Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Koesalah Soebagyo Toer, 1935-
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2003
370.47 KOE k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mosely, Philip E.
New York: Vintage Books, 1961
321.009 4 MOS k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Aditya Baskara
"Gim atau gim video merupakan sebuah permainan yang berbasis video yang memiliki konflik, peraturan, dan ditambah kemampuan sang pemain sendiri dalam menyelesaikan permasalahan yang menjadi tujuan akhir permainan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gim You Are Empty karya 1C Games dapat merepresentasikan ide–ide mimpi ideal Uni Soviet atau Soviet Dream dari unsur – unsur dalam gim tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode analisis konten visual kualitatif yang dikemukakan oleh Klaus Krippendorff serta teori circuit of culture dari du Gay dalam buku Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa contoh representasi Soviet Dream yang menggambarkan adanya kegagalan dalam pencapaian mimpi ideal tersebut yang justru merugikan masyarakat Uni Soviet.

Game or video game is a video based game which contain conflict, rules, and the player’s ability to solve the main problem, which is the main goal of the game itself. This article aims to analyze how the game You Are Empty from 1C Games can represent the ideas of the ideal Soviet Dream from the game’s elements. The method that being used in this research is visual content analysis by Klaus Krippendorff and coupled with the circuit of culture from du Gay that retrieved from Stuart Hall’s book. The result is some example of the Soviet dream which result in a failure and cause suffering to the Soviet’s people."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Moscow: Novosti Press, 1977,
R 342.029 47 Con
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Tjipta Lesmana
Jakarta: Erwin-Rika Press, 1987
914.7 TJI k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Service, Robert
Cambridge : Massachusetts Harvard University Press, 2003
947.084 S 118 h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Gafurov, Bobodjan
Indonesia: Bagian Penerangan Kedutaan Besar (BURSS), 1960
958.4 GAF b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Sebelum Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan bekas bosnya Vladimir Putin secara terbuka menolak rencana pembangunan perisai rudal Amerika Serikat di Polandia dan Ceko, presiden Ceko Vaclav Klaus mengatakan, dia takkan ragu menerimanya. Vaclav Claus menandatangani pakta pertahanan rudal tersebut denganAmerika Serikat, pada 9 Juli 2008, sebagai hasil perundingan Praha dengan Washington. Sebenarnya sejarah sistem pertahanan rudal sudah diperkenalkan 25 tahun silam oleh Presiden Reagan yang saat itu menganggap Uni Soviet adalah Evil Empire. Media Amerika kemudian menamakan ide presiden mereka dengan istilah Perang Bintang atau star wars. Tampaknya gagasan era Reagan pun akan dihidupkan kembali di Asia, dan pelakunya adalah Jepang yang mengerahkan sistem pertahanan rudal…. "
IKI 4:24 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kartono
"Perang perbatasan Cina-India berlangsung dua bulan, yaitu Oktober dan November 1962. Perang tersebut disebabkan oleh sikap reaktif kedua belah pihak atas aktifitas militer masing-masing negara di perbatasan kedua negara. Perang perbatasan Cina-India bukan saja ditimbulkan oleh hal-hal yang sederhana seperti yang telah digambarkan pada paragaraf sebelumnya. Untuk itu penulis dalam skripsi ini menguraikan lebih jauh faktor-faktor apa saja penyebab perang tersebut. Ada empat faktor yang penulis kemukakan penyebab konflik yang berakhir menjadi perang yang melibatkan kedua negara. Faktor tesebut adalah historis, geografis, Kepentingan Nasional (keamanan), dan situasi dunia internasional pada saat itu. Keempat hal itulah yang penulis kemukakan sebagai penyebab tidak langsung konflik perbatasan kedua negara."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S13018
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Frassminggi Kamasa
"Perang Korea adalah perang yang dimandatkan antara Korea Utara dengan dukungan Uni Soviet melawan Korea Selatan dengan dukungan Amerika Serikat. Latar belakang perang Korea dapat diselidiki pada pemisahan Korea oleh AS dan Soviet pada pendudukan mereka di Semenanjung Korea pada akhir Perang dunia II.
Kebijakan pendudukan AS dan Soviet kepada dua Korea ditandai oleh perbedaan ideologi dan sistem politik, perpecahan antara kekuatan kiri dan kanan yang mendalam di semenanjung Korea dan konsolidasi pemisahan wilayah lebih lanjut. Kaum kiri dalam kasus Korea tidak termasuk komunis, karena kiri lebih beraliran sosialis nasionalis dan kelompok non-eksterm kanan. Walaupun begitu perbedaan ini tidak secara ketat berlaku karena kiri sering juga dianggap komunis. Kanan jelas merujuk kepada kaum kapitalis nasionalis.
Bersama dengan pertentangan ideologi, friksi antara kekuatan yang menentang kekuatan eksternal dengan kekuatan yang mendukungnya membentuk secara fundamental sebab konflik.
Lebih dari itu, perbedaan kebijakan luar negeri AS dan Uni Soviet kepada selatan dan utara Korea setelah okupasi mereka menjadi bagian esensial sebab perang.
Kebijakan luar negeri AS dan Uni Soviet kepada Korea bersifat inkonsisten dan kurang sungguh-sungguh. Eropa sebagai pintu depan sementara Asia, khususnya Korea adalah pintu belakangnya. Pernah AS menganggap Korea tidak lebih dari tambahan untuk keamanan dan pertahanan Jepang. Dengan kata lain, Korea dikeluarkan dari daftar target area kebijakan besar AS dan hanya sebagai sasaran kedua dari politik luar negeri AS. Hal ini sebagian karena jarak yang jauh antara kedua Negara dan sebagian lagi karena asumsi secara strategik Korea hanya bernilai kecil.
Perbedaan yang tajam terjadi dengan Soviet. Secara historis Soviet mempunyai kepentingan yang dalam di Korea, untuk melindungi Soviet dari serangan luar. Semenanjung Korea, khususnya Korea utara telah menjadi vital bagi kepentingan ideologi dan sasaran strategik Soviet demi untuk melindungi hak yang telah ia dapatkan dari Manchuria sebagai hasil dari deklarasi perang melawan Jepang di akhir Perang Dunia II. Hal ini dilakukan setelah Soviet megalami hubungan sulit dengan pengaruh AS di Jepang dan Korea Selatan, dan pengaruh Komunis yang tumbuh di Cina. Dalam pengertian ini, kebijakan Soviet kepada Korea Utara tetap konsisten dari awal.
Pendudukan Soviet di Utara Korea dan kemudian bantuan program kepadanya merupakan bagian dari usaha untuk menciptakan pengkalan di Korea Utara untuk digunakan sebagai penyebaran kepentingannya dan pengaruh ideologinya di tempat lain di Timur jauh. Rezim Korea Utara sejak awal mengikuti Soviet, rezim Korea Utara adalah wakil Soviet yang memerintah Korea utara demi melayani sasaran dan kepentingan nasional Soviet. Fakta bahwa Kim II Sung dan pengikutnya adalah wakil Soviet karena terdiri dari orang-orang yang diundang Moskwa untuk pelatihan politik saat perang Dunia II dan mereka mempunyai kewarganegaraan Soviet adalah hal penting dari teori ini (kekuasaan wakil). Soviet membiarkan wakilnya memaksa dan menguasai partai, komite rakyat dan angkatan bersenjata Korea utara dengan ancaman kekerasan, dan kemudian memasukkan wilayah Korea Utara dalam lingkup pengaruh Soviet.
Kebijakan Soviet kepada Korea Utara dengan menjadikan rezim Korea utara menjadi ultra kiri, agresif dan provokatif. Adalah karena penagruh dari kebijakan Soviet, Korea Utara memaksakan kebijakan dasar demokratik untuk megkomuniskan selatan Korea. Skema Soviet untuk menjadikan utara Korea menjadi pangkalan strategik melawan AS tepat sama sengan kebijakan dasar demokratik Kim II Sung yang bertujuan untuk menyiapkan revolusi komunis di selatan.
Hal ini oleh Soviet dan AS wujudkan pada pembentukan dan karakteristik kekuasaan politik di Korea utara dan Korea selatan; organisasi kekuatan angkatan bersenjata dan akumulasi kapasitas perang di Korea utara dan Korea selatan; dan menciptakan kondisi untuk invasi ke selatan Korea dan utara Korea. Kebijakan politik luar negeri AS dan Soviet dari tahun 1945-1950 mengalami pasang surut yang akan berpengaruh besar bagi pecahnya perang tahun 1950. baik AS dan Soviet mempunyai maksud imperialis guna melindungi keamanan nasional mereka atas nama perwalian."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S14865
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>