Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 177 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bon Julius Onggo
Bandung: Examedia , 2008
025.042 52 BOB g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Sari Rachmawati
"Penelitian ini bertujuan untuk mmenganalisis faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna konten peraturan perundang-undangan website Biro Hukum dan Organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model). Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Penerimaan pengguna konten peraturan perundang-undangan website Biro Hukum dan Organisasi dengan menggunakan faktor penerimaan, yaitu persepsi kegunaan konten website, persepsi kemudahaan konten website, sikap penggunaan konten website dan minat perilaku penggunaan konten website secara simultan adalah diterima dengan positif, (2) Faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna konten peraturan perundang-undangan website Biro Hukum dan Organisasi adalah persepsi kegunaan konten website, (3) Faktor yang tidak memberi pengaruh terhadap penerimaan pengguna konten peraturan perundang-undangan website Biro Hukum dan Organisasi adalah persepsi kemudahaan konten website, sikap penggunaan konten website, dan minat perilaku penggunaan konten website, (4) Faktor Persepsi kegunaan konten website dapat digunakan dalam pengembangan peningkatan pengguna potensial, dengan dimungkinkannya membangun kembali konten peraturan perundang-undangan website Biro Hukum dan Organisasi dengan pertimbangan kebutuhan pengguna, pengalaman pengguna dan skema peraturan perundang-undangan bidang kesehatan berdasarkan muatan yang diatur.

This study aims to analyze the factors that influence user acceptance of the content of the Regulations of the Laws and Organizations Bureaus websites. The research is quantitative study using TAM (Technology Acceptance Model). The results of this study indicate, (1) Acceptance of content users in the website of the Laws and Organizations Bureaus using acceptance factors, namely perceived of usefulness of website content, perceived ease of use of website content, the attitude of using website content and interest in the behavior of using website content simultaneously are accepted positively, (2) Factors that influence user acceptance of content of regulations on Laws and Organizations Bureaus websites are perceived usefulness of the website content, (3) Factors that do not influence user acceptance of the content of regulations on Laws and Organizations Bureau websites are the perceived ease of use of website content, the attitude of using website content, and the behavior interest in using website content, (4) Perceptions of usefulness factors website content can be used in the development of an increase in potential users, with the possibility of rebuilding the content of the regulations on the website of the Laws and Organization Bureau with consideration of user needs, user experience, and health legislation schemes based on regulated content. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kukuh Satrio Wicaksono
"Accessible design atau Accessibility merupakan proses pembuatan produk yang dapat memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas dengan melakukan adaptasi tertentut erhadap desain alat ataupun teknologi. Laman web yang menerapkan aksesibilitas jugat erbukti bermanfaat saat digunakan oleh orang yang bukan penyandang disabilitas. adat ahun 2023 Indonesia ada sebanyak 215.62 juta (7.19%) penduduk yang menggunakanI nternet dan terdapat 22.97 juta (8.5%) masyarakat indonesia penyandang disabilitas. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, pemerintah wajib menyediakan keterbukaani nformasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Melalui e-government pula, peningkatan pelayanan publik dapat terwujud. Penulis juga menemukan banyak laman web milik pemerintah yang menyediakan layanan publik untuk berbagai macamkeperluan seperti pembayaran pajak, pengadaan barang, ataupun pengurusan dokumen seperti KTP. Inisiatif penerapan aksesibilitas dalam laman web juga dilakukan oleh Amerika dengan menetapkan regulasi Section 508 dan Americans with Disabilities Act (ADA) di kawasan Uni Eropa dengan dikembangkannya standarisasi EN 301 549 V3.2.1, dan secara global PBB mendorong penerapannya dengan membuat E-Government Development Index (EDGI). Untuk itu World Wide Web Consortium (W3C) membuat sebuah standarisasi aksesibilitas konten web untuk semua jenis perangkat yang bernama Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) dengan versi terbarunya yakni WCAG 2.2. Pengujian kepatuhan aksesibilitas tidak memungkinkan untuk dilakukan secara manual karena akan memakan waktu yang sangat panjang dan akurasi yang dibutuhkan sangat tinggi. Oleh karena itu dikembangkan berbagai macam alat bantu pengujian antara lain adalah WAVE, Lighthouse, Axe, SortSite, dan Accessibility Insights for Web. Dalam penelitian ini digunakan standarisasi WCAG 2.2 dan alat bantu WAVE untuk melakukan pengujian. Diambil sebanyak 34 sampel laman web Kementerian di Indonesia. Terdapat satu laman yang tidak dapat diakses selama rentang pengujian sehingga pengujian dilakukan terhadap 33 laman web Kementerian, secara umum ditemukan bahwa terdapat 16 kementerian memiliki tidak lebih dari 100 elemen yang harus diperbaiki, 12 kementerian memiliki tidak lebih dari 200 elemen yang harus diperbaiki, dan lima laman kementerian oleh alat bantu WAVE paling tinggi yakni sebanyak 66 elemen dibanding 46 untuk kedua peneitian terkait. Sehingga penulis menyimpulkan laman web Kementerian Indonesia masih harus diperbaiki untuk menjamin kenyamanan pengguna yang merupakan penyandang disabilitas. Namun perlu diperhatikan bahwa jumlah diatas tidak mengindikasikan laman web kementerian Indonesia lebih sulit digunakan oleh penyandang disabilitas karena sifat dan alur penggunaan dari laman web yang tidak sama antara yang diteliti pada penelitian ini dengan penelitian pembanding. memiliki lebih dari 201 hingga 588 elemen yang harus diperbaiki. Melihat lebih dalam, penulis menemukan terdapat 1,235 (26.2%) elemen yang termasuk kategori error dan harus segera diperbaiki dari total 4,705 elemen yang terbagi dalam enam kategori. Penyebab utama suatu elemen dikategorikan error adalah gambar tertaut tidak memiliki teks alternatif (40.94%), Link/tautan tidak ada/kosong/terduplikasi (20.51%), Teks alternatif tidak ada/kosong/terduplikasi (18.82%). Dengan memperbaiki ketiga penyebab error diatas, jumlah elemen dengan kategori error akan berkurang sebanyak 80.27%. Setelah melakukan perbandingan dengan dua penelitian terkait, ditemukan bahwa secara umum laman web kementerian memiliki rata-rata elemen yang dideteksi oleh alat bantu WAVE paling tinggi yakni sebanyak 66 elemen dibanding 46 untuk kedua peneitian terkait. Sehingga penulis menyimpulkan laman web Kementerian Indonesia masih harus diperbaiki untuk menjamin kenyamanan pengguna yang merupakan penyandang disabilitas. Namun perlu diperhatikan bahwa jumlah diatas tidak mengindikasikan laman web kementerian Indonesia lebih sulit digunakan oleh penyandang disabilitas karena sifat dan alur penggunaan dari laman web yang tidak sama antara yang diteliti pada penelitian ini dengan penelitian pembanding.

Accessible design is the process of making products that can meet the needs of people with disabilities by making certain adaptations to the design of tools or technology. Web pages that implement accessibility also proven useful when used by people without disabilities. In 2023 there are 215.62 million (78.19%) people who use the Internet and 22.97 million (8.5%) people with disabilities in Indonesia. Based on UU No. 14 of 2008 (Indonesia National Law), the government is obliged to provide open information to all Indonesian citizen. Through e-Government, improvements in public services can be achieved. Author also found many government websites that provide public services for various purposes such as paying taxes, procuring goods, or processing documents such as KTPs (Indonesian Identity Card). Initiative toimplement accessibility in web pages happened in US by establishing Section 508 and the Americans with Disabilities Act (ADA) regulations, in the European Union with the development of the EN 301 549 V3.2.1 standardization, and globally the UN encouraged its implementation by creating the E-Government Development Index (EDGI). For this reason, the World Wide Web Consortium (W3C) created a standardization of accessibility for all types of devices called Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) with the latest version, namely WCAG 2.2. Accessibility testing is not possible to do manually because it will take a very long time and the required accuracy is very high. Therefore, various kinds of testing tools were developed, namely WAVE, Lighthouse, Axe, SortSite, and Accessibility Insights for Web. WCAG 2.2 standardization and WAVE tools were used to carry out the testing procedure. A total of 34 samples of Ministry web pages in Indonesia were taken. One Ministry web page that could not be accessed during the measurement period, in general author found that there were 16 ministry page that had no more than 100 elements that needed to be improved, 12 ministry pages that had no more than 200, and five ministry pages has 201 to 588 elements. Author found that there were 1,235 (26.2%) elements that fell into the error category and needed to be fixed immediately out of a total of 4,705 elements discussed in six categories. The main cause of an element being listed as an error is that the linked image does not have alternative text (40.94%), the link is missing / empty / duplicated (20.51%), the alternative text is missing / empty / duplicated (18.82%). By correcting the causes of the three errors above, the number of elements in the error category will be reduced by 80.27%. After making a comparison with two related studies, author found that in general Indonesian ministry web pages had the highest average of elements detected by the WAVE tool, 66 elements compared to 46 for the two related studies. Author concludes that the Indonesian Ministry's website still needs to be improved to ensure the comfort of users with disabilities. However, it should be noted that the numbers above do not indicate that the Indonesian ministry's web pages are more difficult to navigate for people with disabilities because the nature and flow of use of the web pages are not the same between sites studied in this research and comparative research."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prasetya Hari Ariadi
"Skripsi ini membahas tentang penerapan arsitektur informasi pada Website Perpustakaan Kementerian Sosial RI. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan motode campuran sekuensial. Metode yang digunakan adalah eksperimen dan wawancara. Analisis penelitian didasari dari empat komponen dasar arsitektur informasi yaitu sistem organisasi, sistem navigasi, sistem pelabelan, dan sistem pencarian. Penulis melakukan metode eksperimen dengan cara menganalisis langsung tampilan dan fitur-fitur yang ada pada website. Metode wawancara juga dilakukan untuk menambah data.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Website Perpustakaan Kementerian Sosial RI sudah memenuhi beberapa komponen dasar arsitektur informasi namun masih ada beberapa komponen arsitektur yang belum diterapkan. Perpustakaan juga mendapatkan manfaat serta tantangan baru dari penerapan automasi perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis memberikan saran kepada pihak perpustakaan untuk lebih memperhatikan arsitektur informasi dan memperbaiki fitur-fitur yang masih belum berjalan karena hal akan memberikan kemudahan kepada pengguna untuk dapat bernavigasi atau mencari informasi yang dibutuhkan.

This research discusses about the application of information archicture on the Library Website of Kementerian Sosial RI. This research uses explanatory sequential mixed method using experiment and interview. The research is based onthe four basic components of infomation archicture organization system, labeling system, navigation system, and search system. Researcher perform an experimental method by analyzing the interface and features available on the website and also interview method is take on to the informant for additional data.
The results showed that the Library Website of Kementerian Sosial RI has met some basic components of information archicture but there are still some components that havent beenapplied. The library also gets benefits and challenges from implementing library automation. Based on the results of these studies, researchers provide advices to thelibrary to pay more attention to information architecture and repair some features that still not working because it will provide convenience to the user to be able to navigate or find the information that they are looking for.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S66866
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irvin Miningsih
"ABSTRAK
Indonesia OneSearch merupakan website yang mewadahi berbagi informasi bibliografi antar perpustakaan di Indonesia yang disebut juga dengan katalog induk. Pentingnya sebuah website katalog induk ini, sebaiknya didukung dengan arsitektur informasi yang baik. Penelitian ini membahas mengenai arsitektur informasi pada situs Indonesia OneSearch. Analsis dilakukan menggunakan empat komponen arsitektur informasi yaitu sistem organisasi informasi, sistem pelabelan, sistem navigasi, dan sistem pencarian. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran sequential explanatory, dengan menggunakan metode eksperimental pada tahap pengumpulan data. Tahap analisis menggunakan hasil teori yang berkaitan dengan arsitektur informasi, wawancara dengan pengembang situs, serta data mengenai situs Indonesia OneSearch. Hasil dari penelitian secara keseluruhan, situs ini telah menerapkan arsitektur informasi. Namun penerapan yang ada, terdapat beberapa yang kurang sesuai, sehingga tujuan dari situs ini kurang tersampaikan dengan baik. Apalagi mengingat situs ini tergolong baru. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan akses ke infomasi dan meningkatkan ketergunaan dari situs Indonesia OneSearch.

ABSTRAK
Indonesia OneSearch is a website which aggregates bibliographic information sharing between libraries in Indonesia, which is also called the union catalog. A good union catalog website/application, needs to be supported by good information architecture. This study discusses the architecture of information on Indonesia OneSearch. The analysis was performed using four components of information architecture which are: the organization of information systems, labeling systems, navigation systems, and retrieval system. A sequential explanatory mixed approach, and experimental methods in the data collection phase are used to conduct this study. The analysis is conducted by comparing the results of observation and experiments to information architecture components, and also from an interview with the developer of Indonesia OneSearch. The results of the study show that Indonesia OneSearch has implemented information architecture systems. However, there are some componets that were not appropriate, so that the purpose of the site is less conveyed properly. Especially considering this site is relatively new. The results of this study are expected to improve access to information and improve the interoperability of Indonesia OneSearch."
2016
S64221
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Namendra Suhutomo
"Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan munculnya sebuah dunia, interaksi, pasar dan jaringan bisnis yang baru. Internet sebagai media yang mampu menyediakan berbagai fasilitas telah mengubah arah dan pandangan konsumen dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Perusahaan melalui penyediaan situs/website perusahaan tentunya harus terus berinovasi dalam mengembangkan websitenya agar mampu menarik perhatian dan marnpu mendorong konsumen untuk melakukan interaksi seacara virtual yang nantinya akan mendorong perilaku konsumen dalam melakukan aktivitas bisnis.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor personalitas konsumen terhadap persepsi interaktivitas yang diterima dan bagaimana pengaruh interaktivitas yang diterima tersebut dengan sikap konsumen selama mengunjungi website yang benmplikasi terhadap keinginan untuk membeli.
Jalannya penelitian dilakukan terhadap sejumlah responden di Jakarta di mana dalam pengambilan sample ini partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang berhubungan dengan pengukuran Need for Cognition (NFC), Product Involvement, Product Expertise, Skills, Challenges, Web Shopping Experience, Perceived Inter ivity, dan Sikap Konsumen terhadap Website. Melalui item-item pertanyaan yang dlajukan tersebut akan dipakai sebagai indikator untuk mengukur konstruk-konstruk dalam penelitian ini. Konstruk Need for Cognition (NFC) diukur dengan 18 indikator, Pr duct Involvement diukur dengan 9 indikator, Product Expertise diukur dengan 15 indikator, Skills diukur dengan 6 indikator , Challenges diukur dengan 3 indikator dan Web
Shopping Experience diukur dengan 1 indikator, Perceived Interactivity diukur dengan 5 indikator dan Sikap Konsumen terhadap Website diukur dengan 6 indikator.
Dalam penelitian ini dipergunakan bereapa teknik analis seperti Faktor Analisis untuk menguji validitas, Korelasi untuk mengetahui hubungan antara Perceived Interactivity dengan Sikap Konsumen terhadap Website dan Logistics Regressions untuk menguji model penelitian.
Hasil penelitian ternyata didapatkan bahwa model yang diusulkan ternyata siknifikan dan dapat dipergunakan untuk menjelaskan seberapa besar seberapa besar pengaruh faktor personalitas konsumen terhadap persepsi interaktivitas/Perceived Interactivity yang diterima dan bagaimana pengaruh interaktivitas yang diterima tersebut dengan sikap konsumen selama mengunjungi website yang berimplikasi terhadap keinginan untuk membeli/Purchase Intention. Melalui penelitian ini Pula dapat terlihat bagaimana keterkaitan suatu produk dan pengalaman dalam mengunjungi website berpengaruh terhadap Perceived Interactivity yang tentunya berujung pada intensi untuk membeli."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T 17911
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fuller, Robert
"In HTML Virtual Classroom, text and multimedia combine to create the ultimate learning experience. This large-format, illustrated guide presents instructional material in an easy-to-follow style--and the CD-ROM features the author speaking directly to you. Using a combination of moving screenshots, animation, and audiovisual presentations, he'll teach you how to master the Internet's most popular coding language in no time."
New York : McGraw-Hill, 2002
004FULH001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Redmond, Wash: Microsoft Corporation, 1999
005ACTM001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Mahar, Paul
Indianapolis: Sams.net, 1997
005MAHT001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
"Dalam proyek mahasiswa ini penulis melakukan pengembangan situs pada program studi Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Kmputer Universitas Indonesia (MTI Fasilkom UI). Pengembangan situs ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami sekretariat MTI Fasilkom UI dalam melakukan pembaharuan sius, serta situs lama MTI Fasilkom UI yang kurang informatif. Situs baru MTI Fasilkom UI yang dikembangkan diharapkan dapat mengatasi kesulitan tersebut, sehingga situs MTI Fasilkom UI dapat diperbaharui dengan mudah dan dapat disajikan kepada masyarakat dengan berita-berita terbaru.
Selain itu, penulis juga melakukan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) mengenai pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan maupun bersinggungan dengan mahasiswa kegiatan akademik di MTI Fasilkom UI. Halini dilatarbelakangi oleh pengetahuan akan beberapa pekerjaan yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja, sehingga akan terjadi kekacauan jika orang tersebut tidak hadir. Penyusunan SOP akademik yang akan menghasilkan sebuah produk SOP tertulis ini diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan mengena prosedur suatu proses bisnis.
Pengembangan situs dilakukan dengan menggunakan metodologi prototyping dan pemodelan dengan Unified Modeling Language (UML). Sementara itu, penyusunan SOP dilakukan dengan cara memetakan proses bisnis yang ada melalui beberapa tahapan, seperti identifikasi kegiatan, pengumpulan informas, wawancara, pemetaan proses bisnis, dan proses dokumentasi. Hasil yang dicapai dalam proyek mahasiswa ini telah dapat memenuhi tujuan awal dari pengembangan situs dan penyusunan SOP akadeik MTI Fasilkom UI yang telah dijelaskan sebelumny."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>