Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rhesa Giovani
"Kemajuan teknologi flotasi dan pengolahan air meningkat sangat cepat. Mikro-gelembung adalah teknologi ramah lingkungan ini. Gelembung mikro sering digunakan untuk membedakan bahan yang berguna dari bahan lain dalam proses pemisahan. Seperti yang ditemukan dalam flotasi, karakteristik gelembung menentukan proses pemisahan sehingga penting untuk menyelidiki fenomena produksi gelembung. Salah satu cara untuk menghasilkan gelembung adalah dengan menggunakan fenomena udara entraiment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter yang mempengaruhi peristiwa entrainment udara, yaitu hubungan antara kedalaman downcomer dan kecepatan entrainment udara jet menggunakan ketinggian jet 28 cm. Pengaturan eksperimental terdiri dari pompa, nozzel, downcomer, flow meter dan genangan air. Video dan foto diperoleh menggunakan kamera dengan cahaya latar dan video mewakili data. Suatu program pemrosesan menganalisis informasi dalam bentuk gambar untuk memperoleh data kualitatif dan kuantitatif untuk memproses data kuantitatif menggunakan program pemrosesan citra imageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian jet dan kedalaman downcomer mempengaruhi tingkat Air entrainment, kedalaman penetrasi gelembung dan ukuran gelembung.

Advances in flotation and water treatment technology are increasing very fast. Micro-bubbles are this environment-friendly technology. Micro-bubbles are often used to distinguish useful materials from other materials in the separation process. As found in flotation, bubble characteristics determine the separation process so it is important to investigate the phenomenon of bubble production. One way to produce bubbles is to use the phenomenon of air entraiment. The purpose of this study is to determine the parameters that affect Air entrainment events, namely the relationship between downcomer depth and jet Air entrainment speed using a jet height of 28 cm. The experimental setup consisted of pump, nozzel, downcomer, flow meter and standing water. Videos and photos are obtained using a backlit camera and video represents data. A processing program analyzes information in the form of images to obtain qualitative and quantitative data to process quantitative data using the imageJ image processing program. The results showed that jet height and downcomer depth affected air entrainment levels, bubble penetration depth and bubble size."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iqbal Yudianto
"Limbah cair hasil pabrik yang tercemar merupakan masalah yang penting. Limbah yang tercemar membutuhkan suatu proses pemisahan limbah dengan zat-zat kimia berbahaya. Menghilangkan kandungan kimia berbahaya pada limbah dapat dilakukan dengan desalinasi. Proses desalinasi adalah dengan memanfaatkan microbubble yang dihasilkan dari air entrainment. Air entrainment adalah aliran dua fasa yang menyebabkan munculnya gelembung gas ketika tumbukan fluida terjun secara vertikal terhadap fluida yang diam di bawahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh diameter downcomer terhadap parameter yang mempengaruhi terjadinya air entrainment. Penelitian dilakukan dengan menggunakan vertical plunging jet yang menumbuk ke kolam pengamatan. Beberapa set up yang mendukung penilitian terdiri dari pompa, nozzle, downcomer, flow meter udara, anemometer dan water pool. Hasil dari penelitian berupa data kualitatif seperti video dan foto, yang didapatkan dengan menggunakan high speed camera dengan pencahayaan belakang. Data kualitatif ini yang kemudian diproses dengan program pengolahan gambar sehingga didapatkan data kuantitatif. Hasil dari penelitian bahwa diameter downcomer mempengaruhi laju air entrainment, kedalaman penetrasi area dispersi dan ketinggian cairan tercelup.

The process of separating useful material from those that are not useful by using bubbles are widely used, and one of the processes used in this study is the Air Entrainment phenomenon. The phenomenon of air entrainment by using bubbles on a vertical plunging jet has been investigated with the aim to determine the effect of the nozzle on the penetration depth of the bubble. One of the methods for producing bubbles is to utilize the air entrainment phenomenon. This study aims to determine the parameters that affect the production of air bubbles by vertical jet on the water surface, especially on the effect of jet height on the air entrainment rate, penetration of bubble depth, and bubble size by using a dipped downcomer at a constant depth. The experiment set-up consists of a pump, nozzle, downcomer, air flow meter, anemometer and water pool. the videos and photos obtained are used as the data by using a camera and video-capturing with back lighting. Data in the form of images are processed with image processing programs to obtain quantitative data. The results showed that jet height affected air entrainment levels, penetration of bubble depth, and bubble size."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library