Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Amelia Candra Wati
"Pemberian obat secara konvensional dapat menurunkan efektivitas pengobatan karena tidak dapat mempertahankan dosis obat dalam waktu yang lama. Untuk mengatasinya disintesis hidrogel responsif temperatur poli(3-((2-(metakriloiloksi)etil)dimetilammonio)propana-1-sulfonat-ko-N-isopropilakrilamida)) P(SPE-ko-NIPAM) melalui polimerisasi radikal bebas sebagai material penghantar obat. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi penjebakan metformin HCl ke dalam P(SPE-ko-NIPAM) dengan memvariasikan konsentrasi obat dan temperatur penjebakan. P(SPE-ko-NIPAM) merupakan hidrogel dengan responsivitas ganda upper critical solution temperature (UCST) dan lower critical solution temperature (LCST). Dominasi komposisi monomer mempengaruhi responsivitasnya terhadap perubahan temperatur dan kandungan gel. Semakin tinggi komposisi monomer SPE menghasilkan suhu transisi fasa (Tc), kandungan gel, dan nilai retensi air yang semakin besar. P(SPE20-ko-NIPAM80) menjebak metformin HCl dengan persentase tertinggi sebesar 1,12% pada temperatur 25°C dengan konsentrasi 1000 ppm metformin HCl, sementara P(SPE80-ko-NIPAM20) menjebak metformin HCl dengan persentase tertinggi sebanyak 0,69% pada temperatur 40°C dalam konsentrasi metformin HCl yang sama. Metformin HCl berhasil dilepaskan dari P(SPE20-ko-NIPAM80) sejumlah 71% pada pH 2 selama 2 jam dan 73% pada pH 7,4 selama 24 jam sementara 59% metformin HCl pada pH 2 selama 2 jam dan 63% pada pH 7,4 selama 24 jam berhasil terlepas dari P(SPE80-ko-NIPAM20).

Conventional drug delivery can reduce the effectiveness of treatment because it cannot maintain the drug dose for a long time. To overcome this, temperature-responsive hydrogel poly(3-((2-(methacryloxy)ethyl)dimethylammonio)propane-1-sulfonate-co-N-isopropylacrylamide)) P(SPE-ko-NIPAM) was synthesized through free radical polymerization as drug delivery material. This study optimized the entrapment of metformin HCl into P(SPE-ko-NIPAM) by varying the drug concentration and entrapment temperature. P(SPE-ko-NIPAM) is a hydrogel with dual responsiveness of upper critical solution temperature (UCST) and lower critical solution temperature (LCST). The dominance of monomer composition affects its responsiveness to changes in temperature and gel content. The higher the SPE monomer composition results in greater phase transition temperature (Tc), gel content, and water retention values. P(SPE20-ko-NIPAM80) trapped metformin HCl with the highest percentage of 1.12% at 25°C with a concentration of 1000 ppm metformin HCl, while P(SPE80-ko-NIPAM20) trapped metformin HCl with the highest percentage of 0.69% at 40°C in the same concentration of metformin HCl. Metformin HCl was successfully released from P(SPE20-ko-NIPAM80) by 71% at pH 2 for 2 hours and 73% at pH 7.4 for 24 hours while 59% of metformin HCl at pH 2 for 2 hours and 63% at pH 7.4 for 24 hours were successfully released from P(SPE80-ko-NIPAM20)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fanny Mourencia
"Paparan logam berat dapat menimbulkan risiko atau dampak buruk bagi kesehatan manusia. Sebagian besar logam berat ini diekskresikan melalui keringat. Pada penelitian ini, disintesis hidrogel poli(2-(dimetilamino)etil metakrilat-ko-N,N-dimetilakrilamida) (P(DMAEMA-ko-DMA)) dengan variasi komposisi monomer melalui reaksi polimerisasi radikal bebas dengan amonium persulfat (APS) sebagai inisiator dan N,N’-metilenbis(akrilamida) (MBA) sebagai agen pengikat silang. Dilakukan karakterisasi FTIR dan uji swelling pada hidrogel hasil sintesis. Diketahui bahwa rasio swelling meningkat seiring dengan peningkatan komposisi monomer DMAEMA pada hidrogel. Hidrogel P(DMAEMA-ko-DMA) menunjukkan responsivitas terhadap pH dan temperatur, ditunjukkan oleh tren penurunan rasio swelling seiring dengan peningkatan pH dan temperatur. Hidrogel kopolimer dengan komposisi DMAEMA terbesar memiliki rasio swelling tertinggi pada rentang pH dan temperatur keringat. Selain itu, hidrogel P(DMAEMA-ko-DMA) dapat digunakan sebagai adsorben ion logam berat Cd(II) dan Pb(II) pada kondisi keringat, baik dalam larutan tunggal maupun multikomponen. Kapasitas adsorpsi ion logam berat Cd(II) > Pb(II), dan kapasitas adsorpsi meningkat seiring dengan penurunan temperatur. Semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat, semakin banyak ion logam berat yang dapat teradsorpsi.

Heavy metal exposure may pose risks or adverse effects to human health. Most of these heavy metals are excreted through sweat. In this research, poly(2-(dimethylamino)ethyl methacrylate-co-N,N-dimethylacrylamide) (P(DMAEMA-co-DMA)) hydrogels with variations in monomer composition were synthesized through a free radical polymerization reaction with ammonium persulfate (APS) as the initiator and N,N’-methylenebis(acrylamide) (MBA) as the cross-linking agent. FTIR characterization and swelling ability tests were conducted on the synthesized hydrogels. It was observed that the swelling ratio increased with an increase in the DMAEMA monomer composition in the hydrogel. The P(DMAEMA-co-DMA) hydrogels exhibited responsiveness to pH and temperature, as indicated by a decreasing trend in the swelling ratio with increasing pH and temperature. The copolymer hydrogel with the highest DMAEMA composition showed the highest swelling ratio within the range of sweat pH and temperature. Furthermore, the P(DMAEMA-co-DMA) hydrogel could be utilized as an adsorbent for heavy metal ions Cd(II) and Pb(II) under sweat conditions, both in single and multicomponent solutions. The adsorption capacity for Cd(II) ions was greater than that for Pb(II) ions, in addition, the adsorption capacity increased with a decrease in temperature. The higher the initial concentration of heavy metal solution, the more heavy metal ions can be adsorbed. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library