Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Aulia Arif
"Salah satu jenis baja tahan karat yang banyak digunakan dalam dunia industri adalah baja tahan karat austenitik SS304. Salah satu teknik penyambungan logam dengan cara pengelasan adalah TIG (Tungsten Inert gas) atau GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dan untuk material berbentuk pelat tipis dapat digunakan proses pengelasan tanpa menggunakan logam pengisi atau biasa disebut autogeneous welding. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masukan panas dengan variasi arus dan kecepatan pengelasan sambungan autogeneous TIG terhadap nilai uji tarik sambungan las, kekerasan sambungan las, pengukuran geometri lasan dan uji metalografi hasil sambungan pengelasan pelat SS304 tebal 2mm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, semakin tinggi masukan panas yang diberikan maka jumlah delta ferit dalam logam las semakin menurun. Hal tersebut diakibatkan oleh turunnya laju pendinginan. Laju pendinginan yang lebih cepat mengakibatkan jumlah ferit yang terbentuk semakin banyak. Selain itu, dengan semakin tinggi masukan panas akan mempengaruhi bentuk geometri hasil lasan, yaitu meningkatkan penetrasi semakin dalam dan lebar sehingga rasio lebar banding kedalaman meningkat. Selanjutnya, daerah heat affected zone (HAZ) mengalami pertumbuhan butir seiring dengan meningkatnya masukan panas. Sampel dengan masukan panas tinggi terjadi penurunan nilai kekerasan dan nilai kekuatan tarik akibat dari perubahan struktur mikro. Dari hasil penelitian pengelasan baja tahan karat austenitik SS304 dengan tebal 2mm dengan menggunakan las autogenous dengan dipulsakan dan masukan panas terkontrol, tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi. Rekomendasinya adalah masukan panas sebesar 0,27 kJ/mm yang menghasilkan kekuatan tarik terbesar yaitu 452 MPa dan rasio L/D ~1-2.
One type of stainless steel that is widely used in the industrial world is SS304 austenitic stainless steel. One technique for joining metals by welding is TIG (Tungsten Inert gas) or GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) and for thin plate-shaped materials a welding process without using filler metal or commonly called autogeneous welding can be used. This research was conducted to determine the effect of heat input with variations in current and welding speed of autogeneous TIG joints on tensile test values of welded joints, hardness of welded joints, measurement of weld geometry and metallographic tests of 2mm thick SS304 plate welding joints. The results showed that, the higher the heat input given, the amount of delta ferrite in the weld metal decreased. This is caused by a decrease in the cooling rate. The faster the cooling rate, the more ferrite is formed. In addition, the higher the heat input will affect the geometric shape of the weld, which increases the penetration deeper and wider so that the ratio of width to depth increases. Furthermore, the heat affected zone (HAZ) area experiences grain growth as heat input increases. Samples with high heat input decreased the value of hardness and tensile strength due to changes in the microstructure. The conclusion from the results of this study is that the welding of SS304 austenitic stainless steel with a thickness of 2mm was carried out using autogenous welding with pulse and controlled heat input, not too low and not too high. The recommendation is a heat input of 0.27 kJ/mm which produces the greatest tensile strength of 452 MPa and an L/D ratio of ~1-2."
Depok:
2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Punta Singga Parasdya
"Pada penelitian ini, dilakukan pengelasan aluminium paduan AA1100 dengan menggunakan pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) otomatis. Digunakan beberapa variasi kenaikan kecepatan pengelasan yang digunakan untuk mencari pengaruhnya terhadap temperature, dan lebar manik atas. Dimensi spesimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panjang 14 cm, lebar 7 cm serta ketebalan 3,8 mm. Pengelasan dilakukan dengan arus yang tetap, yaitu 120A. Penelitian dilakukan dengan 2 metode pengumpanan logam pengisi (filler) ER5356 dan juga metode autogenous. Pada metode menggunakan filler digunakan kecepatan pengumpanan, waktu pengumpanan, dan delay pengumpanan yang konstan, yaitu 10 mm/s, 0,75 s, dan 0,75 s. Terdapat 3 variasi kenaikan kecepatan pengelasan yang digunakan. Dari hasil penelitian didapatkan, pemberian kenaikan kecepatan tidak berpengaruh banyak terhadap temperature daerah pengelasannya. Sebaliknya, pada geometri lebar manik atas daerah pengelasan terdapat perbedaan yang dapat dilihat dari tiga varian kenaikan kecepatan yang diujikan, baik yang menggunakan filler atau autogenous. Terdapat faktor kecepatan penyebaran panas yang dapat memengaruhi hal tersebut.
In this research, Aluminium alloys AA1100 were welded by using Tungsten Inert Gas (TIG). Several variations of the step increase in welding speed are used to determine the effect on temperature, and the width of the top weld bead. The dimensions of the specimens used in this study were 14 cm long, 7 cm wide and 3.8 mm thick. Welding is done with a constant current, which is 120A. The research was conducted using the intermittent filler feed method using Aluminium ER5356, and also the autogenous method. In the intermittent filler feed method, the filler feed speed, filler time, and delay time are constant, namely 10 mm/s, 0.75 s, and 0.75 s. There are 3 variations of the increase in welding speed used. Based on the result, it was found that increasing the speed did not have much effect on the temperature of the welding area. On the other hand, in the geometry of the top bead width in the welding area, there are differences that can be seen from the three variants of speed increase tested, in both method using filler or autogenous."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library