Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
Amsterdam: Elsevier, 1974
551.21 PHY
Buku Teks Universitas Indonesia Library
S. Bronto
"Indonesia mempunyai banyak gunung api yang berpotensi menimbulkan bencana bagi manusia dan lingkungan hidup di sekitarnya. Usaha mitigasi sudah dilakukan terhadap 128 gunung api aktif, yang jenis potensi ancaman bahayanya sudah diketahui berdasarkan pada lokasi sumber bahaya dan sejarah kegiatan. Namun demikian, ancaman bahaya letusan gunung api yang lebih besar, yang membentuk kaldera letusan atau kaldera longsoran masih memerlukan penelitian. Begitu pula terhadap potensi ancaman bahaya gunung api monogenesis, yang dapat membentuk lubang letusan baru di luar gunung api aktif. Pemikiran ini dilandasi oleh kenyataan bahwa sampai sekarang belum ada letusan besar setara G. Tambora 1815 dan G. Krakatau 1883, namun kegiatan tektonika yang menimbulkan tsunami dan gempa bumi besar sudah sering terjadi. Kedua, erupsi gunung api lumpur Sidoarjo berlangsung cukup lama dan kawasan gunung api semakin dipadati oleh pemukiman serta kegiatan usaha."
Bandung: Pusat Survai geologi Bandung, 2011
665 JSDG 21:1 (2011)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Prager, Ellen J.
New York: McGraw-Hill, 2000
551.2 PRA f
Buku Teks Universitas Indonesia Library
JLBG 5(1-2)2014
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
"This paper discusses the extent of eruption of Merapi volcano in 1994. It looks at the effects associated with the volcano as it erupted. The damages were inflicted on both the abiotic and biotic environments. The eruption occurred in the southern parts of the volcano. Because of the potential problems the volcano has, this has called for government involvement as an attempt to minimise the casualties. This has been done by intergovernmental cooperation for instance through the establishment of disaster prevention projects like Sobo Technical Centre, Merapi Volcano Project and the office purposely concerned with the investigation on the activities of Merapi. These projects cooperate to establish the hazard maps."
GEOUGM 28:72 (1996)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
"This article is aimed to find out the behavioural characteristics of people residing in the dangerous zone of Merapi relating to their aspiration and perception on their settlement environment. Three sample areas are located in the volcanic slopes of Merapi being classified as the most dangerous zone whereas the other three are located along the river banks of river flowing down the mount. The result of this research shows that most of the people (65%) do not afraid of the danger, 18% feel afraid of it while the rest 17% are tremendously afraid of the danger. But 94% of the people interview said they are keen to remain living in the village and ony 6% of them are likely to move."
GEOUGM 28:72 (1996)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Jakarta : Galeri Foto Jurnalistik Antara, 2011
R 363.34 MOU
Buku Referensi Universitas Indonesia Library
Yuriana Indah Pratiwi
"Sektor pertanian di Kecamatan Muntilan mengalami perubahan akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi. Pengaruh dari banjir lahar dingin dilihat berdasarkan sebaran material piroklastik, jarak dari tanggul sungai dan jarak dari hulu sungai. Penelitian ini menggunakan pembagian segmen berdasarkan jarak dari sungai, yaitu 0-100, 100-200, dan 200-300 meter pada setiap desa terdampak banjir lahar dingin. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kandungan unsur hara material piroklastik yang terbawa oleh aliran Kali Pabelan menguntungkan bagi kesuburan pertumbuhan tanaman. Wilayah terdampak banjir lahar dingin ada yang mengalami kerusakan sehingga dijadikan wilayah tambang pasir, ada pula yang kembali digunakan sebagai lahan pertanian. Luas lahan pertanian yang mengalami kerusakan memiliki jarak sejauh 10-120 meter dari tanggul sungai. Wilayah yang semakin jauh dari hulu sungai memiliki produktivitas yang lebih baik karena unsur hara dan tekstur tanah lebih mendukung untuk lahan pertanian. Komoditas hortikultura dan palawija mengalami peningkatan lebih dari 50%, terutama pada tanaman cabe dan kacang panjang.
Agricultural sector in Muntilan District altered by cold lahar flood from Mount Merapi. The influence of cold lahar flood can be seen of pyroclastic material, the distance from the river enbankment and distance from upstream. This research uses segment division based on the distance from the river, that are 0-100, 100-200, and 200-300 meters in every village affected by cold lahar flood. Results from this research showed that the nutrient content of pyroclastic material that was carried away by the flow of Pabelan River gave benefits for plant growth fertility. Region affected by cold lava flood damaged used as sand mining area, some are re-used as agricultural land. Agricultural land were damaged due to cold lahar flood has a distance of 10-120 meters from the river embankment. Further regions from the river upstream has better productivity, because nutrients and soil texture better support for agricultural land. Horticulture and palawija comodity have increased more than 50%, especially chili and beans."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S65501
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sri Rum Giyarsih
"Social aspects of cold lava flood of Merapi Volcano in Java, Indonesia"
Bulaksumur, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2014
363.348 SRI a
Buku Teks Universitas Indonesia Library
"Telah dibuat sebuah tiltmeter untuk mengukur kemiringan tanah yang inyatakan dalam satuan miliradian (mrad) dan selanjutnya diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik tersebut diubah dengan suatu ADC (Analog to Digital Converter) menjadi bentuk digital yang kemudian dibaca dan disimpan oleh data logger (pencatat data). Sebagai transduser kemiringan digunakan tiga keping kondensor. Kedua keping yang diluar dibuat selalu tegak lurus permukaan tanah (pondaSi) dan keping ketiga (yang di tengah) dibuat selalu menuju ke titik pusat bumi (arah vertikal). Spesifikasi alat dengan pengatur isyarat, sensitivitas : 1,22 mrad/V linearitas : 4,1 % jangkau : 6,12 mrad ( 0 V sampai 5 V)."
JURFIN 2:6 (1998)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library