.107-L 4.05
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini memuat uraian tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimulai pada zaman prasejarah hingga zaman kemerdekaan Indonesia."
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997
959.801 SEJ
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981
899.22 IND b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Pius Suryo Haryono
"Salah satu ketentuan yang berlaku pada Fakultas Sas_tra Universitas Indonesia menyatakan, bahwa dalam rangka penyelesaian program pendidikan yang terakhir ialah penu_lisan skripsi sebagai salah satu syarat untuk mencapai ge_lar Sarjana Sastra. Berdasarkan atas ketentuan itulah skripsi ini ditulis. Adapun tujuan penulisan skripsi ini dimaksudkan un_tuk turut mengembangkan studi sejarah pada umumnya dan se_jarah perang kemerdekaan khususnya di Yogyakarta, yang di_rasakan bahwa penulisan mengenai hal itu masih langka. Yang mendorong penulis merniiih judul Kota Yogyakarta Pada Masa Pendudukan Belanda ( 19 Desernber 1948 - 30 Juni 1949 ) , antara lain pertimbangannya adalah seba_gai berikut: Pertama, penulis beranggapan bahwa masih sedikit adanya buku-buku yang mengungkapkan sejarah kota Yogyakarta dalam masa pendudukan tentara Belanda. Kedua dimaksudkan untuk menggali nilai-nilai sejarah yang ada kaitannya dengan judul tersebut di atas. Ketiga dimaksudkan untuk menambah bahan kepustakaan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1983
S12758
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini disertai keterangan yang menyatakan bahwa naskah berisi teks Babad Lalampahanipun Senakusuma Suryaningalaga ing Purwagupita, 1703. Ternyata judul yang lebih tepat (atau lebih umum) adalah Serat Suryaraja. Cerita alegoris yang amat panjang dan cukup ruwet ini, berisi cerita keadaan kerajaan Islam 'Purwagupita' di tanah Jawa. Menurut Prof. M.C. Ricklefs, karya ini adalah 'suatu sejarah semu atau alegori profetis tentang keadaan Yogyakarta yang sebenamya pada abad kedelapanbelas' (1974: 188). Teks asli konon ditulis oleh Hamengkubuwana II sewaktu masih menjabat putra mahkota, pada bulan Maret 1774 (Muharam 1700). Untuk informasi dan isi teks selanjutnya lihat Ricklefs 1974: 188-207. Pada Dalem Prabayeksa Kraton Yogyakarta tersimpan sebuah naskah Serat Suryaraja (YKM/W.81) yang oleh Ricklefs dianggap sebagai turunan langsung dari naskah asli {konseplautograph) buatan Pangeran Adipati Anom (kelak HB II). Naskah tersebut dikeramatkan oleh Kraton Yogyakarta, dan dianggap sebagai pusaka dengan sesebutan Kangjeng Kiyahi Suryaraja. Menurut catatan penyalin (h.l), naskah FSUI/SJ.12 ini disalin langsung dari kagengan dalem surat pusaka Kiyai Suryaraja. Tentang masa penyalinannya, disebutkan sareng sasampunipun Kangjeng Rajaputra Nalendra. . . gentosi ingkang Rama. Saat penyalinan dijelaskan dengan cara yang unik: enjing Respati Kliwone, neng Ambon wulan Ramelan, tanggal pisan Jimawal, taun sasra nayanatus, tri boma prctwata warsa. Hari Kamis Kliwon, 1 Ramelan, Jimawal 1237 (atau 1749 Jawa, masih memakai khurup kamsiah gaya lama Yogyakarta) bertepatan dengan 23 Mei 1822. Tahun ini sangat cocok dengan kertas yang dipergunakan dalam naskah ini, yang menurut watermark di dalamnya merupakan produk pabrik Charles Ball tahun 1817. Menurut kolofon tersebut, naskah disalin di Ambon, yaitu tempat pembuangan Hamengkubuwana II (tentang HB II di Ambon lihat Ricklefs 1982: 112). Nama penyalin tidak disebutkan, tetapi jelas merupakan produk kraton atau kerabat Hamengkubuwana II di Ambon, mengingat babonnya merupakan pusaka yang dikeramatkan. Ketika HB II kembali ke Yogyakarta tahun 1826, buku pusaka tersebut juga dikembalikan. (Lihat Gbr. 45, h.795 jilid ini. Naskah lain yang berisi teks Suryaraja, diurutkan sesuai usianya, sebagai berikut: YKM/W.81, tanpa tarikh, sekitar 1770an (?); PNRI/KBG 164, 1815,151 pupuh; FSUI/SJ.12, 1822, 45 pupuh (lain denganKBG 164); YKM/W.8la 1847, 125 pupuh, MSB/L.329, 1865 (sama dengan YKM/W.81a-b, lain dengan L.328); YKM/W.81b, 1911, 125 pupuh; MSB/L.328, sekitar akhir abad ke-19 (lain dengan L.329). Teks Serat Suryaraja ini, paling sedikit terdiri atas dua versi yang berbeda-beda. Naskah lain, yang belum sempat diselidiki, ialah FSUI/CL.92; sedangkan FSUI/CL.93 berisikan ringkasan KBG 164. Keterangan selanjutnya, lihat deskripsi masing-masing naskah pada katalogus yang bersangkutan. Naskah ini diperoleh Pigeaud pada tahun 1940, dari Jayamintarja, di Sentul, Yogyakarta. Naskah terdapat catatan tambahan pada h.ii, berupa semacam Carakabasa, ditulis dengan pensil. Pada h.iii terdapat tanda tangan, aksara Jawa, berbunyi 'Harjadikrama'. Catatan tambahan lain terdapat pada h.401-403. Daftar pupuh: (1) asmarandana; (2) durma; (3) asmarandana; (4) kinanthi; (5) sinom; (6) durma; (7) girisa; (8) dhandhanggula; (9) asmarandana; (10) girisa; (11) durma; (12) mijil; (13) sinom; (14) durma; (15) dhandhanggula; (16) sinom; (17) mijil; (18) asmarandana; (19) pangkur; (20) dhandhanggula; (21) asmarandana; (22) girisa; (23) asmarandana; (24) pangkur; (25) durma; (26) sinom; (27) durma; (28) kinanthi; (29) durma; (30) girisa; (31) dhandhanggula; (32) gambuh; (33) sinom; (34) asmarandana; (35) pangkur; (36) maskumambang; (37) pangkur; (38) mijil; (39) pangkur; (40) girisa; (41) durma; (42) asmarandana; (43) pucung; (44) megatruh; (45) pangkur."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.12-NR 396
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Hasbi Marwahid
"Penelitian ini melihat pembangunan pariwisata di Yogyakarta terutama pasca perang kemerdekaan. Studi ini mengambil ruang spasial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masa temporal yang diambil antara tahun 1954 sampai tahun 1966, tahun tersebut diambil karena merupakan masa-masa awal pembangunan pariwisata yang digerakkan oleh pemerintah. Kajian pariwisata pasca perang kemerdekaan khususnya pada tahun 1950-an masih menjadi kajian yang terbatas. Kebanyakan penelitian tentang pariwisata masih fokus pada masa kolonial maupun pada masa Orde Baru. Padahal pariwisata pada masa itu berkembang seiring dengan kompleksitas yang terjadi baik di pemerintahan maupun di masyarakat sendiri. Aktivitas-aktivitas pariwisata pada saat itu juga cukup ramai dengan adanya masyarakat yang ingin mengenal daerah-daerah sebagai wujud cinta tanah air. Penelitian ini mengeksplorasi keterlibatan pemerintah dalam membangun kembali pariwisata dengan memanfaatkan segala potensi yang tersedia. Penelitian ini juga memperlihatkan korelasi antara pemerintah dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Yogyakarta pada tahun 1950-an seiring dengan pembangunan pariwisata. Pariwisata yang berkembang kemudian menimbulkan berbagai dampak bagi pemerintah maupun masyarakat. Dampak tersebut meliputi bidang ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan pariwisata pada masa ini meski banyak mengalami kendala akan tetapi menjadi pijakan awal bagi pengembangan pariwisata pada dekade selanjutnya.

This study looks at tourism development in Yogyakarta, especially after the war of independence. This study takes the spatial space in the Special Region of Yogyakarta. The temporal period was taken between 1954, and 1966, this year was taken because it was the initial period of government-driven tourism development. The study of tourism after the war of independence, especially in the 1950s, is still a limited study. Most research on tourism still focuses on the colonial period as well as the New Order era. Whereas tourism at that time developed along with the complexities that occurred both in the government and in the community itself. Tourism activities at that time were also quite busy with people who wanted to know the areas as a form of love for the homeland. This study explores the involvement of the government in rebuilding tourism by utilizing all available potential. This study also shows the correlation between the government and the socio-economic conditions of the people in Yogyakarta in the 1950s, along with the development of tourism. Tourism that develops then causes various impacts for the government and society. These impacts cover the economic, social, and cultural fields. The development of tourism at this time, although experiencing many obstacles, became the starting point for tourism development in the next decade."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini berisi cuplikan bait awal dan akhir serta ringkasan alur cerita pupuh per pupuh dari teks babad giyanti yang termuat pada naskah Br 642a-f. Dibuat oleh R.Ng. Poerbatjaraka (atau stafnya) di Batavia. Naskah diterima Pigeaud pada bulan Desember 1931."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.62-L 6.24
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan salinan ketik berbentuk cuplikan bait awal dan akhir setiap pupuh dari naskah KBG 689. Penyalinan sebanyak dua eksemplar dan diterima Pigeaud di Surakarta pada Maret 1930. Keterangan selengkapnya lihat KBG 689."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
SJ.63-L 8.30
Naskah  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>